Share

BAB 84

Penulis: LucioLucas
last update Tanggal publikasi: 2026-09-08 08:00:33

Pertentangan dan persaingan dua perempuan itu terlihat sangat jelas. Sama-sama cantik, kaya raya, dan berbakat, keduanya adalah aset dari kota ini. Banyak laki-laki sekarang ini merasa iri dengan Carter karena berada di antara dua perempuan cantik serta hebat. Mereka menginginkan hal yang sama, kalau tidak bisa mendapatkan Joice yang secantik dewi dengan ayah yang berkuasa, dekat dengan Karenia juga hal yang sangat membanggakan. Dengan tubuh sexy dan wajah menawan, Karenia adalah dam

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 83

    Sofia memainkan nada-nada dari tuts piano, jemarinya bergerak cepat dengan tubuh berayun. Di sampingnya seorang laki-laki muda mengangguk-anggukkan kepala mengikuti irama yang muncul dari permainan Sofia. Alunan nada, musik yang tercipta dengan indah, serta kemegahan melodi menghanyutkan keduanya. Seakan ingin mencurahkan perasaannya yang pedih dengan cinta tak berbalas pada suaminya, membuat Sofia bermain sepenuh hati. Tuts piano adalah penghibur sekaligus penyembuh untuknya. Jiwanya terasa hanyut dalam ketidakpastian serta terjerat kebodohan yang meluluhlantakkan kewarasan.Keseriusan membuat konsentrasi terkumpul hingga tidak menyadari sebuah kendaraan memasuki halaman. Satu ketukan terakhir dari nada membuat si laki-laki muda memberikan applause yang panjang dan nyaring.“Luar biasa, Nyonya. Kemajuan Anda pesat sekali.”Sofia bangkit dari kursi, tersenyum pada laki-laki muda di depannya. Bernama Adito, laki-laki berumur pertengahan dua p

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 84

    Pertentangan dan persaingan dua perempuan itu terlihat sangat jelas. Sama-sama cantik, kaya raya, dan berbakat, keduanya adalah aset dari kota ini. Banyak laki-laki sekarang ini merasa iri dengan Carter karena berada di antara dua perempuan cantik serta hebat. Mereka menginginkan hal yang sama, kalau tidak bisa mendapatkan Joice yang secantik dewi dengan ayah yang berkuasa, dekat dengan Karenia juga hal yang sangat membanggakan. Dengan tubuh sexy dan wajah menawan, Karenia adalah dambaan laki-laki di kota ini. Semua pandangan tertuju pada mereka dan berharap ada drama cinta segitiga yang seru.“Karenia, kenapa terlambat? Apa kamu tahu kalau keberhasilan dari para pebisnis adalah sikap mereka yang selalu tepat waktu?”Teguran Joice dijawab dengan senyum kecil oleh Karenia. Bersedekap dengan kedua tangan berada di dada, wajahnya yang cantik terlihat bercahaya karena lampu yang terang benderang.“Sorry, ada beberapa masalah di ka

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BB 82

    Joice tidak menyukainya, itu hal pertama yang terbersit di otak Khaelia saat mengamati bagaimana pasangan di depannya bicara. Joice selalu berupaya mengajak Carter bicara dan memperkenalkan pada banyak orang. Tidak segan menunjukkan pada semua yang hadir kalau dirinya mempunyai hubungan akrab dengan Carter.“Carter sangat menyukai benda-benda seni, dan karenanya kami akrab satu sama lain.”“Kalian memang pasangan yang serasi.”Bisikan dari Corrado yang ditiupkan ke telinga membuat bulu kuduk Khaelia meremang.“Khaelia, apa kamu setuju kalau Carter dan Joice serasi?”Khaelia menelan ludah. “Tuan, itu bukan sesuatu yang bisa saya komentari.”“Kenapa? Padahal dengan sekali lihat akan muncul jawabannya.”“Karena bukan bagian dari tugas saya untuk berkomentar.”“Khaelia, kamu ini terlalu sopan.”Corrado meninggalkan Khaelia saat beberapa orang

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 81

    Carter melepaskan pelukan Joice dengan lembut, tidak menanggapi perkataannya tentang perjodohan. Tidak perlu juga terlibat provokasi, mereka di sini untuk bisnis. Sejujurnya ia heran kenapa Joice bersikap begini, tidak biasanya menggembos-gemborkan tentang perjodohan. Apa yang sebenarnya terjadi? Ada banyak orang di sekitar mereka, menatap dengan penuh ingin tahu dan Carter memutuskan untuk bersikap baik demi menjaga sopan santun. Tentu akan mempermalukan Joice kalau menolak secara terang-terangan, karena itu sekarang ia memilih untuk mengalah. Hanya kali ini saja, tidak ada kesempatan kedua.Para pegawai Joice membungkuk, memberi hormat pada Carter. “Selamat datang, Tuan Carter Solitare.”Carter mengangguk kecil. “Terima kasih.”“Ayo, masuk. Semua orang sudah di dalam, termasuk sepupumu.”Joice tersenyum, menggandeng lengan Carter dengan sudut mata melirik ke arah Khaelia. Merasa senang karena Carter tidak menolak sent

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 80

    Setelah percakapan itu, Khaelia mulai menepiskan kekhawatirannya dan menjalani hari dengan lebih ceria. Banyak hal berubah setelah pesta usai, termasuk dengan semakin banyaknya kerumunan yang menunggunya di lobi. Kerumunan itu terbelalak saat melihatnya turun dari mobil mewah. Khaelia merasa takut untuk masuk, karena pasti banyak pertanyaan untuknya.Ketakutannya menjadi kenyataan. Begitu kakinya menginjak lobi, berondongan pertanyaan keluar dari bibir orang-orang itu. Di dalam kerumunan ia melihat tiga perempuan dari divisi pemasaran. Apakah mereka kini juga menunggunya?“Khaelia, beri kami saran bagaimana caranya menjadi sekretaris eksklusif?”“Bukankah itu mobil milik bos? Hebat sekali kamu mendapatkan fasilitas antar-jemput.”“Khaelia, bisa nggak aku kerja denganmu di lantai sepuluh?”Semua pertanyaan di atas terlontar dari bibir para pegawai perempuan, sedangkan para laki-laki berbeda lagi.“Kha

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 79

    Mereka melewatkan libur awal tahun berdua di rumah Carter. Berbaring telanjang sepanjang hari, bercinta tidak terhitung jumlahnya dan saling memuaskan diri sambil bercerita. Carter menumpahkan unek-uneknya soal pekerjaan dan tekanan dari orang-orang sekitarnya. Termasuk keluarga besar Solitare yang menginginkan hal yang lebih besar dan lebih banyak, sampai-sampai menekan Carter hingga sedikit kewalahan.“Apa yang diinginkan Sofia darimu? Aku lihat kalian mengobrol.”“Dia menunjukkan foto-foto kita, Tuan.”“Dia mengambilnya secara diam-diam?”“Benar.”“Untuk apa? Mengancammu?”Khaelia menggeleng. “Bukan, tapi lebih tepatnya senjata untuk menyakiti Karenia. Saya tidak terlalu mengerti, tapi Nyonya Sofia berharap foto-foto kita akan membantunya.”Carter mendesah, muak dengan perseteruan rumah tangga sang kakak yang berimbas padanya. Carlo yang bodoh, jatuh cinta sete

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 8

    Khelia sedang melintasi lobi yang hari ini cukup ramai saat ponselnya bergetar. Ada notifikasi yang tidak dikenalnya dan ternyata pemberitahuan uang masuk. Ia terbelalak karena tidak menyangka gajinya akan sebesar ini. Hampir lima kali lipat dari gaji di perusahaan terdahulu. Ia sudah tahu gajinya

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 7

    Carter mendesah, merasakan hasrat menyerbunya hanya karena teringat Khaelia. Ia harus menyingkirkan semua pikiran buruk kalau ingin Khaelia betah di tempatnya bekerja. Ia kehilangan sekretaris lamanya karena laki-laki muda itu tidak kuat bergadang terus menerus, berganti lagi dengan perempuan dan h

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 6

    Dalam benak Khaelia sedang sibuk memikirkan pekerjaan di kantor dan tidak peduli dengan perkataan sepupunya. Sudah biasa Mila selalu menentang pendapatnya, seakan menjadi sepupu paling peduli padahal tidak peduli.“Temen-temenku yang sarjana semua kerja di kantor besar. Saat weekend pada ngumpul di

  • Khaelia Sang Sekretaris Malam   BAB 5

    Waktu berlalu dengan cepat dan tanpa terasa sudah satu bulan Khaelia bekerja dengan Carter. Setiap hari melalui rutinitas yang sama. Membuat kopi, menyusun berkas, melakukan penjadwalan, dan setiap pukul 12 malam keduanya beristirahat 30 menit. Sesekali Carter memanggil pelayan untuk membawa cemila

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status