Short
Kilau Cincin yang Memudar

Kilau Cincin yang Memudar

By:  IzalCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
9Chapters
1.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Nathan adalah kepala Departemen Bedah Jantung termuda di Kota Pelabuhan. Semua orang bilang, tangannya paling mantap, dan hatinya juga paling dingin. Namun aku tahu, bukan berarti dia tidak pernah luluh hati. Hanya saja, kelembutannya tak pernah diberikan untukku. Sehari setelah pertunangan kami, ayahku mendadak terkena stroke dan dilarikan ke ruang gawat darurat. Perawat memintaku mencari keluarga pasien karena persetujuan tindakan harus ditandatangani. Orang pertama yang kuhubungi adalah Nathan. Telepon berdering lama sekali sebelum akhirnya diangkat. Dari seberang terdengar tangis lirih seorang wanita. Itu mantan kekasihnya, Widya. Nathan merendahkan suaranya. "Dya sedang mengalami serangan panik. Aku sedang menemaninya. Suruh rumah sakit memakai jalur prioritas dulu." Aku menggenggam pena hingga buku-buku jariku memutih. "Dokter bilang harus keluarga inti yang menandatangani. Ibuku sudah meninggal. Aku hanya punya kamu." Dia terdiam dua detik, nadanya tetap tenang. "Jangan membesar-besarkan keadaan. Rumah sakit punya prosedur, mereka nggak mungkin benar-benar membiarkan pasien tanpa ditolong." Widya tersedu di seberang sana. "Nathan, jangan sampai urusan Kak Melani tertunda gara-gara aku. Sebaiknya kamu pergi saja. Aku sendiri juga nggak apa-apa." Nathan segera berkata, "Jangan memaksakan diri. Aku nggak akan pergi." Saat telepon terputus, perawat kembali mendesakku. Aku menunduk menatap cincin pertunangan di jari manisku. Cincin itu dipilih sendiri oleh Nathan. Dia bilang, kabut di pelabuhan sering tebal. Kalau cincinnya lebih berkilau, dia bisa menemukanku dengan sekali pandang. Namun hari itu, lampu putih di luar ruang gawat darurat begitu menyilaukan. Aku berdiri di tengah kabut, tetapi dia tak kunjung tiba. Setelah itu ayahku akhirnya lolos dari masa kritis, sementara aku duduk semalaman di depan kamar rawat. Saat fajar menyingsing, Nathan akhirnya mengirim pesan. [Dya sudah tertidur. Bagaimana keadaan ayahmu?] Aku memandang feri yang berlabuh di luar jendela. Kabut telah sirna. Sudah saatnya aku pergi.

View More

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reviews

Mair
Mair
ceritanya baguss, singat jelas dan padat.. sukses teruss
2026-09-05 13:54:36
0
0
M--G
M--G
bagus dan tegas
2026-09-01 00:32:04
0
0
9 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status