Home / Fantasi / Kiss The Antagonist / 2. Mencium Sang Antagonis

Share

2. Mencium Sang Antagonis

Author: Black Aurora
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-13 21:05:38

Saat ini, ia berdiri tegak di sebuah kamar luas yang hangat dan elegan.

Lampu kristal mewah yang bercahaya menggantung dari langit-langit yang tinggi, memantulkan kilau lembut ke dinding berpanel kayu gelap.

Karpet tebal dan lembut menutup lantai, dan tercium aroma yang wangi di ruangan itu.

Seketika Lovelle pun tertegun.

Dimana dirinya sekarang?

Tidak ada air, tidak ada sungai, dan tidak ada tiga pria pemabuk mesum yang mengejarnya.

Dan pakaiannya pun... kering.

Lovelle kembali menatap ke sekelilingnya dengan bingung.

“Apa yang terjadi?” gumannya pelan.

Mungkinkan ia sedang bermimpi?

Atau mungkin juga tubuhnya mengalami hipotermia setelah jatuh ke dalam sungai yang dingin, lalu mulai berhalusinasi.

Sebelum gadis itu sempat memikirkan lebih jauh, tiba-tiba sebuah suara pria yang dalam dan berat terdengar dari arah belakangnya.

“Apa yang dilakukan seorang pelayan di dalam kamarku?”

Lovelle pun membeku, lalu perlahan ia pun berbalik dan.... menatap seorang pria yang berdiri beberapa langkah di belakangnya.

Tubuhnya tinggi sekali, bahunya lebar, dan wajahnya luar biasa tampan dengan garis rahang tegas dan mata gelap yang menatapnya tajam seperti pisau.

Ada tattoo yang keluar dari kerah kemeja hitam di lehernya, juga keluar dari sela-sela bagian lengan kemeja di punggung tangannya.

Namun yang paling mencolok dari semuanya, adalah aura dingin yang memancar darinya.

Pria itu melirik tangan Lovelle, lalu sebuah senyum tipis terlukis di wajahnya.

“Jadi kamu bukan pelayan biasa, hm?” desisnya pelan namun sinis. “Apa yang mau kamu lakukan dengan dokumen itu?”

Lovelle mengikuti arah pandangannya, dan ia pun terkejut ketika melihat ada gulungan dokumen di tangannya sendiri!

“A-Apa… ini??”

Karena terlalu terkejut, tanpa sadar Lovelle pun menjatuhkan kertas itu ke atas lantai, lalu mundur ketakutan.

Namun pria itu malah bergerak maju beberapa langkah.

Satu tangannya yang besar terangkat, dan tiba-tiba langsung mencengkeram kuat leher Lovelle.

Tubuh gadis itu pun sontak sedikit terangkat dari lantai.

Dengan napas terengah, Lovelle berusaha menarik pergelangan tangan pria itu dari lehernya untuk melepaskan diri.

“Apakah kau adalah mata-mata yang dikirim oleh musuh?” pria itu bertanya dengan nada sedingin es.

Lovelle menggeleng panik. Ia mencoba bicara, namun cekikan itu membuat suaranya tidak bisa keluar.

Oksigen yang semakin tipis juga membuat pandangan Lovelle mulai berkunang-kunang.

Tanpa sengaja, matanya tertuju pada sebuah buku di atas meja.

Dan saat itu juga ia membeku, saat melihat sebuah nama yang tertulis dengan tinta emas di bagian sampulnya.

-XEYREN CROW-

Serta-merta, Lovelle merasa jantungnya seolah berhenti berdetak.

Xeyren… Crow?

Nama yang unik dan cukup aneh. Serta... sama persis dengan tokoh antagonis dari novel yang sedang ia baca.

Dan ruangan ini... Situasi ini…

Lovelle merasa tidak pernah berada di sini sebelumnya, namun rasanya begitu familier.

Rasanya ia pernah melihat deskripsi yang sama persis. Di buku itu, buku yang belum selesai ia baca.

Tunggu. Jangan bilang kalau...

Ia telah masuk ke dalam dunia novel??!

Lovelle mulai terbatuk-batuk, tapi sekali lagi ia mencoba berpikir jernih.

Jika ini benar…

Jika ia benar-benar berada di dalam dunia novel, maka ia pun tahu siapa dirinya sekarang.

Dia pasti Daniela.

Seorang mata-mata yang menyamar menjadi pelayan di Mansion milik Xeyren Crow.

Dan pria di depannya ini... adalah Xeyren Crow sendiri.

Penjahat yang akan membunuh Daniela!

Sial.

Saat ini pasti dia berada halaman ke-lima, saat Xeyren memergoki Daniela dan langsung membunuhnya dengan darah dingin!

Tapi Lovelle menolak untuk mati lagi.

Entah dunia apa yang ia masuki sekarang, tapi kali ini ia harus hidup!

Walau napasnya yang semakin tipis dan pikirannya kacau-balau, Lovelle berusaha untuk menjulurkan kedua tangannya ke depan dan meraih kerah kemeja hitam milik Xeyren.

Dengan tenaga lemahnya yang tersisa, Lovelle lalu menariknya sekuat tenaga hingga wajah pria itu mendekat.

Lovelle bisa melihat sekelebat keterkejutan di mata gelap pria itu.

Dan sebelum Xeyren sempat bereaksi, Lovelle segera mendekatkan bibirnya.

Lalu mencium bibir Xeyren.

***

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Kiss The Antagonist    138. Takdir Yang Akan Menemukan Jalannya (Tamat)

    SATU TAHUN KEMUDIAN... Hujan turun perlahan di balik jendela ruang bersalin. Xavian berdiri tepat di sisi ranjang, tidak pernah melepaskan genggaman tangan Lovelle sejak wanita itu mulai merasakan kontraksi beberapa jam yang lalu. Pria yang selalu terlihat tenang itu tampak benar-benar gugup. "Tarik napas, Nyonya. Sedikit lagi." Suara dokter terdengar samar di tengah napas Lovelle yang memburu. Lovelle menggenggam tangan suaminya begitu erat, hingga buku-buku jari Xavian memutih. "Aku... tidak kuat lagi..." "Kamu pasti kuat, Love. Kamu sudah pernah melewati hal-hal yang jauh lebih berat daripada ini." Xavian segera membungkuk, mengecup kening istrinya yang dipenuhi keringat. Lalu tatapan mereka saling bertemu. Di dalam kedua pasang mata berbeda warna itu, masih tersimpan kenangan tentang kehidupan yang seharusnya tak pernah ada. Tentang seorang pria bernama Xeyren Crow, tentang seorang gadis yang pernah terlempar ke dunia lain. Tentang seorang putri... yang meng

  • Kiss The Antagonist    137. Tidak Akan Melepasmu Lagi

    "Hah? Menginap?" mulut Lovelle benar-benar terbuka saking kagetnya. "Tapi... kenapa??"Sayangnya pertanyaan itu sepertinya tidak akan mendapatkan jawabannya, karena Xavian yang akhirnya benar-benar tidak menjelaskan alasannya.Pria itu hanya berjalan ke arah sofa ruang tamu, melepas jas hitamnya, lalu melipatnya rapi di bagian atas sandaran.Lovelle masih berdiri mematung beberapa langkah darinya. "Tuan Claine...?"Tanpa menjawab, Xavian hanya melonggarkan dasinya, lalu duduk di sofa.Melihat ekspresi lelah di wajah bosnya itu, Lovelle pun mengembuskan napas pelan."Sebentar."Gadis itu masuk ke dalam kamar, lalu beberapa saat kemudian ia pun kembali seraya membawa sebuah bantal dan selimut tebal berwarna abu-abu."Apartemen saya cuma punya satu kamar," ucapnya sedikit canggung. "Maaf... jadi Anda harus tidur di sofa.""Tidak masalah." Xavian berucap sembari menerima bantal itu tanpa banyak bicara. Lovelle masih belum beranjak.Tatapannya terus mengamati pria yang siang tadi begitu

  • Kiss The Antagonist    136. Tidak Ada Pria Lain

    Sudah tiga hari berlalu sejak peristiwa Lovelle yang pingsan di kantor. Selama tiga hari itu pula, tidak ada lagi pembicaraan mengenai penglihatan aneh yang mereka berdua alami. Xavian seolah menghapus seluruh kejadian itu dari permukaan, ia pun kembali menjadi CEO C-Works yang dikenal semua orang. Sikapnya dingin, perfeksionis, dan sulit ditebak. Seolah pria yang memeluk Lovelle di dalam mimpi itu tidak pernah ada. Namun tak ada yang tahu... bahwa tatapan pria itu telah berubah setiap kali menatap Lovelle. *** "Mulai hari ini, Nona White dipindahkan ke Executive Office." Suara kepala HR terdengar jelas, dan Lovelle pun sontak mengangkat kepala. "...Maaf?" tanya gadis itu bingung. "Ini keputusan langsung dari Tuan Xavian Claine. Mulai sekarang Anda akan menjadi Executive Assistant beliau." "Apa?!" Kali ini Emma-lah yang menjerit pelan sembari mengguncang lengan Lovelle. "Gila... itu promosi mendadak yang luar biasa!" bisiknya pelan. Namun wajah Lovelle tampak a

  • Kiss The Antagonist    135. Bagian Dirimu

    Kelopak mata Lovelle terasa begitu berat saat ia berusaha membuka mata. Gelap. Sunyi. Tak ada suara sama sekali. "...Aku di mana?" Gadis itu hanya bisa tertegun kala melihat hamparan putih yang seolah tak berujung. Lalu perlahan, Lovelle pun mulai melangkah. Busana kerja yang tadi ia kenakan kini telah berganti menjadi gaun putih sederhana yang bergoyang diterpa angin. Ia pun mengernyit bingung. "Aneh..." Tempat ini terasa begitu asing, namun juga terasa seperti rumah. Tiba-tiba langkah kaki lain terdengar dari kejauhan, dan Lovelle pun menoleh. Matanya menangkap sesosok pria yang berjalan dari balik kabut putih. Tubuhnya tinggi, rambutnya gelap, serta tatapan kelabu yang begitu dikenalnya. Dingin dan tajam, namun jauh di dalam sana ada luka yang tidak akan pernah benar-benar sembuh. Napas Lovelle pun tercekat di tenggorokannya. "...Xeyren." Pria itu berhenti melangkah, dan untuk beberapa saat mereka hanya saling menatap. Tidak ada senyum atay pelukan, hanya ad

  • Kiss The Antagonist    134. Perasaan yang Asing

    Xavian memejamkan mata begitu kuat hingga urat di pelipisnya menegang. Napasnya terdengar berat, cepat dan tidak beraturan... saat dua kehidupan saling bertabrakan di dalam kepalanya. Xavian Claine. CEO C-Works. Lahir, tumbuh, bersekolah, membangun perusahaan, mengambil alih puluhan bisnis. Semuanya nyata, semuanya memiliki kenangan. Namun di saat yang sama... ada kehidupan lain yang sama nyatanya. Pria bernama Xeyren Crow. Sebuah dunia yang seharusnya tidak mungkin ada. Seorang wanita bernama Lovelle. Seorang putri bernama Xeyrelle. Semuanya terasa begitu nyata hingga dadanya sesak dan sulit menghirup udara. Di sisi lain, Lovelle menatapnya dengan masih berurai air mata. "Tuan Claine..." "Jangan," potong Xavian dengan nada suaranya yang dingin. "Aku tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Tapi aku tidak akan membiarkan beberapa potong halusinasi mengambil alih hidupku." Kalimat itu membuat Lovelle tercekat. "Tapi... ini bukan halusinasi...." "Bagaimana kau

  • Kiss The Antagonist    133. Penolakan

    Pintu ruang CEO menutup dengan bunyi "klik", yang malah terdengar seperti vonis hakim untuk terdakwa. Lovelle menatap gugup pria yang ada di depannya, dan berdiri membelakanginya. "T-Tuan Claine...?" Tidak ada jawaban. Xavian masih tak bergerak di posisinya dengan kedua tangan yang bertumpu di atas meja kerja. Namun beberapa detik kemudian, satu pukulan keras menghantam permukaan meja, membuat Lovelle terlonjak kaget. BRAKK!! Napas Xavian tampak memburu. Kepalanya terasa seperti akan pecah. Ini tidak mungkin. Ia adalah Xavian Claine. Lahir di kota ini, dibesarkan oleh keluarganya, dan membangun C-Works dari nol. Lalu... siapa pria bernama Xeyren Crow itu?? Kenapa semua ingatan itu terasa lebih nyata daripada hidupnya sendiri?? Tangan pria itu pun mengepal semakin erat, lalu perlahan Xavian menoleh. Tatapan kelabunya kini begitu tajam, sama seperti tatapan Xeyren ketika pertama kali menodongkan senjata ke leher Lovelle. "Aku tidak tahu apa yang baru saja terja

  • Kiss The Antagonist    6. Pelajaran Untuk Pengkhianat

    Langkah Xeyren bergema pelan di koridor panjang di dalam Mansion miliknya. Udara malam masih terasa dingin setelah penerbangan dari Las Vegas, tetapi ekspresi pria itu tetap tenang seperti biasa. Christian berhenti beberapa langkah di belakangnya ketika Xeyren tiba di depan pintu ruang kerja pri

  • Kiss The Antagonist    5. Jebakan Yang Gagal

    Lokasi : King Casino, Kota Las Vegas. Di ruang VIP kasino mewah Las Vegas, Xeyren Crow duduk santai di meja poker bundar. Sikapnya dingin seperti biasa, penampilannya masih tetap mahal dan wajahnya terlihat tampan luar biasa, serta satu tangannya memegang kartu dengan tenang. Di seberangnya a

  • Kiss The Antagonist    4. Petunjuk

    Xeyren lalu menutup pintu dan menguncinya, tanpa memberi kesempatan siapa pun untuk membantah. Saat itu juga, Lovelle merasa lututnya menjadi lemas karena terlalu lega. Namun sayangnya, perasaan lega itu tidak bertahan lama. Saat Xeyren berjalan kembali ke arahnya, tatapan pria itu kini terlih

  • Kiss The Antagonist    3. Ketika Alur Mulai Berubah

    Bibir Lovelle menyentuh bibir Xeyren. Hangat, lembut, dan sepenuhnya tidak terduga. Untuk sesaat, waktu seolah berhenti bergerak. Tangan Xeyren yang mencengkeram lehernya pun membeku di tempat. Tekanan yang tadi hampir mematahkan napas Lovelle tidak serta-merta hilang, tetapi kini terasa le

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status