แชร์

Bab 40: Tahun Nol

ผู้เขียน: Founna Math
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-31 15:56:37

Fajar menyingsing di atas lembah Daisetsuzan, namun tidak ada alarm digital yang berbunyi. Tidak ada notifikasi saham yang berkedip, tidak ada suara bising mesin dari kejauhan. Hanya ada suara gesekan dahan pohon yang membeku dan kicauan burung yang kembali berani menampakkan diri setelah badai besar semalam.

Aiko duduk di teras kayu rumah desa, tangannya yang kasar karena kedinginan menggenggam secangkir teh panas. Di depannya, hamparan salju tampak berkilau seperti jutaan berlian. Dunia meman
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat   Bab Bonus: Tangisan di Matema-Terra

    Bab Bonus: Tangisan di Matema-TerraSembilan bulan setelah abu kontrak itu terbang terbawa angin, sebuah kehidupan baru akhirnya menagih janji untuk melihat dunia.Malam itu, hujan turun dengan lebat di pinggiran kota. Suara rintik yang menghantam atap kayu rumah mereka menciptakan simfoni alam yang riuh, namun di dalam kamar utama, suasana jauh lebih intens. Aroma minyak kayu putih, keringat, dan ketegangan yang kental memenuhi ruangan. Hiroshi tidak pernah merasa sekerdil ini sepanjang hidupnya—bahkan tidak saat ia kehilangan seluruh kekayaannya. Di depan rasa sakit yang dialami Aiko, ia hanyalah seorang pria tak berdaya yang hanya bisa menawarkan tangannya untuk diremas hingga mati rasa."Tarik napas, Nyonya... sedikit lagi," suara bidan desa yang tenang kontras dengan jeritan tertahan Aiko.Hiroshi berlutut di samping ranjang—ranjang yang dulu merupakan medan perang, tempat mereka saling menyakiti, namun kini menjadi saksi bisu dari perjuangan hidup dan mati. Ia menyeka keringat y

  • Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat   Bab 100: Epilog – Pemilik Hati yang Sesungguhnya

    ## Bab 100: Epilog – Pemilik Hati yang SesungguhnyaSatu tahun telah berlalu sejak asap hitam dari pembakaran kontrak itu terbang dan menghilang di antara pucuk-pucuk pohon pinus.Pagi ini, distrik pinggiran kota yang sunyi itu diselimuti embun tipis yang membelai daun-daun tomat di kebun belakang. Udara segar membawa aroma tanah basah dan wangi kayu manis dari dapur. Tidak ada deru helikopter, tidak ada lampu kilat kamera yang rakus, dan tidak ada lagi suara sepatu pantofel yang beradu dengan lantai marmer yang dingin.Di teras kayu yang kini sudah mengkilap karena sering dipel, Hiroshi berdiri menatap matahari yang mulai merangkak naik. Ia tidak lagi mengenakan setelan jas tiga lapis seharga ribuan dolar. Pagi ini, ia hanya mengenakan kaos putih katun yang sedikit longgar dan celana kain nyaman. Tangannya yang dulu hanya terbiasa memegang pena emas, kini memiliki kapalan halus di telapaknya—sebuah lencana kehormatan dari kerja kerasnya merawat rumah ini."Hiroshi... bisakah kau memb

  • Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat   Bab 99: Janji di Atas Abu Kontrak

    ## Bab 99: Janji di Atas Abu KontrakUdara pagi yang seharusnya murni di pinggiran kota itu kini tercemar oleh kebisingan yang mengerikan. Deru mesin helikopter berita mengepakkan udara di atas rumah kayu mereka, sementara di depan gerbang yang rapuh, puluhan lampu kilat kamera wartawan menyambar-nyambar seperti kilat badai. Sirine polisi meraung dari kejauhan, membelah kesunyian lembah yang dulu mereka anggap sebagai tempat persembunyian terakhir.Kenji telah melepaskan senjatanya yang paling mematikan: **Opini Publik.**Di layar tablet yang dipegang Mina, tajuk utama berita berkilat dengan narasi yang kejam: *"Skandal Penculikan di Balik Takhta Tanaka Group: Sang Ratu Balas Dendam Menyiksa Suaminya dalam Kontrak Ilegal."* Foto-foto curian yang menunjukkan Hiroshi sedang berlutut di lantai kamar disebarluaskan, membingkai Aiko sebagai monster yang haus kekuasaan."Nyonya, polisi akan sampai dalam tiga menit," Mina mendesak, suaranya tenggelam oleh suara baling-baling helikopter. "A

  • Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat   Bab 98: Ranjang yang Baru

    ## Bab 98: Ranjang yang BaruUdara di luar rumah kayu itu mendingin seiring perginya Kenji dan para petugas hukum yang membawa tumpukan dokumen ancaman. Kenji pergi dengan seringai kemenangan, yakin bahwa pilihannya akan menghancurkan pondasi cinta yang baru saja mereka bangun. Namun, di dalam rumah yang hanya diterangi oleh temaram lampu minyak dan sisa-sisa bara api di perapian, suasana justru terasa begitu sunyi—bukan kesunyian yang mencekam, melainkan keheningan yang penuh dengan kejujuran yang telanjang.Aiko berdiri di tengah kamar, menatap jendela yang menampilkan pantulan dirinya yang tampak rapuh. Di belakangnya, Hiroshi berdiri mematung. Pria itu tidak lagi memakai topeng kaisar bisnis yang tangguh. Bahunya yang lebar tampak sedikit merosot, beban satu tahun penebusan dan rahasia yang terbongkar seolah menumpuk di sana."Kau tahu apa yang dia minta, bukan?" suara Aiko hampir menyerupai bisikan angin."Ya," jawab Hiroshi rendah. "Dia ingin aku pergi. Dia ingin aku menjadi or

  • Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat   Bab 97: Kencan Pertama yang Sebenarnya

    Bab 97: Kencan Pertama yang SebenarnyaDunia di luar sana sedang meledak. Berita tentang pengunduran diri Aiko dan hilangnya sang mantan kaisar bisnis, Hiroshi Tanaka, memenuhi setiap kanal berita ekonomi. Pengacara keluarga berdiri di halaman depan mereka seperti malaikat maut yang membawa surat sitaan. Namun, di dalam rumah kayu yang remang itu, Hiroshi melakukan sesuatu yang benar-benar tidak masuk akal.Ia mengabaikan ketukan pintu sang pengacara. Ia mengabaikan getar ponsel yang berisi ancaman pidana. Hiroshi justru berdiri di depan cermin kecil yang retak, merapikan kerah kaos murahnya, lalu berbalik menatap Aiko yang masih syok setelah mendengar kebenaran dari Elena."Aiko," suara Hiroshi lembut, membelah ketegangan yang menyesakkan. "Pinjamkan aku waktu dua puluh empat jam. Lupakan pengacara itu, lupakan Tanaka Group, dan lupakan semua beban di pundakmu."Aiko mengerutkan kening, jemarinya masih gemetar. "Apa maksudmu, Hiroshi? Kita akan kehilangan segalanya! Mereka akan menyi

  • Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat   Bab 96: Bayang-bayang Masa Lalu

    ## Bab 96: Bayang-bayang Masa LaluDingin. Itu adalah kesan pertama yang menyergap kulit Aiko saat melangkah masuk ke ruang kunjungan Lembaga Pemasyarakatan Tokyo. Bau disinfektan murahan yang menusuk hidung berebut ruang dengan aroma apak dari beton-beton tua yang lembap. Suara derit pintu besi yang tertutup di belakangnya terdengar seperti vonis—sebuah pengingat bahwa di tempat inilah Elena, wanita yang pernah menjadi duri paling beracun dalam hidupnya, kini menghabiskan hari-harinya.Aiko duduk di balik kaca pembatas yang buram dan penuh goresan. Jantungnya bertalu-talu di balik mantel wolnya yang hangat. Ia belum memberi tahu Hiroshi tentang kunjungannya ini. Pagi tadi, ia membiarkan suaminya itu sibuk dengan cangkul dan tanah di kebun belakang, sementara ia melarikan diri untuk mencari kebenaran yang dikubur.Lalu, sosok itu muncul.Elena tampak mengenakan seragam penjara yang longgar dan kusam. Rambutnya yang dulu selalu tertata sempurna di salon-salon elit, kini hanya diikat as

  • Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat   Bab 37: Cahaya di Ujung Badai

    Victor melangkah maju dengan ketenangan yang mengerikan. Sepatu kulitnya yang mengkilap seolah tidak menyentuh permukaan salju yang tebal; ia berjalan di atas maut. Setiap kali ia mengayunkan langkah, bayangan-bayangan Sombra di sekelilingnya berdenyut dan mengerang, seolah-olah makhluk-makhluk keg

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-22
  • Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat   Bab 36: Napas di Negeri Salju

    Udara dingin yang menusuk tulang menyambut Aiko saat ia membuka mata. Kesadarannya seolah baru saja ditarik dari kedalaman air yang membeku. Ia tidak lagi berada di ruang kantornya yang hangat di Tokyo. Sejauh mata memandang, hanya ada hamparan salju putih yang tak berujung dan jajaran pohon cemara

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-22
  • Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat   Bab 35: Utusan dari Salju Abadi

    Suasana di lobi utama gedung Tanaka Group yang tadinya mulai tenang setelah pidato Aiko, seketika berubah mencekam. Para karyawan yang baru saja akan memulai hari kerja mereka berdiri mematung, menatap sekelompok pria berjubah putih yang masuk dengan langkah yang begitu sinkron, seolah mereka berge

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-21
  • Kontrak Ranjang Sang CEO Pengkhianat   Bab 31: Amarah sang Naga

    Pemancar fisik itu meluncur ke langit melalui celah sempit di atap kuil, membelah udara dengan desis tajam yang memekakkan telinga. Cahaya biru neon yang terpancar dari alat itu seolah menjadi suar harapan di tengah kegelapan yang menyelimuti Kuil Kannon. Jenderal Koga tertegun sejenak, matanya men

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-21
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status