Share

Kota di Tengah Antah Berantah
Kota di Tengah Antah Berantah
Author: Haze Hales

Beginning

Author: Haze Hales
last update publish date: 2026-04-10 15:19:25

Ketika pertama kali menginjakkan kaki ke kota kecil di tengah antah berantah ini...kakiku kesemutan. Seperti ada semut dan kutu merayap di telapak kaki, naik hingga ke betis. Membangkitkan bulu roma remang-remang di tangan.

Sungguh indah.

Sepanjang mata memandang ada bangunan tua, sapi, jalanan rusak dan ayam di atas pohon. Kenapa ada ayam di sana? Mana ku tau, mereka mungkin suka duduk cantik di atas pohon. Dan jika malam tiba maka pria bermata kambing akan datang mengetuk pintu.

Ya, kau tidak salah baca. Pria bermata kambing akan datang berkunjung ke rumah penghuni baru. Seperti sebuah ritual yang harus di lewati penghuni baru. Atau mungkin ucapan selamat datang dari kota terpencil ini.

Unik? Mungkin. Menyeramkan? Sudah pasti.

Sayangnya tidak banyak yang tau aturan tidak tertulis di tempat ini. Karena selalu saja ad kabar orang hilang, dan mereka semua adalah penghuni baru. Belum genap satu minggu menempati rumah baru, mereka sudah menjadi topik hangat warga. Kasihan? Kau tidak memiliki waktu untuk mengasihi manusia tanpa logika, dan kemampuan bertahan hidup layaknya ikan hias.

Tapi mau bagaimana lagi. Logika adalah hal mewah, ketika semua orang berlomba-lomba untuk jadi orang bodoh. Dan sok menjadi pahlawan kesiangan. Moorbridge bukanlah tempat bagi mereka yang ingin membuktikan, bahwa tingkat kemaskulinan mu serapuh tissue di bagi menjadi lima. Karena tempat ini akan menelan mu hidup-hidup, tempat ini tidak memiliki belas kasihan.

Satu kesalahan dan ucapkan selamat tinggal pada nyawamu. Jangan menjadi pahlawan kesiangan, jangan gegabah, buka mata, telinga dan semua indra yang kau miliki. Buka juga hidungmu jika perlu, kadang perubahan bau bisa menjadi indikasi penting.

Dan jangan pernah membukakan pintu meskipun ada suara rintihan minta tolong. Suara seseorang mencakar jendela ataupun pintu rumahmu. Tutup smua gorden jendela di rumah, dan kunci pintumu. Abaikan suaranya, dia akan berhenti sendiri kalau lelah.

Anggap saja ucapan selamat datang di Moorbridge. Karena tempat ini seaneh penduduknya yang terlihat bahagia namun depresi. Apa yang ku maksud?

Mana ku tau, aku sendiri bingung bagaimana mendeskripsikan tempat ini.

Oh ya, namaku Reihan Osbourne, kau bisa memanggilku Rei. Aku baru saja pindah ke sini karena mendapatkan warisan dari nenek. Rumah nenek jatuh padaku beserta sejumlah uang. Cukup untukku hidup mewah dan bermanja-manja dengan kucing di rumah.

Orang tuaku membuang ku ke tempat antah berantah ini. Setelah tau bahwa nenek ingin mewariskan rumahnya ke salah satu anaknya, atau cucunya yang sedang membutuhkan rumah.

Namun semua menolak dengan keras, meskipun penghuninya akan di berikan uang sebesar dua juta poundsterling. Itu bukan termasuk uang warisan mereka, nenek termasuk cukup kaya sehingga semua mendapatkan uang warisan cukup adil.

Tetapi aku masih heran, kenapa mereka menolak rumah gratis dan tambahan uang? Ternyata semua tau cerita tentang Moorbridge selain aku.

Tentu saja.

Mereka pasti bungkam agar aku mau menerima tawaran itu. Orang waras mana yang akan menolak rumah dua lantai dengan tiga kamar, ruang baca, ruang perapian, dapur luas dan suasana aesthetic pedesaan Inggris. Kenapa aku jadi seperti agen jual rumah.

Kembali ke cerita. Intinya mereka pastilah sudah berencana untuk membuangku ke sini, mengingat ibuku berusaha untuk menyingkirkan ku sejak aku lulus kuliah. Cerita lama tentang anak hasil selingkuh yang di benci keluarga besar. Dan berujung menjadi kambing hitam.

Yep, itulah aku.

Mereka pasti bersorak bahagia, karena yang harus berurusan dengan kota kecil laknat ini adalah aku. Sayangnya, nenek tidak sekejam mereka. Selain uang dan rumah mewah dua lantai di Moorbridge, nenek memberikanku buku kecil berisikan aturan. Mungkin lebih tepatnya panduan agar hidup selamat di sini.

Meskipun terkesan indah and estetik, dengan suasana kota kecil hampir seperti pedesaan zaman ratu Victoria. Tempat ini menyimpan aturan tak tertulis yang harus kau patuhi. Salah langkah sedikit makan nyawamu jadi taruhannya.

Atau tersiksa seumur hidup dengan teror mistis, dan kunjungan gaib lainnya. Nenek menuliskan semua aturan yang ia temukan dan ikuti selama tinggal di sini. Aturannya terdengar gila, bahkan rasanya seperti di tulis oleh orang tidak waras yang lepas dari rumah sakit jiwa. Tapi nenek bukanlah orang gila yang akan menuliskan hal nyeleneh seperti ini.

Dan sekarang giliranku untuk mengikutinya jika aku ingin selamat hidup di sini.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kota di Tengah Antah Berantah    Eleven

    "Ini." Kieran memberikan secarik kertas dengan nomer di dalamnya. Rei memandang sebentar kertas tersebut. Sebelum ia menyangkat kepalanya dan menatap Kieran dengan pandangan bertanya. "Nomer pribadiku," jelas Kieran. "Kalau kau mungkin butuh bantuan atau butuh teman mengobrol. Telfon saja nomerku. Kali ini Kieran tersenyum kecil, senyumnya persis seperti anak kecil yang bangga dia mendapatkan teman baru. Rei tidak enak hati jika harus menolak, jadi dia berterima kasih dan menyimpan nomernya. Kieran kembali lima menit setelahnya, Rei kembali ke dalam rumah dengan perasaan campur aduk. Matanya menyapu setiap sudut rumah dengan pandangan rumit, serumit isi otaknya saat ini. Rei berjalan menuju ruang tengah, duduk di sofa sambil memandang tempat perapian kemudian merebahkan dirinya di sofa. Menatap langit-langit ruang tengah dan lampu kristal menggantung dengan indahnya. Ia masih berusaha menerima kenyataan bahwa neneknya sengaja mengirim Rei kemari sebagai pengganti. Rei

  • Kota di Tengah Antah Berantah    Ten

    Rei terdiam sambil memeluk lututnya, memandang ke arah padang rumput di mana hewan ternak milik tetangga Kieran berkeliaran dnegan bebas. Ia berjengit kaget ketika sesuatu yang dingin menyentuh pipinya. Kieran kembali dengan sekaleng minuman dingin dan samosa dari kedai ibunya, bau nikmat rempah-rempah membuat Rei hampir meneteskan air liur. Rei mengucapkan terima kasih dengan nada pelan, membuka kaleng sodanya untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering. "Kau tidak harus menceritakannya." Rei menoleh bingung, menatap Kieran yang dengan santainya mengigit samosa yang masih panas, uap putih mengepul keluar dari makanan mirip pastel yang dulu ibu Rei sering buat. "Aku sudah hidup di sini lebih lama darimu, aku paham apa yang kau alami," lanjut Kieran sambil menyeruput sodanya. "Nenekmu mengirim kau kemarin bukan untuk memberikan warisan tapi mengiri mu untuk mati kan?" Rei membeku di tempat, matanya langsung menatap ke arah Kieran seakan bertanya. Bagaimana dia bisa

  • Kota di Tengah Antah Berantah    Nine

    Buku sialan, selama ini ternyata terselip di antara buku kamasutra si nenek lampir itu. Bagi yang tidak tau buku kamasutra itu apa, itu buku tentang cara bercocok tanam alis reproduksi. Kalau mau coba gaya ngangkang melayang, buku itu akan memberikan instruksi agak tahan lama dan nikmat. Hush, ngomong apa sih, malah bahasa gaya ngangkang nikmat. Lanjut ke ceritanya... Intinya, nenek lampir itu punya selera dan kelakuan nyeleneh yang harusnya Rei tidak kaget lagi. Tapi setia kali menemukan koleksi aneh neneknya, Rei mempertanyakan kewarasan si nenek dan dirinya sendiri. "Anuh...kalau begitu saya akan kembali bekerja." ucap pria itu di ikuti senyum kecil. Rei tertawa canggung untuk kesekian kalinya, mempersilahkannya untuk kembali bekerja. Sementara Rei meletakkan bukunya di meja dan duduk kembali sambil memijat pelipisnya. Pusing, radany mendadak kepalanya berputar. Mungkin tekanan darahnya menurun saking stressnya menghadapi kelakuan dan hal aneh di rumah ini. Ia menyand

  • Kota di Tengah Antah Berantah    Eight

    Rei mematikan wastafelnya, meletakkan semua gelas dan piring yang baru saja ia cuci kembali ke lemari. Kru yang di kirim tuan Powell sekarang berpindah ke atas semua. Nampaknya lantai satu sudah benar-benar bersih. Rei berkeliling sejenak untuk memastikan, ruang tamu memang sudah ia bersihkan. Tetapi para kru sepertinya menata ualng letak perabotan dan memberikan beberapa tempat yaglng Rei lewatkan. Tempatnya jadi rapih dan estetik kalau kata anak zaman sekarang. Dapur juga tadi terasa lebih bersih dan udaranya tidak pengap. Meski ada sedikit iklan horor lewat dari arag ruang bawah tanah. Ruang baca dan beberapa ruangan santai lainnya juga sudah di bersihkan dan di lap hingga kinclong. Koleksi buku neneknya yang tifak sempat Rei bersihkan sudah tertata rapih di dalam rak buku. Sampul kulitnya juga terlihat bersih, seperti baru saja di beli dari toko buku. Jemarinya menyisir buku-buku di dalam rak, membaca beberapa judul yang kenarik perhatiannya. Beberapa adalah buku pengetahu

  • Kota di Tengah Antah Berantah    Seven

    Rei masih berdiri mematung di depan rak bumbu, berusaha memproses apa yang baru saja dia dengar. Kalung giok pemberian si nenek masih ia genggam, terasa dingin and agak berat. Rei menatap kalung dalam genggamannya seakan benda itu akan meledak. Otaknya memutar ulang percakapan yang baru saja terjadi. Intinya, nenek Jeanne mengirimnya kemari untuk mati. Wah sialaan, dia di jadikan tumbal. Tangannya gemetar, entah karena takut, marah atau miris saja dengan nasibnya. Jadi mirip sinetron horor soal anak haram yang di jadikan tumbal. Wah, bisa di jadikan judul cerita sinetron tuh. Hahahahaha, ngawur. Setelah kurang lebih melongo selama sepuluh menit seperti ayam kesurupan. Rei meletakkan kalung giok tersebut ke dalam saku celananya. Ia menggelengkan kepalanya dan fokus belanja dulu, tim pembersih akan datang hari ini. Dan Rei setidaknya ingin menyediakan camilan, tangannya meraih beberapa barang yang ia butuhkan dan sekitarnya ia butuhkan nanti. Biarlah jadi urusan nanti jika ha

  • Kota di Tengah Antah Berantah    Six

    Matahari mulai merangkak naik ke ufuk timur, cahayanya menyelinap masuk melalui celah gorden. Di iringi suara ayam bersahutan. Rei yang tertidur dengan posisi acak menggerutu, memgomel pada ayam di luar yang membangunkannya. Rei merengut sebal, berputar di kasur sebelum akhirnya menarik tubuhnya bangun. Matanya mengerjap malas, memandang gorden seperti hendak mengajar benda tipis itu bertengkar. Rei menark tubuhnya turun dari kasur dengan langkah sempoyongan. Menarik gorden m9tif bunga itu dengan kesal. Cahaya remang-remang matahari pagi di ikutin teriakan ayam menyambut. Otot urat di kepala Rei mendadak berkedut, ayam-ayam di pekarangan rumahnya berkokok lagi. KOK KOK PEK—OGHHH Suara nyanyian cempreng ayan itu terputus karena sendal kelinci pink milik Rei melayang, dan menghantam tenggorokan ayam di bawah. "Diam!" gerutunya kesal. Binatang warna-warni tersebut bubar teratur setelah perjaka tanggung mereka tumbang oleh sendal kelinci pink. Rei merengut kembali, berjalan

  • Kota di Tengah Antah Berantah    Five

    "Permisi. Pesanan atas nama Rei Osbourne. Rei tersentak bangun dengan napas yang memburu, dadanya naik turun dengan cepat. Terbatuk beberapa kali karena terlalu cepat menarik nafas hingga tersedak. Bayangan wajah ibunya yang meleleh masih tertanam jelas di dalam kepala. "Permisi." teriak seseor

  • Kota di Tengah Antah Berantah    Three

    Tidak bisa tidur. Hahahaha. Sial. Matanya tidak mau terpejam setelah semalaman meringkuk di dalam selimut. Seakan benda tipis itu mampu melindunginya dari penampakan di luar. Agak nggak logis memang, namanya juga orang takut. Setelah melihat sosok nenek Jeanne yang bukan nenek Jeanne, Re

  • Kota di Tengah Antah Berantah    Four

    Rei menghela nafas, menyanggah dahunya dengan kedua tangan. Sikut bertumpu pada kayu jendela, semabri memandang halaman belakang di penihi tanaman, rumput liar, bunga liar, ayam dan sapi. Punya siapa kau tanya? mana ku tau. Mereka selalu datang dan pergi seenak pantat mereka. Baru semalam dia di

  • Kota di Tengah Antah Berantah    Two

    Demi jenggot Pedro Pascal, yang tadi barusana apa?! Rei membeku di tempat ketika suara itu menyentuh telinganya. Ia bersumpah bisa merasakan hembusan dingin nafas dari makhluk itu. Bahkan baunya lebih busuk dari bau bangkai dan tai kucingnya. Bau bajingan. Keringat dingin mengalir di pungg

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status