공유

Kukira Kamu adalah Takdir Seumur Hidupku
Kukira Kamu adalah Takdir Seumur Hidupku
작가: Tipo

Bab 1

작가: Tipo
Davina pertama kali bertemu Marcel saat berusia 18 tahun.

Dia menerima telepon dari ibunya. "Davina, ayahmu mengalami kecelakaan lalu lintas dan sekarang lagi ditangani di rumah sakit. Kondisinya sangat parah. Cepat pulang untuk menemuinya terakhir kalinya."

Pikiran Davina seketika kosong. Dalam kepanikan, dia berlari keluar tanpa memedulikan arah hingga menabrak mobil Marcel.

Untungnya, Marcel segera menginjak rem sehingga dia tidak mengalami luka parah. Davina bangkit, lalu berlari terpincang-pincang menuju rumah sakit.

Marcel menahannya. Setelah mengetahui apa yang terjadi, dia menelepon seseorang, lalu mengantarnya sendiri ke rumah sakit.

Begitu mereka tiba, direktur rumah sakit segera membawa tim medis terbaik ke ruang operasi dan berhasil menyelamatkan ayahnya yang sudah berada di ambang kematian.

Davina dan ibunya berpelukan sambil menangis bahagia.

Di balik air matanya, dia melihat Marcel berdiri tidak jauh dari sana, mengucapkan terima kasih kepada direktur rumah sakit dengan suara pelan.

Barulah Davina mengetahui bahwa Marcellah yang meminta direktur rumah sakit datang.

Pada saat itu, pemuda dengan sorot mata tajam yang berdiri di bawah cahaya tersebut seolah-olah adalah dewa yang turun ke dunianya.

Awalnya, Davina hanya ingin berterima kasih kepadanya. Karena itulah, dirinya terus mengikuti Marcel dan melakukan apa pun yang sanggup dia lakukan untuk membantunya.

Setelah lulus, dia bekerja di Grup Gunawan. Tanpa diduga, dia menjalin hubungan intim dengan Marcel dan akhirnya menjadi sekretaris pribadinya.

Lambat laun, perasaannya berubah. Sikap lembut Marcel yang sesekali ditunjukkannya pun menumbuhkan harapan yang seharusnya tidak dia miliki.

Hingga sebulan yang lalu, Marcel tiba-tiba bersikap sangat dingin kepadanya.

Hatinya diliputi kegelisahan. Setelah lama bimbang, suatu kali seusai mereka berhubungan intim, Davina bertanya dengan hati-hati, "Pak Marcel, apa saya melakukan kesalahan?"

Raut wajah Marcel yang dingin membeku. Setelah terdiam cukup lama, barulah dia berkata.

"Aku mulai bosan."

Wajah Davina memucat. Di bawah tatapan dingin Marcel, dia melarikan diri dengan kalut.

Hari itu juga, Marcel berangkat ke luar negeri untuk urusan pekerjaan.

Di luar kebiasaannya, kali ini dia tidak membawa sekretaris pribadinya.

Keesokan harinya, Davina melihat kabar bahwa Marcel akan menikah dengan Elena Wijaya.

Seminggu kemudian, Marcel kembali ke tanah air dengan sebuah cincin melingkar di jari manisnya.

Saat itulah Davina menyadari bahwa seindah apa pun mimpi, pada akhirnya seseorang harus terbangun. Sudah waktunya dia berpisah dengan Marcel.

Marcel sudah pergi dan memberikan apartemen yang telah mereka tempati selama tujuh tahun itu kepadanya.

Sambil membereskan barang-barang di apartemen, Davina menghubungi agen properti untuk menjualnya.

Apartemen itu terletak di kawasan strategis, sementara harga yang ditetapkannya jauh di bawah harga pasar.

Agen properti itu pun secara khusus merekomendasikannya kepada calon pembeli. Malam itu juga, seseorang datang untuk melihat apartemen tersebut dan membayar uang muka.

Setelah kontrak ditandatangani, agen properti itu berkata dengan senyum lebar, "Nona Davina, pembeli membayar lunas. Prosesnya mungkin bisa selesai dalam waktu sekitar satu minggu."

Davina tertegun sejenak, lalu mengangguk sambil tersenyum. "Baik, terima kasih."

Setelah mengantar agen itu pergi, dia mulai membereskan rumah.

Patung kucing keberuntungan di atas rak sepatu itu dia letakkan pada hari pertama pindah ke apartemen tersebut.

Marcel pernah menggodanya sebagai wanita mata duitan. Namun, begitu dia berbalik, pria itu langsung mendesaknya ke rak sepatu dan melampiaskan hasratnya tanpa kendali.

Sambil menggigit cuping telinganya, Marcel berkata dengan suara serak yang sarat tawa rendah, "Daripada menyembahnya, lebih baik kamu menyembahku."

Karpet di ruang tamu itu dibelinya ketika mereka sedang melakukan perjalanan dinas ke luar negeri. Saat melewati sebuah pusat perbelanjaan, Marcel melihat karpet itu.

Dia membelinya dengan kartu, tetapi karpet itu baru tiba di rumah setelah menempuh perjalanan lintas laut selama lebih dari setengah bulan.

Setelah Davina selesai membuka kemasan karpet, Marcel mulai menanggalkan pakaian yang dikenakannya. Sorot matanya tampak penuh minat.

"Begitu pertama kali melihatnya, aku langsung merasa karpet ini pasti sangat nyaman buat bercinta."

Di sofa tunggal di sudut ruangan itu, Marcel pernah menunjukkan kelembutan yang langka. Dia memeluk Davina yang sedang sakit sambil duduk di sana dan menenangkannya.

Alat cukur di kamar mandi itu adalah hadiah pertama yang pernah dia berikan kepada Marcel. Pria itu menggunakannya selama bertahun-tahun.

Pada halaman judul buku Strategi Persaingan Bisnis yang terletak paling kiri di rak buku, terdapat sketsa dirinya yang dibuat Marcel secara spontan hanya dengan beberapa goresan pena.

Tujuh tahun benar-benar waktu yang sangat panjang.

Begitu panjang hingga pria seperti Marcel, yang berwibawa dan dingin, meninggalkan kenangan yang sulit dilupakan bersamanya di setiap sudut rumah ini.

Sambil memilah barang-barang, Davina membuang apa yang tidak lagi diperlukan. Namun, pada akhirnya, di tengah rumah yang berantakan, dia tetap menangis tersedu-sedu hingga tak mampu berkata-kata.

Davina menangis sepanjang malam. Pagi harinya, dia mengompres matanya dengan es selama setengah jam, lalu memakai alas bedak tebal. Barulah bengkak dan kemerahan pada kelopak matanya sedikit tersamarkan.

Dia mengambil surat pengunduran diri yang sudah lama ditulisnya, lalu langsung pergi ke kantor.

Baru saja duduk di tempat kerjanya, dia mendapati rekan-rekan satu departemennya menatapnya dengan pandangan yang sulit dijelaskan sekaligus penuh simpati.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Kukira Kamu adalah Takdir Seumur Hidupku   Bab 25

    "Aku mendapat kabar kalau Elena diam-diam pergi ke kota tetangga. Kebetulan kamu juga lagi berada di sini buat urusan pekerjaan, jadi aku khawatir sesuatu yang buruk bakal terjadi.""Untungnya, aku berhasil tiba tepat waktu."Saat berbicara, kelopak matanya terasa makin berat. Pandangannya mendadak gelap, lalu seluruh tubuhnya ambruk.Davina secara refleks memeluknya agar dia tidak terjatuh ke lantai.Saat itulah Davina melihat punggungnya.Seluruh cairan asam sulfat yang disiramkan Elena mengenai punggungnya. Meskipun terhalang pakaian, punggungnya kini sudah berlumuran darah.Air mata Davina makin deras. Dia buru-buru membantu para pengawal Marcel membawanya ke rumah sakit.Setelah bersusah payah membawa Marcel ke ruang operasi untuk mendapatkan pertolongan darurat, Ryan pun tiba dengan tergesa-gesa.Begitu melihat Davina di depan ruang operasi, Ryan langsung menghampirinya dan segera memeriksa apakah dia terluka.Sambil menangis, Davina berkata, "Aku nggak apa-apa. Semuanya mengenai

  • Kukira Kamu adalah Takdir Seumur Hidupku   Bab 24

    Davina tidak menyangka Elena ternyata mengejarnya sampai ke kota tetangga hanya untuk mencelakainya.Davina menggertakkan gigi. "Elena, apa kamu sudah gila?"Menurutnya, meskipun dia tidak bisa dibilang bersikap ramah kepada Elena, dia tidak pernah sengaja mencari masalah dengannya.Sebaliknya, Elena-lah yang selalu saja mengincarnya.Dari luar pintu, suara Elena terdengar arogan. "Kamu merebut priaku. Kamu pikir aku bakal membiarkanmu begitu saja? Di Kota Juomar, Marcel dan Ryan melindungimu. Tapi sekarang kamu di sini. Aku mau lihat siapa lagi yang bisa melindungimu!"Karena Marcel telah memperingatkan Keluarga Gunawan, selama beberapa waktu terakhir, Elena terus dikurung oleh orang tuanya di rumah dan tidak diizinkan keluar.Mana mungkin Elena bisa menerima perlakuan seperti itu?Dia memang tidak berani mencari masalah dengan Keluarga Gunawan, tetapi masa dia juga tidak berani menghadapi Davina?Kalau bukan karena Davina, mana mungkin Keluarga Gunawan menargetkannya?Dia sudah lama

  • Kukira Kamu adalah Takdir Seumur Hidupku   Bab 23

    Begitu tiba di kota tetangga, Davina langsung merasakan firasat bahaya yang entah dari mana muncul, seolah-olah ada seseorang yang sedang mengawasinya.Tanpa sadar, dia mengamati sekeliling, tetapi setiap orang yang berlalu lalang tampak seperti pejalan kaki biasa.Dia mencurigai semua orang, tetapi pada saat yang sama, merasa seolah-olah dirinya hanya terlalu banyak berpikir.Davina berjalan dengan tergesa-gesa dan segera keluar dari bandara untuk bertemu dengan rekan kerjanya dari kota tetangga.Setelah bertemu dengan rekannya, perasaan seolah-olah sedang diawasi itu sedikit mereda.Davina tidak memikirkannya lebih jauh. Dia tidak beristirahat di hotel, melainkan langsung pergi ke kantor cabang bersama rekannya, lalu menemui mitra kerja sama bersama para pegawai kantor cabang.Setelah sibuk sepanjang hari, barulah dia kembali ke hotel.Baru saja selesai membereskan barang-barangnya, ponsel Davina pun berdering.Melihat panggilan dari Ryan, Davina tanpa sadar tersenyum, lalu mengangka

  • Kukira Kamu adalah Takdir Seumur Hidupku   Bab 22

    Davina tidak pernah menyangka bahwa Marcel juga memiliki sisi menyebalkan seperti ini.Keesokan paginya, saat hendak berangkat kerja, Marcel sudah menunggunya di depan pintu rumah sambil membawa sarapan yang dulu sering dipesannya saat masih bekerja di Grup Gunawan.Marcel menyodorkan sarapan itu kepadanya. "Ini makanan kesukaanmu dulu."Davina meliriknya sekilas tanpa ekspresi. "Dulu, aku sering memesannya bukan karena aku suka, melainkan karena kamu yang menyukainya. Aku sangat nggak suka kudapan dari tempat itu."Ekspresi Marcel seketika membeku.Kebetulan, Ryan yang tinggal di seberang juga membuka pintu dan keluar sambil membawa dua bungkus sarapan.Davina menerima satu bungkus, lalu berjalan bersama Ryan.Marcel tertegun selama beberapa detik, tetapi segera menyusul mereka."Lalu, apa yang kamu suka? Besok aku bakal membawakannya buatmu."Davina menoleh kepadanya. "Pak Marcel, aku lebih suka dirimu yang arogan dan nggak mau tunduk pada siapa pun."Marcel terdiam mendengarnya.Rya

  • Kukira Kamu adalah Takdir Seumur Hidupku   Bab 21

    Marcel menyadari sesuatu dan hampir secara refleks ingin menyuruhnya berhenti bicara.Namun, bibirnya bergetar, sementara kata-kata untuk menghentikannya tak kunjung terucap.Dia tahu, apa yang akan dikatakan Davina selanjutnya pasti akan membuatnya sangat menderita.Namun, entah mengapa, dia tetap ingin mendengar alasannya.Suara Davina yang enak didengar memasuki telinganya, tetapi setiap katanya menjelma menjadi sebilah pisau tajam yang menusuknya hingga sekujur tubuhnya seolah bersimbah darah.Davina berkata pelan, "Marcel, sebenarnya, jatuh cinta kepadamu itu sangat mudah. Kamu begitu hebat dan bersinar. Kamu sangat berbakat dalam dunia bisnis. Bahkan, satu kalimat nasihat darimu saja sudah bisa memberiku banyak manfaat.""Tapi, mencintaimu benar-benar melelahkan. Selama tujuh tahun, aku sudah mengerahkan seluruh tenagaku buat terus mengejarmu dari belakang. Demi bisa berdiri sejajar denganmu, aku harus berlari siang dan malam cuma buat menyusul satu langkah kecil yang kamu ambil

  • Kukira Kamu adalah Takdir Seumur Hidupku   Bab 20

    Marcel tanpa sadar menahan napas dan menatap Davina dengan sedikit gugup.Davina mengangkat wajah dan menatapnya dengan heran.Dia tidak menyangka pria seperti Marcel ternyata juga bisa ingin kembali kepada mantan kekasihnya.Namun, dia langsung menggelengkan kepala dengan tegas. "Aku nggak mau."Marcel menatapnya dengan tatapan kosong, lalu menegaskan, "Bukan sebagai kekasih gelap, melainkan sebagai pacar yang resmi."Kali ini, Davina benar-benar terkejut. Dia menatap Marcel dengan tatapan tak percaya.Marcel tampak tidak terbiasa dengan situasi ini, tetapi dia tetap menatap Davina dengan keras kepala, bahkan dengan nada yang nyaris memohon."Bisa?"Davina hanya terdiam selama tiga detik sebelum perlahan menggeleng. "Kita nggak bisa kembali seperti dulu."Tatapan Marcel perlahan meredup.Dia menatap Davina, lalu menjelaskan dengan gelisah dan kebingungan."Davina, selama bertahun-tahun kamu berada di sisiku, aku bisa merasakan betapa kamu peduli kepadaku dan betapa kamu mencintaiku."

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status