Home / Fantasi / Kurir Pemilik Sistem / Keris Mistis (part 1)

Share

Keris Mistis (part 1)

Author: BoardMarker
last update publish date: 2026-08-29 23:11:08

Empat ratus kilometer di atas permukaan Bumi, di balik bayangan Bulan yang sunyi, pesawat alien berbentuk kristal hitam itu masih mengorbit. Pesawat itu tidak terlihat oleh radar mana pun, tidak terdeteksi oleh satelit mana pun, dan tidak diketahui oleh manusia mana pun kecuali mungkin oleh Wandi, meskipun dia tidak tahu bahwa dirinya sedang diamati setiap saat. Pesawat itu bergerak perlahan mengikuti rotasi Bumi, menjaga posisinya tetap di atas wilayah Indonesia, tepat di atas Jakarta.

Di dala
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kurir Pemilik Sistem   Keris Mistis (part 3)

    Wandi menghela napas. "Baik, Pak. Maaf mengganggu. Terima kasih.""Tidak apa-apa, Mas. Ada masalah?""Tidak, Pak. Tidak ada masalah. Saya hanya penasaran.""Baik, Mas. Kalau begitu saya tutup dulu. Saya masih ngantuk.""Baik, Pak. Selamat istirahat."Panggilan terputus.Wandi meletakkan ponsel di atas meja, di samping keris. Arini yang sudah duduk di tepi kasur, menatapnya dengan cemas."Bagaimana, Wan?""Pak Budi bilang keris itu sudah laku. Dijual minggu lalu ke kolektor di Surabaya. Pembeli sudah konfirmasi terima barang.""Lalu... kenapa keris ini ada di sini?"Wandi menggeleng. "Aku tidak tahu, Rin."Dia mendekati keris itu lagi, mengamatinya dengan saksama. Tidak ada tulisan. Tidak ada deskripsi. Hanya angka. Angka biru. Angka besar."Rin, ada yang aneh.""Aneh apa?""Aku biasanya bisa lihat deskripsi benda bersejarah. Tapi sekarang... tidak ada. Yang ada hanya angka.""Angka? Angka apa?"Wandi menunjuk ke udara di samping keris, gerakan yang aneh bagi Arini, karena dia tidak bi

  • Kurir Pemilik Sistem   Keris Mistis (part 2)

    Wandi menatap Arini yang masih tertidur. Wajahnya yang pucat semalam, kini mulai memerah sedikit. Bibirnya yang tadinya pecah-pecah, kini terlihat lebih lembab. Dadanya naik turun pelan, teratur, tanda bahwa dia tidur nyenyak. Di samping Arini, Noval juga masih tertidur, tangan kanannya masih memegang mobil-mobilan Hot Wheel, tangan kirinya memeluk kotak musik. Wajahnya yang semalam basah oleh air mata, kini kering, hanya menyisakan garis-garis tipis di pipinya.Wandi tersenyum."Aku berhasil. Aku menyelamatkan mereka."Dia tidak ingin bangun. Dia ingin terus berbaring di sini, memeluk Arini, merasakan kehangatan tubuhnya, mendengar detak jantungnya. Tapi alam memanggil, dia harus ke kamar mandi.Dengan hati-hati, Wandi melepaskan pelukannya, berusaha tidak membangunkan Arini. Dia bangkit dari kasur, kakinya yang telanjang mendarat di lantai keramik yang dingin. Dia berjalan ke kamar mandi, membasuh wajahnya, buang air kecil, lalu kembali ke kamar.Tapi ketika dia melangkah keluar dar

  • Kurir Pemilik Sistem   Keris Mistis (part 1)

    Empat ratus kilometer di atas permukaan Bumi, di balik bayangan Bulan yang sunyi, pesawat alien berbentuk kristal hitam itu masih mengorbit. Pesawat itu tidak terlihat oleh radar mana pun, tidak terdeteksi oleh satelit mana pun, dan tidak diketahui oleh manusia mana pun kecuali mungkin oleh Wandi, meskipun dia tidak tahu bahwa dirinya sedang diamati setiap saat. Pesawat itu bergerak perlahan mengikuti rotasi Bumi, menjaga posisinya tetap di atas wilayah Indonesia, tepat di atas Jakarta.Di dalam pesawat, suasana setelah kekacauan semalam mulai kembali tenang. Lampu-lampu di ruang kendali utama yang sempat berkedip-kedip tidak beraturan, kini menyala dengan stabil, berwarna biru kehijauan yang menenangkan. Makhluk-makhluk Vox'Thar yang duduk melayang di kursi-kursi antigravitasi, mulai kembali ke posisi semula, tubuh plasma mereka berdenyut dengan ritme yang teratur, biru untuk ketenangan, hijau untuk konsentrasi, kuning untuk kewaspadaan.Letnan Vex'Ra duduk di kursi di samping panel

  • Kurir Pemilik Sistem   Dibalik Kegagalan (part 3)

    Arini berdiri di samping pintu, tidak bergerak. Wajahnya pucat, matanya sayu, bibirnya pecah-pecah. Blazer abu-abu yang dia kenakan robek di bagian lengan kanan, terkena serpihan kaca saat mobil terbalik. Kemeja putihnya berlumuran debu dan sedikit darah, mungkin dari lukanya di dahi, meskipun lukanya sudah kering dan tidak mengeluarkan darah lagi. Rambutnya yang tadinya diikat kuncir rapi, kini terurai kusut, beberapa helai menempel di pipinya yang basah.Wandi menghampiri Arini. Tangannya yang besar dan kasar meraih tangan Arini yang dingin dan gemetar."Rin, duduk dulu. Kamu pasti capek."Arini tidak menjawab. Dia hanya mengangguk pelan, lalu berjalan ke sofa dengan langkah yang sedikit sempoyongan. Dia duduk di samping Noval, memeluk anak itu erat-erat. Noval membalas pelukan itu dengan lemah, tangannya yang kecil meraih leher Arini."Ma... Noval takut..." bisik Noval."Sudah, Nak. Mama di sini. Mama tidak akan pergi.""Pa... Pa juga di sini?"Wandi yang mendengar, segera mendekat

  • Kurir Pemilik Sistem   Dibalik Kegagalan (part 2)

    "Ratusan juta. Mobil SUV yang kalian tabrakkan, itu sewa. Senjata yang kalian bawa, itu beli dari pasar gelap. Informasi tentang Wandi, itu aku dapat dari detektif swasta. Semua... semua untuk satu tujuan."Andre menoleh. Matanya yang tajam menatap dua pria itu."Hancurkan Wandi."Dia kembali menatap ke luar jendela. Cerutu di tangannya diisap dalam-dalam, sampai ujungnya membara merah."Aku sudah memantau dia sejak dia menikah dengan Arini. Aku tahu kemampuannya. Aku tahu dia bisa lihat angka kematian. Aku tahu dia bisa lihat harta karun. Aku tahu dia menjadi kaya karena menjual benda-benda bersejarah. Aku tahu segalanya."Andre tertawa kecil. Tawa pahit."Dia dulu kurir, Tin. Kurir yang tidak bisa memberi makan anak dan istrinya. Kurir yang istrinya, TINA, lebih memilih aku daripada dia. Tapi sekarang... sekarang dia jadi kaya. Lebih kaya dari aku. Mobil BMW, rumah sederhana yang sebenarnya tidak sederhana, istri CEO, anak angkat yang lucu. Dia... dia merebut segalanya dari aku."An

  • Kurir Pemilik Sistem   Dibalik Kegagalan (part 1)

    Di sisi lain kota, di lantai 45 sebuah apartemen super premium di kawasan SCBD, lampu-lampu kota Jakarta berkelap-kelip seperti bintang yang jatuh ke bumi. Gedung-gedung pencakar langit berdiri megah dengan ribuan titik cahaya, kantor, hotel, apartemen, semua bersinar terang meskipun malam sudah larut. Di kejauhan, monas menjulang dengan cahaya keemasan di puncaknya, menjadi penanda bahwa ibu kota tidak pernah tidur. Jalanan di bawah masih ramai, mobil-mobil melaju dengan lampu depan menyala, menciptakan aliran cahaya merah dan putih yang bergerak lambat seperti sungai lava.Di dalam sebuah unit apartemen di lantai 45, suasana berbeda. Gelap. Hanya lampu meja kecil di sudut ruangan yang menyala, memancarkan cahaya kuning temaram yang nyaris tidak cukup untuk menerangi seluruh ruangan. Dinding-dindingnya dilapisi panel kayu jati berwarna coklat gelap, memberikan kesan maskulin dan eksklusif. Lantainya marmer hitam mengkilap, memantulkan bayangan lampu-lampu kota dari jendela kaca besar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status