Share

Chapter 15

Author: Dewa Amour
last update publish date: 2026-03-12 13:35:57

Malam di Westalis tidak pernah benar-benar sunyi. Angin musim dingin yang kencang menyapu jalanan, menerbangkan lembaran surat kabar lama yang berserakan di depan tangga beton Gedung Kejaksaan Pusat yang dingin dan angkuh.

Sebuah mobil tahanan lapis baja berhenti dengan suara decit rem yang memekakkan telinga.

Pintu belakang terbuka, menampakkan sesosok pria dengan tangan dan kaki yang dibelenggu rantai berat. Dua orang petugas polisi menyeretnya turun dengan kasar. Pria itu adalah Carlos Sta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 30

    Februari menyapa Westalis dengan udara yang lebih segar, namun di dalam ruang makan kediaman Fortman, udara terasa berat oleh aroma kesombongan yang menyengat.Cahaya matahari pagi menembus jendela kaca besar, memantul pada setelan jas Edward dan Arthur yang tampak licin tanpa cela. Gelak tawa Jesica dan Jolie memecah keheningan, nada suara mereka melengking riang saat membahas rencana pesta malam Valentine di atas kapal pesiar mewah milik Group Miracle."Lihat ini!" Jolie memamerkan layar ponselnya dengan mata berbinar. "Sudah sepuluh ribu orang menyukai fotoku saat aku mengunggah kartu undangan eksklusif dari Alen Parker. Semua teman sosialita ku langsung menelepon semalam, aku sampai tidak bisa tidur karena melayani rasa iri mereka!"Jesica tertawa puas, menyesap kopi mahalnya dengan anggun. "Tentu saja mereka iri. Menjadi tamu terhormat Alen Parker adalah simbol status tertinggi di kota ini. Benar kan, Sayang?"Arthur tersenyum lebar, mengangguk pada istrinya. "Bisnisku meledak,

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 29

    Malam di Westalis semakin larut, menyisakan kesunyian yang mencekam setelah kepergian Luca Cassano. Di kamar kecilnya yang terletak di sudut terpencil kediaman Fortman, Dave baru saja meletakkan ponsel rahasianya ke dalam laci meja kayu yang sudah usang. Laporan tentang pelarian Carlos Stanza dan munculnya nama Pabio Castaro terus berputar di kepalanya seperti pusaran badai. Ia harus bergerak cepat, sebelum bayang-bayang masa lalu itu menyentuh gerbang rumah ini.Baru saja ia hendak merebahkan tubuhnya di atas dipan sempit, pintu kamar didorong dengan kasar dari luar. BRAAK!Dave terlonjak berdiri, jantungnya berdegup kencang. Ia mengira musuh telah tiba, namun sosok yang muncul di ambang pintu justru menghancurkan pertahanannya lebih telak daripada peluru manapun. Celina berdiri di sana, napasnya memburu, matanya sembab dengan sisa air mata yang masih mengalir di pipinya yang pucat. Ia menyeret sebuah koper besar dengan tangan gemetar."Celina? Apa yang terjadi?" Dave segera mengh

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 28

    Malam telah menyelimuti New San Alexandria dengan kegelapan yang elegan, namun di kediaman Fortman, lampu-lampu kristal benderang seolah menantang pekatnya langit. Suasana begitu formal; udara terasa berat oleh aroma parfum mahal dan ambisi yang meluap-luap. Di pelataran, sebuah sedan mewah berwarna hitam legam berhenti dengan presisi.Luca Cassano melangkah keluar dari kabin mobil yang sejuk. Ia merapikan setelan jas custom-made miliknya, memastikan setiap lipatan tampak sempurna. Di belakangnya, dua orang pengawal bertubuh tegap menjaga jarak aman, sementara Liliana, sekretaris pribadinya yang cerdas dan anggun, berjalan dengan langkah ritmis sambil mendekap tas kulit berisi dokumen-dokumen berharga.Keluarga Fortman telah berbaris di teras bagaikan prajurit yang menunggu inspeksi jenderal. Theresia berdiri paling depan dengan senyum paling manis yang pernah ia buat seumur hidupnya. Di belakangnya, Celina tampak bagaikan mawar yang layu. Matanya yang indah sedikit sembap, pikiran

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 27

    Semburat cahaya jingga yang meredup di ufuk barat New San Alexandria menembus jendela-jendela besar kediaman Fortman, menciptakan bayangan panjang yang seolah-olah merangkak di sepanjang lorong. Suasana rumah terasa lebih tegang dari biasanya. Desas-desus tentang kedatangan Luca Cassano, sekretaris utama dari Group Miracle sekaligus orang kepercayaan Alex Parker, telah menyebar ke seluruh penjuru rumah seperti api di atas jerami kering.Celina Fortman melangkah dengan terburu-buru menuju sayap kiri bangunan, tempat kamar suaminya, Dave, berada. Jantungnya berdegup kencang. Ia tidak ingin Dave mendengar berita ini dari mulut orang lain dan mulai membangun asumsi yang menyakitkan. Celina tahu betapa rendah diri suaminya itu, dan kedatangan utusan dari pria sekuat Alex Parker pasti akan mengguncang harga diri Dave yang sudah rapuh.Di depan pintu kamar, Celina berhenti sejenak untuk mengatur napasnya yang memburu. Tanpa mengetuk, ia mendorong pintu jati itu dengan sedikit kasar."Dave,

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 26

    Lembap, dingin, dan berbau logam berkarat. Di kedalaman sel tahanan khusus bawah tanah Kejaksaan Westalis, waktu seolah berhenti berputar. Carlos, sang predator yang kini terkurung, duduk bersila di sudut ruangan sempit. Di dinding beton yang dingin, ia mengukir sebuah tanggal dengan kepingan koin perak yang tajam: 14 Februari. Tanggal itu bukan sekadar angka, melainkan sebuah janji kematian yang belum tertunaikan.Langkah sepatu bot beradu dengan lantai granit lorong yang sunyi. Eric, seorang petugas kejaksaan yang seharusnya menjaga keadilan, berdiri di depan jeruji besi. Cahaya lampu yang berkedip memberikan aura suram pada wajahnya."Mata-mata dari Westalis Timur sudah memberikan konfirmasi," ucap Eric rendah. "Tentang putra Alex Parker yang menyamar."Gerakan tangan Carlos terhenti seketika. Ia bangkit dengan kecepatan yang mengerikan, menerjang jeruji besi dan menyambar kerah seragam Eric hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa senti. Matanya yang brutal menyala oleh api ke

  • LELAKI PALING DIINGINKAN    Chapter 25

    Matahari Westalis mulai merangkak naik, menyinari Bungalow Fortman dengan cahaya yang hangat, namun atmosfer di dalamnya masih terasa pengap oleh sisa ketegangan semalam. Theresia duduk bersandar di sofa beludru, jemarinya yang lentur membelai bulu Molly yang bergelung nyaman di pangkuannya. Di balik kepulan asap rokoknya, mata Theresia yang tajam terus menyapu halaman rumah.Dua mobil mewah akhirnya memasuki pelataran, membawa pulang para menantu yang sempat "menginap" di hotel prodeo. Edward melangkah keluar dengan wajah kaku dan rahang yang mengeras, mengabaikan sapaan Theresia dan langsung meluncur menuju kamarnya di lantai atas. Di belakangnya, Jolie menyusul dengan wajah cemas yang berantakan."Edward sangat terguncang, Mom. Sel tahanan itu benar-benar menghancurkan martabatnya," bisik Jolie singkat sebelum mengejar suaminya.Arthur menyusul tak lama kemudian, tampak lebih kacau. Jesica dengan setia mengusap dadanya, mencoba meredam api amarah yang masih berkilat di mata suami

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status