Home / Romansa / Lagi, Pak Dosen / Bab 10 Ke Rumah Stefano

Share

Bab 10 Ke Rumah Stefano

Author: Manila Z
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-20 00:16:27

Malam hari.

Setelah selesai dari restoran, akhirnya Gea pamitan dengan orang-orang yang ada di sana. "Semuanya aku permisi dulu yah."

"Iya."

"Jangan lupa kunci restorannya," kata Gea yang langsung pergi setelah dia berpamitan dengan para pekerja yang lainnya.

Gea berjalan menuju kearah luar dan benar saja, di depan sudah ada mobil mewah yang tengah menunggu dirinya.

Dia tahu kalau itu adalah mobil dari bos barunya. Gea berjalan kearah sana dan kaca mobil langsung terbuka.

"Masuk."

Fadlan men
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 79 Mencari Pelakunya

    Stefano mendatangi tempat dapur para pelayan yang ada di belakang, dia ingin memastikan sendiri orang yang sudah mencoba untuk memberikan sesuatu pada Gea tadi. "Mana pelayan yang memberikan minum tadi?" tanya Stefano kepada kepala koki yang ada di sana. "Tadi ke arah sana.""Panggilkan dia sekarang!""Baik."Stefano yakin kalau orang itu pasti berniat jahat dan ingin mencelakai istrinya. Dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi dengan begitu saja. Fadlan yang penasaran dengan orang tersebut pun akhirnya memutuskan untuk menghampiri Stefano. "Bagaimana?""Aku sudah menyuruh koki memanggil orang itu."Fadlan hanya mengangguk saja sambil tersenyum tipis, sebelum akhirnya seorang koki kembali datang menghampiri mereka. "Di mana dia?" tanya Stefano dengan nada yang tidak sabar. Koki itu menunduk ketakutan ketika hendak akan menjawab semuanya. Dia akhirnya memutuskan untuk mengatakan semuanya. "Mohon maaf Tuan. Dia tidak ada, sepertinya dia sudah pergi."Stefano mengepalkan tangann

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 78 Pelayan Memberikan Obat

    Pesta pertunangan Fadlan dan Andin masih berlangsung meriah. Musik kembali terdengar, para tamu mulai berbincang satu sama lain, sementara Stefano masih berdiri di dekat Gea dengan tangannya yang sesekali menggenggam tangan istrinya.Namun, tidak jauh dari sana, wanita yang menyamar sebagai pelayan itu masih memperhatikan mereka.Senyum licik menghiasi wajahnya.Ia membawa sebuah nampan berisi beberapa gelas minuman, lalu berjalan perlahan mendekati meja tempat Gea dan Stefano berada."Permisi, Tuan. Minumannya," ucapnya sopan.Stefano yang sedang berbicara dengan salah satu rekan bisnisnya hanya mengangguk."Letakkan saja."Wanita itu menaruh beberapa gelas di atas meja.Namun, sebelum pergi, matanya sempat melirik ke arah Gea.Gea yang sejak tadi merasa ada seseorang memperhatikannya tiba-tiba menoleh.Tatapan mereka bertemu.Wanita itu langsung menundukkan wajahnya dan berpura-pura sibuk merapikan gelas.Gea mengernyitkan dahi."Kenapa?" tanya Stefano yang menyadari perubahan ekspr

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 77 Pesta Pertunangan Andin

    Pesta pertunangan antara Fadlan dengan Andin dilangsungkan secara meriah, banyak sekali tamu undangan yang hadir di sana. Andin ditemani oleh Gea kini tengah berjalan menuju kearah para tamu undangan yang datang, banyak sekali sorot mata yang tertuju pada mereka. Gea membisikan sesuatu pada telinga Andin. "Kamu benar-benar jadi pusat perhatian sekarang."Dia sudah membisikan dengan lembut, tidak menyangka kalau semuanya akan jadi seperti ini. Sampai dia teringat akan sesuatu, bahkan dia tidak yakin semuanya. "Bukannya malah kamu yah yang menjadi pusat perhatian, lihat banyak sekali yang berbisik menanyakan siapa kamu," ujar Andin. Gea hanya tersenyum sekilas saja, sampai tak lama kemudian Stefano datang menghampiri Gea dan Andin. Banyak yang terkagum ketika melihat kedatangan dari Stefano. Sampai mata mereka semuanya tertuju kearah langkah pria itu. "Selamat yah, senang melihat kamu," kata Stefano. "Biasanya juga jarang muji," ledek Andin karena sudah tahu karakter dari kakakny

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 76 Persiapan Pertunangan

    Gea sudah mencoba beberapa gaun yang akan dia gunakan nanti, dia memperlihatkan semua yang dia pakai itu pada Stefano, tetapi laki-laki itu malah menolak gaun yang digunakan oleh Gea dengan berbagai alasan. "Tidak, ini terlalu terbuka.""Ayolah, aku sudah ganti sekitar 10 kali dan kamu selalu menolak baju yang aku gunakan!" dengus Gea yang mulai kelelahan karena dia harus bolak-balik memilih baju yang bagus. "Aku tidak suka kamu memakai baju terlalu terbuka.""Ini sudah bagus, kami tahu!" dengus Gea dengan kesal. Dia sudah memastikan semuanya, tetapi semuanya malah gagal. Padahal dia sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk dirinya. "Tapi aku tidak mau nanti banyak orang yang menatap kamu lapar.""Huh, dasar posesif," sindir Gea. "Biarkan saja, kamu adalah milikku." Stefano mengatakan itu dengan bangga, sedangkan Gea malah memutar bola matanya dengan jengah, sebelum akhirnya dia kembali masuk ke dalam ruangan costum dan dia kembali mengganti baju yang akan dia gunakan.

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 75 Mempersiapkan Acara

    Stefano terbangun dari tidur lelapnya dalam pelukan hangat Gea. Mereka telah melakukan malam yang begitu sangat menyenangkan. "Kamu sudah bangun?" tanya Gea yang setengah sadar sambil mengucek matanya. "Kamu kalau masih ngantuk lebih baik tidur saja."Stefano mengatakan itu sambil mengambil ponselnya dan dia langsung memeriksa ponselnya. Dia melihat nomor yang memang tertera di sana. Ada sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya, dia membaca dengan seksama, kemudian dia langsung membulatkan matanya. "Pesta pertunangan..."Gea yang mendengar itu pun langsung penasaran dengan suaminya. "Hah? Pesta pertunangan siapa?" Stefano kemudian menoleh kearah istrinya kembali. "Iya, ayah mengatakan kalau dia akan mengadakan pesta di rumah untuk merayakan pertunangan antara Andin dan Fadlan, sekaligus memperkenalkan kamu sebagai menantunya."Gea menutup mulutnya tidak percaya, dia sama sekali tidak menyangka kalau Fadlan akan berpikir seperti itu. "Serius? Ayahmu bilang begitu?""Iya, kalau kamu

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 74 Rencana Pertunangan

    Semuanya sudah mendapatkan ganjaran terbaiknya. Raya datang ke penjara untuk bertemu dengan Nadia. Dia hanya ingin melihat kondisi wanita itu saja. "Hai, Nadia."Nadia yang sudah memakai baju orange dengan rambut yang sudah diikat acak, dia menoleh kearah Raya yang datang ke penjara. "Ngapain kamu ke sini? Kamu pasti menertawakan aku bukan?" ketus Nadia. Raya menggelengkan kepalanya, dia datang ke sini memang mempunyai tujuan untuk menjenguk Nadia sekaligus melihat kondisi wanita itu. "Aku datang ke sini ingin menjenguk kamu. Melihat kondisi kamu sekarang.""Gak usah sok pura-pura peduli!""Kamu kenapa sih Nad, sampai berubah seperti ini?" tanya Raya dengan baik-baik. Nadia menatap dengan nyalang. "Dunia tidak ada yang baik, semuanya jahat. Ayahku meninggalkan ibuku dan aku harus hidup dengan ibuku yang penuh dengan tekanan dan ambisi. Semua harus sesuai dengan keinginan dia. Kalau tidak, maka aku yang akan dibuang."Raya hanya mendengar apa yang dikatakan oleh Nadia. Seberapa sa

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 7 Sebuah Rumor

    Rumor tentang Gea berada di perpustakaan bersama dengan Stafano kini kian menyebar. Semuanya karena Satpam itu yang membicarakan ini pada penjaga lainnya. Bahkan mahasiswa lain juga ada yang ikut mendengar rumor tersebut. "Tidak menyangka yah, Gea orang yang seperti itu.""Demi nilai, dia merenda

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 6 Memikirkan Stefano

    Gea langsung panik ketika melihat satpam itu memergoki dirinya dengan Stefano, bahkan dengan posisi mereka sekarang yang sulit sekali untuk diartikan. "Pak Stefano, anda dengan mahasiswa itu! Astaga."Satpam itu langsung pergi dengan begitu saja setelah melihat Gea dan Stefano dengan posisi Stefa

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 5 Ciuman Tidak Sengaja

    Perpustakaan Gea berada di sebuah perpustakaan dan mencari buku tentang sistem digital. Kebetulan sekali dia adalah seorang mahasiswa tehnik elektro. Dia mencari di tumpukan buku. "Mana sih, gak ada," umpat Gea dengan kesal. Dia tidak menemukan buku yang dia cari, padahal ini sudah hampir larut

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 4 Dunia Sempit Sekali

    "Itu sangat memalukan!"Gea sudah berada di sebuah kafe dan dia tengah menyusun gelas dengan benar. Dia terus saja memikirkan dosen barunya itu. Bisa-bisanya tadi dia malah asal masuk ke dalam mobil orang dan ternyata adalah mobil dosennya sendiri. "Memalukan. Kenapa malah masuk mobil dia pula?"G

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status