Masuk"Ini uang dua milyar untukmu, menikah lah dengan ku!" Ujar wanita cantik yang sedang menggoda pria di hadapannya. Pria itu meledek dan tertawa, mafia besar sepertinya tidak mungkin bisa tergoda hanya karena uang. "Nona, aku tidak butuh uangmu! Bahkan jika kau menawarkan tubuhmu ini, aku tidak tertarik!" Gumam pria kekar yang begitu dingin menatapnya. Kimmy Anastasya, wanita seksi berusia 24 tahun yang memiliki dendam kesumat pada pamannya sendiri karena telah membunuh kedua orang tuanya. Meski mempunyai kekuasaan yang begitu tinggi, akan tetapi kekuatan Kimmy masih begitu lemah, ia hanya bisa menggunakan uang untuk membalas kematian kedua orang tuanya. Akan kah Kimmy mendapatkan perlindungan dari seorang Saga?
Lihat lebih banyak( AVA'S POV )
I was curled up in my bed, ready to sleep when my room door creaked open. I felt a heavy hand sprint through my skin starting from my legs. I thought my intruder was one of the guests I invited for my party to celebrate getting into Varsity school of talent. I assumed it was Denzel, the boy I had a crush on. Denzel had flirted with me all through the party and he whispered in my ear that he would be in my room that night. My parents had travelled for business duties so I had the big house to myself. With a dirty smile on my face, I pretended to sleep. The hand touches became sensual, too rigid to be Denzel's maybe? But I didn't mind. I dressed light, just netted panties and a soft bra without covers. The hands tickled my legs trenchantly, sending goosebumps on my skin. I soon felt the hand reach for my toes, softly and skilled it began to massage me. God, I was in for full ecstasy that night, and being the kind of girl that I am, I preferred to pretend to sleep while Denzel played with my body. Denzel sent my big toes into his mouth, he began to suck my toes passionately. Already I was wet, my clitoris had grown twice its size, bulging and bouncing to be touched, to be fucked. Starting from my toes, Denzel trailed his mighty fingers down to my private part. He parted my legs into two and stung one of his big hands into my vagina. I released a deep hum, my pussy was extremely soiled that when Denzel's fingers slipped in, the feeling was sublime. But I can't let him know that I was fully awake, I enjoyed him messing with me while he thought I was asleep. Denzel began to finger me, slow and steady. As I felt his large fingers whole in my vagina, I felt the sex sweetness tingling and gathering in my waist area. ‘Go faster’ I said to myself, and almost like he heard my thoughts, he increased speed. Denzel began to finger the living daylights out of me. The pleasure struck me from different points I couldn't remain silent, hushed moans escaped my lips. “ Sssh, go back to sleep. “ I heard a voice, so deep that my ears scratched, masking dominance and control. Was that Denzel's voice? It sounded too manly. But I was overshadowed by sexual urges that I didn't care to take a look at the person in my room. I obeyed him, shutting my eyes even closer. The finger fucking got so intense that i could barely place my hips on the bed, Denzel was touching me in the right areas, with the right frequency. Amidst the fiery action of fingering me to glory, I heard him moan. The best part of that night was about to happen, Denzel bent and stuck his tongue inside my vagina. His tongue was heavy, just like his touch. With hunger and lust, he sucked my pussy like he yearned for it, like he was denied having me for years. I could hear him growl in satisfaction, mixed with a deadly hunger. My clitoris was finally touched, first with Denzel's fingers, he smoothened it gently with his wet fingers, pacifying it as though it was a baby. Then, he sucked it passionately, also fingering me from beneath. I had cummed without knowing, but I still wanted more. With a fierce motion, he turned me over and sent his huge cock inside my vagina. Was Denzel's dick that huge? I couldn't contain my expressions, I moaned loud this time. He grabbed my messy pony tail from behind and growled, “ Take it like a big girl no? “ I have only fucked one cock my entire life, and that was Gershon from holiday lessons. He disvirgined me the first day of holiday lesson and we tried normal sex after. All through that holiday, I fucked only Gershon's cock and he was a solid size 6. If I was not mistaken, Denzel's dick should be size 8! Denzel went into instant fast fucking my pussy, I haven't taken a dick as big as his and so I couldn't bear the pain. “ Denzel that's enough, you're too big. “ I told him, opening my eyes. But he didn't stop, instead he pressed me hard on the bed and kept on fucking me. Instant fear hit me as I rushed to my room lamp, switching it on. As I turned around to see Denzel, my eyes caught a different frame of a larger looking man fleeing my room through my door. Was it not Denzel fucking me? My eyes were wide open as I raced behind the intruder, I wasn't able to catch up with him but I saw him dash past the front door, his hair was brown. That was a bummer Denzel had black hair. So who did I let inside my house and into my body? ************ The next day was the first day of classes in Varsity school of talent. All my high dreams of entering school were suppressed by the incident last night with the strange man in my room, I was scared. The moment I saw Denzel walk into the class, I rushed him with a question, not minding that he was with his friends. “ Was it you who fucked me last night in my room? “ Denzel was surprised, not the expression I was looking for. “ It wasn't me. “ he said. My heart tore into two, my fear tripled. But a new figure sent me into instant speculation. A man walked into the class with calm and commanding footsteps. He was big and tall with shining brown hair. He wore black trousers, seizing his apex thighs and black cotton shirt that hugged his broad chest. His eyes were dimming red, his presence sent me a familiar feeling, I recalled the man in my room. “ Welcome to Varsity school of talent, my name is Nicholas Gane, your new history and arts professor. “ Something about the man's voice sent me shivering, was he the man in my room?Kevin tidak mendengarkan ucapan dari Kimmy, ia pun pergi meninggalkan Kimmy "Hey! Aku sedang berbicara kepadamu!" Kimmy berteriak memanggil Kevin, namun pria itu tidak mendengarkannya. Ia merasa sangat kesal, sungguh ini menjadi petaka bagi dirinya. Kimmy pun ingin menemui Saga namun Kevin melarangnya, hal itu tentu membuat Kimmy merasa takut. "Baiklah, terserah kalian saja. Tapi, aku mohon antar kan aku kerumah!" Kimmy meminta Kevin untuk mengantarkannya kerumah, namun Saga mengatakan jika Kimmy ingin kembali kerumahnya. Ia harus pergi sendirian "Aku membayar mu untuk menjaga ku, kalau aku pergi sendirian. Untuk apa aku membayar mu?" Kimmy berteriak dengan kesal, lelaki bayarannya itu sangat menyebalkan. Saga mengepalkan tangannya dengan geram mendengar ucapan wanita yang ada dihadapannya. "Ya sudah aku pergi sendiri!" Kimmy dengan kesal pun memutuskan untuk kembali kerumahnya, ia harus mengambil beberapa kartu debitnya dan juga uang cash. Tidak mungkin Kimmy tanpa uang,
Kimmy terbangun dari tidurnya, ia merasa sangat bosan jika terus-menerus berada di apartemen. Kimmy memutuskan untuk keluar, berjalan-jalan sejenak mengurangi kepenatan yang ada di kepalanya. Segera Kimmy membersihkan tubuhnya, ia mencari pakaian yang ada di lemari. Kimmy terlihat kesal saat melihat pakaiannya yang disediakan oleh Saga. "Apaan ini? Semuanya begitu besar! Apa dia mengira tubuhku itu gendut?" Kimmy tidak habis pikir dengan pemikiran Saga Lelaki ini sangat menyebalkan! Mengapa dia membuat Kimmy memakai pakaian yang begitu longgar?Kimmy mengambil ponselnya ingin menghubungi Saga. Namun ia menghentikan niatnya, bagaimana ia bisa menghubungi Saga jika dirinya tidak memiliki akses untuk berkomunikasi dengan Saga. Kimmy mengerti jika pakaian tidurnya semua lengan panjang, namun tidak dengan baju berpergian. Malah pakaian itu begitu longgar, tiga kali lipat dari tubuh seksinya. Kimmy memonyongkan wajahnya kedepan, ia sangat frustasi! Namun mau bagaimana lagi? Hanya ad
Kimmy perlahan membuka kedua matanya, ia melihat Saga yang masih terlelap tidur memeluk tubuhnya. Kimmy yang lupa jika dirinya sudah bersama dengan Saga pun sontak bangkit dan berteriak, ia mendorong tubuh Saga hingga pria itu terjatuh kelantai. Saga terbangun kesal"Kau sudah gila? Mendorongku hingga jatuh" untuk pertama kalinya Saga mendumel, berbicara panjang lebar dengan Kimmy. Kimmy yang panik langsung membantu Saga untuk bangkit, namun Saga menolak. "Lepaskan aku!""Maafkan aku, sungguh aku tidak ingat jika aku sudah bersamamu. Aku mengira jika aku berada dirumah ku, Saga. Maafkan aku"Saga tercengang saat Kimmy dengan lancarnya memanggil namanya, hanya Kimmy yang berani memanggil nama Saga selain Ibunya. Namun Saga dengan polosnya tidak merasa keberatan. Saga langsung bangkit, Kimmy pun mendekati Saga dan kembali meminta maaf. Saga tidak menjawab, ia bergegas pergi keluar dari kamar. Kimmy mengikutinya, walau baru bangun tidur Kimmy masih terlihat sangat cantik dan begitu
Kimmy menatap tubuhnya di cermin, tersenyum sinis menatapi dirinya. Orang yang hanya melihat kecantikannya pasti tidak akan pernah bisa membayangkan bagaimana sesaknya ia hidup selama ini. Kepergian kedua orang tuanya berhasil membuatnya hancur berantakan. Kimmy terdiam sejenak, bukankah ia yang membayar Saga? Mengapa Saga membuat peraturan begitu banyak? Kimmy yang seakan protes pun berlalu ingin keluar kamar, namun pintu kamar dikunci dari dalam. Ia memukul pintu kamarnya,Sial! "Mengapa mereka mengunci diriku?"Kimmy berpikir negatif tentang dua pria yang ada di luar itu. Bukain! Kesal Kimmy berteriak kepada Kevin dan juga Saga. Saga yang mendengar jeritan Kimmy memberikan isyarat kepada Kevin untuk membuka pintu. Setelah Kevin membuka pintu, Kimmy keluar protes. "Kenapa kalian mengunci diriku?" terlihat Kimmy gemetar ketakutan, rasa traumanya membuat dirinya ketakutan tak menentu. Ia mengira jika Kevin dan Saga seperti paman dan juga kakaknya. Saga beranjak dari dudukny






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.