LOGINFelix Akira yang dihantui pertanyaan aneh oleh seseorang yang dulu ia ganggu semasa sekolah, pertanyaan itu juga yang mengubah hidupnya lebih cepat dari yang ia duga.
View MoreLangit pagi itu tampak cerah, nyaris tak terlihat setitik awan pun yang menutupi kebiruan langit di sebuah kawasan pantai. Para nelayan tengah asyik-asyiknya menangkap ikan di tengah lautan, tiba-tiba saja terdengar suara bergemuruh disertai munculnya gumpalan angin puting beliung yang diiringi kilatan petir.
Para nelayan yang tadi tengah asyik melaut menangkap ikan terlihat panik, begitu pula dengan para penduduk yang berada di sekitaran pantai itu mereka berhamburan ke luar rumah. Pusaran angin itu seperti menyedot air laut yang dilewatinya, Anehnya meskipun pusaran angin itu sempat melewati permukaan lautan, namun tak ada sedikitpun berdampak membuat lautan itu meluap seperti munculnya gelombang tinggi.
Permukaan laut tetap tenang, hanya di bagian yang dilewati pusaran angin puting beliung itu saja yang menimbulkan riak dan gelombang-gelombang kecil. Di dalam pusaran angin puting beliung itu bukannya air laut yang tersedot dari bawah naik ke atas, melainkan sosok pemuda berpakaian putih yang tubuhnya berputar-putar seiring gerakan memutar angin puting beliung itu.
Melihat dahsyatnya putaran angin puting beliung yang luar biasa besar itu, agaknya pemuda yang digulung tidak akan selamat. Saat pusaran angin merapat ke bibir pantai barulah terlihat jelas dampak angin puting beliung dahsyat itu seperti mengeruk pasir-pasir di tepian pantai lalu menebarkannya di udara, para warga yang berada di pemukiman tidak jauh dari kawasan pantai itu terkejut saat mendengar deruan angin kencang dan atap rumah mereka di terpa hujan pasir.
Mereka segera berhamburan ke luar menyebar ke sagala arah menyelamatkan diri, tak beberapa lama keanehan lainpun tampak karena secara tiba-tiba saja gumpalan angin puting beliung yang menghitam itu lenyap hanya meninggalkan jejak sapuan pasir di tepian pantai tidak sampai mengenai rumah warga di sana.
Di titik pusaran angin puting beliung itu menghilang secara misteri, tampak se sosok pemuda berpakaian putih berambut gondrong memakai ikat kepala berwarna putih, di punggungnya tersandang sebilah pedang yang di ujung gagangnya terlihat ada ukiran menyerupai kepala seekor burung rajawali.
Posisi tubuh pemuda itu tertelungkup, beberapa detik dia nampak menggerakan kepalanya, ia berusaha membuka kedua matanya akan tetapi pandangannya tidak jelas dan seperti berputar-putar, Hingga tubuhnya yang tadi berhasil merangkak kembali jatuh tersungkur tertelungkup di pasir tepian pantai itu.
Jika manusia biasa yang tak memiliki kemampuan apa-apa, sudah dapat ditebak tidak akan selamat digulung segitu dahsyatnya pusaran angin puting beliung itu. Akan tetapi pemuda berpakaian putih itu hanya pingsan, siapa sebenarnya dia? Dan kenapa pula tubuhnya sampai berada di dalam pusaran angin puting beliung itu?
Sosok tubuh pemuda berpakaian putih yang tertelungkup di titik menghilangnya pusaran angin puting beliung itu di temukan oleh seorang pria berumur sekitar 45 tahunan, setelah memeriksa denyut nadi pemuda itu yang ternyata masih hidup, pria nelayan itu pun membopong tubuh pemuda berpakaian putih ke rumahnya yang tak jauh dari titik lenyapnya pusaran angin puting beliung yang dashyat itu.
Setibanya di depan rumah tepatnya di sebuah pendopo tubuh pemuda berpakaian putih itu dibaringkan, kemudian pria nelayan yang di bantu istri dan seorang keponakannya membantu agar pemuda itu siuman dari pingsannya. Pria nelayan menepis-nepis pasir yang melumuri pakaian bagian dada hingga kaki pemuda itu, sementara keponakannya melap wajah pemuda berpakaian putih itu yang mengeluarkan keringat.
“Uhuk..! Uhuk..!”
Terdengar suara batuk yang ke luar dari mulut pemuda berpakaian putih itu, perlahan kedua matanya pun terbuka, Pemuda berambut gondrong berpakaian putih itu perlahan pula berusaha bangkit duduk, kedua matanya ia arahkan lurus ke depan. Meskipun masih tampak samar-samar, namun pandangannya tidak seperti di awal tubuhnya terdampar di tepi pantai tadi.
Begitu penglihatannya sudah cukup jelas, dia baru menyadari jika ada satu orang pria dan dua orang wanita yang berada di samping kanan dan kirinya juga duduk di situ.
Pemuda berpakaian putih itu terkejut dan panik dengan keberadaannya di pendopo rumah itu melihat tiga orang yang tak ia kenali itu.
Beberapa kali pemuda berambut gondrong itu menepik-nepik kepalanya sendiri karena masih terasa sedikit pusing, ia bingung kenapa tiba-tiba saja tubuhnya berada di pendopo rumah itu terakhir ia menyadari berada dalam pusaran angin puting beliung dan terdampar di tempat yang saat itu tak dapat ia lihat dengan jelas.
Namun setelah saling mengenal dan bertanya, akhirnya mereka sama-sama mengerti apa yang baru saja terjadi. Pemuda berpakaian putih itu tidak lain adalah Arya Mandu Sang Pendekar Rajawali Dari Andalas, sementara tiga orang lainnya yang berada di pendopo yang menolong Arya siuman itu yang pria bernama Wayan Bima sedang dua orang wanita bernama Lasmi dan Sekar.
Arya sangat senang ketika menyadari bahwa dirinya saat ini tidak lagi berada di Negeri Di Atas Awan, melainkan di Negeri Nusantara tepatnya di Desa Kuta di Pulau Dewata setelah dibawa dan digulung pusaran angin puting beliung itu. Melihat kondisi Arya yang masih terlihat pucat dan lemas, Wayan Bima dan keluarganya meminta sang pendekar untuk beristirahat di rumah itu karena sebentar lagi malam akan datang.
Arya menyetujuinya dan dia pun bersedia diajak bertemu dengan kepala Desa Kuta guna melaporkan keberadaannya di desa itu, dan memang begitulah ketentuan di sana setiap ada tamu yang datang menginap harus melapor dulu.
Pada saat bertemu dengan kepala Desa Kuta yang bernama Wijaksa itulah diketahui kalau kehidupan masyarakat desa di sana dan desa-desa lainnya di seluruh kawasan Pulau Dewata itu tertekan dan tertindas, oleh pihak istana Kerajaan yang berkuasa di pulau itu.
Wijaksa menceritakan kalau keluarga Wayan Bima adalah mantan penghuni istana Kerajaan yang tengah berkuasa itu, Kerajaan itu bernama Kerajaan Dharma yang saat ini di pimpin oleh Saka Galuh putra mahkota mendiang raja sebelumnya yang bernama Prabu Swarna Dipa.
Saat kepemimpinan Saka Galuh itulah rakyatnya dibuat menderita, dengan ketentuan upeti yang sangat besar yang harus dibayar setiap bulannya oleh para warga desa, jika tidak dibayar tepat waktu maka pihak istana Kerajaan tidak segan-segan untuk memberi hukuman berat dan menyiksa para warga itu.
Hari beranjak sore semenjak pertemuan ku dengan Dewi aneh itu. Hanya dengan mengingatnya saja sudah membuatku dipenuhi pikiran yang beragam macam.Namun, untuk sekarang apa yang bisa dilakukan oleh seorang yang baru saja bereinkarnasi ke dunia ini, berharap untuk langsung bisa melawan last boss? Hah! jangan harap, Karna ya itu sama saja seperti percobaan untuk bunuh diri kau tau.Setelah mencoba menenangkan pikiranku yang campur aduk, sekarang lah waktunya memikirkan kehidupanku kedepannya di dunia ini. Apakah aku akan berhasil menuntaskan misi balas dendam dengan Dewi aneh lalu menguasai dunia?Atau hanya berakhir sebagai gelandangan di pinggiran kota karena tak dapat bertahan hidup. Hmm yang ada malah lebih parah dari kehidupanku sebelumnya.Sambil memikirkan hal-hal yang mungkin membantu, aku mencoba mengakses dari kemampuan unik (Transmorph)
Hanya perasaan senang dan juga bingung yang bisa ku dapatkan saat Neko Yami kembali muncul di hadapanku.Layaknya mendapat durian runtuh, sepertinya aku masih mendapatkan keberuntungan karna masih bisa bertemu dan berharap mendapat informasi yang kiranya cukup untuk diketahui.Karna terlalu bingung dengan kenyataan yang sedang aku alami kali ini, ada baiknya aku bertanya pada sang Dewi Neko Yami-Sama ini.*hufh* syukurlah aku bisa menghentikan ketidaknyaman ini."Pfft..""Eh?" Kata-kata itu spontan terlontar dari mulutku karena reaksi dari Neko Yami."Hey ada apa Felix atau bisa ku bilang Akira?""Kau seperti kebingungan dan juga merasa aneh dengan kehadiran ku disini kan?"
Sekarang semuanya kembali menjadi gelap sama seperti ketika nyawaku berpindah menuju dunia milik Neko Yami yang memang aku takut untuk mengingatnya kembali.Perasaan takut akan kematian siapa yang tidak memilikinya bukan? yah apalagi aku baru saja berurusan dengan Neko Yami yang menentukan bagaimana nasib aku selanjutnya.Akhirnya bisa bernafas lega lagi , yah~~ karena bisa mengambil kehidupan keduaku yaitu reinkarnasi.Kecemasan dan tidak percaya diri masih ada dalam pikiranku, karena takut akan kebohongan yang terjadi dan aku tidak bisa sepenuhnya mempercayai semua perkataan dari seseorang yang mengatakan dirinya seorang dewi.Semoga saja dia tidak mendengar bagian itu tadi ahahaha.. ha.h..*hufh* hela nafasku karena ini semua memang dil
Setelah merasakan sakit dan penyesalan yang tertinggal di duniaku sebelumnya karena tertabrak oleh sesuatu yang membuatku meninggal.Yah. Menurutku itu bukan salah pengemudinya melainkan karena kelalaian diriku sendiri saat ingin menyebrang.*Sebaiknya kalian juga tidak melakukannya juga ya...~ ^^*Tak lama waktu berlalu sambil memikirkan hal apa yang sudah terjadi, aku berada di suatu tempat yang luas namun terlihat menyedihkan. Karena banyaknya tubuh-tubuh yang tergeletak di tanah dan semuanya terlihat seperti disini pernah terjadi peperangan yang sangat hebat.Aku mencoba untuk memahami kondisi yang ada disekitarku dengan berpikir ini bukanlah tempat dimana aku berada (bumi).Malah terlihat seperti sebuah tempat yang ada di beberapa komik yang aku baca beberapa minggu lalu, yah walaupun memang persis tapi kuharap ini hanyalah delusi yang aku punya
Hai namaku Felix Akira, 17 tahun berasal dari kota Toyohashi Prefektur Aichi, Jepang. Aku adalah anak blasteran dari kedua orang tua yang mana Ibu berasal dari Jepang dan ayahku berasal dari Jerman.Kehidupanku tak ada bedanya dengan kebanyakan orang lain, yah~seperti b






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews