Home / Romansa / Lika-liku Cinta Terlarang / Bab 95 Merasa bosan

Share

Bab 95 Merasa bosan

Author: Jackie Boyz
last update publish date: 2026-05-28 08:25:07

Mau tidak mau Amina kembali ke kamar, pikirnya Darto akan bangun saat dia masuk ke dalam.

“Pak, bangun, aku mau pergi ke toko. Bapak nggak ke peternakan? Tumben?” Amina berdiri di samping ranjang tepat di depan wajah Darto.

“Pergi, Bu, tapi nanti saja. Agak siangan, aku pengen tidur dulu.” Sahutnya seraya meraba selangkangan Amina, Darto mengacak bulu kemaluan Amina sambil menarik celana dalam Amina ke samping, kepala Darto maju ke depan menjilati bibir liang intim Amina,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 202 Nafsu majikan

    Puas melakukan hubungan intim dengan Darto, Amina segera membetulkan kembali bajunya bagian atas sementara roknya dia biarkan terbuka dari sisi pinggang ke bawah. Sepertinya Amina sengaja melakukan itu untuk menunjukkan bulu-bulu tebal pada area intimnya pada Darto.Darto masih terengah-engah mengatur napas, dia sedang berjalan dengan baju berantakan menuju ke arah dispenser untuk mengambil air minum. Saat selesai meneguk air dalam gelas dia menoleh ke arah Amina yang masih rebahan dengan paha mengangkang di sofa. Tubuh mulus Amina berkeringat bulu area intimnya terlihat basah penuh dengan cairan yang Amina keluarkan dari sisa-sisa berhubungan intim beberapa menit yang lalu.Darto menatapnya dengan tatapan mata senang karena dia merasa gagah bisa memuaskan Amina yang memiliki nafsu begitu besar.“Ibu nggak kembali ke toko?” tanya Darto sambil tersenyum.“Masih ngatur napas aku Pak, nggak buru-buru juga,” sahutnya dengan nada ketus.Darto pikir Amina sudah puas se

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 201 Kunjungan istri tercinta

    Pikir Narti saat tiba di peternakan Darto akan meminta dia untuk melayani gairahnya seperti sebelum-sebelumnya namun ternyata tidak. Darto langsung masuk ke dalam ruangan kerjanya tanpa berkata apa-apa pada Narti.Tak lama setelah Darto masuk ke dalam ruangan, Narti langsung beralih untuk berganti pakaian lalu mengambil peralatan dengan pergi ke gudang. Ia berpapasan dengan Samsudin.“Nar,” sapa Samsudin.“Iya, Mas, baru datang?” sahut Narti basa-basi tanpa berhenti berjalan menuju ke gudang. Narti lupa belum mengganti bajunya. Ruang ganti tak jauh dari gudang.“Iya baru sampai, loh kamu nggak ganti baju dulu?” tanya Samsudin dengan senyum di bibirnya. Samsudin ikut masuk ke dalam gudang lalu berdiri di pintu menunggu reaksi Narti.Narti kaget sekali, dia menatap pakaiannya yang belum diganti dengan pakaian kerja.“Ah, iya, aku lupa,” jawabnya lalu berniat keluar dari dalam gudang. Ketika hendak melewati Samsudin, pria itu langsung menarik pinggang Susanti ke

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 200 Sapuan lidah Ayah Mertua

    Dari depan pintu kamar Yuyun, Darto kembali berjalan menuju ke ruang makan. Ketika tiba di sana, Darto melihat Amina masih menikmati sarapannya sementara Sarinten berdiri tak jauh dari Amina. Sarinten sedang meletakkan kopi untuk Darto di meja makan.“Ini kopinya, Pak, tadi tak lihat masih di dapur jadi saya bawakan ke sini,” tutur Sarinten pada Darto. Setelah mengatakan itu, Sarinten kembali ke dapur.Amina mendengar ucapan Sarinten, dia tidak menimpalinya dan hanya melirik ke arah Darto yang sejak tadi celingukan seolah-olah sedang mencari sesuatu yang penting. Amina merasa kesal karena diabaikan.“Ten! Anto sudah datang apa belum?” teriak Amina dari tempat duduknya.“Sudah, Bu, tadi saya sudah antarkan sarapannya juga di beranda, masih sarapan,” jawab Sarinten pada Amina.Darto masih berdiri di samping meja makan, melihat kopinya di meja dia segera meneguknya sedikit. Sekitar lima belas menit kemudian, Darto melihat pintu kamar Devan terbuka, Yuyun keluar dari

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 199 Mengintip Menantu

    Pada keesokan harinya, sekitar pukul enam pagi Devan masih terlentang di atas karpet depan layar tv. Yuyun menegurnya ketika membawa seprei dan sarung bantal ke ruang cuci yang ada di belakang.“Mas? Mas Dev, pindah sana ke kamar, sudah pagi,” tegur Yuyun seraya menekan lengan Devan menggunakan jari telunjuknya.Devan menggeliat lalu memutar posisi tubuhnya menjadi tengkurap. “Apa itu?” tanyanya sambil menyentuh seprei dalam pelukan Yuyun.“Seprei, sudah sana pindah ke kamar, nggak malu dilihat Bapak rebahan di sini jam segini?” tanya Yuyun pada Devan. “Lili dan Aldi juga sudah bangun dari tadi,” ujar Yuyun pada Devan.“Ya, aku pindah nanti, kamu urus cucianmu itu dulu nanti bantu aku pindah ke kamar,” pintanya pada Yuyun.Devan tahu Yuyun baru saja selesai mandi saat melihat rambut Yuyun yang basah serta tubuh Yuyun yang hanya terbalut oleh baju mandi tipis dengan tali di pinggang. Baju mandi putih itu tidak bisa menyembunyikan puting Yuyun yang kencang serta si

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 198 Takut ketahuan

    “Pak, cepat selesaikan,” ucap Yuyun pada Darto.“Kenapa malah buru-buru, aku masih pengen genjot pepek kamu Yun, aku masih pengen belum muncrat aku, oukhhh, pepekmu enak sekali Yun, oukhh, sssshhh Yun, ah, seksinya tubuh kamu,” puji Darto pada Yuyun.Yuyun menatap tubuh telanjang Darto yang kini tinggal di atas tubuhnya. Tubuh Darto bergerak aktif menyodok liang intim Yuyun. Yuyun hanya cemas kalau Devan tiba-tiba pulang ke rumah.“Pak, emh, oukhh, buruan selesaikan sekarang,” pinta Yuyun lagi seraya meremas-remas kedua bahu Darto.“Kenapa? Kamu masih marah sama aku? Huh? Uh, uh, ah, ah, Yun, aku pengen genjot terus sayang,” bisik Darto pada telinga Yuyun, Darto menekan paha Yuyun ke samping hingga terbuka lebar-lebar, dengaan begitu dia bisa menikmati selangkangan Yuyun sepuas hatinya.Yuyun merengek-rengek sambil kelojotan menggoyangkan bokongnya yang basah penuh keringat. Pukulan-pukulan organ intim mereka sangat berisik sekali sampai ranjang Yuyun ikut bergoy

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 197 Memerkosa menantu

    “Akh, ssh, oukh, ukh, Pak, ah, emh, akh, ssssh, oukhh, ukh, ukh, emh, ahhh, ssh, oukh,” racau Amina keenakan. Area intim Amina terus dimasuki oleh Darto. Hentakkan Darto sangat kasar hingga membuat alas ranjang empuk berderak-derak di lantai. Liang intim Amina menumpahkan cairan berulang kali, Darto terus menggenjot sisi basah tersebut dengan dorongan cepat. Amina terengah-engah menikmatinya.“Enak, hah? Sudah jangan alasan terus! Oukh, ah, ahhhh. Bu, oukhh, ah, ah, ah, ah,” racau Darto sambil terus menggenjot.“Pak oukhhh, aku muncrat oukhh, sshhh, oukhh, pepekku enak Pak, pengen keluar lagi, genjot terus, oukhh, umh, ahhh,” pinta Amina pada Darto sambil membuka bibir basahnya. Amina merem-melek menikmati sodokan Darto yang terus berlangsung.“Iya, oukhh, Bu, pepekmu makin basah, oukhh, punyaku seperti kesedot Bu, oukhh,” ujar Darto sambil terus menyodok liang intim Amina.“Bapak, aku mau muncrat lagi, ugghh, oukhh,” ujar Amina sambil menggoyangkan bokongnya ke kana

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 1 Panasnya ibu tiriku

    Pagi-pagi sekali Sarinten menyiapkan sarapan untuk keluarga Darto. Janda berusia tiga puluh dua tahun beranak satu tersebut sudah enam bulan bekerja di kediaman Darto sejak diceraikan oleh suaminya.Darto memiliki istri sambung bernama Amina, wanita berusia empat puluh tahun pengelola empat toko pe

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 2 Layani aku

    Brak! Saking terburu-buru sampai terdengar gebrakan keras di pintu. Sarinten bersembunyi di belakang punggung Devan, wanita itu malah merangkul pinggang Devan.Yuyun mendengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali langsung berbalik dan mengetuk pintu kamar mandi. “Mas! Mas Devan di dalam? Burua

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 3 Istri Majikan yang menggoda

    Tak lama kemudian, Darto dan Amina berjalan bersama-sama menuju ke ruang makan. Seperti biasa Amina mengenakan baju terusan ketat sepanjang lutut. Kedua bahu jenjangnya tampil mulus karena baju yang dikenakan Amina hanya sampai sebatas dada.Anto hampir memuntahkan kopinya menatap kedua bola yang h

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 66 Kelelahan

    Yuyun sebenarnya merasa lelah karena belakangan ini dia sering bercinta dengan Darto. Tidak ada waktu untuk memikirkan Rangga karena tubuhnya sudah tidak mampu menerima sentuhan intim dari Rangga. Yuyun sampai melamun dalam pelukan Rangga."Kamu kenapa? Ada yang mengganggu pikiran kamu, Yun?"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status