Share

Istana Rahasia

Author: Mega Kembar
last update Huling Na-update: 2025-06-08 17:00:23

Andai aku tidak banyak bertanya, rasa penasaran ini tak akan berkembang...

Tapi menyadari adanya kejanggalan.

Aku ingin mencari tahu tentang gadis tuna daksa itu.

***

Aku berhenti melangkah saat gadis tomboy itu menghadang jalanku, bahkan Rukly tak henti-hentinya menyenggol lenganku, isyarat menggoda. Mungkin dia pikir jawabanku tadi kebohongan.

Aku suka Manda?

Jika itu terjadi, mungkin aku akan mempertimbangkan perasaan Bella saja, yang sudah dikenal lama

"Lo berdua duluan aja," titahku pada kedua sahabatku untuk pergi ke kantin tanpaku.

"Ciee, Reyfan. Mau dua-duaan aja, nih? Kagak mau digangguin kita," goda Rukly mengedipkan mata genit.

Aku melengos. "Berisik. Pergi sono."

"Dih, usir."

"Cabut!"

"Iya ... Iya."

Dengan tawa terbahak-bahak, Rukly bersama Saga yang mengekori dengan senyum kecil. Meski, Adik Pandu masih sempat melemparkan siulan dan kiss bye jarak jauh.
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • MAAF! AKU CACAT   Hanya Untukmu

    Andai aku tidak berusaha kerasCinta ini tak akan menghancurkanTapi aku tidak tega membiarkan gadis tuna daksa itu menanggung masalahnya sendiri***"Hm ... Gue salah ngomong, ya?""Tidak, kok."Aku mengerutkan alis. Saat itu, aku tak mengerti apapun. Yang bisa kulakukan hanya gumaman tak jelas. Apalagi reaksi yang dia berikan adalah kekehan kecil.Melga mengukir senyum manis. Sesekali bibir itu melantunkan tawa kecil, seakan geli. Tapi kebahagiaan tak sampai padaku. Justru hanya ada sesak."Oh ya, Reyfan.""Apa?" tanyaku.Sungguh! Perjalanan ke ruang guru yang seharusnya cepat, jika bersama Melga sangat lambat. Tapi aku menikmati setiap langkah, bahkan mengharapkan ini tidak segera berakhir.Kutuklah aku karena berharap dia berjalan seperti siput selamanya, agar kebersamaan ini tak tergerus waktu."Selamat atas perlombaan karate bulan lalu," ungkapnya. "Maaf, baru bisa bilang seka

  • MAAF! AKU CACAT   Demi Sang Terkasih

    Andai aku tidak mengatakannya, rasa sesak ini tidak akan bertambah.Tapi mengetahui jika dirinya dimanfaatkan, aku emosi.Aku ingin gadis tuna daksa itu tahu, kalau dia berharga.***“Ciee yang liburansemesternya di Jawa Timur. Bahagia banget pasti," goda Rukly.“Tahu nih," sahut Saga. "Katanya gak mau ikut karena biayanya mahal, ternyata udah lunas aja bayarannya."“Wah, pasti pengendeketin gebetan, tuh.”“So pasti, Ly.”Aku mencebik kesal mendengar suara sumbang sahabatku. Mereka kompak bersahut-sahutanmenghakimi keputusanku untuk ikut study tour.Memang, kenapa jika akumengikuti kegiatan itu karena in

  • MAAF! AKU CACAT   Tekad Bulat

    Andai aku tidak menemaninya, telinga ini tidak akan mendengar hujatan dunia.Tapi hatiku tidak bisa membiarkan dia seorang diri.Aku ingin selalu melangkah bersama gadis tuna daksa itu. ***Sore Hari ...Alunan suara musikberderu beriringan dengan manusia hilir mudik tak tentu arah, mereka sibuk mengurusikegiatan masing-masing. Hiasan kain dan bunga memenuhi area yang dijadikantempathajatan.Menurut informasi dari Bapak, pesta kali iniuntuk merayakan pernikahan putri kedua Pak Resno.Tidak heran jikaacara dilakukan dengan sangat meriah, mengingat Pak Resno salah satu orangterkaya di daerah tempatku tinggal, terlebih Bapak lima anak itu terkenal dengan sifat dermawan.

  • MAAF! AKU CACAT   Tidak Gentar

    Andai aku tidak menolongnya, rasa ini tidak akan menjerat...Tapi melihatnya terus dicecar makian membuat hatiku ikut sakit.Aku ingin menjadi sandaran untuk gadis tuna daksa itu. ***Berjalan berdua dengan Melga mengingatkan akan kejadian kamus dulu. Tapi situasi kali ini berbeda, sebisa mungkin aku menyingkirkan perasaan bersalah itu.Saat tiba di UKS, aku menjulurkan tangan meraih gagang pintu dan mendorongnya pelan sambil mengucapkan salam."Assalamu'alaikum...""Wa'alaikumsalam."Sayup-sayup terdengar Melga menjawab, sedangkan dalam ruangan tidak terdengar apapun. Benar saja, ruangan itu kosong tanpa tanda kehidupan.Aku mempersilakan Melga untuk masuk lebih dulu. Gadis i

  • MAAF! AKU CACAT   Penghakiman Dunia

    Andai aku membiarkan dia sendiri, cinta ini tidak akan menjeratku...Tapi aku tak suka mendengar mereka berlaku kurang ajar.Aku ingin menjadi pahlawan untuk gadis tuna daksa itu. ***Aku tidak kuat melihatnya dalam posisi itu. Hingga kejadian yang ditakutkan terjadi.Cairan kimia itu tumpah mengenai tangan Melga disusul jerit kesakitan dan panik menggema memenuhi ruangan.Guru yang bertugas pun mengambil alih situasi dengan memarahi teman sekelompoknya yang hanya bisa tertunduk.Bu Aulia---Guru Biologi pun memerintahkan mereka untuk membawa Melga ke UKS. Dengan langkah yang setengah hati, merekamembimbing dia menuju pintu keluar.Sontak,aku yang semula mematung di amban

  • MAAF! AKU CACAT   Senyum Palsu

    Andai sorot mata ini tidak terpaku padanya...Rasa sesak ini tidak akan membunuhku secara perlahan.Tapi aku ingin selalu ada di dekat gadis tuna daksa itu.***Rasa penasaran saat melihatnya duduk sendirian di aula, tak pernah hilang barang sedetik pun. Sepertinya aku telah terjebak pada rasa ingin tahu yang begitu tinggi.“Ck! Bukannya dijawab malah ngelamun lagi," gerutu Saga."Pasti lo lagi mikirin Melga, kan?Gue denger lo juga jarang masuk English Club lagi? Apa karena dia?”“Sumpah, deh! Losejak kapan bawel kayak Rukly?!” keluhku pura-pura kesal. “Biasanya kalem adem, enggak pernah suka ikut campur hal ribet kayak gitu.”“Lah, gue serius. Lokan so

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status