Compartir

bab 7

Autor: Uun aya
last update Fecha de publicación: 2026-04-04 15:33:57

"lepaskan dia!"

Suara lantang yang berasal dari arah belakang membuat Arum dan para preman itu menoleh ke sumber suara.

Mata Arum berkaca-kaca dan dia bisa bernapas lega saat melihat sosok pria yang dia kenal.

"Siapa pria itu?" Tanya ketua preman itu

"Bos.. dia Alfan Arnold pranata." Bisik salah satu preman itu

"Alfan? Siapa dia?"

"Bos tidak tau.. jika dia di kenal sebagai mafia kejam dan bisa membunuh siapapun tanpa senjata di tangannya. Sebaiknya kita lepaskan saja wanita ini dari pada nyawa kita melayang." Bisiknya lagi yang didengar oleh Arini.

"Aku tidak takut.. dan tidak perduli! Aku akan menghajarnya karena dia sudah berani menggangguku!" Ujar bos preman itu

"Lepaskan dia jika kalian ingin selamat!" Alfan kini sudah berdiri didepan para preman yang sedang memegangi Arum.

"Aku tidak takut dengan ancamanmu.. hadapi aku dulu jika kau ingin wanita ini!"

Perkataan dari bos preman itu membuat Alfan menyinggungkan senyum di sudut bibirnya lalu dia melepaskan sabuk yang melingkar di pinggangnya.

"Pegang wanita ini. Aku akan mengajar pria itu." Titiah bos preman kepada anak buahnya.

"Apa bos yakin akan menghadapinya?" Tanya anak buahnya yang terlihat ragu.

"Tentu saja. Aku tidak takut dengannya." Jawab Bos preman itu yang setelah itu melangkah maju untuk menghadapi Alfan.

Bugh bugh bugh

Terjadi perkelahian di antara dua pria itu namun seperti yang diharapkan oleh Alfan dan Arum jika bus preman itu tidak ada tandingannya dibandingkan dengan Alfan. Hanya butuh beberapa menit saja Alfan mengalahkan bos preman itu yang membuat anak buahnya segera membantu bosnya yang sedang terkapar

"Pergi dari sini sebelum aku menghilangkan nyawa kalian satu persatu." Tatapan Alfan yang begitu tajam membuat para preman itu segera pergi terburu-buru sambil membawa Bos preman. Setelah mereka pergi, Alfan menghampiri Arum yang hanya berdiri terdiam menatapnya.

"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Alfan sembari mengusap lembut pipi Arum.

Beberapa saat terdiam Arum pun memeluk Alfan dengan sangat erat dan hangat. Terdengar Isak tangis yang membuat Alfan sadar jika wanita yang sedang memeluknya. Air mata Arum kini membuat baju Alfan basah.

"Kamu menangis karena terharu?" Ucapan Alfan membuat Arum melepaskan pelukannya.

"Kamu terharu karena aku menolong mu?" Sambung Alfan yang membuat Arum menepuk dada bidangnya berkali-kali.

"Aku membenci mereka.. aku sangat membenci mereka." Ucap Arum sembari menangis.

Alfan menahan tangan Arum yang ingin kembali memeluk dadanya lalu memperhatikan wajah Arum yang sudah berlinang air mata. Alfan menyadari jika calon istrinya itu tidak baik-baik saja.

"Ada apa?" Tanyanya.

Arum tidak menjawab, dia hanya bisa menangis dengan sangat kencang.

"Hei.. kenapa kamu semakin manangis."

"Aku benci mereka.." ujar Arum untuk yang kesekian kalinya.

"Aku tidak tau siapa yang kamu maksud.. tapi ini sudah malam, ayo aku antar pulang." Alfan memegang pergelangan tangannya.

"Aku tidak ingin pulang!" Jawab Arum dengan tegas.

"Apa? Tidak mau pulang? Lalu kamu mau kemana."

"Aku ingin pergi dan aku tidak ingin pulang. Tolong antarkan aku ke hotel.. aku ingin bermalam di sana saja." Jelas Arum.

Alfan kembali memperhatikan wajah Arum. "Ikut aku..." Alfan menarik tangannya.

"Kita mau kemana?" Tanya Arum yang kewalahan mengikuti langkah panjang Alfan.

"Jangan banyak bicara.. bukankah kamu bilang tidak ingin pulang, jadi aku akan membawamu ke mansion."

Arum seketika mengentikan langkahnya yang membuat langkah Alfan pun terhenti.

"Ada apa? Kenapa malah berhenti?" Alfan menaiki satu alisnya.

"Aku tidak mau!"

"Kalau kamu tidak mau.. aku akan mengantarmu pulang. Bagaimana?"

"Aku tidak ingin pulang!"

"Jadi.. kamu harus ikut aku pulang."

"Baiklah.."

Arum tidak ada pilihan lain selain mengikuti Alfan untuk pulang dengannya karena untuk saat ini dia tidak ingin bertemu dengan Desi dan Bu Anita.

Didalam perjalanan yang sunyi, Alfan melirik ke arah Arum yang sejak tadi pandangannya hanya tertuju kedepan.

"Apa yang terjadi?" Tanya Alfan namun Arum hanya menggelengkan kepalanya.

"Baiklah, jika kamu tidak ingin bilang, aku tidak masalah." Jawabnya yang kemudian melajukan kecepatan mobil mewahnya untuk segera sampai ke Mansionnya.

**

"kenapa kita kesini?" tanya Arum saat Alfan membawanya masuk kekamarnya.

"bukankah kamu bilang ingin istirahat. jadi... kemari lah." Alfan menghempas tubuhnya di ranjang lalu menepuk ruang kosong di sampingnya.

"tidak!"

"kenapa? kamu tidak ingin istirahat?"

"berikan aku kamar yang lain."

"kenapa? kamu tidak ingin berduaan dengan calon suami mu?" tiba-tiba saja Alfan menarik tangan Arum sehingga Arum jatuh ke atas tubuhnya.

"lepaskan aku.." Arum memberontak saat Alfan memeluknya dengan erat.

"tidak.. aku tidak akan melepaskan mu." jawab Alfan yang kemudian membalikan tubuh Arum dan saat ini posisi Alfan ada di atas tubuh Arum. Alfan menahan kedua tangan Arum yang di letakan di atas kepala Arum dengan satu tangannya.

"apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Arum yang mulai tidak nyaman dengan posisi seperti itu. detak jantungnya berdetak tidak karuan karena tatapan dari Alfan.

"apakah kamu tidak ingin bermain sebentar denganku?"

"apa maksud mu?"

"maksud ku seperti ini..."

tiba-tiba saja Alfan mencium dan melumat bibir Arum sehingga mata wanita itu terbelalak dengan sempurna karena mendapatkan serangan mendadak.

"eeemmmmpphhh..."

Arum menutup rapat-rapat mulutnya agar Alfan tidak bisa dengan leluasa bermain dengan bibir ranumnya.

Alfan tersenyum kecil lalu dia menggigit kecil bibir bawah Arum yang membuat wanita itu terpaksa membuka mulutnya dan Alfan pun segera memasukan lidahnya dan bermain didalam sana.

Arum benar-benar sudah pasrah saat Alfan menciumnya dengan agresif dan tidak memberi celah bagi Arum untuk bernapas.

beberapa saat kemudian, Alfan mulai melepaskan pegangan tangannya dan tanpa sadar ciuman Alfan kini sudah menjalar keleher putih Arum yang membuat wanita itu menggigit bibir bawahnya sambil kedua tangannya meremas seprai putih itu dengan kuat.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 23

    "ya, siapa ini?"Alfan menjawab telepon itu dengan nada dingin karena dia sangat kesal saat momen seperti itu, harus ada orang yang menggangu."Hai mas.. ini aku, kamu sudah tidak mengenal suara ku lagi?"Dahi Alfan seketika mengerutkan mendengar ucapan seorang wanita dari sebrang sana."Aku sibuk! Dan tidak ada waktu untuk melayani orang seperti mu!"Tekan Alfan disetiap perkataannya, dan dia ingin menyudahi pembicaraan itu "Mas.. ini aku, luna!"Alfan terdiam dan menatap Arum yang sedang memperhatikannya."Maaf, salah sambung!"Alfan kemudian mematikan sambungan teleponnya dan dengan sengaja mematikan telponnya."Siapa mas!" Tanya Arum yang melihat perubahan raut wajah Alfan."Salah sambung.""Hah? Salah sambung?""Sudahlah, jangan di pikirankan.. lebih baik kita nikmati saja makan malamnya.""Hmm." Arum tersenyum lalu melanjutkan memakan makanan yang sudah tersaji di meja mereka."Luna? Apakah itu dia? Kenapa.. kenapa dia menghubungiku setelah 3 tahun menghilang..." Batin Alfan ya

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 22

    Dua Minggu kemudian Setelah dua Minggu kejadian itu, Aris tidak lagi kelihatan karena sudah di beri pelajaran oleh pengawal Alfan namun Alfan tidak bisa lengah seperti itu karena di balik itu semua Alfa memiliki firasat jika Aris pasti menyusun rencana untuk balas dendam.Selama 2 Minggu ini juga, Alfan tidak keluar dari Mansion, dia tidak ke perusahaan ataupun mengurus pekerjaan lain yang biasanya dia selalu sibuk namun kali ini dia memilih untuk bekerja dari mansion dan menyerahkan pekerjaannya kepada orang-orang kepercayaannya. Semua itu dia lakukan untuk menjaga Arum karena kondisi mental Arum sedang tidak baik-baik saja setelah kejadian malam itu. Cekleek Suara pintu kamar yang terbuka membuat wanita itu segera menoleh. Dia tersenyum ketika melihat Alfan yang masuk ke kamarnya. "Kamu sudah siap?" Tanya Alfan ya sudah sangat rapi dan sangat harum.Arum menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis. "Aku sudah siap.. tapi sebenarnya kita mau ke mana? Kenapa Mas tidak bilang ju

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 21

    "Sekarang.. aku sudah disini dan aku mau, kau harus bertanggung jawab atas kehamilannya Desi." Jelas Arum yang menatap Aris yang sedang tersenyum aneh kepadanya."Aku akan bertanggung jawab tapi..." Aris tidak meneruskan perkataannya karena dia melihat Arum yang sudah mulai tidak konsentrasi mendengar perkataannya. "Tapi apa?" Tanya Arum dengan pandangannya semakin memudar. "Ada apa dengan aku kenapa tiba-tiba aku sangat pusing sekali dan kenapa tiba-tiba di sini panas sekali.. ini pernah aku rasakan saat aku di beri minuman oleh pria yang di bar itu.. tidak, jangan-jangan... Pria ini mencampurkan sesuatu ke minumanku." Batin Arum yang merasa aneh dengan tubuhnya dan dia pernah merasakan kondisi yang sama ketika dia dipaksa minum di bar. Arum segera berdiri dari duduknya. "Apa yang kau campurkan di minumanku?" Tanya Arum "Maksud kamu apa?""Katakan padaku.. apa yang kamu campurkan dalam minumanku?" Tanya Arum lagi yang mencoba menyeimbangkan tubuhnya. "Ck, ternyata kau sudah sada

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 20

    "halo Paman. ""Halo rum, Kamu apa kabar?" Tanya pak Salim dari seberang sana yang terdengar canggung."Baik paman. Hmm, kabar Paman bagaimana?""Hahhhh." Pak Salim menghembuskan nafas kasarnya. "Terjadi sesuatu paman?" Tanya Arum."Tadi malam, Desi mencoba bunuh diri.""Apa? Bunuh diri? Bagaimana bisa?""Paman juga tidak tahu.. sepertinya Desi benar-benar sangat frustasi dan putus asa karena Aris tidak ingin bertanggung jawab.""Apa? Bagaimana bisa dia tidak mau bertanggung jawab? Apakah Paman sudah berbicara dengannya?""Sudah.. Paman sudah berbicara dengannya tapi dia ingin bertanggung jawab dengan satu syarat.""Syarat?""Uhm.. dia ingin bertemu dengan kamu.""Apa? Syarat macam Apa itu Paman.""Paman juga tidak tahu kenapa dia ingin bertemu tapi dia bilang, dia ingin meminta maaf dan setelah itu, dia ingin bertanggung jawab atas kehamilan Desi. Oleh karena itu, Paman mohon sekali Arum.. temui Aris untuk terakhir kalinya. Pasti jika kamu yang berbicara dengan, dia akan menuruti pe

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 19

    Sementara itu di kamar hotel, terlihat Arum yang perlahan terbangun dari tidurnya yang cukup nyenyak setelah permainan panasnya degan Alfan. Dia mengerjap kedua matanya dan melihat kamar yang asing baginya. Dia pun mendudukan tubuhnya dan melihat kamar itu yang sangat berantakan dan dia juga melihat dresnya yang tergeletak di lantai. Matanya langsung menuju tubuhnya yang hanya terbungkus selimut putih.Dia seperti orang linglung karena belum menyadari apa yang terjadi. Dia menoleh ke kiri dan kanan, namun dia tidak melihat siapapun. Dia pun akhirnya melihat pintu kamar mandi yang tertutup dengan rapat dan terdengar samar suara shower.Glek!Dia menelan kasar air liurnya dan kembali mengingat samar-samar kejadian tadi malam."Tidak.." lirihnya yang mengingat kejadian di bar, ketikan dirinya hampir di lecehkan oleh pria lain.Cekleek Mata Arum membulat dengan sempurna saat melihat suaminya yang keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Otot-otot

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 18

    Setelah masuk ke dalam kamar hotel dan Alfan baru saja mengunci pintu kamar itu tiba-tiba saja Arum menarik tubuhnya hingga Alfan terbaring di atas ranjang. Wanita itu yang sudah tidak bisa lagi menahan hasratnya, segera menindih Alfan dan memberikan ciuman-ciuman yang sangat agresif. Alfan juga mengimbangi permainan Arum dengan sangat baik. Dia tidak menyangka jika Arum bisa seliar itu. Entah apa yang di pikirkan Alfan saat ini karena dia sangat menyukai keagresifan Arum. Saat ini keduanya sudah tidak memakain sehelai benangpun dan dia segera membalikkan posisi mereka. "Biar aku yang melakukan dan kamu harus menikmatinya." Ucap Alfan yang begitu sensual lalu dia membuka lebar-lebar paha Arum dan memainkan lidahnya disana. Erangan-erangan indah yang keluar begitu saja menjadi alunan musik tersendiri yang membuat keduanya semakin menikmati permainan itu. Arum mencengkram kuat lungguh Alfan. "Aaakkhhh a-aku sudah tidak kuat.. cepat lakukan." Lirih Arum yang menatap sendu Alfan yang

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status