Share

bab 8

Penulis: Uun aya
last update Tanggal publikasi: 2026-04-06 18:22:53

Ciuman Alfan semakin liar yang membuat Arum kewalahan, namun sialnya, permainan kecil itu terhenti saat Alfan mendengan suara dering ponselnya. Dengan terpaksa Alfan segera melepaskan Arum dan mengambil ponselnya di saku celananya.

Alfan mengatur nafasnya yang tersengal-sengal lalu dia menjawab telpon itu dan sedikit menjauh dari Arum. Arum segera mendudukan tubuhnya di sisi ranjang dan segera mengaitkan kacing bajunya yang sempat di lepas oleh Alfan.

"Sial, kenapa aku jadi terbawa suasana." Gu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 8

    Ciuman Alfan semakin liar yang membuat Arum kewalahan, namun sialnya, permainan kecil itu terhenti saat Alfan mendengan suara dering ponselnya. Dengan terpaksa Alfan segera melepaskan Arum dan mengambil ponselnya di saku celananya.Alfan mengatur nafasnya yang tersengal-sengal lalu dia menjawab telpon itu dan sedikit menjauh dari Arum. Arum segera mendudukan tubuhnya di sisi ranjang dan segera mengaitkan kacing bajunya yang sempat di lepas oleh Alfan."Sial, kenapa aku jadi terbawa suasana." Gumamnya yang mengerutu."Aku harus pergi." Ucap Alfan saat menyudahi telponnya dan menghampiri Arum."Pergi? Kemana? Ini sudah larut malam?" Alfan mengerutkan dahinya. "Kamu tidak ingin aku pergi?" Tanya Alfan dengan tatapan yang membuat Arum gugup"A-aku hanya bertanya saja." Jawabnya sembari memanglingkan wajahnya karena dia tidak ingin Alfan mengetahui kegugupannya."Ah, aku tau.. kamu ingin kita melanjutkan aktivitas kita yang tertunda tadi?"Seketika Arum mantap Alfan yang sedang menatapnya

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 7

    "lepaskan dia!"Suara lantang yang berasal dari arah belakang membuat Arum dan para preman itu menoleh ke sumber suara.Mata Arum berkaca-kaca dan dia bisa bernapas lega saat melihat sosok pria yang dia kenal."Siapa pria itu?" Tanya ketua preman itu "Bos.. dia Alfan Arnold pranata." Bisik salah satu preman itu "Alfan? Siapa dia?""Bos tidak tau.. jika dia di kenal sebagai mafia kejam dan bisa membunuh siapapun tanpa senjata di tangannya. Sebaiknya kita lepaskan saja wanita ini dari pada nyawa kita melayang." Bisiknya lagi yang didengar oleh Arini."Aku tidak takut.. dan tidak perduli! Aku akan menghajarnya karena dia sudah berani menggangguku!" Ujar bos preman itu "Lepaskan dia jika kalian ingin selamat!" Alfan kini sudah berdiri didepan para preman yang sedang memegangi Arum."Aku tidak takut dengan ancamanmu.. hadapi aku dulu jika kau ingin wanita ini!" Perkataan dari bos preman itu membuat Alfan menyinggungkan senyum di sudut bibirnya lalu dia melepaskan sabuk yang melingkar d

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 6

    "Aku sedang membalas apa yang dia lakukan kepada putri kita!" Jawab Bu Anita yang tatapannya masih tertuju ke Arum yang sedang memegang pipinya yang terasa sangat panas karena tamparan yang cukup keras itu."Mama.. cukup. Mama tidak perlu seperti ini. Arum melakukan ini pasti karena ada alasan." Jelas pak Salim yang dimana dia lah satu-satunya orang yang menyayangi Arum seperti anaknya sendiri dan sering membela Arum didepan istri dan anaknya."Papa.. kenapa papa masih membelanya. Dia jelas-jelas salah karena sudah menampar Desi." Seru Bu Anita yang tidak terima jika suaminya malah membela Arum."Tante.. kenapa tante masih menyalahkan aku dalam situasi seperti ini. Aku adalah korban.. tapi Tante selalu membela desi yang jelas-jelas salah. Apakah tante tidak tahu jika saat ini Desi sedang hamil?" "Apa? Hamil?" Ucap pak Salim dan Bu Anita secara bersamaan."Ini..." Arum memberikan alat tes kehamilan itu kepada Bu Anita Bu Anita menatap alat tes kehamilan yang menunjuk tanda positif. "

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 5

    Setelah berada di butik yang di kelola langsung oleh Arum, mereka pun langsung melakukan fitting baju. Hanya ada beberapa revisi di setelan jas yang akan di gunakan Alfan nantinya.Setelah semuanya selesai, Arum dan Alfan memutuskan untuk makan siang."Kenapa makan disini?" Tanya Alfan saat mobil yang dikendarainya berhenti didepan sebuah rumah makan yang sederhana dan tidak terlihat mewah"Sudah.. ikut saja. Makanan disini, enak-enak." Ujar Arum yang segera menarik kasar lengan jaket AlfaSetelah masuk dan memilih untuk duduk di sebuah gazebo yang dibawahnya ada kolam ikan, mereka pun memesan beberapa menu makanan best seller yang ada di rumah makan itu."Panas sekali " Alfan membuka jaket yang dia pakai"Kenapa mengajak ku makan disini? Seperti tidak ada restoran mewah lainnya saja." Ucap Alfan"Bukan tidak enakkan berarti enak kan, jika bukan makan di restoran mewah. Lagi pula tempat ini sangat bagus dan nyaman. Sudahlah.. aku ingin makan. Jika kamu tidak suka.. kamu bisa pergi, ak

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    bab 4

    "haha haha haha."Alfan tiba-tiba saja tertawa yang membuat pak Heru mengerutkan dahinya."Papa papa... Anak papa itu bukan Aris saja.. tapi aku juga. Tapi papa kenapa selalu tidak pernah mendengarkan perkataan ku dulu.. apakah aku terlalu jahat di mata papa?" Tanya Alfan"Al, papa tidak sedang bercanda. Papa hanya ingin tau kenapa kamu merebut Arum. Mereka akan menikah seminggu lagi.. tapi kenapa kamu merebutnya?""Itu karena anak anda yang brengsek!"Ucapan seseorang membuat mereka bertiga mengalihkan atensinya kesumber suara."A-arum..." Lirih ArisArum melangkah tanpa ragu dan saat ini dia berdiri disebelah Alfan."Arum.. tarik kata-kata mu. Kenapa kau mencela calon suami mu sendiri?" Tuan Heru tentu saja tidak menyukai hinaan dari Arum."Om.. aku tidak akan menarik kata-kata ku karena anak anda yang bernama Aris ini lebih dari kata brengsek.""Arum! Berani sekali kamu" Teriak tuan Heru"Aku berkata seperti ini bukan hanya sebuah kata-kata Om melainkan sebuah bukti. Bukankah Om bi

  • MAFIA HYPER ITU SUAMIKU    Bab 3

    "Arum... Katakan. Jangan menangis seperti ini." Pak Salim menggoncang tubuh Arum"Paman.. hiks hiks hiks, yang dikatakan tuan Alfan benar.." jawabnyaPak Salim dan Bu Anita benar-benar sangat syok mendengar perkataan Arum dan mereka seperti tidak percaya jika putri mereka bisa melakukan itu semua."Arum.. kamu yakin? Kamu tidak sedang berbohong atau tidak sedang bercanda kan?" Tanya Bu Anita lagi.Arum menggelengkan kepalanya dengan air mata yang masih membasahi wajah cantiknya. "Aku tidak berbohong tante.. Aku berbicara dengan jujur dan aku melihatnya dengan kedua mata kepalaku sendiri." Jelas Arum"Desi.. kenapa kamu melakukan ini semua." Lirih pak salim.Suara mobil yang memasuki perkarangan rumah itu membuat mereka semua menoleh ke arah mobil mewah yang sangat mereka kenali. Mobil itu adalah milik Aris, namun bukan Aris saja yang keluar dari mobil itu melainkan Desi. Desi sudah berlari menghampiri orang tuanya begitu juga dengan Aris yang berjalan menghampiri Arum."Papa, mama.. a

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status