LOGIN“Tuan muda ketiga telah sadar! “ Seru pelayan dari dalam dengan suara nyaring. Xu Qingyu langsung berlari masuk lalu melihat Xu Ming yang baru saja membuka matanya dan melihat sekitar dengan tatapan kosong. Sepertinya kesadarannya masih belum sepenuhnya kembali, jadi Xu Qingyu dengan sabar berlutut di samping ranjang Xu Ming. Xu Qingyu menggenggam telapak tangan Xu Ming dengan erat dan tampak enggan untuk melepaskannya. “Kakak, apakah kamu sudah membaik? Apakah kami sebaiknya memanggil tabib untuk memeriksa keadaanmu? “ Tanya Xu Qingyu dengan khawatir. “Siapa kamu? “ Tanya Xu Ming padanya. “Kakak? “ Gumam Xu Qingyu. Xu Qingyu merasa bahwa matanya memanas dan air matanya menumpuk, jantungnya terasa berhenti sejenak. Sangat sakit dan menyiksa dirinya pada saat ini, rasanya sama seperti saat Ling Shang melupakan dirinya. “Ada apa ini? Ming'er, ini adalah adikmu, Qingyu. “ Ucap Xu Yong dari luar. “Ayah… aku benar benar tidak ingat. Yi'er, Ibu.”Panggil Xu Ming pada orang orang ya
“Biarkan saja mereka? Setelah mereka melakukan semua ini? “ Tanya Xu Qingyu tidak terima. “Ya, kita tidak tahu siapa orang ini. Namun bisa dikatakan bahwa dia tidak sabar. Biarkan saja mereka dan berpura pura bahwa tidak ada masalah. Apakah kamu memberitahu semua ini kepada orang lain? “ Tanya Ling Shang. “Tidak… hanya keluargaku yang tahu. Namun itu pun tidak spesifik. “Jawab Xu Qingyu dengan ragu. “Kalau begitu maka bagus sekali, jika kamu mengharapkan sesuatu namun hal ini tidak kunjung memberikan tanda. Apa yang akan kamu lakukan? “ Tanya Ling Shang. “Aku akan… aku akan mengecek ulang atau melakukannya lagi. “Jawab Xu Qingyu. Ketika mengatakan hal ini pun Xu Qingyu langsung menyadari apa maksud dari Ling Shang dengan ‘biarkan saja mereka'. Ling Shang benar benar sangat jenius, baru Xu Qingyu sadari pada saat ini rencana yang dikatakan Ling Shang. Dengan membiarkan mereka dan berpura pura tidak ada yang terjadi maka pihak lawan akan berubah menjadi gelisah. Mereka akan s
Xu Qingyu tertegun kala mendengarkan penjelasan dari Ling Shang, tidak tahu bahwa suara peluit sekalipun dapat digunakan sebagai tanda untuk memanggil pasukan rahasia. Namun yang lebih mengejutkan adalah bahwa Ling Shang sebenarnya memiliki pasukan rahasia di dalam Ibukota. “Sebelumnya aku belum sempat mengatakan ini padamu, menyebabkan mu dan kakak ipar menderita. “ Ucap Ling Shang dengan penyesalan. “Jika aku membawa ini lalu bagaimana denganmu? Bukankah kamu akan kesulitan? “ Tanya Xu Qingyu dengan gelisah memegang peluit itu. “Aku memiliki caraku sendiri, sekarang seka air matamu dan ganti pakaianmu. Kita akan menjenguk kakak ipar. “ Jawab Ling Shang dengan senyum tipis. Xu Qingyu menganggukkan kepalanya, dia memegang peluit itu dengan penuh kasih sayang. Masalah pasukan rahasia adalah sesuatu yang harus disembunyikan dalam dalam, bahkan Putri Huai Ling pun tidak tahu. Karena pasukan rahasia yang dimiliki oleh kerabat Kekaisaran mudah disalah pahami sebagai bentuk pemberont
Tidak lama kemudian, Lu Hua membuka pintu kamar Ling Shang dan menunjukkan seorang pemuda yang sedang duduk di tepi ranjang. Pemuda itu menoleh ke luar dan bertatapan langsung dengan Xu Qingyu yang berurai air mata. Pemuda itu langsung bangkit dan berjalan lurus ke arah Xu Qingyu sementara Lu Hua berusaha menghentikannya. “Hei! Kamu baru saja sembuh! Nanti kamu sakit lagi maka kemampuanku yang akan diragukan orang lain! “ Seru Lu Hua dengan kesal. Namun sayang sekali bahwa pemuda itu, Ling Shang tidak peduli dengan perkataan Lu Hua seolah olah tidak mendengar perkataan dari Lu Hua. Ling Shang tiba tiba langsung memeluk Xu Qingyu dengan erat. Tubuh Xu Qingyu langsung membeku. Xu Qingyu sebelumnya masih berpikir dengan keraguan, bagaimana jika sebenarnya Ling Shang melupakannya. Ketakutan di hatinya… Langsung sirna hanya dengan satu pelukan erat yang membuatnya hampir sesak napas ini. “Yu'er… aku pikir bahwa aku akan kehilanganmu. Aku terlalu takut, aku bermimpi bahwa aku kehila
Setelah Nyonya Wen menyebutkannya, barulah dia teringat kembali dengan alasannya pada saat itu untuk membawa Xu Ming alih alih membawa prajurit lain. Dia bisa saja mencari prajurit lain atau meminta bantuan dari pengawalan khusus, namun siapa yang bisa dipercaya? Pihak lain begitu kuat dan berkuasa, bahkan berani bertindak di dalam Ibukota dan menyergap sepupu Kekaisaran. Xu Qingyu tidak dapat membiarkan kondisi Ling Shang diketahui oleh siapapun, karena itulah dia baru terpikirkan Xu Ming. Namun dia tidak memikirkan bahwa perjalanan ini bisa saja merenggut nyawa Xu Ming. Xu Qingyu merasa bahwa rencananya sempurna padahal dirinya sama sekali tidak berdaya… Rasanya sangat putus asa, dirinya tidak mampu melakukan apapun namun masih bersikap percaya diri, betapa memalukannya. Xu Qingyu menurut kala diminta untuk duduk lalu ia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi dan memejamkan matanya. Tidak lama tabib keluar untuk mengambil air hangat, jadi Xu Qingyu langsung bangkit dan men
Xu Qingyu dan Xu Ming memasuki kota selisih sepuluh menit dan memacu kuda mereka ke dalam dengan percaya diri. Karena identitas yang mereka bawa sudah lengkap maka tidak heran jika mereka bisa masuk ke dalam Ibukota dengan mudah. Xu Qingyu waspada dan mencari jalan utama untuk mencapai Kediaman Xu, dengan begitu meminimalisir terjadinya penyergapan lagi. Sesampainya di gerbang Kediaman Xu, Xu Qingyu melompat turun dari kudanya dengan lega lalu tiba tiba Xu Ming bergerak ke belakang Xu Qingyu dengan cepat. “Ada apa-” Ucapan Xu Qingyu terpotong kala melihat Xu Ming yang terpanah di dadanya berdiri tepat di belakang Xu Qingyu. “Pembunuh! “ Teriak penjaga Kediaman Xu. Pembunuh yang memanah dari kejauhan langsung melarikan diri setelah kondisinya diketahui oleh semua orang. Xu Qingyu memandang Xu Ming yang terjatuh di depannya saat ini, dengan panah yang menembus dadanya. Rasanya seperti mimpi, sebuah pemandangan yang tidak pernah dia bayangkan selama ini. Xu Qingyu langsung berlu
Ketika Xu Qingyu bangun, tentu saja tidak akan menemukan Ling Shang lagi hanya saja dia terkejut bahwa dirinya sudah berada di atas ranjang. Namun… ini bukan ranjangnya! Ini adalah ranjang Ling Shang! Xu Qingyu melirik ke samping dan berjalan ke arah pembatas ruangan, hanya untuk menemukan bahwa k
Xu Qingyu merasa bahwa sekujur tubuhnya gemetar dan ketika mendengarkan suara itu dirinya merasa agak tenang. Awalnya Xu Qingyu mengira bahwa itu adalah kelompok pembunuh yang lain namun ternyata dirinya salah. Suara yang serak dan pada saat yang sama memberikannya keamanan itu adalah suara yang
Seorang pembunuh bayaran menerjang ke arahnya sementara Yueyue berdiri di depannya, keduanya telah pasrah dengan keadaan mereka hingga saatnya dua orang berpakaian serba hitam menerjang ke depan. “Lindungi Nyonya muda! “ Seru salah satu orang berpakaian serba hitam itu. “Nyonya muda bisa sedikit
Bagimana mungkin tidak menegang? Sementara kedua tangan Ling Shang menghimpit pinggangnya dari kanan dan kiri untuk memegang tali kekang kuda. Seolah olah selimut besar telah membungkus tubuhnya yang mungil ini. Belum lagi karena ukuran kuda yang seharusnya didesain untuk satu orang ini ketika did







