Share

100.

Author: Freyaa
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-05 16:15:21

Begitu jet pribadi sudah stabil di udara, salah satu pramugari datang menawarkan minuman dan camilan pada seluruh penumpang yang hanya terdiri dari Sarah, Ethan, Tachi, Bu Indar, serta Brian.

Tak lama kemudian, Brian menyerahkan sebuah laptop kerja ke hadapan Ethan. Sarah pun turut mengeluarkan laptopnya sendiri ke atas meja.

Tiba-tiba, Ethan bangkit dan berpindah duduk dari kursi di hadapan Sarah ke kursi tepat di sampingnya.

"Ada apa?" Sarah mengernyit bingung. Namun sudut bibirnya segera ter
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (5)
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
ish ethan ksmu ya ada aja bahasan yang bikin ngakak ... setidaknya sarah juga ikut senang
goodnovel comment avatar
Paulina
mantap sekali gebrakanya ini Sarah udah membalik keadaan gimana reaksi si ted ini kalo Sarah yg jadi pemimpin, eh dasar mecum si Ethan ini modusmu terbaca sih ini mah ngakak minta cucu
goodnovel comment avatar
Paulina
bisa banget ini Ethan mau ngambil hati Bu indah sibuk melayani sana sini mana udah manggil ibu lagi wkwkw
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    217. Extra 2

    Keesokan paginya, beberapa orang kepercayaan Owen yang bertugas menjaga Ted, Vania, Krista, Viktoria dan Ksenia yang sudah diketahui tempat persembunyiannya, membawa para tahanan itu ke halaman vila tempat Sarah dan keluarga menginap.Ted yang satu kakinya telah dipotong hingga lutut oleh Owen dan salah satu lengannya dilepaskan dari persendian berusaha merangkak payah di atas tanah. Ia merayap menuju ke hadapan Sarah, yang duduk anggun di kursi dengan Ethan dan Mister Konstantin mendampingi di kedua sisinya."Berhenti!" ucap Abah Rizal tegas sembari menempelkan mata pedang samurai panjang yang baru saja diberikan oleh Sergei sesaat lalu, tepat di tengkuk Ted.Bu Indar, Sergei, serta agen-agen rahasia dari kelompok assassin yang ditinggalkan Rubi memperhatikan situasi di sekeliling dengan penuh kewaspadaan.Tak jauh dari Sarah, Catherine duduk tenang di kursi sambil menikmati buah segar dengan Tachi berada di pangkuannya. Disava duduk di sebelah Catherine, tampak sama sekali tak terga

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    216. Extra

    Sarah dan keluarganya menginap di salah satu vila megah milik Catherine yang berlokasi di area elit Hong Kong Peak.Malam sudah sangat larut, namun Sarah berkali-kali terjaga dari tidurnya. Perasaannya tidak tenang dan gelisah tanpa alasan yang jelas.Sarah melirik Ethan yang telah tertidur pulas. Perlahan, ia melepaskan dekapan lembut suaminya itu dari pinggangnya, lalu turun dari ranjang seraya meraih mantel hangat di kapstok untuk menutupi gaun tidur transparannya.Guna menenangkan diri, Sarah melangkah keluar dari kamar menuju pantry untuk mengambil segelas air minum hangat. Di sana, ia terkejut melihat sosok Sergei yang duduk diam di kursi bar dengan segelas air mineral di atas meja, pria itu tampak gelisah dan tak bisa tidur. Sergei memang tidak ikut pulang ke Jakarta bersama mereka dari Jepang karena meminta izin untuk menemui istrinya."Bagaimana kabar istrimu?" tanya Sarah basa-basi, mencoba mencairkan suasana.Belum sempat Sergei menjawab, derap langkah kaki yang berlarian k

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    215. TAMAT

    Tiga bulan berlalu dengan cepat, membawa perubahan besar yang begitu luar biasa dalam hidup Sarah, Novi, Azriel, Maya dan para karyawan yang dulu bekerja di ruko. Bisnis sepatu impor Sarah di bawah naungan V.M Company melesat tajam menjadi distributor tunggal nasional.Koko Yayan, sosok penjual grosir besar yang dahulu tempat Azriel memesan sepatu impor mewakili Sarah, kini justru berbalik menjadi pelanggan utama yang memesan puluhan ribu pasang sepatu tiap bulannya dari perusahaan Sarah.Semua karyawan ruko yang kini telah menjadi karyawan resmi V.M Company bekerja dengan penuh semangat di bawah kepemimpinan Azriel sebagai Branch General Manager dan Novi sebagai Head of Admin.Tak hanya itu, perusahaan security milik Dewa juga resmi diakuisisi oleh Sarah di bawah payung Mansouri Holdings, memperkokoh benteng keamanan bisnis dan keluarga mereka.Kini, di lantai teratas pencakar langit kota Hong Kong, gedung markas pusat Mansouri Holdings yang megah dan telah resmi sepenuhnya jatuh ke

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    214.

    Suasana rumah sakit di pagi hari belum terlalu ramai. Dokter Ali membawa rombongan besar Sarah dan keluarga, beserta Disava dan Dewa yang telah tiba lebih awal, menuju Ruang Periksa VVIP Suites di lantai atas.Sebagai mantan dokter di rumah sakit tersebut, kehadiran Dokter Ali bersama rombongannya disambut hangat oleh para staf.Dokter Laras, spesialis obgyn senior sekaligus sahabat lama Dokter Ali yang kemarin memeriksa kehamilan Catherine, tersenyum lebar begitu membuka pintu ruang periksa khusus yang sudah ditata sangat luas."Luar biasa, Dokter Ali! Sekarang membawa tiga calon ibu sekaligus, nih!" terkekeh Dokter Laras seraya menjabat tangan Dokter Ali hangat."Mari masuk semuanya, kita lihat pemeriksaannya bersama-sama di dalam," tambah Dokter Laras sambil menganggukkan kepala ramah pada Mister Konstantin dan Abah Rizal, yang dibalas anggukan samar penuh wibawa oleh keduanya.Dokter Ali memang sengaja memesan VVIP Suite ini secara khusus agar seluruh keluarga bisa masuk untuk mend

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    213.

    Malam harinya, Sarah bersama keluarga berkumpul di restoran cabe hijau. Yang mana, area bagian dalam restoran sengaja dipesan khusus oleh Catherine untuk rombongan keluarga besar mereka agar lebih nyaman, termasuk Disava dan Dewa yang datang menyusul. Sementara pelanggan dan tamu lainnya menikmati sajian mereka di area halaman outdoor yang ditata cantik serta estetik.Catherine meletakkan alat tes kehamilannya di dalam kotak beludru berwarna putih, lalu menggesernya ke arah Sarah di sebelahnya yang turut meletakkan alat tes kehamilan bergaris dua milik dirinya."Aku tadi menyimpannya di mana, ya?" gumam Dewa sembari merogoh saku celananya, namun tidak menemukan apa-apa."Ah, ada... di sini!" seru Dewa lega, merogoh dan mengeluarkan alat tes kehamilan serupa dari dalam kantung mantel Disava yang sudah disampirkan pada sandaran kursi.

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    212. Positif

    Setelah menikmati camilan sore dan pembicaraan hangat tentang masa depan bisnis Sarah, Bu Indar memegang lembut jemari Sarah lalu membimbingnya masuk ke dalam kamar."Ada apa, Bu?" tanya Sarah pelan, mengerjapkan kelopak matanya menatap ibu kesayangannya itu.Bu Indar merogoh kantong pakaiannya dan menyerahkan satu test pack ke tangan Sarah.Sarah memajukan bibirnya sambil tertawa kecil, "Sepertinya Cathy sudah membelinya sendiri, Bu. Sebentar, kutelpon dia dulu. Belum ada kabar, nih..." ucapnya seraya meraih ponsel di atas nakas.Bu Indar mengulum senyuman tipis, membiarkan Sarah menghubungi Catherine yang langsung dijawab pada deringan kedua."Ra...! Oh, Sarah...! Aku baru mau menghubungimu! Aku baru dari rumah sakit, memastikannya bersama

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    7.

    Karena pemeriksaan medis menyatakan kondisi Sarah stabil dan tidak ada keluhan fisik yang berarti, Ia memutuskan untuk keluar dari rumah sakit. Sarah juga memiliki hal yang perlu dia selesaikan secepatnya"Kita makan-makan dulu yuk, Abah... Ibu," ajak Sarah sembari menatap kedua orangtua angkatnya

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    6.

    Tak lama setelah obrolan hangat di dalam ruangan perawatan Sarah, pintu kamar rawat itu tiba-tiba diketuk pelan. Sosok tinggi tegap dr. Ali melangkah masuk dengan senyum ramah yang menenangkan. Di tangannya, terdapat sebuah map berisi hasil laboratorium Sarah yang keluar pagi ini."Selamat pagi. Wa

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    5.

    Pagi sudah terang ketika kelopak mata Sarah perlahan terbuka. Ia merasa baru saja terbangun dari sebuah mimpi panjang yang seolah tak berujung, memutar adegan kelam yang sama secara terus-menerus di kepalanya.Sarah memindai sekeliling. Ia mendapati dirinya terbaring di atas brankar dalam sebuah ru

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    4.

    Sementara Sarah terbaring lemah di rumah sakit, di belahan nyata tempat lain, Rafli baru saja melangkah keluar dari lobi hotel murah bersama Pitri.Wanita muda itu terus bergelayut manja pada lengan kekar Rafli, sebelum keduanya masuk ke dalam mobil mewah milik Sarah yang selama ini diakui Rafli se

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status