Share

142.

Penulis: Freyaa
last update Tanggal publikasi: 2026-09-06 00:01:47

Pagi baru saja menjelang, ketika semua orang terbangun oleh aroma wangi roti panggang dan selai lembut yang menguar hangat di seluruh kediaman.

Di dapur, tangan Sarah tampak berlumuran tepung saat sedang menguleni adonan. Sementara itu, Ethan sibuk membakar roti-roti tradisional khas Rusia di oven, mengangkat Piroshki gurih dan adonan

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    142.

    Pagi baru saja menjelang, ketika semua orang terbangun oleh aroma wangi roti panggang dan selai lembut yang menguar hangat di seluruh kediaman.Di dapur, tangan Sarah tampak berlumuran tepung saat sedang menguleni adonan. Sementara itu, Ethan sibuk membakar roti-roti tradisional khas Rusia di oven, mengangkat Piroshki gurih dan adonan Vatrushka yang mengembang cantik begitu matang berawarna kuning keemasan.Ethan membelah sepotong Piroshki hangat, mengisinya dengan tumisan sayuran yang sudah diberi racikan chili oil,"Cobain racikanku," bisiknya seraya menyuapi Sarah yang langsung membuka mulut dan mengunyahnya pelan."Bagaimana, enak? T

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    141.

    Sarah baru saja keluar dari kamar mandi dan telah berganti pakaian, ketika melihat ponselnya tergeletak di atas meja rias.Bibir Sarah tersenyum tipis. Begitu membuka kunci layar ponsel, terdapat pesan suara dari Tachi yang segera ia putar.[Mommeeee, Tachi izin tidur dengan Nenek ya. Mommy 'kan lelah, Jadi Tachi mau dibacakan buku dongeng sama Nenek. Oyasumi... Mommy cantik Tachi, Zaika kesayangannya Daddy...] ucap Tachi dengan nada sangat manja dan Sarah bisa membayangkan wajah iseng putranya itu ketika mengucapkan kata-katanya.Sarah segera mengirimkan balasan pesan suara ke ponsel Bu Indar, "Ya, Sayang. Tachi cepat tidur, jangan ajak Nenek begadang. Nenek juga lelah, hm?"

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    140. Zaika

    Sejak sore ini salju tidak turun. Cahaya matahari bersinar sangat cerah, bertahan sedikit lebih lama sebelum akhirnya malam pelan-pelan merayap gelap.Aroma rempah nan gurih menguar harum dari area dapur kediaman mendiang ibu Ethan. Pavel dan Oksana berseru takjub begitu mencicipi daging kelinci liar yang sudah disemur kaya bumbu oleh Bu Indar."Miss Novak, ini masakan Indonesia? Enak sekali!" puji Oksana seraya mencicipi kembali daging kelinci yang empuk dan sangat cocok di lidahnya itu."Ternyata bisa seenak ini. Pantas Tuan Muda Ethan sangat menyukai masakan Indonesia," timpal Pavel ikut mengangguk-angguk setuju.Mendengar keributan menyenangkan di dapur, Mister Konstantin melangkah keluar dari kamar diikuti oleh Tachi yang masih memegang buku cerita di tangannya."Masak apa? Kenapa aromanya wangi sekali?" tanya Mister Konstantin antusias.Pavel membantu menjelaskan bahwa Bu Indar baru saja memasak daging kelinci liar yang masuk perangkap di hutan. Nanti daging itu akan dimakan ber

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    139.

    "Mister Konstantin meminta saya agar memberikan ini pada Anda. Tolong dimakan satu kapsul sebelum Anda tidur malam." Sergei memberikan sebuah plastik klip berisi kapsul lunak ke tangan Madam Maria begitu mereka berada di dalam mobil yang mengantarkan wanita bersahaja itu kembali ke mansion mewahnya."Mister Konstantin hanya tidak ingin ada tragedi sebelum atau setelah pernikahan Tuan Muda Ethan dan Lady Sarah," tambah Sergei seraya mulai melajukan mobil yang dikemudikannya sendiri."Itu adalah penangkal racun," lanjut Sergei menjelaskan singkat karena ia melihat dari spion dalam, Madam Maria masih memegang dan menimang kantong plastik klip di tangannya dengan kening berkerut dalam.Madam Maria menarik napas panjang, lalu menyimpan cepat sebungkus kapsul lunak tersebut di bagian paling dalam tasnya."Meskipun ini racun dosis lamb

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    138.

    Ethan terlihat sangat menikmati momen menggoda Sarah, lalu menuntun wanitanya itu berjalan mengitari penjual-penjual lainnya."Nggak ada kecap manis..." keluh Sarah berbisik pelan setelah mengamati beberapa lapak."Nanti aku minta Brian belikan di supermarket Asia di Moskow. Mereka berangkat sore ini ke Yaroslavl. Grandma baru aja menidurkan Tachi di rumah Praded," ucap Ethan setelah mengecek pesan yang masuk dari Brian di ponselnya."Kalau nggak ada ya nggak apa-apa. Ibu mungkin bisa bikin bumbu alternatif dari kecap asin campur gula merah. Tapi, aku mau cabe bubuk atau chili oil. Minta tolong Brian sekalian belikan, bisa?""Apa pun buat kamu pasti bisa, Sayang. Asal kamu nggak minta balikan sama pria bajingan di masa lalumu itu aja," sahut Ethan gemas, menoel pelan

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    137.

    Madam Maria baru saja keluar dari ruang kerja Mister Konstantin. Sementara itu, Brian yang masih fokus mendengarkan rekaman sadapan sambil membantu Tachi membuat menara dari Lego, tiba-tiba merasa telinganya berdengung.[Jika kau menyampaikan pada Ethan atau Sarah hasil percakapanku dengan Maria... maka hari ini akan menjadi hari terakhir kau melihat matahari, Brian!] ucap Mister Konstantin dengan nada tenang tepat di depan mikrofon alat perekam yang ditempelkan Brian di bagian bawah mejanya.Bibir Brian bergetar kaku. Ia hanya bisa mendengarkan ancaman maut itu tanpa sanggup memberikan balasan apa pun.[Siapkan helikopter, kita akan kembali ke Yaroslavl sebelum sore,] titah Mister Konstantin dingin pada Brian melalui earpiece alat komunikasi, sebelum pria tua itu mematikan dan menyimpan salurannya.Madam Maria yang sudah kembali ke ruang tengah tersenyum antusias melihat menara yang masih dirapikan oleh Tachi. Sementara Brian segera pamit undur diri untuk menyampaikan perintah Mister

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    6.

    Tak lama setelah obrolan hangat di dalam ruangan perawatan Sarah, pintu kamar rawat itu tiba-tiba diketuk pelan. Sosok tinggi tegap dr. Ali melangkah masuk dengan senyum ramah yang menenangkan. Di tangannya, terdapat sebuah map berisi hasil laboratorium Sarah yang keluar pagi ini."Selamat pagi. Wa

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    5.

    Pagi sudah terang ketika kelopak mata Sarah perlahan terbuka. Ia merasa baru saja terbangun dari sebuah mimpi panjang yang seolah tak berujung, memutar adegan kelam yang sama secara terus-menerus di kepalanya.Sarah memindai sekeliling. Ia mendapati dirinya terbaring di atas brankar dalam sebuah ru

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    4.

    Sementara Sarah terbaring lemah di rumah sakit, di belahan nyata tempat lain, Rafli baru saja melangkah keluar dari lobi hotel murah bersama Pitri.Wanita muda itu terus bergelayut manja pada lengan kekar Rafli, sebelum keduanya masuk ke dalam mobil mewah milik Sarah yang selama ini diakui Rafli se

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    3.

    Setelah sambungan telepon dengan Rafli terputus, Sarah terdiam cukup lama. Matanya menatap lurus ke depan dengan pandangan dingin yang belum pernah terlihat selama enam bulan terakhir."Mommy, Tachi sudah siap. Tachi harus bawa baju berapa setel untuk menginap?" Tachi tiba-tiba masuk ke dalam kamar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status