Share

118.

Author: Freyaa
last update publish date: 2026-08-16 07:44:47

Sarah seperti merasa sedang bermimpi saat telapak tangan seseorang membelai kepalanya dengan sangat lembut.

"Ethan..." gumam Sarah lirih dengan kelopak mata masih terpejam rapat.

Tiba-tiba Sarah tersentak dan terbangun, mengangkat wajahnya dari tepi brankar seraya berseru sedikit nyaring, "Ethan...!"

Tubuh Sarah seketika seolah membeku. Mulutnya sedikit terbuka dan kelopak matanya terbeliak, beradu pandang langsung dengan manik biru gelap milik Ethan yang sudah terbuka menatapnya dengan sudut b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
iiiih gemes banget sama pasangan ini ... so sweet banget
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
ethan sadar dan langsung cvp cvp aja.... pengen ketawa sarah itu mau tapi malu hhhhh
goodnovel comment avatar
Paulina
begitu sadar mau langsung kelon woi lah dasar Ethan pelanggaran ini malah nyosor aja trus abis siuman tuh istirahat yang banyak wkwkw
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    183. Jalan-jalan

    Sarah akhirnya terbangun dari lelapnya ketika mendengar dering ponselnya sendiri, meskipun Bu Indar dengan sigap sudah lebih dulu mengangkat dan menjawab panggilan yang ternyata dari Ethan tersebut."Ibu... kapan Ibu datang?" tanya Sarah begitu melihat Bu Indar sudah memutuskan panggilan di ponselnya."Sudah dari tadi. Ethan meminta Ibu datang bersama Tachi, agar kau tidak kesepian di kamar atau menemanimu jika ingin pergi jalan-jalan keluar."Sarah langsung menoleh ke sisi ranjang, melihat Tachi yang berbaring miring dengan posisi seolah masih memeluk erat tubuhnya. Sangat manis dan menggemaskan. "Kau ingin makan siang sekarang? Tadi Ethan menghubungi, katanya dia belum bisa pulang untuk makan siang bersamamu.""Belum terlalu lapar," sahut Sarah malas-malasan, lalu kembali merebahkan tubuhnya untuk memeluk Tachi yang masih tertidur pulas."Tadi Ibu memijat kaki Sarah, ya? Terima kasih banyak, Bu..." tambah Sarah ketika Bu Indar turut mendudukkan diri di tepi ranjang, lanjut memijat

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    182.

    Kantor pusat Volkov Holdings tampak sibuk seperti biasa, seluruh aktivitas berjalan normal. Namun, suasana itu sama sekali tidak berlaku di dalam ruang rapat utama.Para pemegang saham berkumpul, duduk melingkar dengan ketegangan yang bisa dirasakan oleh siapa saja yang bernapas di dalam ruangan itu, termasuk tim legal independen asal Jenewa, Swiss, yang beranggotakan Disava.Suasana di dalam ruang rapat mendadak berubah beku begitu Ethan melangkah masuk. Aura dingin dan dominan langsung menguar dari sosok pria itu, seolah menegaskan bahwa sang pemimpin singa yang sering mendelegasikan rapat pada Brian kini hadir sepenuhnya untuk mengintimidasi.Wajah manja dan konyol yang diperlihatkan Ethan beberapa menit lalu saat bersama Sarah di kamar hotel telah lenyap tanpa sisa. Sorot mata lembut penuh kasih yang biasa ia berikan pada Tachi juga tergantikan oleh tatapan tajam, setajam pisau bedah.Ethan mengedarkan pandangan dinginnya memindai seluruh penjuru ruangan, sepenuhnya mengabaikan sen

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    181.

    "Tunggu sebentar, aku pamitan dulu dengan Cathy..." bisik Sarah, menahan lengan Ethan yang hendak membawanya melangkah masuk ke dalam mobil sport pria itu.Bertepatan dengan Sarah yang berjalan menghampiri Catherine, sahabatnya itu juga langsung menyusul sambil bertanya, "Tanggal berapa kalian ingin pergi ke Jepang? Nanti aku ambilkan tiketnya...""Tidak perlu. Nanti Brian yang urus semuanya. Kau dan Ali berangkat saja duluan bersama Tachi dan Praded menggunakan jet pribadi keluarga Volkov," potong Ethan yang baru saja mendekat, membuat Catherine langsung mengernyitkan dahi."Bukankah tidak baik bepergian dalam satu penerbangan yang sama?" tambah Ethan yang akhirnya dianggukkan paham oleh Catherine."Oh, aku hampir lupa. Ini hadiah pernikahan untukmu dan botol parfum racikan terbaru untuk Ali," ucap Sarah seraya menyodorkan sebuah kotak perhiasan mewah dan botol parfum, ia keluarkan dari dalam kantung mantelnya.Wajah Catherine langsung berbinar cerah, "Boleh kulihat hadiahnya sekaran

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    180.

    Tatapan Ethan yang sebelum tajam dan dingin memandang puncak kepala Dewa yang merunduk ke depannya, kini tiba-tiba melunak dan menyerah berkat belaian jemari Sarah pada puncak batangnya yang benar-benar berhasil merontokkan seluruh pertahanan keras kepalanya. "Jika kau berani menyakiti Disa, aku akan membunuhmu tanpa pengampunan, Dewa!“ "Brother!" Disava berseru nyaring dengan binar mata penuh kebahagiaan menatap Ethan yang mendengkus kecil. Sarah tersenyum mengedipkan sebelah mata pada Disava, sambil di bawah meja, jemarinya meremas batang Ethan yang kini menoleh dengan pandangan berkabut menatapnya. Disava memeluk Dewa tanpa sungkan, menarik pundak lelakinya itu yang menjatuhkan titik air mata di atas meja, "Honey, ucapkan terima kasih pada kakak iparmu, kita akan menikah!" bisiknya juga tercekat didera perasaan haru Dewa menularinya. Catherine pun terisak haru, membenamkan wajahnya di pundak Dokter Ali yang langsung memeluk istrinya itu. Di sisi lain, Tachi sudah turun dar

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    179. Lucu Tapi Serius

    Mereka menikmati menu sarapan restoran hotel dengan penuh suka cita. Brian pun turut bergabung, duduk di ujung meja tepat bersebelahan dengan Catherine. Hanya Ethan, yang masih konsisten memasang tampang masam setiap kali melirik ke arah Dewa. "Ini minuman khas Rusia, kami menyebutnya Sbiten. Terbuat dari madu murni dan rempah-rempah pilihan. Silakan dicicipi, Dokter Ali, Lady Catherine, dan Dewa," tutur Madam Maria ramah ketika pelayan meletakkan cangkir-cangkir hangat berisi minuman tersebut ke hadapan mereka semua. Dokter Ali, Catherine, dan Dewa mengangguk sopan lalu mencicipi minuman tradisional itu. Sebelum sarapan benar-benar berakhir, Sarah mendadak teringat pada tiket Tokyo Disneyland yang diberikan Dokter Ali. "Ali dan Cathy memberikan ini..." Sarah baru saja meletakkan beberapa lembar tiket di atas meja, ketika Tachi sudah berseru riang. "Wah, Tokyo Disneyland! Ada pertunjukan kembang api dan parade natal raksasa di akhir tahun ini di sana... Tachi boleh ikut, M

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    178. Perkara Bunga...

    Disava mengirimkan laporan keuangan El Man Company yang ia tangani secara langsung sejak dipindah kepemilikannya kepada Sarah.[Ted mencoba membobol data keuangan.] pesan Disava terkirim ke ponsel Ethan."Kau sudah menguncinya 'kan?" balas Ethan cepat.[Tentu saja! Aku menyisakan nol di saldo El Man Company, dan data keuangannya yang lain juga sudah kudapatkan serta kupindahkan ke rekening cadangan.]"Bagus! Setelah rapat pembuktian Grandma tidak terlibat dalam kecelakaanku dan Sarah, akan kuberikan 2% saham di perusahaan pribadiku untukmu."[Aku sudah punya perusahaan pribadi di bidang keuangan, tidak tertarik berebut saham dengan saudara sendiri...]Ethan langsung menekan tombol dial, menghubungi Disava yang ternyata berada di dalam mobil bersama Tachi di sebelahnya, sementara sopir Madam Maria duduk di balik kemudi."Kalian mau ke mana?" tanya Ethan setelah balas tersenyum pada Tachi yang melambaikan tangan di depan kamera ponsel Disava."Tachi mau bertemu Mommy dan Maket," jawab T

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    7.

    Karena pemeriksaan medis menyatakan kondisi Sarah stabil dan tidak ada keluhan fisik yang berarti, Ia memutuskan untuk keluar dari rumah sakit. Sarah juga memiliki hal yang perlu dia selesaikan secepatnya"Kita makan-makan dulu yuk, Abah... Ibu," ajak Sarah sembari menatap kedua orangtua angkatnya

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    6.

    Tak lama setelah obrolan hangat di dalam ruangan perawatan Sarah, pintu kamar rawat itu tiba-tiba diketuk pelan. Sosok tinggi tegap dr. Ali melangkah masuk dengan senyum ramah yang menenangkan. Di tangannya, terdapat sebuah map berisi hasil laboratorium Sarah yang keluar pagi ini."Selamat pagi. Wa

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    5.

    Pagi sudah terang ketika kelopak mata Sarah perlahan terbuka. Ia merasa baru saja terbangun dari sebuah mimpi panjang yang seolah tak berujung, memutar adegan kelam yang sama secara terus-menerus di kepalanya.Sarah memindai sekeliling. Ia mendapati dirinya terbaring di atas brankar dalam sebuah ru

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    1.

    "Ahh ..." Kepala Pitri terlontar ke belakang dan dadanya membusung ke depan, merasakan gempuran Rafli di bawah sana yang sangat menyesakkan namun membuat seluruh syarafnya bergetar nikmat. "Tahan, Sayang ...sedikit lagi abang juga sampai." bisik Rafli sembari terus memompa cepat. Suara Pitri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status