Share

117.

Author: Freyaa
last update publish date: 2026-08-15 09:00:09

Baru saja mereka selesai makan malam, tiba-tiba ponsel Sarah berdering nyaring. Pada layarnya tertera nama Grandma.

"Halo, Grandma..."

[Sarah, Sayang... helikopter sudah menuju rumah sakit. Kamu istirahat pulang ya, Nak. Bawa Tachi dan Indar. Biarkan Brian yang menjaga Ethan di rumah sakit.]

Belum sempat Sarah menj

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
ethan lah yang membelai sarah ... asyeeeeeek ethan sadar juga
goodnovel comment avatar
Disava lasmawati
waduh maria mo di hvkv .m seperti apa kakek kasian cukup itu dua benalu aja yang dihvkv.m
goodnovel comment avatar
Paulina
wah apa Ethan udah sadar ini ya mudah2an ya karena ada wewangian parfum yg di buat Sarah ini bisa jadi pemicu untuk motoriknya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    160. Ethan Melukis

    Sarah masih bergelung di tengah ranjang yang hangat, selimut hanya menutupinya sampai pinggang begitu ia terbangun membuka mata.Sebenarnya Sarah sudah terjaga sejak dini hari, tetapi suara desisan dan bisikan lembut dari bibir Ethan selalu mampu membuatnya terlelap lagi dan lagi."Mom? Sudah bangun?" Tachi membuka perlahan pintu kamar Ethan, berjalan masuk membawa segelas susu almond hangat yang ia pegang hati-hati sejak dari pantry bawah."Kata Daddy, Mommy harus minum susu hangat, makan makanan hangat..." tambah anak lelaki itu seraya menyodorkan gelas di tangannya ke hadapan Sarah yang masih bergelung malas.Sarah tersenyum manis, bergegas duduk dan menurunkan kakinya dari ranjang, tetapi Tachi mendadak terpekik pelan karena melihat Sarah hanya mengenakan pakaian dalam."Aww, Mommy seksi sekali!" Tachi langsung menenggelamkan wajahnya ke depan dada Sarah dan membelai perut rata ibunya itu penuh pemujaan, "Dulu Tachi keluar dari perut Mommy ini?"Sarah meneguk susu di dalam gelas

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    158. Night Date

    Ethan segera merangkul pinggang Sarah begitu turun dari mobil, membimbingnya melangkah cepat menaiki beberapa anak tangga marmer menuju pintu masuk utama yang terbuat dari kayu ek berat beraksen kuningan antik.Di depan pintu, dua orang bouncer-penjaga pintu berbadan tegap dengan setelan jas hitam rapi berdiri mengawasi. Sebelum mereka sempat melangkah mendekat, salah satu penjaga pintu dengan sigap menegakkan tubuh, mengenali sosok pria di hadapannya."Selamat malam, Tuan Volkov," sapa penjaga pintu itu dengan hormat dalam bahasa Inggris beraksen tegas, sambil memberi gestur isyarat agar rekannya segera membukakan pintu.Ethan hanya mengangguk tipis sebagai balasan, tanpa perlu repot-repot mengeluarkan kartu identitas karena wajah dan kekuasaannya sudah menjadi tiket masuk paling mutlak di tempat eksklusif ini.Begitu pintu berat berlapis kayu ek dan aksen kuningan didorong terbuka, aroma kemewahan langsung menyambut. Suasana di dalam bar eksekutif Moskow itu terasa begitu kontras de

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    157. Kejujuran Ethan

    Beberapa menit kemudian, Ethan mengemudikan mobil keluar dari garasi mansion dengan Sarah yang duduk di kursi penumpang."Dingin? Perutmu baik-baik saja?" tanya Ethan sembari sebelah tangannya menggenggam jemari Sarah sementara tangan yang lain tetap sigap mengemudikan setir.Sarah balas meremas telapak tangan besar Ethan, "Uhm, aku baik-baik saja."Sarah melonggarkan mantelnya dan melepasnya karena penghangat di dalam mobil bekerja dengan sangat baik."Kau sangat cantik, Zaika..." bisik Ethan setelah menoleh sekejap ke arah Sarah. "Selalu cantik!" tambah pria itu cepat seolah menduga Sarah akan memprotes perkataannya."Kukira dulu kau tidak pandai berkata-kata, ternyata kau penggombal ulung!" dengkus Sarah disusul tawa kecil yang langsung ditanggapi tawa rendah oleh Ethan.Salju turun tipis di luar sana, berputar-putar anggun di bawah sorot cahaya lampu jalan kota. Gedung-gedung tinggi yang berjajar di kejauhan tampak bagaikan lukisan raksasa berwarna keemasan, sementara di dalam ka

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    156.

    "Apakah perutmu sungguh baik-baik aja? Ingat untuk tidak pendam rasa sakit, hem?" tanya Ethan masih kuatir pada keadaan Tachi. "Uhm! Tachi baik-baik aja. Daddy bacain buku dongeng aurora lagi ya." jawab Tachi sambil memberikan buku dongeng aurora ke Ethan. Dua lelaki beda usia itu sudah sama-sama sudah memakai piyama tidur dan tadi pun Ethan mandi bersama Tachi. Sementara Sarah mandi belakangan. "...Di bawah langit malam yang bertabur cahaya aurora borealis keemasan, sang pangeran beruang putih berjanji untuk menjaga sang putri dari segala badai salju yang membekukan. Mereka hidup bahagia, melewati musim dingin paling abadi dengan kehangatan cinta yang tidak akan pernah padam..." Ethan masih terus membacakan kalimat demi kalimat dari buku dongeng itu dengan suara baritonnya yang lembut, meskipun Tachi telah tertidur pulas di sebelahnya dengan ritme pernapasan yang teratur dan tenang. "Sudah tidur?" tanya Sarah yang baru saja keluar dari kamar mandi, seraya membuka gulungan hand

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    155.

    Madam Maria turun tangan langsung ke dapur, meracik dan menyiapkan sendiri menu makan malam spesial."Madam, biar saya saja yang memotong sayurannya. Apakah untuk salad?" Krista berulang kali menawarkan diri hendak mengambil alih pekerjaan Madam Maria, namun wanita tua itu tetap menolaknya dengan halus."Tidak perlu, Krista. Aku hanya ingin menyiapkan makan malam untuk ayah mertuaku, juga cucu dan cicitku. Kau tidak perlu sungkan," tolak Madam Maria lunak, persis seperti cara bicaranya selama ini kepada Krista yang sudah ia anggap seperti sahabat, bahkan adik perempuannya sendiri."Tapi...""Ayah tidak terlalu suka makanannya disiapkan oleh orang yang tidak ia percayai," potong Madam Maria tegas, menghentikan kalimat protes Krista."Oh, maaf. Bukan maksudku menyakitimu. Tapi, sebagai menantu, s

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    154.

    "Mammaaa..." cicit Viktoria kesulitan berkata-kata, memasang wajah sedih luar biasa seraya melangkah mendekati Madam Maria."Ada apa dengan wajah kalian?" tanya Madam Maria berpura-pura terkejut, meskipun di dalam hatinya ia diam-diam menahan tawa.Tentu saja Madam Maria sudah melihat aksi Sarah menampar Ksenia dan meninju mulut Viktoria melalui drone lalat yang sengaja ditinggalkan oleh Ethan. Namun melihat langsung hasil karya cucu perempuannya itu secara nyata, tetap saja membuatnya ingin tertawa terbahak-bahak."Ksenia... ada apa di dalam mulutmu? Sejak kapan kau menyembunyikan makanan di dalam mulut seperti tupai begitu?""Grandma, ini bukan makanan! Sarah menamparku, padahal aku berniat menyelamatkan anaknya yang jatuh terpeleset ke kolam renang!" adu Ksenia mulai menangis bercucuran air mata.Wajah Ksenia memerah bengkak, membuat bibirnya yang tebal terlihat lebih imut diapit pipinya yang seperti bakpao besar. "Sarah juga meninju wajah Mama yang datang menghentikannya membunuh

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    5.

    Pagi sudah terang ketika kelopak mata Sarah perlahan terbuka. Ia merasa baru saja terbangun dari sebuah mimpi panjang yang seolah tak berujung, memutar adegan kelam yang sama secara terus-menerus di kepalanya.Sarah memindai sekeliling. Ia mendapati dirinya terbaring di atas brankar dalam sebuah ru

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    4.

    Sementara Sarah terbaring lemah di rumah sakit, di belahan nyata tempat lain, Rafli baru saja melangkah keluar dari lobi hotel murah bersama Pitri.Wanita muda itu terus bergelayut manja pada lengan kekar Rafli, sebelum keduanya masuk ke dalam mobil mewah milik Sarah yang selama ini diakui Rafli se

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    3.

    Setelah sambungan telepon dengan Rafli terputus, Sarah terdiam cukup lama. Matanya menatap lurus ke depan dengan pandangan dingin yang belum pernah terlihat selama enam bulan terakhir."Mommy, Tachi sudah siap. Tachi harus bawa baju berapa setel untuk menginap?" Tachi tiba-tiba masuk ke dalam kamar

  • MOKONDO Lepas, Bangsawan Triliuner Kudapat    2.

    Setelah memutuskan menginap di hotel hanya berdua dengan Tachi yang sebenarnya Sarah merasa hendak muntah setiap kali hembusan angin membawa aroma pekat aneh dalam rumahnya. "Tachi mandi dulu sendiri ya, Mommy bersiap-siap, oke?" Tachi langsung mengangguk cepat, turun dari ranjang dan kaki keciln

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status