Share

Pengakuan Yanto 

Author: Kurnia_cy
last update publish date: 2026-01-16 15:21:38

Setelah masuk ke dalam kamar, Yanto segera mengunci pintu kamar. Kemudian dia membimbing Viana untuk duduk di tepi ranjang.

"Dek, dek," panggilnya dengan suara lirih.

"Dek," ulang Yanto sambil menepuk pelan pipi istrinya itu.

Ternyata tepukan itu cukup manjur juga untuk membuat Viana tersadar dari lamunannya.

Kepingan-kepingan ingatan tentang perkataan Runi bahwa Yanto akan menikah lagi segera mengisi benaknya.

"Mas, benar kamu akan menikah dengan Feyla?" tanya Viana dengan suara serak dan berg
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Madu Pemberian Ipar    Viana Dipecat

    Suasana di dalam ruangan berukuran 4 x 5 meter itu tampak hening, yang terdengar hanyalah suara pendingin ruangan yang berputar pelan menyemburkan hawa dingin yang menyejukkan. Beberapa hiasan yang terpasang dalam ruangan itu memanjakan mata setiap orang di sana, yang seharusnya bisa menciptakan suasana hangat dan menyenangkan hati.Akan tetapi, semua hal tersebut tidak bisa meredam aura ketegangan yang saat ini tengah meliputi ruangan tersebut.Seorang wanita paruh baya dengan stelan pakaian kantor berwarna abu-abu dan rambut yang ditata apik tengah menatap tajam seorang wanita muda yang duduk di seberang mejanya.Wanita itu duduk dengan sikap tenang, tetapi masih dapat dilihat sedikit raut kegelisahan membayang di wajahnya."Viana, apa kamu tahu kenapa kamu dipanggil ke sini?" tanya wanita paruh baya itu yang ternyata adalah Bu Irma."Tidak, Bu," jawab Viana jujur.Bu Irma melemparkan tatapan sinis."Benar - benar kamu itu, ya. Sudah bikin salah, tapi malah bersikap seperti orang ya

  • Madu Pemberian Ipar    Konfrontasi

    Beberapa hari telah berlalu, tetapi gosip yang menimpa Viana masih belum reda, yang ada malah semakin hot dengan bumbu-bumbu penyedap yang ditaburkan Veby. Hal tersebut membuat Viana menjadi jengah terlebih lagi masalah ini merembet ke urusan pekerjaan. Mereka bertindak tidak profesional kepada Viana. Laporan yang Viana butuhkan seringkali mereka tahan dengan alasan belum selesai atau harus direvisi dulu.Terang saja hal itu membuat Viana jadi keteteran dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat waktu. Karena hal ini juga lah, Viana mendapat teguran secara halus dari Bu Selly yang menilai kinerjanya tidak bagus.Viana mencoba menjelaskan bahwa keterlambatannya, tetapi Bu Selly tidak percaya karena orang-orang yang berhubungan dengan Viana selama ini tidak pernah membuat kesalahan dalam pekerjaan dan mereka adalah orang-orang yang kompeten menurut pandangan Bu Selly.Ingin rasanya juga dia melaporkan fitnahan yang dibuat Veby, tetapi lagi-lagi dia terkendala dengan bukti karena grup

  • Madu Pemberian Ipar    Cerita Nuri

    Jarum jam di dinding ruangan telah berdentang sebanyak dua belas kali, pertanda jam istirahat siang telah tiba. Satu persatu karyawan mulai beranjak meninggalkan tempat mereka menuju ke kantin perusahaan termasuk rekan-rekan satu divisi Viana kecuali Viana dan Nuri.Setelah melihat semua orang sudah keluar, tanpa basa basi lagi, Viana langsung menghampiri Nuri dan bertanya kepada wanita berambut sebahu itu."Sekarang Nuri, tolong beritahu aku apa yang sebenarnya sudah terjadi. Kenapa semua orang bersikap aneh padaku hari ini," pinta Viana.Nuri menatap Viana sejenak lalu menghela napas."Kamu tau nggak, saat ini kamu sedang jadi bahan gosip para karyawan di kantor ini.""Hah? Aku? Gosip apa?" Mendadak perasaan Viana jadi tidak enak."Sebenarnya ini berawal dari berita yang disebarkan Veby di grup chat karyawan. Intinya, Veby mengatakan bahwa kamu itu adalah cewek murahan yang berani menggoda pak Bayu supaya bisa masuk dan bekerja di kantor ini.""Lebih lanjut lagi menurut Veby, kamu i

  • Madu Pemberian Ipar    Rekan Yang Bersikap Aneh.

    "Apa?! Jadi dia bilang gitu ke kamu?" ucap Bu Resti setengah berteriak karena kaget sekaligus tidak percaya."Iya, benar, Bu. Aku pun sungguh tidak percaya Tante Ajeng bisa bersikap seperti itu. Padahal kemari ini, dia sangat ramah menyambut kedatanganku di rumahnya. Apa jangan-jangan ada yang menghasutnya, ya?" tebak Viana."Tidak usah menduga yang bukan-bukan. Yang jelas, dengan adanya kejadian ini, sudah positif kamu harus cepat bertemu dengan Bayu dan menyampaikan keputusanmu. Tapi kamu tidak perlu bilang perihal ibunya yang datang kemari dan memintamu menjauh darinya. Bayu anak yang baik dan ibu tidak mau Bayu bersedih karena kelakuan ibunya itu serta tidak mau juga membuat hubungan anak dan ibu itu menjadi renggang. Ibu khawatir jika itu terjadi maka si Ajeng akan playing victim seolah-olah kamulah penyebab hubungan mereka berdua jadi rusak dan itu akan memancing reaksi negatif dari masyarakat sekitar tentang dirimu," papar Bu Resti panjang lebar.Viana mengangguk paham."Baik,

  • Madu Pemberian Ipar    Kedatangan Bu Ajeng

    Sabtu siang.Viana memarkirkan motornya di depan pagar rumah kemudian dia turun dari motor untuk membuka pagar rumah. Siang itu Viana baru saja pulang kerja karena pada hari Sabtu dia hanya bekerja setengah hari saja. Tadi di kantor, dia ingin langsung memberitahukan Bayu tentang keputusannya, tetapi hari itu dia tidak menjumpai Bayu di kantor karena pada hari itu Bayu mempunyai banyak agenda meeting di luar kantor. Alhasil, sampai tiba jam pulang, Viana belum bisa bertemu dengan Bayu, yang ada dia malah bertemu dengan Veby.Veby sempat melontarkan beberapa kalimat sindiran dan cemoohan untuk Viana, tapi Viana berusaha untuk tidak menggubrisnya supaya tidak terjadi keributan di dalam kantor.Setelah pintu pagar terbuka, Viana segera mendorong motornya masuk ke dalam rumah lalu bersiap mengunci pintu pagar.Akan tetapi, satu tangan seseorang menahan pagar tersebut sehingga Viana jadi tidak menguncinya."Tante Ajeng?" ucap Viana setelah melihat siapa orang tersebut."Ya, bisa kita bicar

  • Madu Pemberian Ipar    Meminta Nasehat

    "Lalu apa masalahnya dengan Veby kalau aku berbuat demikian, Bu? Dia bukan siapa-siapa aku, hanya teman biasa saja. Mestinya dia tidak perlu ikut campur terlalu dalam akan urusan pribadiku," tukas Bayu dengan intonasi sedikit meninggi. Dalam hatinya, lelaki itu merasa kesal kepada Veby yang dianggap mempengaruhi pikiran ibunya untuk membenci Viana."Bukan siapa-siapa kamu bilang?" tukas Bu Ajeng dengan sewot."Eh, Bayu. Kamu tidak lupa kan kalau ibu sudah menjodohkan kamu dengan Veby dan secara tidak langsung itu berarti kalian sudah mempunyai ikatan sebagai calon pasangan suami istri," tegas Bu Ajeng."Tapi aku gak pernah mengiyakanmya, Bu. Aku tidak mencintai Veby dan Riani juga tidak menyukai Veby. Bagaimana mungkin aku menikahi wanita yang tidak aku cintai dan tidak bisa diterima oleh anakku," ucap Bayu dengan menggebu-gebu."Jadi tolong, Bu. Berhenti menjodohkan aku dengan Veby. Jangan berikan Veby pengharapan semu, kasihan anak orang, Bu.""Alah, itu lantaran kamu tidak mau memb

  • Madu Pemberian Ipar    Perdebatan Yanto dan Viana

    'Kenapa sorot mata Viana begitu menakutkan, ya? Dadaku sampai berdebar begini,' gumam Yanto dalam hatinya.Hal yang sama juga dirasakan oleh Feyla kecuali Runi yang masih dalam mode emosi.'Astaga, itu si Viana kenapa kayak gitu mukanya. Serem banget, apa jangan-jangan dia kesurupan?' Feyla membati

  • Madu Pemberian Ipar    Hasutan Runi.

    Mendengar perkataan Viana, Runi jadi meradang karena dia merasa ucapan itu ditujukan untuk dirinya. Tangannya mengepal erat hingga kedua buku tangannya memutih. Wajahnya merah padam menahan malu dan marah secara bersamaan. Apalagi ada Feyla di sana dimana sampai saat ini Runi masih mengira Feyla be

  • Madu Pemberian Ipar    Mengajukan Syarat 

    Viana memandang surat di hadapannya dengan tatapan datar. Beberapa menit waktu berlalu, tapi belum terlihat bagaimana respon Viana atas permintaan Yanto.Hal tersebut membuat Feyla menjadi jengkel. Inginnya dia saat ini yaitu Viana segera menandatangani surat itu tanpa banyak drama. Dengan demikian

  • Madu Pemberian Ipar    Surat Persetujuan Menikah Lagi.

    "Kurang ajar! Tutup mulutmu itu, Viana. Aku jelaskan lagi ya, aku bukan wanita simpanan, aku adalah calon istri mas Yanto. Jangan lupakan juga, aku adalah pemilik sebuah perusahaan yang cukup terkenal di kota ini. Dengan menikahiku, aku bisa mengangkat derajat mas Yanto menjadi orang yang punya jab

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status