Share

Bab 177—Perlakuan Manis

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-10-14 21:50:49
"Apa maksudmu?!" tanya Sheila, seketika kembali ke mode ketus dan mengomel. "Aku mengatakan itu untuk menyadarkanmu, ya! Bukan malah untuk kamu balikan padaku!" balasnya lagi seraya melipat tangan di dada lalu membalikkan badan dengan raut wajah yang kembali galak.

Melihat respons itu, Malik terkekeh gemas.

"Baiklah... Maaf, ya, Mbak. Aku janji gak akan begitu lagi," ucap Malik seraya maju selangkah menghadap Sheila yang tadi membelakanginya.

Melihat langkah Malik, Sheila memutar bola mata
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 177—Perlakuan Manis

    "Apa maksudmu?!" tanya Sheila, seketika kembali ke mode ketus dan mengomel. "Aku mengatakan itu untuk menyadarkanmu, ya! Bukan malah untuk kamu balikan padaku!" balasnya lagi seraya melipat tangan di dada lalu membalikkan badan dengan raut wajah yang kembali galak. Melihat respons itu, Malik terkekeh gemas. "Baiklah... Maaf, ya, Mbak. Aku janji gak akan begitu lagi," ucap Malik seraya maju selangkah menghadap Sheila yang tadi membelakanginya. Melihat langkah Malik, Sheila memutar bola matanya malas. Namun di balik keangkuhannya, kedua pipi mulusnya terlihat memerah merona. "Sana, ih! Pergi ngantor!" ujar Sheila ketus. Namun, amarahnya perlahan hilang saat Malik melangkah mendekat. Entah kenapa, hanya dengan berada di dekat pria itu, Sheila langsung kehilangan niat untuk marah. Malik mengangguk. "Baik, Mbak... Aku berangkat dulu, ya. Jaga diri baik-baik. Kalau ada apa-apa, langsung telepon aku," ucapnya tersenyum tipis. Tangannya secara refleks terangkat, mengelus lembut ram

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 176—Membalikan Perkataan

    Tak hanya Maya yang terperanjat; Sheila yang sedang berada dalam pelukan Malik pun ikut terperanjat. Ini adalah kali pertamanya Sheila mendengar suara bentakan penuh amarah dari seorang Malik."Sudah, Maya... Aku mohon pergilah jika tidak ingin aku marah lebih jauh lagi. Dan jangan pernah bahas masa lalu di hadapanku lagi! Mbak Sheila benar, masa lalu kita tidak ada yang terkesan... Aku saja yang bodoh saat itu!"Jleb!Maya merasakan rasa sakit yang luar biasa saat Malik menuturkan kata-kata itu. Walaupun dalam hati Maya membenarkan bahwa masa lalu mereka memang tak ada bahagianya, ia tak bisa mengelak.Dulu Maya selalu menelan Malik mentah-mentah: membandingkannya, meremehkannya, bahkan tak ayal kata-kata kasar, cacian, makian, hingga ludahan selalu ia berikan pada Malik—seolah Malik bukan manusia yang memiliki hati.Setelah mengucapkan kalimat menohok itu, Malik justru semakin mempererat pelukannya di tubuh Sheila. Anehnya, Sheila menerima dekap pasrah pelukan hangat tersebut. Maya

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 175—Pebinor

    Malik diam membeku menatap kedua wadah bekal di hadapannya.Namun selain pada wadah bekal itu, pandangan Malik beralih menatap wajah Sheila—perempuan yang selalu mengusik kedalaman perasaannya. Sheila menatapnya tajam. Tangannya terulur tampak ogah-ogahan, namun masih setia menunggu uluran tangan Malik untuk menyambut bekal darinya."Maaf, Maya... Tapi aku sekarang sudah tak suka ayam bakar setelah kejadian kelam masa lalu kita," balas Malik dingin.Jawaban itu membuat tubuh Maya seketika lemas. Tangannya merosot turun. Ia menatap Malik dengan pandangan kacau dan tak percaya."Malik! Kamu pasti bohong, kan?! Jangan pernah menanam rasa kebencian mendalam pada siapa pun... apalagi pada mantan istrimu! Aku ini yang pernah berjuang dan saling berpeluh dengannu, ingat itu!"Mendengar Maya yang tanpa malu mengungkit masa lalu—bahkan sampai terang-terangan menyinggung masalah ranjang—membuat Malik benar-benar jengah.Apalagi Sheila; kesabaran perempuan itu seketika habis. Sheila berdecak ker

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 174—Kotak Bekal

    Setelah permainan panas semalam, tubuh Malik terasa benar-benar ringan dan bertenaga. Pagi ini Malik bangun lebih awal. Ia berniat berangkat ke kantor lebih pagi karena ada berkas data yang harus diselesaikannya.Anehnya, data perihal tunggakan Aris itu tidak boleh dipegang oleh siapa pun termsasuk dirinya. Meski merasa janggal, Malik lebih memilih untuk tetap berpikir positif dan tidak ambil pusing.Namun, saat Malik hendak mengunci gerbang rumahnya, suara seorang perempuan mendadak mengagetkannya. Malik menoleh, dan saat mendapati siapa perempuan itu, ia menghela napas panjang."Selamat pagi, Lik!" sapa Maya dengan binar kebahagiaan di wajahnya. Tangannya memegang sebuah kotak bekal yang dimasukkan ke dalam wadah rapi.Malik tak menjawab, namun Maya kembali membuka suara dengan nada menggebu-gebu."Ini aku bawakan kamu bekal buat kerja. Aku masakin khusus buat kamu... Pasti sekarang enggak ada yang ngurus kamu, kan? Aku tuh selalu kepikiran kamu. Kamu masih suka ayam bakar kayak dul

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 173—Permainan Yang Lembut

    Tanpa menunggu lagi, Malik langsung membenamkan wajahnya di ceruk leher Sheila, menyesap kulit mulus itu dengan sapuan lembut nan memabukkan. Sementara itu, tangan kekarnya merayap naik, meremas lembut dada Sheila yang memicu desahan halus dari bibir perempuan itu.Malik menelusuri setiap inci tubuh Sheila dengan gerakan jemari yang memanjakan. Ia mengelus dan meremas lekuk tubuh Sheila penuh kehangatan.Sheila menyusupkan jemarinya di antara helai rambut Malik, meremasnya pelan saat menikmati ketenangan dan kelembutan perlakuan pria itu malam ini.Kali ini Malik seolah tak ingin bermain kasar. Tatapan matanya bukan sekadar gairah liar, melainkan dipenuhi damba dan pemujaan yang amat mendalam.Sheila mendesah pasrah saat merasakan jemari Malik mengusap lembut pangkal pahanya. Sentuhan kelembutan itu secara alami membuat area sensitif Sheila basah sempurna.Tanpa menunggu lebih lama, Malik melesakkan kejantanannya yang mengeras rapat ke dalam milik Sheila."Nghhh..." Malik mengerang pe

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 172—Come On,Honey.

    Sheila tak langsung menjawab. Ia hanya berdecak seraya bersedekap dada. Ia sungguh merasa kesal dengan ketidakpekaan pria di hadapannya ini.Namun perlahan, Sheila mulai menangkap maksud dari gelagat aneh Malik tadi saat mereka berada di kafe. Seketika, sudut bibirnya kembali tersungging tipis. Ia menoleh ke arah Malik yang masih berdiri mematung dalam keterkejutannya."Jadi, sejak tadi kamu mengira aku memilih semua lingerie ini untuk Aris?" tanya Sheila memastikan.Malik mengangguk cepat tanpa ragu."Astaga..." desah Sheila gemas, memutar bola matanya."Ya kan Aris suamimu, Mbak... Aku kira Mbak beli semua ini untuk menyenangkan Aris. Ternyata untuk..." Malik menghentikan kalimatnya saat mendapati tatapan tajam nan mematikan dilayangkan tepat ke arahnya."Aku tidak sedang berinisiatif menyenangkanmu, ya! Jangan kegeeran!" tegas Sheila cepat."Lalu?" kini Malik yang bertanya.Raut wajahnya berubah nakal dan dominan, membuat bulu kuduk di seluruh tubuh Sheila seketika meremang hebat.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status