Share

Bab 248-Pertengkaran

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-11-05 22:47:37

"Cukup, Ris! Kamu makin lama makin keterlaluan!"

Malik langsung merangsek maju. Tangannya bergerak secepat kilat menahan tangan Aris yang sudah siap mendaratkan tamparan keras ke pipi Sheila.

Dengan gerakan tangkas, Malik mengunci dan memiting tangan Aris ke belakang. "Ris, tenangkan dirimu! Kenapa kamu jadi seperti ini, hah?!" desis Malik menahan amarah.

"Engh...!"

BUGH!

Aris yang kepanasan langsung menghentakkan sikunya, mendorong tubuh Malik dengan kuat. Tanpa ampun, ia kembali m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 250-Keputusan

    "Loh, Aris? Ada apa kalian ini? Kenapa?" Sialnya, perkataan Sheila mendadak disela oleh Papanya sendiri saat melihat Aris berlari masuk ke arah mereka dengan napas ngos-ngosan. Belum lagi Sheila datang dengan keadaan yang sangat kacau—sungguh tidak biasanya seperti ini. "Ada apa sih?" kini giliran istri Pak Arya yang bertanya. Perempuan itu juga tampak sedikit khawatir melihat keadaan anak tirinya, meski hubungan mereka berdua sebenarnya tidak terlalu akur. "Ada masalah keluarga biasa lah, Pa... Sheila ngambek, aku cuma khawatir dia kenapa-napa di jalan, makanya aku susul," balas Aris cepat, masih mengontrol napasnya yang terengah-engah. Sheila yang mendengar kebohongan itu hanya bisa mengepalkan tangannya dengan kuat. "Kamu pulang saja. Aku mau menginap di rumah Papa," balas Sheila dingin tanpa menoleh sedikit pun ke arah Aris. "Loh, Sheila Sayang... Jangan begitu, dong. Bagaimanapun dia kan suamimu. Kalian menginap saja berdua di sini," sela sang ibu tiri dengan nada d

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 249-Pengakuan Pada Arya

    "Katakan, Mas! Ancaman apa lagi yang akan kamu berikan padaku?!" tanya Sheila lagi dingin namun tenang. "Sheila, jangan seperti ini! Kita bisa bicarakan ini baik-baik. Bahkan sebentar lagi... Sheila, sabar sebentar lagi. Rencana kita untuk memiliki momongan akan tercapai, agar semua aset Papa jatuh padamu dan kamu bebas mengelolanya tanpa rasa canggung lagi karena sudah sah milik kita..." Jelas Aris berusaha selembut mungkin. Pria itu melangkah satu-dua pijakan ke depan dengan raut gugup. Sheila mengerutkan dahi mendengar ucapan itu. Ia terkekeh pelan menyikapi kehalusan kata-katanya. Namun belum sempat Sheila membuka suara, Aris kembali memotong. "Maka dari itu, cepatlah hamil dengan Malik! Setelah kamu mengandung dan melahirkan anaknya, kita usir Malik! Aku akan memecatnya di kantor agar dia tidak menjadi ancaman. Kita akan bahagia menjadi keluarga yang harmonis, Sheila!" Mata Sheila membelalak kaget. Entah kenapa, mendengar rentetan kalimat kedua itu terasa jauh lebih m

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 248-Pertengkaran

    "Cukup, Ris! Kamu makin lama makin keterlaluan!" Malik langsung merangsek maju. Tangannya bergerak secepat kilat menahan tangan Aris yang sudah siap mendaratkan tamparan keras ke pipi Sheila. Dengan gerakan tangkas, Malik mengunci dan memiting tangan Aris ke belakang. "Ris, tenangkan dirimu! Kenapa kamu jadi seperti ini, hah?!" desis Malik menahan amarah. "Engh...!" BUGH! Aris yang kepanasan langsung menghentakkan sikunya, mendorong tubuh Malik dengan kuat. Tanpa ampun, ia kembali melayangkan tinjuan keras tepat ke wajah Malik, membuat luka di sudut bibir pria itu semakin merobek dan perih. "Awas aja kamu berani menerima tawaran Papa mertuaku ke Amerika!" ancam Aris tajam. Jarinya menunjuk-nunjuk tepat ke wajah Malik yang masih terlingar dalam posisi menyamping akibat benturan pukulan tadi. "Ayo, Sheila! Masuk!" tegas Aris lagi. Ia menarik paksa pergelangan tangan Sheila, menyeret perempuan itu masuk dan membiarkan Malik berdiri sendirian di pekarangan. Angin malam b

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 247-Rencana?

    "Ris, kamu apa-apaan sih?! Tahan! Kamu kenapa?!" sela Malik cepat. Ia berusaha meredam amarahnya dengan susah payah, sebab pria di hadapannya ini seolah-olah mengamuk tanpa alasan yang jelas. Namun Aris yang sudah naik pitam dihinggapi rasa iri luar biasa itu tanpa segan-segan memuntahkan semua alasan kekesalannya. Begitu mendengar penjelasan Aris, baik Malik maupun Sheila seketika melotot kaget! "Apa?! Ke Amerika?!" pekik Sheila terperanjat, seolah kaget tak percaya dengan keputusan sang Papa. "Kenapa harus Malik? Kenapa gak kamu, Mas?!" "Itu dia! Kenapa harus dia?! Kenapa gak aku saja?! Seolah-olah dia itu anak kesayangan Papamu, Sheila!" desis Aris penuh nada tidak terima pada keputusan mertuanya sendiri. "Aku membawamu masuk ke kantor bukan untuk menjadikanmu naik pangkat dan setara denganku, Malik! Kamu gak akan pernah setara denganku, jangan mimpi! Pergilah dari kantor ini, aku pecat kamu!" desis Aris tajam, membuat mata Sheila membelalak lebar. "Ris, tenangkan dir

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 246-Amarah Yang Tidak Berdasar

    Sheila berteriak histeris, bahkan refleks membungkam mulutnya sendiri dengan kedua telapak tangan saat menyaksikan adegan itu. Malik yang sedang tidak siap sama sekali tak sanggup mengelak. Pipinya dihantam pukulan mentah nan kuat dari sahabatnya sendiri. Bibirnya seketika robek dan meneteskan darah segar. "Kurang ajar kamu, Malik! Penjilat! Cih!" umpat Aris seraya meludah ke samping. Sheila melangkah mundur beberapa pijakan dengan pandangan sangat syok. "Mas!" Aris menoleh ke arah Sheila dengan tatapan mata tajam membunuh. "Diam kamu, Sheila! Kenapa kalian berdua makin hari makin dekat, hah?! Bukannya makin cepat bikin kamu hamil, Malik ini malah jadi penjilat! Dia itu ular! Sudah aku tolong, malah menusuk dari belakang! Dia diam-diam mau menjatuhkan aku, Sheila!" teriak Aris membabi buta. Beberapa satpam di pekarangan rumah yang menyaksikan hal itu langsung mundur perlahan, takut kena amuk pertengkaran majikan mereka. Malik yang mendengar tuduhan itu hanya bisa menge

  • Hari-Hari Memanjakan Istri Sahabat   Bab 245-Pukulan Untuk Malik

    Sheila memutar bola matanya malas, berdecak sebal. "Aku usahakan deh, Mbak... Eh, Sheila," balas Malik ragu-ragu, membuat Sheila tak sanggup menahan kekeh geli dari bibirnya. Keduanya lantas masuk ke dalam mobil. Suasana di dalam kabin terasa semakin hangat dan mencair, apalagi Malik kini sudah mulai memberanikan diri berusaha memanggil nama perempuan itu langsung tanpa embel-embel formal. "Akhirnya si Lily diseret Papanya! Lagian, apa sih yang dia sukai dari kamu? Kesel deh!" desis Sheila mencibir saat mereka sudah melaju beberapa menit di jalan raya. Malik sama sekali tidak merasa tersinggung. Pria itu hanya mengukir senyum tipis di bibirnya. Malam semakin larut saat mereka akhirnya tiba di depan pekarangan rumah. Begitu mobil berhenti, Malik bersiap turun untuk memasukkan kendaraan tersebut, namun Sheila menahannya. "Pak Satpam, tolong masukkan mobilnya ke garasi ya," titah Sheila pada sang satpam yang langsung diangguki patuh. " Mbak, padahal biar aku saja... Kan bi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status