Home / Male Adult / Mau Berapa Ronde? / Bab 74. Pria Misterius

Share

Bab 74. Pria Misterius

last update publish date: 2026-07-27 18:00:01

“Aku nggak bisa sabar lagi!”

Raka menangkap kepalan tangan Ardy. Ia meremasnya seperti gumpalan kertas dan menahannya beberapa saat di udara.

Ardy langsung meringis, apalagi suara gemeretak saat tulang-tulangnya saling bertemu. Rasa ngilu jelas terasa, walau raut wajah Raka tetap santai seolah tak mengeluarkan tenaga sedikit pun.

Ardy langsung menarik tangannya dan mengibaskannya ke udara. Rasa sakit itu membuat amarahnya justru semakin kuat.

“Tante pul
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 170. Suara Aneh Apa?

    Rino mulai bergerak maju mundur dengan intens. Matanya tak bisa lepas menatap wajah ayu kekasihnya, yang terlihat sensual ketika mulai hilang kendali. “Mas … terusin Mas. Yang kenceng,” pinta Luna. Perempuan itu mendesah dan berteriak tanpa takut semua orang yang ada di rumah itu akan mendengar. “Oh … Luna, punyamu rapet banget.” Puji Rino dengan jujur. “Aku jadi nggak tahan.” “Mas … aah … ah—” teriak Luna. Mata Rino menatap sepasang gumpalan kenyal di hadapannya terus memantul saat ia menghentak dan menekan lebih dalam. Tangannya tanpa ragu menangkup keduanya. Tubuh Luna bergetar, kepalanya tengadah dan punggungnya terangkat. Rino berhenti mengayunkan pinggulnya. Tangan melepas gumpalan kenyal yang sejak tadi ditangkupnya. Lelaki itu mendekatkan wajahnya dan mengecup puncak kemerahannya dengan penuh hasrat. “Hmmp …. Mas –” desah Luna yang baru saja mencapai klimaksnya. “Jangan nakal.” Rino mengangkat w

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 169. Hmm ... Enak Mas.

    Rino meraih kaki jenjang itu. Lelaki itu mengecupi kulitnya yang putih dan lembut itu dari ujung jari hingga pangkal pahanya. Luna mendesah. Tubuhnya menegang dan gelisah. Saat lelaki itu mulai mendekatkan kepalanya tepat di antara kedua pahanya. “Ooh … Mas, hmmp, aaah ….” Luna mendesah tak karuan saat merasakan sesuatu menggelitik di dalam intinya. Tubuhnya bergetar, gelisah, menggelinjang tak karuan. Sentuhan Rino benar-benar membuatnya frustasi. Namun kedua tangannya yang mencengkram rambut Rino, jelas menunjukkan bahwa ia mau lebih.Luna menghembus napas panjang saat gelitik di bawah sana berhenti. “Luna, kamu suka, kan?” “Heem,” sahut Luna singkat. “Mas Rino kita nikah, yuk. Kita buat banyak anak.” Luna melingkarkan tangannya di leher Rino. “Kita mesti bercinta tiap malam.” Perempuan cantik itu tertawa lebar, seolah kalimat yang diucapkannya itu benar-benar keinginannya. Rino menegakkan tub

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 168. Mau Kamu

    Rino langsung mendorong tubuh Luna ke dinding kamar itu. Ia mendekatkan bibirnya ke leher jenjang Luna. Ia menarik napas, menikmati aroma manis parfum kekasihnya. Hembusan napas hangat itu menyentuh leher Luna, membuat tubuh perempuan cantik itu menegang seketika. Alkohol benar-benar membuat keduanya hilang kendali. Sentuhan basah itu mendarat di leher jenjang Luna, memaksa bibirnya mendesah pelan menikmati hasrat yang semakin membakar tubuhnya. Hembusan napas Rino seperti api saat menyentuh jejak basah yang ditinggalkannya. Luna mengangkat kedua tangannya melingkarkannya di leher Rino sementara satu tangan lainnya meremas rambut lelaki itu agar tak berhenti menyentuhnya. “Luna … Lunaku.” Lirih Rino di telinga Luna. Luna masih memejamkan matanya. Gadis itu mendongakkan kepalanya. Sentuhan Rino bagai candu baginya. Ia selalu merindukan saat tangan kasar lelaki itu menyentuh kulitnya seperti saat ini. Jemari itu menyentuh di

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 167. Tukimin

    Tukimin tersenyum lebar, memamerkan gigi - gigi besar yang maju ke depan. Pria itu berjalan dengan membawa dus besar dengan satu tangannya, layaknya pramusaji.Dia senang sekali dengan semua tatapan yang tertuju padanya. Baru kali ini Tukimin merasakan bagaimana jadi pusat perhatian. Pria itu lalu berdiri di dekat Vero sambil menunjukkan kardu di tangannya. “Non Vero, lihat saya bawa ini. Ditaruh di sini kah?” tanya pria itu dengan senyum dan gaya yang sok kuat. “Apaan ini Min?” Vero tidak merasa meminta Tukimin membeli sesuatu. “Itu tadi ada Mas ganteng dan Mbak cantik yang belanja di taruh di depan.” Ekor mata Tukimin menangkap sosok seseorang, dia lalu menoleh dan langsung menunjuk ke arah Luna. “Ini dia mbak cantiknya.”Luna yang ditunjuk dengan ucapan cantik itu pun tersenyum dengan sikap malu-malu. Dia menyampirkan helaian rambut panjangnya ke belakang telinga. “Ya tanya dia Min, mau ditaruh di mana,” sahut Vero acuh.

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 166. Cinta Segitiga

    Mata Sekar berputar malas melihat Rino masuk dengan masih memeluk pinggang Luna. Wajahnya yang sejak tadi ceria pun langsung berubah cemberut. Vero langsung menangkap perubahan itu. Awalnya dia tidak tahu apa yang menyebabkan raut wajah Sekar muram, tetapi ketika melihat gadis itu melirik ke arah pasangan yang baru saja masuk, gadis berbulu itu langsung paham.Ternyata Sekar yang cantik dan mandiri juga bisa sakit hati. Vero dengan cepat mengambil sepotong semangka yang dibeli oleh Ratih tadi dan memberikannya pada gadis itu. “Makan ini biar segaran.” “Makasih, Kak.” Sekar tersenyum tipis. “Suhuuuu!” Rino yang sejak tadi memeluk Luna pun melepaskan pelukan nya hanya untuk memeluk Raka. Pemuda itu mendekap si pemilik rumah, seolah lama tak pernah bertemu.“Eh, kamu ini ngapain sih!” Raka jadi jengah di buatnya. “Suhuuu aku kangen sekali. Biarkan aku memelukmu sebentar.” Rino menyandarkan kepalanya di dada Raka d

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 165. Astagfirullah!

    Bel berbunyi tepat saat nasi sudah matang dan ikan sudah dibakar oleh para pria. Ratih dan Gufron pun sudah selesai membuat aneka macam sambal, sementara si Mbok dan Tukimin sibuk menutup semua jendela dan gorden.“Masih ada tamu lagi ternyata, Min,” ujar si Mbok. “Bukain dah Mbok, biar Tukimin yang beresin semua,” ujar pria kurus itu dengan cekatan. Si Mbok pun bergegas menuju ke pintu untuk membukakan pintu sebelum bel ketiga berbunyi lagi. Ketika pintu terbuka perempuan tua itu terkejut dibuat.“Astagfirullah!” Bagaimana tidak terkejut saat melihat seorang gadis dengan dress mini dan tali kecil di bahunya berada dalam pelukan seorang pria bertubuh tinggi dan kekar. Bukan postur mereka dan pakaiannya yang membuat perempuan tua itu kaget, melainkan ….“Mas Rino sudahan, ah.” Luna mendorong manja dada Rino ketika sudut matanya melihat seseorang sudah membuka pintu kamar.Rino tidak begitu saja melepaskan pelukan dan c

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status