Beranda / Male Adult / Mau Berapa Ronde? / Bab 91. Keributan Keluarga Danuar

Share

Bab 91. Keributan Keluarga Danuar

Penulis: Chocoberry pie
last update Tanggal publikasi: 2026-08-05 18:00:24

Raka masih memikirkan langkah yang harus dilakukannya untuk membantu Tante Sofie, ketika Rino menelponnya.

“Guru! Aku tidak bisa menemukan Shakira. Boss kita menghilang!” Suara bernada panik itu membuat Raka mau tak mau ikutan panik.

“Kamu sudah coba cek pelacak dari ponselmu?” Raka mencoba untuk lebih tenang.

“Boss, kalau titik merah di aplikasi itu keliatan, aku nggak bakal seribut ini.” Suara desah frustasi tak bisa tersamar oleh speaker ponselnya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 92. Penglihatan Aneh Raka

    Shakira masih mengingat kala sore itu ia menandatangani surat nikah di kantor catatan sipil. Semua serba sederhana, seperti sengaja disembunyikan oleh Ryu dari entah siapa. “Pernikahan kita … sederhana saja, ya. Daripada buat bayar dekorasi, sewa hall dan tetek bengeknya, mending kita pakai buat jalan-jalan. Bulan madu keliling dunia.” Shakira membulatkan matanya. “Keliling dunia?” Lelaki muda itu mengangkat tubuh Shakira. Senyum bahagia terlihat jelas di wajah tampannya. “Aku cuma ingin habiskan waktu berdua sama kamu, Kira.” Ryu Danuar mendekatkan wajahnya. Perlahan ia menurunkan tubuh Shakira hingga kedua kakinya kembali menapak di lantai kamarnya kembali. Lelaki jangkung itu memiringkan kepalanya. Ia mendekatkan bibirnya dan perlahan menghapus jarak di antara mereka dengan sebuah kecupan. Perasaan itu begitu indah, penuh debaran seperti membuai kedua

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 91. Keributan Keluarga Danuar

    Raka masih memikirkan langkah yang harus dilakukannya untuk membantu Tante Sofie, ketika Rino menelponnya. “Guru! Aku tidak bisa menemukan Shakira. Boss kita menghilang!” Suara bernada panik itu membuat Raka mau tak mau ikutan panik. “Kamu sudah coba cek pelacak dari ponselmu?” Raka mencoba untuk lebih tenang. “Boss, kalau titik merah di aplikasi itu keliatan, aku nggak bakal seribut ini.” Suara desah frustasi tak bisa tersamar oleh speaker ponselnya. “Sekarang sebutkan, titik terakhir kalian berada!” Perintah Raka. Lelaki muda itu mendengar dengan seksama seperti mencatat lokasi yang disebut oleh Rino di dalam ingatannya. Tanpa menunggu lagi, Raka langsung memacu motornya menuju koordinat yang disebut Rino Genta sebelumnya. Lelaki muda itu mengerutkan keningnya saat menyadari di hadapannya justru adalah sebuah pemakaman. Di lahan seluas ini, tentu saja tidak akan ada signal. Tentu saja, karena penghuninya tidak memerlukan

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 90. Kecurigaan Raka

    “Mas … jangan Mas.” Dinda menghalangi langkah Raka untuk masuk ke dalam ruang kerja pemilik klinik terapi itu. “Tante Nilam masih nggak bisa diganggu.’ Raka mengerutkan kening, tak tahu harus bagaimana menghadapi perempuan yang jelas menghalanginya itu. “Din … aku harus bicara sama Tante Nilam. Penting. Ini antara hidup dan mati.” Raka tak mau kalah. “Tante tadi berpesan, siapapun nggak boleh masuk,” ucap Dinda, “aku nggak bisa biarin kamu—” Sepasang tangan Raka menyentuh pinggang Dinda. Tanpa sebuah keraguan, lelaki muda itu mengangkat tubuh mungil gadis itu dan memindahkannya seolah memindahkan sebuah patung biasa. Dinda langsung mendelik. Ia memukul punggung Raka. Tapi belum sempat tangannya mendarat, Raka sudah mendorong pintu di depannya dan masuk begitu saja. Tante Nilam yang sedang duduk bersila di lantai dengan tubuh tegak dan mata terpejam itu, langsung membuka matanya. Ia langsung menarik napas panjang dan menghem

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 89. Asli atau Palsu

    “Tante ….” Raka sampai tidak bisa bicara lagi. Sofi begitu menyayangi Ardy. Pria itu adalah orang pertama yang mengisi kekosongan hati perempuan itu. Sikap Ardy yang lembut, romantis dan wajahnya yang tampan, memang modal utama yang bisa menaklukan wanita manapunAndaikan saja Sofi tahu betapa bejatnya Ardy dan bagaimana dia memiliki banyak perempuan di luar sana, Raka yakin kalau janda cantik ini tak akan membela pria itu.Namun, Raka tidak mungkin mengatakan semua itu sekarang ini. Sofi pasti akan menuduhnya mengkambing hitamkan Ardy. Hal ini bukan menyelesaikan masalah, malah akan melibatkan dirinya pada masalah lain. “Ngapain juga ya aku pusing-pusing begini. Apa aku biarin saja dia menuduhku, lagipula aku dan dia tidak punya hubungan apapun. Nanti kalau sudah kebukti biar dia menyesal sendiri,” pikiran ini sempat terlintas dalam benak Raka.Namun, kembali seseorang berbicara dengan jelas dalam hatinya seolah ada di sampingnya saat

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 88. Tuduhan Sofi - 2

    Sikap Sofi yang berubah-ubah membuat Raka jadi tidak mengerti. Sebelumnya perempuan itu telpon sambil menangis sesegukan dan bilang kalau pihak lawan sudah mendesaknya. Namun, sekarang tiba-tba dia berubah menjadi dingin dan penuh emosional. Raka sendiri tidak paham arah tujuan perkataan perempuan itu. Dia yang masih belum kenyang pun jadi tak berselera lagi.“Yang tahu masalahku dengan Laksono itu cuma kamu, Ka. Tidak ada orang di panti yang tahu mengenai kehidupan pribadiku, bahkan Ardy pun tidak tahu!” Sofi mendengus kesal.“Benar kata Ardy, kamu sengaja mendekati aku cuma ingin merebut aku dari sisinya. Kamu larang aku ketemu Ardy katanya demi kebaikan kita berdua, tapi apa nyatanya?”Sofi mengingat jelas bagaimana Raka mengatakan padanya untuk hati-hati dengan masalah ini. Jangan banyak bercerita pada orang luar dan jangan pernah datang menemui Ardy lagi di panti pijat, karena orang bisa menyalahgunakan untuk menekan kasusnya. Namu

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 87. Tuduhan Sofi

    “Raka … Kamu sudah mulai keterlaluan, Ka ….” Sofi menangis terisak diseberang sana. “Tunggu Tante, tenang dulu … Raka tidak bisa dengar dengan jelas,” ujarnya yang bingung karena suara Sofi dibarengin dengan tangisan dan membuang ingus. Dia sudah keterlaluan, memangnya perbuatan apa yang dilakukannya pada tante Sofi. Mereka saja baru bertemu beberapa hari yang lalu dan semua baik-baik saja, lalu kenapa bisa hari ini jadi salahnya.“Kenapa kamu tega dengan aku, Ka, kenapa harus melibatkan foto-foto itu, Kenapa kamu tega melibatkan harga diriku, Ka.” Kalimat ini di dengar Raka dengan jelas.“Melibatkan harga diri Tante?” Raka tidak mengerti maksud perkataan ini.“Jangan sok polos deh, Ka. Mereka sudah mengirimkan foto ancaman darimu.” Sofi masih sesegukan di seberang sana. Foto ancaman? Raka jadi bingung kesalahan apa yang diperbuatnya sekarang. Kenapa tante Sofi yang begitu penurut bisa membencinya seperti ini. Apa yang sebenar

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status