مشاركة

13. Tidak Memiliki Hati

مؤلف: prasidafai
last update تاريخ النشر: 2026-03-31 21:05:11

“Kalau begitu, saya akan istirahat.”

Raiden mendesah pelan setelah mengatakan itu.

Pria itu memejamkan mata perlahan. Napasnya memelan.

Nicolle menatapnya sebentar dari sisi ranjang.

Diam-diam, tanpa izin, pikirannya berputar sendiri ke arah yang tidak Nicolle inginkan.

Nicolle tahu alasan Raiden menahan kesadarannya sekuat itu, sebelum pingsan di depan IGD.

Raiden pernah kehilangan sahabatnya di medan p
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
rianur378
kau kenal dengan dr yang menyebut nama mu Raiden tapi dia tidak akan mengakui
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   113. Tikus Peliharaan

    Nicolle mengepalkan tangan kuat-kuat di balik cardigan tipisnya. Namun wajahnya tetap datar.Tidak ada satu pun emosi yang dia biarkan lolos di depan Lucy.Lucy tampak puas melihat reaksi kecil itu. Wanita itu segera mengeluarkan ponselnya sambil terkekeh pelan.“Jangan marah dulu, Dokter,” ucap Lucy santai sambil membaca sesuatu di layar. “Data yang saya dapatkan dari Ketua RT setempat, seperti itu adanya.”Lucy memutar layar ponselnya agar bisa dilihat Nicolle.“Lihat.” Lucy tersenyum tipis. “Tidak ada nama ayah di data keluarga. Anak Dokter juga memakai nama belakang dari pihak ibu.”Tatapan Lucy beralih ke arah garasi rumah. Mobil Nicolle yang mahal masih terparkir rapi di sana.“Pasti kehidupan Dokter sangat sulit,” lanjut Lucy lirih penuh sindiran. “Meski punya pekerjaan bagus dan harta yang melimpah.”Nicolle bahkan tidak berniat melihat layar itu. Sebaliknya, wanita itu justru melangkah mendekat dengan sorot mata dingin.“Apa tujuanmu datang ke sini?” tanya Nicolle, ingin meny

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   112. Yang Belum Selesai

    Pukul 10 tepat.Ketika pintu ruangan 112 terbuka, udara di dalam langsung terasa berbeda.Nicolle melangkah masuk dengan wajah dingin dan punggung tegak. Namun, begitu matanya bertemu Raiden, suasana mendadak menjadi canggung.Bayangan kemarin siang muncul begitu saja di kepalanya. Nicolle buru-buru membuang pandangan.Sementara itu, Raiden duduk santai di sofa dengan beberapa kancing atas seragam militernya terbuka.Lengan kemeja Raiden tergulung sampai siku, memperlihatkan urat-urat tegas di lengannya.Raiden menatapnya lekat sejak Nicolle masuk, tatapan gelap itu seolah menelusuri setiap inci tubuh wanita itu.Sebaliknya, Nicolle sengaja menjaga jarak. Dia berdiri dekat meja pemeriksaan sambil pura-pura memeriksa map medis.“Dokter benar-benar datang,” ujar Raiden membuka percakapan.“Mayor yang bilang kalau kita butuh bicara di ruangan yang lebih privat.”

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   111. Penasaran Pada Hal Lain

    Nicolle sesaat membeku. Udara malam yang dingin tiba-tiba terasa lebih menusuk, seolah seluruh darahnya berhenti mengalir.Lucy mengenalinya.Dari semua orang di masa lalu, justru wanita yang dulu selalu menempel di rumah mereka ini yang berhasil menembus samaran wajah barunya.Pikiran Nicolle berputar cepat. Potongan-potongan masa lalu bermunculan tanpa diminta.Dulu, Lucy selalu memuji pakaian Naomi, parfum yang dipakai, bahkan meminta izin untuk mencoba lipstik yang sama.Potongan rambut Lucy sekarang, persis seperti yang Naomi pakai dulu. Bedanya, rambut asli Nicolle sedikit bergelombang. Lucy pasti sangat memperhatikan Naomi untuk meniru apa pun yang bisa ditiru dari wanita itu.Kini, perhatian obsesif itulah yang membuat Lucy menjadi orang pertama yang benar-benar mengenali wajah Nicolle.“Dokter Nicolle?” Lucy menyeringai kecil, menikmati keheningan itu.Lucy mengangkat tangan, menelusuri garis

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   110. Calon Istri Mayor Raiden

    ‘Permen favorit?’ Nicolle mengulang kata-kata itu dalam hati saat napasnya masih tersengal-sengal.Nicolle menyipitkan mata, campuran antara hasrat dan amarah yang mulai menyala.Dulu Raiden juga mengatakan hal serupa saat pertama kali mencium Naomi.Jantung Nicolle berdegup keras. Jadi begini caranya Raiden memperlakukan wanita yang dia cium?Memberi kalimat manis yang sama seolah itu sesuatu yang istimewa? Atau memang hanya itu yang pria ini tahu untuk diucapkan?Tatapan Nicolle sedikit berubah.Namun Raiden tidak memberinya waktu untuk berpikir terlalu jauh.Raiden menatap Nicolle lekat, bibirnya yang masih basah melengkung tipis. Tangannya yang besar meraba punggung Nicolle, menyusuri garis tulang belakang melalui kain baju yang tipis.Sentuhan itu membuat Nicolle menggigil.Nicolle menggigit bibir bawahnya sendiri. Sudah lama sekali Nicolle tidak merasak

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   109. Permen Favorit

    Lucy sedikit tersentak. Namun wanita itu cepat-cepat kembali memasang senyum lembutnya. “Ya … aku akan mengajar di sini,” jawab Lucy tanpa ragu. “Aku dengar mereka juga butuh tenaga pendidik.” Raiden tidak langsung menanggapi. Pria itu hanya menatap Lucy dalam diam selama beberapa detik. Tatapan yang membuat senyum Lucy perlahan mulai goyah. “Iya,” ujar Raiden akhirnya. “Itu betul.” Lucy tampak sedikit lega. “Tapi, Lucy,” lanjut Raiden tajam, “aku dan kamu tahu kalau pendidikan bukan hal yang kamu sukai.” Wajah Lucy membeku. Raiden perlahan berdiri dari kursinya. Tubuh tinggi pria itu membuat tekanan di ruangan mendadak berubah. “Daripada mengajar di kelas,” sambung Raiden dingin, “kamu lebih suka membuat konten media sosial bersama murid-muridmu tanpa izin orang tua mereka dan mengabaikan pelajaran.” “Kakak ….” Lucy menatap Raiden tidak percaya. “Itu fakta.” Lucy menggigit bibir bawahnya. “Itu bagian dari pelajaran juga. Sekarang anak-anak tidak akan suka jika hanya duduk

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   108. Jauh Lebih Buruk

    “Tunggu!” Langkah Nicolle berhenti. Selama sepersekian detik, Nicolle mengira topeng Lucy akhirnya retak. Wanita itu pasti akan marah, mencakar, atau setidaknya menunjukkan ekspresi asli yang dulu berkali-kali Nicolle lihat saat tidak ada orang lain di sekitar mereka. Namun saat Nicolle menoleh, Lucy justru tersenyum manis. “Terima kasih sudah memperhatikan calon suami saya dengan baik.” Suara lembut itu meluncur ringan, seolah tidak ada bara apa pun di baliknya. Lucy bahkan melangkah mendekat sambil mengulurkan tangan. “Perkenalkan,” ucap Lucy hangat, “saya Lucy Miller. Sebentar lagi akan menjadi Lucy Vargas.” Nicolle sedikit tertegun. Senyum, uluran tangan, dan tatapan mata polos yang tampak begitu tulus itu sama persis seperti gadis muda yang menjadi awal penderitaan Nicolle lima tahun lalu. Lucy yang berdiri di depan rumah Naomi sambil mengulurkan tangan dengan ceria, menyebarkan cerita bahwa Naomi menerima tamu laki-laki saat Raiden tidak dirumah, dan mengenakan jubah ke

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status