Share

49. Bertemu Raiden Lagi?

Author: prasidafai
last update publish date: 2026-04-15 21:04:39

“Lepaskan saya! Kalian tidak punya hak!” Suara Brad menggema di ruang IGD.

Dua polisi memegang lengannya dari kedua sisi. Brad meronta, wajahnya memerah, dan urat di lehernya menegang.

Seorang perawat perlu melipatgandakan fokusnya saat mencabut infus dari tangan Brad dengan aman.

“Tenang, Pak! Jangan memperkeruh keadaan!” tegur salah satu polisi tegas.

“Saya korban di sini!” bentak Brad, berusaha melepaskan diri.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Yu Mi
ini pasti ini pasti ini,,mama Cole kehilangan fokus lagi ini hahaha
goodnovel comment avatar
wh1teF1sh
duh, pasti males banget, mesti ninggalin Ave, yg lebih bikin males adalah ketemu Raiden
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   207. Mengembalikan Semuanya

    Senyum di wajah Naomi sudah menghilang bahkan sebelum mereka tiba di depan ruang Direktur Utama RSPU.Kotak perhiasan kecil yang dibawanya terasa dingin di tangan kiri.Sementara itu, Raiden berjalan di sampingnya tanpa banyak bicara. Namun dari langkah pria itu, siapa pun bisa melihat bahwa suasana hatinya sama sekali tidak baik.Begitu mereka sampai di depan pintu ruangan, salah satu penjaga langsung mengangkat tangan.“Maaf, Mayor.” Pria itu tampak gugup. “Yang diizinkan masuk hanya Dokter Nicolle.”Naomi bahkan belum sempat bereaksi.Raiden sudah melangkah melewati penjaga itu.“Kalau begitu anggap saja saya tuli.”“Mayor–”Raiden sama sekali tidak berhenti.Pria gagah itu membuka pintu dan mempersilakan Naomi masuk lebih dulu.Di dalam ruangan, Dante sudah duduk santai di sofa. Di sebelahnya terdapat ayah dan ibunya. Ketiganya menoleh bersamaan saat Naomi dan Raiden masu

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   206. Bukti Sudah Dihapus

    Naomi membuka mulut.Namun sebelum sempat menjawab, ponselnya berdering nyaring. Getaran itu memecah ketegangan yang menyelimuti koridor.Naomi menunduk.Nama yang muncul di layar membuat dahinya sedikit mengendur.[Mayor Raiden.]Olivia ikut melirik layar ponsel itu.“Dari Mayor Raiden?” tebak Olivia.“Iya.” Naomi mengangguk pelan.“Kalau begitu saya lanjut bekerja dulu, Dokter.”Tanpa menunggu jawaban, Olivia langsung berbalik.Beberapa langkah kemudian wanita itu masih sempat melambaikan tangannya.“Dokter berutang cerita pada saya!” teriak Olivia.“Ya, ya.” Naomi tidak bisa menahan senyum tipis.Naomi mengangkat ponselnya.“Ya, Raiden?” Naomi menempelkan ponsel ke telinga sambil menatap lobi rumah sakit yang terlihat ramai dari kejauhan.Namun senyum kecil yang sempat muncul itu lenyap hanya dalam hitungan detik.Wajah Naomi dengan cepat

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   205. CCTV Rusak

    Sesuatu menghimpit dada Naomi. Tatapannya masih terpaku pada pintu ruangan tempat Clara dirawat.Naomi memang belum lama mengenal Clara. Bahkan beberapa minggu lalu mereka masih saling menatap sinis hampir setiap kali bertemu.Namun sekarang, wanita itu terbaring tidak sadarkan diri. Naomi tidak bisa menghentikan satu pikiran yang terus berputar di kepalanya.‘Clara mengalami semua ini karena aku,’ batin Naomi sambil mengepalkan tangan.“Bagaimana dengan keluarganya?” Raiden menatap Henry dengan wajah serius. “Apa mungkin ada yang datang?”Naomi menoleh sekilas. Dia tahu apa yang sedang dipikirkan Raiden.Dalam situasi seperti ini, emosi keluarga korban bisa meledak kapan saja.Jika keluarga Clara tahu bahwa kecelakaan ini mungkin berkaitan dengan konflik Naomi dengan seseorang, bukan tidak mungkin mereka akan menyalahkan Naomi.Meski Naomi tidak terlibat secara langsung.Henry menggeleng pelan. “Tidak

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   204. Telepon Pagi Buta

    Raiden perlahan melepaskan pelukannya. Kedua tangan pria itu berpindah ke bahu Naomi.Tatapan mereka bertemu di bawah sorot lampu helipad yang terang.“Jangan bicara sembarangan,” pinta Raiden. “Tidak akan ada yang berani melakukan hal buruk padamu, selama kamu ada di bawah pengawasanku.”Naomi tahu pria itu tidak menyukai kalimat yang baru saja dia ucapkan.Kalimat tentang dirinya yang bisa saja mati. Karena itu, Naomi hanya tersenyum tipis.Senyum kecil yang tidak berhasil menghilangkan kekhawatiran dari wajah Raiden.Beberapa saat kemudian, mereka meninggalkan rumah sakit.Karena Raiden sedang berada di Palvenia, pria itu bersikeras mengantar Naomi kembali ke rumah yang dulu pernah ditempati Naomi dan Aveline.Rumah itu masih sama. Tenang, sepi, dan penuh kenangan.Begitu masuk ke dalam, Naomi baru saja meletakkan tasnya ketika Raiden sudah bergerak lebih

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   203. Penasaran?

    Naomi membeku.Sementara itu, Dante justru tertawa.“Lihat wajahmu,” gumam Dante.Jantung Naomi berdebar sangat kencang.Darah seolah mengalir mundur dari wajahnya. Tubuhnya terasa ringan sekaligus lemas.Namun bertahun-tahun hidup dalam kebohongan membuat Naomi terbiasa menyembunyikan kepanikan.Naomi perlahan menarik napas, memaksa dirinya tetap tenang.“Aku tidak mengerti kenapa kamu menyebut nama mendiang kakakku,” tukas Naomi.Tatapan Dante semakin dalam. Lalu pria itu tersenyum licik.“Awalnya aku juga menyangkal itu. Namun kemudian aku mengingat sesuatu,” balas Dante. “Malam itu kamu bilang bahwa dirimu yang sekarang bukanlah dirimu yang sebenarnya. Kamu bilang ada banyak masa lalu yang kamu sembunyikan. Itu alasanmu untuk terus mendorongku menjauh. Sekarang semuanya menjadi jelas.”Dante tertawa pelan.Naomi ingat dia pernah mengatakan hal itu saat Dante terus mendesaknya membe

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   202. Lebih Baik Bertanya Langsung

    Seakan bisa mendengar gumaman itu, Dante langsung menoleh.Tatapan mereka bertemu. Jantung Naomi spontan berdegup lebih keras.Dante melambaikan salah satu tangannya untuk menyapa. Pria itu berjalan lurus ke arah Naomi.“Nao?” Suara Raiden terdengar dari ponsel.Naomi tersentak. Dia hampir lupa kalau panggilan video mereka masih tersambung.Di layar, Raiden sudah duduk tegak di atas ranjang. Tatapannya menajam.“Dokter Nicolle,” panggil Raiden lebih tegas. “Jangan matikan panggilan video kita.”Naomi membuka mulut untuk menjawab. Namun pada saat yang sama layar ponselnya berkedip, lalu mati sepenuhnya.Naomi membeku. Dia menekan tombol daya beberapa kali, tetapi tidak ada respons.Baru saat itulah Naomi teringat sesuatu. Hari ini dia sama sekali belum mengisi daya ponselnya.“Nicolle.” Suara berat Dante terdengar dari depan meja.Naomi mengangkat kepala.Pria itu sudah berdiri

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   193. Akhirnya Terbuang

    Naomi menatap tangan Raiden yang masih menggenggam jemarinya.Entah karena suhu tubuh pria itu atau karena jantungnya sendiri yang mendadak berdetak lebih cepat, genggaman itu terasa hangat.Raiden mengangkat pandangan. Tatapan mereka bertemu.“Terima kasih juga sudah m

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   192. Tidak Suka Dia Lagi

    Raiden membeku.Untuk sesaat, pria itu merasa sedang melihat Naomi versi lima tahun.Tatapan tajam itu. Pipi yang menggembung karena kesal. Cara berdiri dengan kedua tangan bersedekap.Semuanya begitu mirip. Aveline benar-benar miniatur Naomi saat wanita

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   191. Mengunci Akses Lokasi Raiden

    Naomi menoleh ke arah ranjang. Raiden masih terlelap. Dengkuran halus keluar dari bibir pria itu. Dadanya naik turun dengan tenang seolah dunia di luar kamar tidak sedang berusaha memburunya. Sementara ponsel di tangan Naomi terus bergetar.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   190. Janji Raiden

    Begitu satpam membantu Raiden masuk ke kamar, wanita itu langsung menunjuk ranjang.“Dudukkan di sana, Pak.”Raiden bahkan belum sempat membuka mulut ketika Naomi sudah mendorong bahunya pelan agar bersandar di kepala ranjang.Pria itu meringis.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status