Inicio / Romansa / Mencintai Seorang Climber / bab 287. Jadi Sandera

Compartir

bab 287. Jadi Sandera

last update Fecha de publicación: 2025-10-22 23:59:32

Setelah melewati pemeriksaan security hotel, dan dinyatakan aman, kedua pria tersebut diantar ke kamar yang ditempati oleh Pak Ardi.

Salah satu tamu adalah Wandi. Pria yang seorang lagi memperkenalkan diri dengan nama Vino.

“Anda bilang kita akan bicara empat mata?” tanya Pak Ardi pada Wandi.

“Tadinya begitu, Pak, tapi barusan Vino datang ke rumah saya. Vino ini adalah pegawai kami yang menyertai Marco berangkat kirim barang ke pedalaman.” jawab Wandi.

Vino memperlihatkan beberapa foto di ponse
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Mencintai Seorang Climber   bab 380. Detektif Swasta

    Marco membicarakan kecurigaannya pada beberapa hal berkaitan dengan bayi yang dikuburkan di pemakaman keluarganya. Inspektur Binsar mengatakan bahwa dirinya tidak dapat membantu, jika Marco tidak mau melaporkan perkara tersebut, secara resmi, ke markas polisi. Namun Binsar melontarkan sebuah alternatif, katanya ada orang yang bilang membantu Marco menyelidiki masalah itu, walau secara tidak resmi.“Kamu bisa minta bantuan pada detektif swasta.” “Memangnya di Indonesia ada detektif swasta?”“Secara legal, tidak ada, karena penyidikan kasus hukum di Indonesia hanya boleh dilakukan oleh kepolisian dan kejaksaan. Tapi karena kebutuhan untuk menyelidiki seseorang, atau sebuah perusahaan, maka ada yang buka jasa detektif swasta. Pada mulanya jasa detektif swasta ini bukan untuk menyelidiki kasus kriminal, melainkan hanya untuk menyelidiki calon suami dari putri konglomerat, misalnya. Apakah layak atau tidak untuk dijadikan menantu. Atau menyelidiki sebuah perusahaan, oleh pihak yang mau j

  • Mencintai Seorang Climber   bab 379. Curiga

    Selepas latihan climbing di Pajajaran Sport Hall, Marco dan Binsar beristirahat di tepi lapangan. Marco menceritakan perihal bayi itu kepada Inspektur Binsar Siagian.Binsar bertanya, “So, pada awalnya kau enggak punya rasa curiga sama sekali?”Marco mengangguk, “Pada awalnya saya menerima semua hal yang diceritakan oleh kakakku. Katanya bayi yang dilahirkan istri saya sudah meninggal saat lahir. Istri saya juga bilang kalau dia tidak mendengar suara tangis bayi pada saat dia menjalani operasi caesar. Lalu saya dan istri mendatangi pemakaman keluarga, melihat kuburan bayi kami. Di nisannya tertulis “Putri binti Marco”, kata kakak saya itu nama yang dia beri untuk penanda nisan, kalau mau ganti nama, silakan. Saya bilang, bayinya juga sudah tiada, buat apa lagi namanya diganti? Jadi pada awalnya, saya sudah ikhlas menerima takdir kematian anak saya.”Marco lanjut bertutur, “Tiba-tiba saja, kuncen bilang kalau kakak saya menggali lagi makam bayi itu, dua hari setelah pemakamannya. Alasa

  • Mencintai Seorang Climber   bab 378. Hasil Tes DNA

    Hari itu, saat istirahat kerja, Marco datang ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes DNA, yang menurut dokter sudah dikirim dari rumah sakit besar. Mulanya Marco biasa saja ketika menerima sebuah amplop dari asisten dokter. Kemudian Marco kembali ke mobilnya di halaman parkir.“Bagaimana kalau ....” Marco menggeleng, tidak mau lanjut memikirkan hal buruk. Namun tangannya sedikit gemetar ketika membuka amplop putih panjang yang berisi lembar hasil tes DNA dari bayi yang ada di pemakaman keluarganya. Dia membaca beberapa keterangan yang bahasanya sangat ilmiah, kemudian tiba pada bagian akhir yang tampaknya merupakan kesimpulan dari seluruh tes tersebut.Kesimpulan itu ditulis dalam Bahasa Inggris: “Mr. Marco R. Wiratama is not biological father ....” Marco tidak lanjut membaca, jari jemarinya meremas kertas itu.Ponselnya berdering, dari nomor Maryam.“Ada apa?” tanya Marco.“Bang, aku sudah sampai di bengkel, tapi Abang enggak ada. Aku cari di rumah makan seberang bengkel, enggak ada

  • Mencintai Seorang Climber   bab 377. Tangis Bayi

    Menunggu adalah hal yang paling menjengkelkan. Marco sedang menunggu keluarnya hasil tes DNA dari jenazah bayi. Seminggu telah lewat, Marco telah menelepon pihak rumah sakit, namun jawabannya adalah hasil tes belum ada.Marco berpikir, apapun hasilnya, kondisi bayi tetap menjadi tanda tanya besar. Kenapa hasil autopsi menunjukkan kalau bayi itu sempat bernapas secara normal, namun kemudian mengalami kesulitan bernapas akibat tenggelam di air yang berlumpur? Sebenarnya yang bisa menjawab semua pertanyaan itu adalah Zakki, karena dia yang membawa jenazah bayi untuk dimakamkan. Namun Marco tidak yakin jika Zakki mau menceritakan hal yang sebenarnya terjadi. Saat ini, satu-satunya cara untuk mencari tahu, adalah dengan melakukan tes medis, yaitu autopsi dan tes DNA. Hasil tes medis tentang jenazah bayi itu akan menjadi dokumen yang punya kekuatan hukum andai nanti perlu membuktikan sesuatu.Hari Minggu Marco libur kerja, dia mengajak Maryam jalan-jalan.“Ke mana, Bang?”“Ke lokasi wisata

  • Mencintai Seorang Climber   bab 376. Tewas Tenggelam

    Maryam mengaku agak pusing, dan ingin istirahat sebentar. Marco menunjukkan sebuah dipan kecil dengan kasur busa di atasnya. Dipan itu ditaruh di pojok ruangan, terhalang rak yang cukup lebar, sehingga tak terlihat oleh orang yang masuk ke ruangan itu. Maryam berbaring di atas dipan, dan Marco kembali ke kursinya.Kemunculan Windy di bengkel, menerbitkan kembali rasa cemburu dan curiga di hati Maryam. Barusan memang Windy sudah pergi, dan Marco baru muncul setelah Windy pergi. Namun Maryam ingin tahu, ingin membuktikan, jika mereka ada hubungan, maka akan ada yang menelepon. Maryam berbaring sembari mendengarkan suara Marco. Beberapa kali memang terdengar Marco menjawab telepon, ataupun menelepon, tapi percakapannya hanya seputar urusan bengkel.Maryam berpikir, tidak semestinya dia terus saja curiga dan cemburu pada suaminya. Kemudian dia melihat Marco menengoknya.“Kamu enggak tidur?”“Enggak bisa tidur.”“Di sini memang berisik sama suara motor. Eh, kamu mau makan sate? Aku pesan y

  • Mencintai Seorang Climber   bab 375. Luka Batin

    Siang itu Maryam ingin memberi kejutan pada Marco, dengan cara datang ke bengkel tanpa janjian terlebih dahulu. Maryam membawa dimsum ayam buatannya. Biasanya Marco sangat suka makan dimsum ayam itu. Ketika Maryam turun dari taksi di depan bengkel itu, dia melihat seorang wanita muda yang sedang bicara dengan supervisor.“Saya tadi sudah janjian dengan Bang Marco, lewat telepon. Katanya dia ada di kantornya. Saya sudah datang, tolong dong, kasi tahu ke bos kalian. Barusan saya sudah coba hubungi nomornya, tapi lagi enggak aktif.”“Bang Marco lagi enggak ada di sini, Kak.”“Tapi sekitar dua jam lalu saya teleponan dengan dia, katanya dia lagi ada di bengkel ini. Kita sudah janjian ketemu di sini, ada yang mau saya omongkan sama dia, penting banget.”“Iya, memang tadi pagi Bang Marco datang ke bengkel sini, tapi kemudian pergi lagi.”“Ke mana?”“Tidak tahu Kak, mungkin ke bengkel Black Falcon yang lain. Bos kan, memang suka keliling ke bengkel-bengkelnya. Atau mungkin ke showroom, kare

  • Mencintai Seorang Climber   bab 298. Demi Anak

    “Bapak sakit?” Vino menatap Pak Ardi yang tampak pucat dan berkeringat.“Rasanya dingin, padahal saya sudah pakai jaket.”“Di sini memang dataran tinggi, Pak, suhunya dingin.”Pak Ardi berbaring, lantas menyelubungi tubuhnya dengan selimut, tapi dia masih menggigil.“Pak, waktu kita mau berangkat k

  • Mencintai Seorang Climber   bab 297. Mau Uang Tunai

    Kedua orang tua Marco sedang saling bicara lewat telepon. Bu Marianne berada di balkon ruko miliknya, sedangkan Pak Ardi berada di tempat yang jauh, di kawasan timur. Mereka membahas tentang uang untuk menebus Marco dari tangan kelompok yang telah menyanderanya selama hampir 20 hari.Pak Ardi bicar

  • Mencintai Seorang Climber   bab 296. 50 M

    Emaknya Maryam, yaitu Mak Juwariyah, merasakan ada sesuatu yang menurutnya agak aneh, setelah dua hari dia menginap di rumah Bu Marianne.“Maryam, apakah saudara-saudara kandung suamimu ada datang ke sini, untuk menjenguk kamu?”“Ehm ... kakak perempuan Marco tinggal di Eropa, dengan suaminya. Adik

  • Mencintai Seorang Climber   bab 295. Mempersiapkan Uang Tebusan

    Bu Marianne membawa Maryam ke sebuah rumah sakit untuk periksa kandungan. Walaupun suasana hati Maryam sedang sedih dan selera makannya menurun, tapi kandungannya sehat. Dokter memberi resep berupa vitamin.Karena merasa khawatir dengan kesehatan Maryam yang menurun, maka Bu Marianne menyuruh Marya

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status