Share

Bab 156

Penulis: Naiynana
last update Tanggal publikasi: 2026-01-23 22:58:36
Satu jam kemudian, Stephen sudah berdiri di depan pintu kamar Ginna. Outfitnya ganti lagi padahal yang sebelumnya baru dipakai tak lebih dari dua jam.

Sesekali ia membaui tubuh. Memeriksa apakah ada aroma-aroma tak sedap dari tubuhnya atau tidak.

“Wangi,” ucapnya, lalu membetulkan letak kacamata yang sebetulnya masih begitu-begitu saja.

“Kenapa gugup begini, ya? Padahal Cuma mau makan siang. Astaga, malu sama umuuuur!” Stephen menggeleng-gelengkan kepala.

Pria itu pun berdehem sebentar, lalu de
Naiynana

yang kemarin menang seru-seruan bab 143 (pengumamn di bab 147) yang belum dua kasih nomornya 2 orang lagi. Kuy ditunggu sampai besok ya.

| 40
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (10)
goodnovel comment avatar
Asell asella
aiyaaaa bakal langsung disuruh nikah nih hahaha
goodnovel comment avatar
Joezeus Maria Catalanoto
aiya... ketangkep basah kan kalian ber2...........sidang langsung aja lah. mama nikahin aje deh..
goodnovel comment avatar
Larose
aiyaaaa sidang sidang kl perlu lgsg aja nikahkan hahaha jgn bilang ini kerjaan Hamish dan Kalea
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 281

    Hamish keluar dari kamar dalam keadaan segar, bugar, dan tentu saja bahagia. Segala resah, letih, dan amarahanya lenyap tak bersisa.Sementara di dalam kamar, Kalea meringkuk. Tertidur lelap, lelah. Sungguh sebuah keadaan yang kontradiktif.“May,” panggil Hamish. Melihat asisten rumah tangganya yang sedang membersihkan perabot.“Ya, Tuan.”“Anak-anak belum bangun?”“Belum, Tuan. Eh, salah. Maksudnya belum semuanya, Tuan. Teman-temannya Nala belum bangun, EL juga belum. Tapi Nala sudah. Tadi saya lihat lagi di kebun belakang, kasih makan kelincinya.”Hamish mengangguk, lalu bergegas mencari putrinya.Dan benar, Shaynala sedang berjongkok di bawah pohon tanjung yang sedang berbunga banyak. Wangi bunganya semerbak, sudah tercium bahkan dari beberapa meter.Di bawah pohon sana, Shaynala tak sendirian. Gadis itu ditemani dua ekor kelinci abu-abu besar yang sudah dirawat dari dua tahun lalu. Ia terlihat asyik memberikan sayuran pada dua kelincinya itu.Hamish tersenyum. Akhirnya, ia bisa ke

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 280

    Hamish bersandar di bathtub dan ia biarkan Kalea memijit kepala serta pundaknya. Ah, rasanya segala pusing dan kepenatan sirna sudah. Jika telah seperti ini, ia merasa dunia dan seisinya ada dalam genggamannya.Tak ada yang lebih membahagiakannya selain bisa selalu pulang ke rumah yang di dalamnya ada istri dan anak-anak yang dicintainya. Pulang dengan sambutan penuh cinta dan kasih.“Aku pria paling beruntung di dunia,” ucap Hamish dengan mata terpejam. Merasakan nikmatnya sentuhan tangan Kalea.“Beruntung?” tanya Kalea.“Hmm. Aku punya kamu. Punya Nala. Punya ELvano. Hidupku lengkap. Sempurna. Penuh.”Kalea tersenyum, lalu mengecup pucuk kepala Hamish.“Aku masih merasa bahwa ini mimpi karena semuanya terlalu indah. Aku tiga puluh tahun lalu sepertinya tak pernah sedikit pun terbayang akan menjalani hidup sesempurna ini. Punya istri, punya anak-anak. Punya keluarga sendiri. Bagiku, ini kehidupan yang sangat mewah. Apalagi untukku yang seorang pendosa ini.”“Semua orang pernah menjad

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 279

    Semua orang kini memenuhi kantor polisi setempat. Ling Ling dan kawan-kawan dimintai keterangan perihal kematian Gwen.Baik Ling Ling ataupun yang lain tak ada yang bisa berkata-kata terlalu banyak. Semuanya syok. Tak mengira jika Gwen akan mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara mengerikan pula.Mereka juga tak ada yang nafsu makan karena melihat langsung dengan mata kepala sendiri bagaimana akhir hidup Gwen. Semua terbayang-bayang. Baik ketika Gwen yang berlari-lari sambil meminta tolong tanpa henti seperti dikejar sesuatu, lalu ketika Gwen berteriak-teriak di tengah jalan tol sebelum akhirnya tubuhnya berkeping-keping.Martha bahkan saat ini dilarikan ke rumah sakit gara-gara terus menerus pingsan saking terguncangnya melihat pemandangan semengerikan itu. Apalagi sebelumnya mereka sempat berinteraksi dekat. Semua seperti mimpi buruk.Stephen menjadi yang paling sibuk. Mondar-mandir memeriksa kondisi orang tuanya juga kawan-kawan yang lain. Memastikan agar mereka tetap fit dan kuat

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 278

    Hamish menemukan Arsen dan Nathan tengah duduk-duduk di bangku di tepi jalan yang sepi. Nathan menangis tersedu-sedu dengan Arsen yang merangkul bahunya.Pria itu langsung turun dan menghampiri keduanya. Menatap kakak beradik itu berganti-gantian.“Ya Tuhan,” ucap Hamish. Berkacak pinggang sambil berdecak. Iba. Melihat anak-anak harus terlantar di tepi jalan malam buta. Padahal keduanya masih punya orang tua lengkap.“Om,” sapa Arsen, lalu menyikut adiknya agar ikut menyapa.“Kalian tak apa?” tanya Hamish.Arsen pun menggeleng. Sementara Nathan masih sesenggukan.Anak itu masih ketakutan. Selain itu, dia sangat sedih karena harus terdampar di jalanan padahal matanya sangat ngantuk.“Masuklah ke mobil. Pulang ke rumahku,” ucap Hamish.Arsen mengangguk, lalu mengajak Nathan untuk mengikuti Hamish.“Sementara, tinggallah di rumahku. Nanti akan kuminta orang tuamu datang menjemput,” sambung Hamish.Arsen mengangguk dan berterima kasih.“Apa orang tuamu masih tak bisa dihubungi sama sekali?

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 277

    “Nat, ayo kemas baju-bajumu,” bisik Arsen pada Nathan, adik lelakinya.“Kita mau kemana, Bang?”“Kita pergi ke rumah teman abang. Ayo!”Setelah menelepon Wiliiam, Arsen bergegas memasukkan beberapa barang dan buku-buku ke dalam ransel besar. Dan kini, ia membantu sang adik untuk turut bersiap-siap.“Apa Papa nanti tak akan marah kita pergi, Bang?”“Persetan dengan dia! Kita tersiksa kita mati pun dia tak akan peduli! Yang dipedulikannya hanya karier dia saja. Kalau dia peduli, aku baru pulang dari rumah sakit pun tak akan ditelantarkan. Dia juga tak akan memecat semua ART di rumah. Kita dipaksa hidup sendiri. Dasar brengsek!” Arsen terengah-engah saat mengeluarkan semua unek-unek tentang ayahnya.“Tak perlu bawa banyak-banyak. Yang penting malam ini kita pergi dari sini dulu!” Arsen segera menyuruh adiknya memakai ransel sendiri. Kemudian, ia membawa adiknya keluar dari kamar.Keduanya berjalan cepat, mengendap-endap. Menuruni tangga menuju lantai satu rumah dengan setengah berlari, t

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 276

    Suara berdesing gergaji mesin memenuhi seantero rumah Hamish. Semua orang menahan napas, menunggu detik-detik pria itu hendak memotong daun pintu. Termasuk Kalea yang menatap suaminya dengan rasa cemas.Kalea hanya bisa membiarkan. Jika sudah mode seperti itu, Hamish tak bisa diganggu gugat lagi. Jika sudah berkehendak dengan yakin, maka dia akan melakukannya tanpa tapi.Ia hanya berharap Shaynala baik-baik saja di dalam sana dan hubungan ayah serta anak itu bisa segera kembali membaik.Hamish mulai mengarahkan ujung gergaji ke pintu. Pikirannya sudah kemana-mana. Tak tenang. Dia tak punya pilihan lain selain membuka paksa pintu demi memastikan kondisi putrinya baik-baik saja.Dan saat ujung mata gergaji tinggal seinci lagi menyentuh daun pintu, di saat itu pula suara kunci terdengar diputar. Tak lama, daun pun menguak terbuka.Shaynala muncul dengan wajah pucat juga kuyu. Kedua bahunya jatuh dengan sorot mata yang hampa.“Nalaaa!” William berseru begitu juga Kalea.Sementara Hamish,

  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 211

    “Bukankah kamu masih cuti?” tanya Ginna. Memandangi Stephen yang grasak-grusuk berganti pakaian.“Iya, Sayang. Aku masih cuti. Tapi ada panggilan darurat. Aku harus operasi satu jam lagi. Ini permintaan khusus dari pasien VVIP. Dia pasienku langsung. Tak bisa aku delegasikan. Kondisinya sudah gawat

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 212

    “Steve,” panggil Ginna serak. Mendadak saja merasa tegang, takut, terkurung di sana berdua dengan Stephen. Padahal jelas-jelas pria itu adalah suaminya.Pikirannya bercabang kemana-mana gara-gara melihat pintu yang dikunci dari dalam. Tak mungkin kan Stephen mengajaknya macam-macam? Ini masih di ru

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 220

    Hamish mondar-mandir. Ia sedang menunggu satpam rumahnya yang sengaja ia telpon dan diminta tolong untuk membelikan beberapa tespek.Ia begitu gelisah. Antara harapan yang setinggi gunung dan juga ketakutan akan rasa kecewa.“Kalau misal nanti hasilnya negatif ….”“Ssstt! Tak masalah!” Hamish memot

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Mencuri Hati Tuan Hamish   Bab 210

    Hamish belum berhenti tertawa melihat tampang cemberut Stephen. Hari ini pria itu berkunjung ke kantor Stephen untuk berkonsultasi.Malam itu, ia menelepon Stephen tetapi tak diangkat dan berikutnya ia sendiri yang mengabaikan telepon dari Stephen, lalu berakhir lupa untuk berkomunikasi.Sekarang,

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status