Share

Bab 130

Author: Mommy_Ar
last update publish date: 2026-03-07 01:29:32

Usai makan siang dan bertemu dengan sahabatnya,. Vera pun kembali ke kantor. Pintu lift terbuka, dan Vera melangkah masuk dengan wajah yang masih menyisakan sisa tawa.

Namun begitu ia melewati meja resepsionis dan mendekati area direksi ia langsung merasakan aura yang berbeda.

Tatapan tajam menyambutnya. Revan sudah berdiri tak jauh dari ruangannya, kedua tangan dimasukkan ke saku celana, ekspresinya dingin seperti biasa.

“Bagus ya. Jam kerja keluyuran.”

Nada suaranya datar,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 202

    Setelah kepergian Wilona, keheningan di apartemen itu terasa berbeda. Tidak lagi mencekam seperti hari-hari sebelumnya, melainkan lebih tenang dan kontemplatif. Vera berdiri diam di balkon, membiarkan angin sepoi-seperti mengacak rambutnya, sementara kata-kata Wilona terus berputar di kepalanya. Sahabatnya itu benar, membenci Revan mungkin terasa memuaskan untuk ego sesaat, namun ada nyawa lain yang kini bergantung pada kedamaian hatinya.Dia akan jadi seorang Ibu, memaafkan akan jauh lebih baik.Vera menghela napas berat, mencoba mengusir sisa-sisa rasa sesak yang masih bersarang di dadanya. ‘Gimana Sayang? Kamu mau maafin papa kamu hem ?’’ tanya Vera mengusap perut nya datar.‘Maafin Mama ya kalau Mama egois,’‘Benar kata sahabat Mama, papa kamu berhak tahu keberadaan kamu.’‘Baiklah, mala mini, kita kasih kejutan ke papa kamu ya?’Ia menatap langit Jakarta yang mulai berubah jingga, menyadari bahwa menghukum Revan dengan kediaman hanya akan membuat suasana semakin beracun bagi

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 201

    Beberapa hari telah berlalu sejak badai besar menghantam apartemen itu. Suasana di dalam rumah yang biasanya penuh dengan obrolan ringan kini berubah menjadi sunyi yang canggung, namun ada sesuatu yang berbeda dari sisi Revan. Sejak konfrontasi soal foto di Surabaya itu, sikap Revan benar-benar berubah drastis. Ia seolah tersentak dari tidurnya dan menyadari bahwa ia hampir saja kehilangan poros hidupnya.Revan tidak lagi menjadi pria yang gila kerja hingga lupa waktu. Kini, jadwal harian pria itu sangat teratur dan bisa ditebak. Ia baru akan berangkat ke kantor pada pukul sembilan pagi, setelah memastikan Vera sudah bangun dan mendapatkan sarapan yang layak, meskipun ia harus memesannya dari restoran karena ia masih trauma dengan kejadian *steak* tempo hari. Dan tepat pukul tiga sore, sosoknya sudah kembali muncul di depan pintu apartemen. Tidak ada lagi lembur, tidak ada lagi pertemuan di luar jam kantor, dan tidak ada lagi alasan "terjebak badai".Di kantor pun, Revan melaku

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 200

    "Maaf, Ver. Kejadiannya gak seperti yang kamu bayangkan," Revan memulai dengan suara gemetar. "Kemarin di Surabaya, aku sudah memesan dua kamar yang berbeda. Aku di kamar 1204 dan Febby di 1206.’’‘’Benar-benar beda kamar. Tapi, tengah malam dia ketuk pintu kamarku dengan panik. Katanya ada orang asing yang mau masuk ke kamarnya, dia merasa ada yang mencoba membobol pintunya. Dia ketakutan setengah mati, Ver.""Jadi bener kalian tidur bareng?" gumam Vera getir. Suaranya nyaris hilang, digantikan oleh rasa sesak yang luar biasa. Ia merasa dunia seolah berhenti berputar. Apa yang ia lihat di foto itu ternyata dikonfirmasi langsung oleh mulut suaminya sendiri."Ver, dengerin aku dulu!" kata Revan panik saat melihat air mata mulai menggenang di pelupuk mata Vera. "Aku memang izinin dia masuk ke kamarku karena rasa kemanusiaan, karena aku pikir dia rekan kerjaku yang sedang dalam bahaya. Tapi aku suruh dia tidur di sofa! Sungguh, aku beneran nyuruh dia di sofa dan a

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 199

    Dalam hitungan detik, mesin pencari itu menyuguhkan ribuan artikel. Revan mengerutkan kening, membaca judul-judul yang muncul dengan serius, seolah-olah ia sedang membedah laporan audit tahunan perusahaan.“10 Cara Ampuh Luluhkan Hati Istri,” tulis salah satu artikel. *Jangan Pakai Logika, Pakai Perasaan.’’ Ada juga poin yang menekankan pentingnya physical touch dan mendengarkan tanpa memotong pembicaraan.Revan membaca satu per satu poin di sebuah artikel blog yang cukup populer. Di sana tertulis: “Langkah pertama: Akui kesalahan tanpa pembelaan. Langkah kedua: Berikan perhatian kecil yang menunjukkan Anda peduli. Langkah ketiga: Jangan paksa dia bicara, tapi biarkan dia tahu Anda selalu ada.”Revan terdiam sejenak, merenungkan saran-saran tersebut. Ia menyadari satu hal: tadi ia terlalu banyak membela diri soal daging basi dan masalah di Surabaya. Ia terlalu menggunakan logika, padahal Vera mungkin hanya butuh ditenangkan.Ia meletakkan ponselnya kembali. Inilah saatnya memprak

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 198

    Vera yang sedari tadi berpura-pura memejamkan mata, akhirnya tidak tahan lagi mendengar suara rintihan tertahan dari arah samping tempat tidur. Suara napas Revan terdengar berat, sesekali diselingi suara erangan kecil yang menunjukkan pria itu tengah menahan rasa sakit yang luar biasa. Vera membalikkan tubuhnya perlahan, mendapati suaminya masih terduduk lemas di lantai sambil memegangi perutnya."Kamu kenapa?" tanya Vera. Suaranya masih terdengar datar, namun ada secercah kekhawatiran yang tidak bisa ia sembunyikan sepenuhnya.Revan mendongak. Wajahnya yang biasanya tegas kini tampak kuyu, dengan pelipis yang basah oleh keringat dingin. "Perutku sakit sekali, Ver. Kayaknya daging *steak* tadi sudah basi," keluhnya dengan suara yang sedikit bergetar.Vera mengerutkan dahi, secara otomatis instingnya sebagai pengelola rumah tangga muncul. "Mana ada basi. Daging itu *fresh*. Aku sendiri yang memilihnya dan baru beli tiga hari lalu. Penyimpanannya pun di *freezer* dengan suhu yang b

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 197

    ​Vera berjalan mendekat, namun begitu aroma daging setengah matang itu menusuk indra penciumannya, perutnya mendadak bergejolak hebat. Rasa mual yang luar biasa menghantamnya seketika. Vera menutup mulutnya dengan tangan, berusaha keras menahan gejolak di lambungnya.​Ia menatap piring di depannya dengan tatapan nanar. Daging setengah matang itu kini terlihat mengerikan di matanya, belum lagi risiko bakteri yang bisa membahayakan janin di rahimnya. Sebagai ibu hamil, ia tahu betul makanan seperti itu adalah pantangan besar.​"Aku gak mau makan," ucap Vera pendek, suaranya terdengar kaku. Ia segera memalingkan wajah, tidak tahan melihat tampilan daging tersebut.​Senyum di wajah Revan perlahan memudar. Ia menatap piringnya, lalu menatap Vera dengan raut kecewa yang tidak bisa disembunyikan. "Kenapa? Kamu masih marah ya soal semalam? Aku sudah masak ini susah payah, Ver. Ini kan daging kesukaan kamu, biasanya kamu paling semangat kalau aku masak ini."

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Kebohongan Olla

    Olla dan Evelyn saling menatap satu sama lain. Beberapa detik, Yudha menunggu jawaban., sampai akhirnya Olla membuka suara“Wilona? Dia—”“Dia adikku!” Suara Evelyn memotong cepat sebelum Ola sempat menyusun kebohongan lain.Ruangan yang sejak tadi tegang mendadak membeku. Yudha menol

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Sulit mengingat

    Beberapa hari kemudian, dokter akhirnya memperbolehkan Yudha pulang.Kondisinya memang belum sepenuhnya pulih, tetapi secara fisik ia sudah cukup stabil untuk menjalani rawat jalan. Hanya saja, satu hal yang belum kembali ingatannya.Ola dan Andika datang lebih dulu ke rumah sakit pa

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Ancaman

    Ola bersedekap tangan di dada. Bahunya tegak, dagunya sedikit terangkat. Tatapannya lurus ke depan, menembus dinding kaca besar yang memperlihatkan gemerlap kota Jakarta. Gedung-gedung tinggi berdiri angkuh, kendaraan bergerak seperti barisan semut yang tak pernah berhenti. Semua tampak normal. Ha

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Ketakutan Wilona

    “Om Dirga,” Wilona memotong cepat, napasnya mulai tak beraturan, “tolong kasih tahu aku. Di mana Mas Yudha sekarang?”Hening lagi. Lalu satu kalimat yang langsung meruntuhkan seluruh dunia Wilona.“Pak Yudha, di rumah sakit, Non !’’‘’Siapa yang sakit Om?” suaranya nyaris tak terdengar.“Tadi sore,

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status