Home / Romansa / Mendadak Jadi Sugar Baby / J&F Caffe end Resto

Share

J&F Caffe end Resto

Author: Mommy_Ar
last update publish date: 2026-02-05 07:29:16

Wilona terkekeh kecil. Tawa tipis yang akhirnya lolos dari bibirnya setelah sekian lama.

“Apaan sih kalian berdua,” katanya pelan. “Bilang aja kangen, ya kan?”

“Udah tahu masih pakai nanya,” cetus Vera cepat. “Kamu ke mana sih, Wil? Are you okay?”

Pertanyaan itu membuat Wilona terdiam sejenak.

Sejak kepergian orang tuanya, hidupnya memang berubah drastis. Ia seperti menghilang dari dunia yang dulu ia kenal.

Tidak ada lagi Wilona yang ceria, yang sibuk kuliah, yang sering
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
kin
duh udah kebayang bgt. mama yudha menolak keras wilo. duh kasian nya wilo. lama2 kena tinggal sama yudha
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 167

    Pagi hari kembali berjalan seperti biasa.Cahaya matahari masuk melalui jendela apartemen, menerangi ruang makan yang kini terasa lebih hidup dibanding hari-hari sebelumnya. Aroma makanan sederhana menguar dari dapur Vera berdiri di sana dengan pakaian santainya, rambut diikat asal, sibuk menyiapkan sarapan.Sementara di sisi lain, Revan sudah rapi dengan setelan kerja. Jasnya terpasang sempurna, jam tangan melingkar di pergelangan tangannya siap menghadapi hari yang sibuk.Ia melangkah mendekat ke meja makan, menarik kursi, lalu duduk.“Hari ini mau ke mana?” tanyanya sambil menuangkan air ke dalam gelas.Vera yang baru saja selesai menata piring langsung menghembuskan napas panjang.“Gak tahu…” jawabnya lemas. Ia duduk di kursi, lalu merebahkan kepalanya di atas meja makan. “Aku bosen banget kalau gak kerja begini, sumpah.”Nada suaranya terdengar jujur. Ia terbiasa sibuk. Terbiasa bergerak. Dan sekarang… diam seperti ini justru terasa menyiksa.Revan menatapnya sekilas.“Ke rumah

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 166

    Sore hari menjelang malam, langit mulai berubah warna menjadi jingga keemasan saat mobil Revan melaju memasuki halaman rumah Mama Vita. Udara terasa lebih hangat, berbeda dengan suasana apartemen yang cenderung sunyi. Hari itu, mereka datang memenuhi undangan makan malam atau lebih tepatnya, panggilan yang tidak bisa ditolak. Begitu pintu rumah terbuka, mama Vita langsung menyambut mereka. “Akhirnya kalian datang juga!” suara Mama Vita langsung terdengar penuh semangat. “Ayo, sayang, masuk!” Namun yang membuat Revan terpaku bukan sambutannya… melainkan arah pelukan itu. Mama Vita langsung merangkul Vera dengan penuh sayang, seolah menantu barunya itu adalah pusat dunia. Revan yang berdiri tepat di sebelahnya hanya bisa melongo. “Ma… anak Mama di sini loh,” protesnya, wajahnya benar-benar tak percaya. Mama Vita bahkan tidak melirik. “Kamu sudah besar,” jawabnya enteng, nyaris tanpa jeda.

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 165

    Waktu berjalan begitu cepat. Tiga hari terakhir terasa seperti jeda yang aneh dalam kehidupan mereka bukan liburan, tapi juga bukan rutinitas biasa. Atas permintaan Mama Vita, Vera dan Revan harus tetap menginap di hotel setelah pernikahan mereka. Tidak ada alasan yang bisa mereka gunakan untuk menolak.Jadilah selama tiga hari itu, mereka hanya menghabiskan waktu di dalam kamar yang sama.Bersama.Awalnya canggung. Sangat canggung. Namun perlahan… mereka mulai terbiasa dengan kehadiran satu sama lain. Dengan obrolan-obrolan kecil, makan bersama, bahkan diam bersama tanpa harus selalu mengisi suasana dengan kata-kata.Dan kini akhirnya mereka bebas.Lift apartemen berbunyi pelan saat pintunya terbuka. Revan melangkah keluar lebih dulu, diikuti Vera di belakangnya. Langkah mereka terasa lebih ringan, seolah beban tak kasat mata yang menahan selama tiga hari terakhir akhirnya terlepas.Revan menoleh sedikit ke arah Vera.“Kamu mau tinggal di

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 164

    “Eughhhh…”Wilona menggeliat pelan di atas ranjang, menarik selimut sedikit lebih tinggi sebelum akhirnya membuka mata dengan berat. Cahaya matahari yang menyelinap dari celah tirai langsung menyambutnya, menandakan pagi sudah datang.Ia mengerjap beberapa kali, masih berusaha mengumpulkan kesadaran.Di sisi lain kamar, sosok suaminya sudah tampak rapi dengan kemeja kantor, berdiri di depan cermin sambil merapikan penampilannya.“Mas…” panggil Wilona dengan suara serak, masih setengah sadar.Yudha langsung menoleh. Senyum hangat terukir di wajahnya saat melihat istrinya sudah bangun.“Selamat pagi, sayang,” ucapnya lembut.Ia berjalan mendekat, lalu tanpa ragu mencium kening Wilona singkat.“Cup.”Wilona sedikit mengerucutkan bibirnya, masih bergelung di tempat tidur.“Kok gak bangunin aku?” protesnya pelan.Yudha justru terkekeh kecil, duduk di tepi ranjang.“Kamu semalem begadang sampai jam berapa sama Tika?” tanyanya santai, ta

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 163

    Langkah kaki mereka yang semula riuh tiba-tiba terhenti. Saat Vera berusaha mengejar, kakinya tanpa sengaja tersandung kaki meja di samping ranjang.“Ah—!”Tubuhnya kehilangan keseimbangan.Bruk!Ia jatuh dengan posisi tidak sempurna, tangannya refleks menahan tubuh, namun justru membuat kukunya tertekuk keras.“Huaaaa sakitttt!” jerit Vera, suaranya langsung pecah menahan perih yang menjalar cepat.Revan yang tadi masih tertawa, seketika wajahnya berubah panik.“Ver!” Ia langsung berlari mendekat, napasnya masih ngos-ngosan. “Makanya jangan usil, kamu sih lari-larian!”“Kamu yang rese, Van!” balas Vera sambil meringis, matanya mulai berkaca-kaca.“Iya iya, maaf… aku yang salah,” ucap Revan cepat, nada suaranya langsung melunak.Tanpa banyak bicara, ia membantu Vera bangkit dengan hati-hati, memastikan tidak ada bagian lain yang terluka. Ia menuntunnya duduk di tepi tempat tidur, tangannya tetap siaga menopang pundak Vera.Revan kemudian b

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 162

    Tak lama, keheningan canggung itu pecah oleh suara notifikasi ponsel milik Vera.Ting!Vera refleks menoleh, lalu segera meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja. Ia berdiri sedikit menjauh dari Revan, seolah mencari ruang aman untuk bernapas.Begitu layar menyala, alisnya langsung mengernyit. Pesan dari Wilona dan ia segera membukanya.“Enjoy your first night. It might hurt a little at first, but it will be worth it.”Dan seketika itu juga, mata Vera berhasil membola dengan sempurna.“Astaga!’’ lirihnya hampir tak terdengar.Belum sempat ia mencerna sepenuhnya isi pesan itu, notifikasi lain kembali masuk Dari Tika. Dengan jari yang sedikit gemetar, Vera membuka pesan berikutnya.“Semoga malam ini ‘gawang’-nya jebol ya, Ver. Aku sama Wilona udah siapin semuanya sebagus mungkin. Semoga keponakan kita cepat launching!”Vera benar-benar membeku di tempat. Wajahnya memerah sampai ke telinga, napasnya tercekat, sementara otaknya seperti berhenti bekerja beberapa detik.Perlahan, ia

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Main api di toilet

    Cklek!Suara pintu toilet terbuka membuat Wilona tersentak seperti disambar petir.Ia memutar tubuhnya cepat dan hampir menjatuhkan napasnya sendiri ketika melihat siapa yang berdiri di ambang pintu.Yudha.Tubuh tinggi tegap itu bersandar di pintu, wajahnya separuh tertutup bayangan lorong, namun

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Double date

    Wilona dan Revan berjalan mendekati pintu tempat Evelyn dan Yudha berdiri. Langkah Wilona terasa berat, seolah lututnya berubah jadi kapas.Bukan karena Revan, tapi karena tatapan Yudha yang sejak tadi menancap padanya.“K–kalian sejak kapan nguping?” suara Wilona terdengar gugup, hampir

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Hampir saja

    “Yuyu…” gumam Wilona pelan. Suaranya serak, bingung, panik, semuanya campur jadi satu. Telapak tangannya dingin, tenggorokannya seperti tersumbat. “Yuyu itu… Yura! Iya, Yura!” Revan mengerutkan kening, masih menatap layar ponsel Wilona. “Siapa Yura?” Wilona refleks menendang pelan betis Vera

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Kelakuan Om-Om cemburu

    “Gak kok, gapapa…” Wilona memaksakan senyum, padahal jantungnya memukul-mukul tulang rusuk.Revan kembali makan… sementara Yudha tetap menunduk, pura-pura sibuk memotong steak.Tapi kakinya, kaki panjang dan kuat itu terus menggesek betis Wilona pelan… sengaja… ritmis… membuat lutut Wilon

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status