Share

Kecelakaan

Author: Mommy_Ar
last update publish date: 2026-01-26 09:30:28

Mobil di depan terdorong keras. Suara dentuman keras menggema di jalan sepi itu. Jantung Wilona seketika seperti berhenti.

Napasnya tercekat, tangan memegang setir sampai kuku menancap, tubuhnya membeku beberapa detik, menatap kaca spion dengan mata melebar.

“Astaga…!” bisiknya tergagap, rasa panik menyebar ke seluruh tubuhnya.

Orang-orang di jalan mulai berteriak dan membunyikan klakson. Hati Wilona terasa remuk.

Dia menepikan mobil secepat mungkin, kaki gemetar saat menginjak rem. Tangan ma
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
diah nursanti
disaat begini om kesayangan km gak ada di sisimu Wil,,btw revan kemana tadi
goodnovel comment avatar
henny.orlee
itu lh wilo ga dengar revan ngomong tdi dh main lari z krn salah paham.
goodnovel comment avatar
Evievoy Rafyno
loh Revan kemana gak menyusul wilo ke bandara dia kan tau info kejadian jatuh ny pesawat
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 166

    Sore hari menjelang malam, langit mulai berubah warna menjadi jingga keemasan saat mobil Revan melaju memasuki halaman rumah Mama Vita. Udara terasa lebih hangat, berbeda dengan suasana apartemen yang cenderung sunyi. Hari itu, mereka datang memenuhi undangan makan malam atau lebih tepatnya, panggilan yang tidak bisa ditolak. Begitu pintu rumah terbuka, mama Vita langsung menyambut mereka. “Akhirnya kalian datang juga!” suara Mama Vita langsung terdengar penuh semangat. “Ayo, sayang, masuk!” Namun yang membuat Revan terpaku bukan sambutannya… melainkan arah pelukan itu. Mama Vita langsung merangkul Vera dengan penuh sayang, seolah menantu barunya itu adalah pusat dunia. Revan yang berdiri tepat di sebelahnya hanya bisa melongo. “Ma… anak Mama di sini loh,” protesnya, wajahnya benar-benar tak percaya. Mama Vita bahkan tidak melirik. “Kamu sudah besar,” jawabnya enteng, nyaris tanpa jeda.

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 165

    Waktu berjalan begitu cepat. Tiga hari terakhir terasa seperti jeda yang aneh dalam kehidupan mereka bukan liburan, tapi juga bukan rutinitas biasa. Atas permintaan Mama Vita, Vera dan Revan harus tetap menginap di hotel setelah pernikahan mereka. Tidak ada alasan yang bisa mereka gunakan untuk menolak.Jadilah selama tiga hari itu, mereka hanya menghabiskan waktu di dalam kamar yang sama.Bersama.Awalnya canggung. Sangat canggung. Namun perlahan… mereka mulai terbiasa dengan kehadiran satu sama lain. Dengan obrolan-obrolan kecil, makan bersama, bahkan diam bersama tanpa harus selalu mengisi suasana dengan kata-kata.Dan kini akhirnya mereka bebas.Lift apartemen berbunyi pelan saat pintunya terbuka. Revan melangkah keluar lebih dulu, diikuti Vera di belakangnya. Langkah mereka terasa lebih ringan, seolah beban tak kasat mata yang menahan selama tiga hari terakhir akhirnya terlepas.Revan menoleh sedikit ke arah Vera.“Kamu mau tinggal di

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 164

    “Eughhhh…”Wilona menggeliat pelan di atas ranjang, menarik selimut sedikit lebih tinggi sebelum akhirnya membuka mata dengan berat. Cahaya matahari yang menyelinap dari celah tirai langsung menyambutnya, menandakan pagi sudah datang.Ia mengerjap beberapa kali, masih berusaha mengumpulkan kesadaran.Di sisi lain kamar, sosok suaminya sudah tampak rapi dengan kemeja kantor, berdiri di depan cermin sambil merapikan penampilannya.“Mas…” panggil Wilona dengan suara serak, masih setengah sadar.Yudha langsung menoleh. Senyum hangat terukir di wajahnya saat melihat istrinya sudah bangun.“Selamat pagi, sayang,” ucapnya lembut.Ia berjalan mendekat, lalu tanpa ragu mencium kening Wilona singkat.“Cup.”Wilona sedikit mengerucutkan bibirnya, masih bergelung di tempat tidur.“Kok gak bangunin aku?” protesnya pelan.Yudha justru terkekeh kecil, duduk di tepi ranjang.“Kamu semalem begadang sampai jam berapa sama Tika?” tanyanya santai, ta

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 163

    Langkah kaki mereka yang semula riuh tiba-tiba terhenti. Saat Vera berusaha mengejar, kakinya tanpa sengaja tersandung kaki meja di samping ranjang.“Ah—!”Tubuhnya kehilangan keseimbangan.Bruk!Ia jatuh dengan posisi tidak sempurna, tangannya refleks menahan tubuh, namun justru membuat kukunya tertekuk keras.“Huaaaa sakitttt!” jerit Vera, suaranya langsung pecah menahan perih yang menjalar cepat.Revan yang tadi masih tertawa, seketika wajahnya berubah panik.“Ver!” Ia langsung berlari mendekat, napasnya masih ngos-ngosan. “Makanya jangan usil, kamu sih lari-larian!”“Kamu yang rese, Van!” balas Vera sambil meringis, matanya mulai berkaca-kaca.“Iya iya, maaf… aku yang salah,” ucap Revan cepat, nada suaranya langsung melunak.Tanpa banyak bicara, ia membantu Vera bangkit dengan hati-hati, memastikan tidak ada bagian lain yang terluka. Ia menuntunnya duduk di tepi tempat tidur, tangannya tetap siaga menopang pundak Vera.Revan kemudian b

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 162

    Tak lama, keheningan canggung itu pecah oleh suara notifikasi ponsel milik Vera.Ting!Vera refleks menoleh, lalu segera meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja. Ia berdiri sedikit menjauh dari Revan, seolah mencari ruang aman untuk bernapas.Begitu layar menyala, alisnya langsung mengernyit. Pesan dari Wilona dan ia segera membukanya.“Enjoy your first night. It might hurt a little at first, but it will be worth it.”Dan seketika itu juga, mata Vera berhasil membola dengan sempurna.“Astaga!’’ lirihnya hampir tak terdengar.Belum sempat ia mencerna sepenuhnya isi pesan itu, notifikasi lain kembali masuk Dari Tika. Dengan jari yang sedikit gemetar, Vera membuka pesan berikutnya.“Semoga malam ini ‘gawang’-nya jebol ya, Ver. Aku sama Wilona udah siapin semuanya sebagus mungkin. Semoga keponakan kita cepat launching!”Vera benar-benar membeku di tempat. Wajahnya memerah sampai ke telinga, napasnya tercekat, sementara otaknya seperti berhenti bekerja beberapa detik.Perlahan, ia

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 161

    Beberapa menit kemudian, suara pintu kamar mandi kembali terdengar terbuka. Vera keluar dengan langkah pelan. Tubuhnya kini dibalut bathrobe putih hotel yang lembut, sementara rambutnya terbungkus handuk. Wajahnya tampak lebih segar, meski sisa kegugupan itu belum sepenuhnya hilang dari matanya.Ia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan.Kosong.Revan tidak terlihat di mana pun."Kemana dia?" gumamnya pelan, alisnya sedikit mengerut. "Pantesan aja aku panggil gak nyaut!"Ia melangkah menuju lemari, berniat mengambil baju ganti dari koper yang sejak tadi belum sempat ia sentuh. Gerakannya masih santai, belum ada firasat aneh sedikit pun.Namun begitu koper itu terbuka, Vera langsung terdiam. Matanya langsung membola."Ini… beneran punyaku, kan?" gumamnya pelan, tangannya mulai mengacak isi koper dengan bingung. "Gak salah kok… tapi kenapa isinya…?"Napasnya tertahan.Koper itu jelas miliknya. Nama “Vera” masih tertera rapi di bagian d

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Histeris

    Belum sempat Dimas menambahkan apa pun, tiba-tiba sambungan langsung terputus.Tuut… tuut…Dimas menatap ponselnya kaget. “Kok malah dimatikan?” gumamnya, bingung.Sementara itu di hotel tempat Yudha sedang berada, wajahnya memucat. Tangannya bergetar saat menurunkan ponsel. Ia tidak menunggu sede

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Ke Bandara

    “Wil, tunggu dulu, ih!” Vera berhasil mengejar Wilona yang sudah melangkah cepat menuju pintu keluar mall. Nafasnya sedikit terengah, tapi ia tetap berusaha mengejar sahabatnya. Wilona menoleh sekilas, mata berbinar kesal.“Kamu ngambek lagi?” tanya Vera setengah geli, setengah khawatir.

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Wilona pingsan

    Wilona buru-buru merogoh tasnya dengan tangan gemetar. Ponselnya hampir terjatuh, tapi ia tangkap lagi dengan panik. Ia langsung menekan nomor ibunya, nomor yang hafal di luar kepala.Nada sambung… lalu mati.Tidak aktif.Wilona menahan napas, lalu mencoba lagi. Nada sambung bahk

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Yudha sensitif

    Tubuh Wilona yang semula meronta akhirnya melemah. Nafasnya tersengal, jemarinya gemetar hebat, dan beberapa detik kemudian matanya perlahan terpejam. Revan yang sejak tadi berada paling dekat langsung menangkap tubuhnya sebelum jatuh membentur tanah.“Wil… Wilona!” panggilnya panik.

    last updateLast Updated : 2026-03-23
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status