共有

Kecelakaan

作者: Mommy_Ar
last update 公開日: 2026-01-26 09:30:28

Mobil di depan terdorong keras. Suara dentuman keras menggema di jalan sepi itu. Jantung Wilona seketika seperti berhenti.

Napasnya tercekat, tangan memegang setir sampai kuku menancap, tubuhnya membeku beberapa detik, menatap kaca spion dengan mata melebar.

“Astaga…!” bisiknya tergagap, rasa panik menyebar ke seluruh tubuhnya.

Orang-orang di jalan mulai berteriak dan membunyikan klakson. Hati Wilona terasa remuk.

Dia menepikan mobil secepat mungkin, kaki gemetar saat menginjak rem. Tangan ma
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (3)
goodnovel comment avatar
diah nursanti
disaat begini om kesayangan km gak ada di sisimu Wil,,btw revan kemana tadi
goodnovel comment avatar
henny.orlee
itu lh wilo ga dengar revan ngomong tdi dh main lari z krn salah paham.
goodnovel comment avatar
Evievoy Rafyno
loh Revan kemana gak menyusul wilo ke bandara dia kan tau info kejadian jatuh ny pesawat
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 225

    "Sumpah aku nggak ngerti maksud kalian!" kata Tika sambil menghela napas berat, mencoba meredakan ketegangan yang dibawa kedua sahabatnya dari Jakarta. Ia mengajak Wilona dan Vera duduk di sebuah bangku kayu panjang yang terletak di bawah pohon rindang tak jauh dari bibir sungai. Tika menatap kedua sahabatnya dengan tatapan serius namun tenang. "Pertama, kalian bener. Aku memang jadi istri kedua. Dan sorry, aku nggak bilang ke kalian sebelumnya karena jujur, aku malu.’’ ‘’Aku tahu standar moral kita, aku tahu apa yang bakal orang-orang omongin tentang status ini," ungkap Tika lirih. Ia menunduk sebentar, memainkan ujung daster batiknya. "Tapi aku bukan pelakor kok," imbuhnya dengan nada yang lebih tegas. "Terus kenapa, Tik? Kenapa kamu mau jadi istri kedua dan malah hidup di gunung kayak gini? Kalau kamu diapa-apain sama istri pertama gimana? Kamu dibunuh di sini nggak ada yang tahu, Tika! Sinyal nggak ada, tetangga jauh.

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 224

    "Iya Bunda, harus. Satu mobil khusus untuk Vera dan Wilona supaya kami bisa mengobrol nyaman di dalam. Mobil satu lagi untuk membawa oleh-oleh buat Tika, Wilona beli banyak sekali perlengkapan bayi untuk Tika dan juga untuk tempat para pengawal. Jadi kami benar-benar aman."Bunda Vita akhirnya tersenyum lebar. Ia tahu bahwa keluarga Yudha memang tidak pernah main-main soal keamanan dan kenyamanan. "Syukurlah kalau begitu. Bunda jadi lebih tenang melepas kalian. Pokoknya kalau ada apa-apa, sekecil apa pun itu, segera kabari Bunda atau Revan. Jangan ditunda-tunda.""Siap, Bunda!" jawab Vera dengan semangat, ia memberikan pose hormat yang jenaka.Tak lama kemudian, klakson mobil Yudha terdengar di depan gerbang. Wilona menyembulkan kepalanya dari jendela mobil sambil melambaikan tangan. Vera mencium kening Kenzo untuk terakhir kalinya sebelum berangkat, membisikkan janji bahwa ia akan segera pulang.Begitu Vera masuk ke dalam mobil Alphard hitam yang nyaman, i

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 223

    Pagi itu, langit Jakarta nampak sedikit mendung, seolah mencerminkan kegelisahan yang menyelimuti hati Wilona. Setelah memastikan Rena masuk ke dalam gerbang sekolah dengan tas stroberinya yang mencolok, Wilona tidak langsung menuju kantor. Ia memutar kemudi mobilnya ke arah pemukiman padat tempat Tika tinggal sebelum menikah.Firasatnya sejak acara tasyakuran kemarin tidak bisa tenang. Keheningan Tika terasa terlalu janggal untuk seorang sahabat yang biasanya paling berisik di grup percakapan.Setibanya di depan rumah lama Tika, Wilona hanya mendapati gerbang besi yang terkunci rapat dengan tumpukan brosur iklan yang terselip di celah pagar, tanda bahwa rumah itu sudah tidak berpenghuni selama beberapa waktu. Tak menyerah, Wilona memacu mobilnya menuju unit usaha rental PS yang selama ini menjadi kebanggaan Tika. "Tika?" panggil Wilona saat ia melongok ke dalam.Bukan Tika yang muncul, melainkan Tyas, adik perempuan Tika, yang sedang sibuk membe

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 222

    Suasana di kediaman mewah keluarga Putra hari ini tampak begitu berbeda. Halaman rumah yang biasanya hanya diisi deru mesin mobil, kini disulap menjadi area syukuran yang kental dengan nuansa religius namun tetap elegan. Karangan bunga ucapan selamat berjejer rapi di sepanjang pagar, menyambut tamu-tamu yang hadir untuk mendoakan putra pertama Revan dan Vera, Kenzo Arkananta.Di dalam ruang tengah yang luas, aroma harum kayu cendana dan makanan khas tasyakuran menyerbak. Revan, yang hari ini mengenakan baju koko putih bersih dengan bordir sederhana, tampak sangat berwibawa namun wajahnya memancarkan kelembutan seorang ayah yang baru saja mendapatkan mukjizat. Vera duduk di sofa utama, tampak cantik dengan gamis senada, mendekap Kenzo yang sedang tertidur lelap dalam balutan kain sutra lembut.Hampir semua sahabat dan kerabat dekat hadir, menciptakan keramaian yang hangat. Namun, di antara suara doa dan obrolan orang dewasa, ada satu suara cempreng yang sejak tadi mendominasi suas

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 221

    Langkah kaki kecil Rena menghentak lantai marmer rumah dengan penuh emosi. Wajahnya yang biasanya cerah kini ditekuk sedalam mungkin, memberikan kesan mendung yang nyata bagi siapa pun yang melihatnya. Yudha menyusul di belakang, berjalan dengan langkah gontai dan bahu yang sedikit merosot, membawa tas sekolah mungil bermotif karakter kartun milik putrinya.Wilona yang sedang menyesap teh hangat di ruang tengah langsung bangkit saat mendengar suara pintu terbuka. Ia sudah menunggu kabar sejak Yudha menelepon bahwa ada "insiden" di sekolah."Kenapa hem? Kok mukanya sampai ditekuk begitu?" tanya Wilona lembut saat Rena melintas di depannya dengan napas yang masih memburu."Gapapa! Sebel sama Reno nakal! Pokoknya Rena nggak mau main sama Reno lagi!" jawab Rena tanpa menoleh sedikit pun. Ia terus berjalan cepat menuju kamarnya di lantai dua, lalu terdengar suara pintu yang ditutup dengan cukup keras meski tidak sampai membanting.Wilona beralih menata

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 220

    Reno menghentakkan kakinya ke tanah, menunjukkan rasa tidak sukanya yang mendalam. Rena tertegun sejenak. Kata "hamil" yang baru saja diucapkan Reno terdengar seperti petir di siang bolong bagi telinganya. "Mama kamu... hamil?" pekik Rena dengan suara yang cukup nyaring. Reno mengangguk dengan lesu. "Iya. Kata Mama di perutnya ada adik bayi. Nanti katanya aku harus sayang sama adik bayi! Aku gak mau!’’ Mendengar konfirmasi itu, ekspresi wajah Rena berubah drastis. Alih-alih merasa senang untuk temannya, Rena justru merasa dunianya runtuh. Wajahnya semakin cemberut, matanya mulai memerah karena rasa iri yang membakar hati kecilnya. "Kenapa nggak adil sih! Kenapa bukan Bunda saja yang hamil, kenapa malah Mama kamu!" teriak Rena frustrasi. Reno yang kaget dibentak seperti itu langsung membalas, "Ya mana aku tahu! Bukan aku yang bikin perut Mama jadi hamil!’’ "Ahh sebelll! Rena sebel sama Reno!

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 131

    Drrtt… Drrtt… Drrtt…Ponsel di atas meja kerja itu kembali bergetar tanpa henti. Getaran kecil itu terasa seperti mengetuk kesabaran Revan yang sejak pagi sudah terkuras oleh pekerjaan. Tumpukan berkas masih menggunung di depannya, proposal yang harus ia pelajari belum juga selesai, sementara emai

    last update最終更新日 : 2026-04-04
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Maaf

    Seperginya Evelyn, pintu ruang perawatan itu tertutup pelan. Suara kecil itu terasa seperti garis batas memisahkan masa lalu dan masa kini.Ruangan mendadak sangat hening. Cahaya lampu putih menerangi wajah pucat anak itu, sementara di sudut ruangan, dua orang dewasa berdiri saling berhadapan denga

    last update最終更新日 : 2026-04-02
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Renata Zevannia

    Di depan ruang perawatan Rena, suasana terasa begitu berat. Lampu lorong rumah sakit menyala terang, tapi tak mampu mengusir dingin yang menjalar di dada masing-masing orang yang berdiri di sana. Melalui kaca transparan, terlihat seorang gadis kecil terbaring lemah di atas ranjang pasien. Wajahnya

    last update最終更新日 : 2026-04-01
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Sebuah Fakta

    ‘’Mama kamu!’’ ucap Evelyn bergetar.Brakkk!Seketika itu Yudah menggebrak meja di depannya. Dia menatap Evelyn dengan sangat tajam.‘’Jangan membawa nama ibuku dimasalah kita!’’ Yudah seolah tidak terima.‘’Aku—“‘’Sorry Evelyn, sepertinya sekarang aku tahu, kenapa aku bisa b

    last update最終更新日 : 2026-03-30
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status