แชร์

Bab 44. Terkuak

ผู้เขียน: Lovely Pearly
last update วันที่เผยแพร่: 2026-02-10 19:15:32

Valeriana terdiam setelah mendengar penjelasan Kael. Ia memikirkan sosok yang digambarkan suaminya, seorang lelaki tua berjubah hitam, bertumpu pada sebuah tongkat. Deskripsi itu terasa sangat familiar. Ia berusaha mengingatnya, menelusuri ingatan tentang karakter-karakter dalam novel.

Ah!

Valeriana akhirnya tersadar. Sosok yang diceritakan Kael persis dengan ciri-ciri Marquis Gosh, Menteri Keuangan kekaisaran. Pria tua itulah yang, dalam novel, tiba-tiba menuduh Kael melakukan pemberontakan. D
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
fadil anggara
yaelah thar,,, sharian dtungguin cm up sebiji hiksss
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 230. Kembali ke rumah

    Mereka akhirnya masuk ke dalam kediaman.Begitu melewati pintu utama, suasana hangat langsung menyambut mereka. Aroma kayu dari perapian bercampur dengan wangi roti yang mulai tercium dari arah dapur. Rumah itu terasa hidup. Ramai oleh suara langkah para pelayan yang bergerak cepat ke sana kemari.Kael berhenti sejenak di ambang pintu. Valeriana ikut berhenti.“Ada apa?” tanyanya lembut.Kael menatap lorong panjang di hadapannya. Lukisan keluarga Vallas yang tergantung rapi di dinding. Karpet tebal yang membentang menuju tangga utama. Cahaya perapian dari ruang duduk yang jatuh hangat ke lantai.Semuanya masih terlihat sama. Namun entah mengapa, rasanya berbeda. Mungkin karena selama tiga hari terakhir, ia sempat berpikir tidak akan pernah melihat tempat ini lagi.“Tidak apa-apa,” jawab Kael pelan.Valeriana tahu itu bukan jawaban yang sebenarnya. Namun ia tidak memaksa. Ia hanya menggenggam tangan Kael sedikit lebih erat.“Kau sudah pulang,” katanya lembut. “Ke rumahmu.”Kael menoleh

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 229. Valeriana mengurus Kael

    “Baiklah,” ucap Valeriana lembut. “Kalau begitu, aku yang mengantarmu masuk. Tapi Mas Suami harus berjalan pelan-pelan. Tidak boleh sok kuat.”Kael mengangguk kecil.“Siap, istriku.”Jawaban itu membuat beberapa pelayan semakin terkejut. Biasanya, jika ada yang menyuruh Kael beristirahat, pria itu akan menjawab dengan kalimat seperti, aku masih bisa bekerja, luka seperti ini bukan masalah, atau nanti saja.Namun sekarang, hanya karena Valeriana yang bicara, Kael langsung menurut. Anna menunduk dalam-dalam, berusaha menyembunyikan senyumnya. Valeriana melirik Anna yang sedang tersenyum.“Anna.”Anna langsung menegakkan tubuh.“Ya, Nyonya?”“Siapkan air hangat, kain bersih, pakaian ganti, dan semua perlengkapan untuk Tabib Pym. Aku ingin semuanya sudah siap sebelum beliau tiba. Lalu, kamarku sudah dibersihkan?”“Sudah, Nyonya.”“Baik. Setelah itu, pergi ke dapur dan minta Kepala Koki Pierre menyiapkan makanan hangat untuk Kael. Yang lembut dan mudah dimakan.”Anna langsung mengangguk ce

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 228. Tuan Duke pulang

    Kael kembali menutup mata. Namun kali ini, sudut bibirnya tampak bergerak tipis.Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, Kael mulai membayangkan sesuatu yang sederhana, tetapi terasa sangat menenangkan. Nanti, saat ia tidur dalam pelukan istrinya, pasti rasanya nyaman sekali.Perjalanan menuju kediaman Vallas terasa jauh lebih tenang daripada yang mereka bayangkan. Tidak ada kejaran. Tidak ada teriakan. Tidak ada pengawal istana yang mencoba menghentikan mereka. Hanya terdengar suara roda kereta, derap kaki kuda, dan napas Kael yang perlahan mulai lebih teratur di sisi Valeriana.Saat gerbang kediaman Vallas akhirnya terlihat, Lucas segera memberi isyarat kepada para penjaga."Buka gerbang!"Para penjaga di depan gerbang terkejut begitu melihat kereta utama kembali. Namun mereka langsung bergerak cepat. Gerbang besar itu terbuka dengan suara berat, lalu kereta memasuki halaman kediaman Vallas.Belum sempat kereta berhenti sepenuhnya, kabar sudah lebih dulu menyebar."Tuan Duke pulan

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 227. Perjalanan pulang

    “Terima kasih, Tuan!” ucap Petrus penuh rasa syukur.Tora segera menunduk dalam. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah.“Tidak perlu, Tuan Duke. Saya membantu dengan ikhlas. Anggap saja ini sebagai tebusan karena saya pernah bersalah membuat pistol palsu yang ternyata digunakan untuk menuduh Anda.”Ia menelan ludah, lalu melanjutkan dengan suara berat, “Saya benar-benar minta maaf. Saya tidak tahu bahwa senjata itu akan digunakan untuk hal sekeji ini. Andai sejak awal saya tahu, saya tidak akan pernah membuatnya. Sekali lagi, maafkan saya, Tuan Duke.”Toby kemudian ikut menunduk sopan.“Kalau saya tidak perlu, Tuan. Malam ini saya akan pergi ke kerajaan sebelah dan meninggalkan Arcelia. Untuk masalah uang, Nyonya sudah memberikannya kepada saya. Itu sudah lebih dari cukup.”Ia menatap Valeriana sejenak, lalu mengangguk hormat.Dargan menggaruk belakang kepalanya, tampak sedikit canggung. Namun ia tetap bicara dengan jujur.“Saya memang membutuhkan uang untuk bertahan hidup, Tuan. Jadi saya

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 226. Pulang sebagai pemenang

    Kali ini, Kael tidak membantah.Mungkin karena tubuhnya memang sudah mencapai batas. Atau mungkin karena ia tahu, jika ia masih mencoba keras kepala, Valeriana bisa saja menyeret tabib Pym ke hadapannya saat itu juga.Lucas segera mendekat. “Tuan, saya bantu berjalan.”Namun sebelum Lucas sempat menyentuh lengannya, Kael sedikit bergeser. Bukan menjauh dengan kasar. Ia hanya mundur sedikit, tetapi cukup jelas untuk membuat Lucas berhenti.Kael menatap Valeriana. “Aku ingin berjalan dengan istriku.”Lucas berkedip.Valeriana pun sempat terdiam.Kael mengatakannya dengan wajah datar, tetapi nada suaranya terdengar sedikit manja. Tangannya perlahan bergerak mencari tangan Valeriana. Jari-jarinya yang terluka menyentuh ujung jemari istrinya dengan hati-hati, lalu menggenggamnya erat.Valeriana menatap tangan itu. Setelah itu, ia menatap wajah Kael.“Kenapa suamiku tidak mau dipapah Lucas?”Kael diam sebentar.“Tidak mau.”“Maunya sama aku?”Kael memalingkan wajah sedikit. Pipinya tampak b

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 225. Rumah kita

    Valeriana terdiam.Selama beberapa detik, ia hanya menatap Kael dengan mata yang masih basah. Semua kata yang ingin ia ucapkan seolah tertahan di tenggorokan. Padahal sejak tadi, perempuan itu mampu berdiri tegak di hadapan Kaisar, melawan Marquis Gosh, menjatuhkan Arthur, bahkan menyusun semua bukti dengan kepala dingin.Namun sekarang, hanya karena beberapa kalimat lembut dari Kael, seluruh keteguhannya runtuh begitu saja.“Mas Suami ini …” gumam Valeriana lirih. Suaranya masih bergetar. “Kenapa malah bicara seperti itu saat tubuhmu penuh luka?”Kael menatapnya dengan mata yang lelah, tetapi tetap lembut.“Karena istriku menangis,” jawabnya pelan. “Dan kata-kata itu bukan hanya ucapan untuk menenangkanmu. Itu janji hidup dan matiku.”Jawaban itu sederhana. Namun justru membuat Valeriana kembali ingin menangis.Ia tidak pernah menyangka akan ada seseorang yang mencintainya sedalam ini. Untuk sesaat, Valeriana merasa ingin menjadi egois. Ia ingin tetap bersama Kael selamanya. Ia tidak

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 95. Ciuman yang tertunda

    Di malam hari di kediaman keluarga Vallas, Kael terlihat keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai handuk yang melilit di pinggangnya. Tubuhnya yang kekar dipenuhi bekas luka kering akibat sayatan pedang dan berbagai pertempuran yang telah ia lalui.Namun bagi Valeriana, pemandangan itu justru t

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 94. Senyum Sebelum Badai

    Suasana seketika hening setelah sindiran Valeriana terlontar. Tak seorang pun berani tertawa, namun bahu beberapa bangsawan tampak bergetar menahan geli. Kael memandang istrinya dengan sorot takjub—ia baru saja menyaksikan sesuatu yang tak terduga, seekor ular berbisa dipatuk oleh burung kenari.Go

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 86. Saling menguji

    Valeriana menatap Petrus beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya. Senyumnya tidak berubah, tetapi matanya mengamati pria tua itu dengan saksama—cara ia berdiri, posisi tangannya, bahkan napasnya yang teratur seperti seseorang yang sudah terbiasa menghadapi interogasi.“Begitu ya?” jawab Vale

  • Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya   Bab 71. Godaan Lucas

    Kael tidak menjawab. Ia hanya memijat pelipisnya, berharap Lucas mendadak kehilangan ingatan. Sayangnya, ajudannya itu dikenal memiliki daya ingat setajam pedang, terutama untuk hal-hal yang memalukan dirinya.“Ngomong-ngomong, Tuan …” Lucas melirik ke meja kecil di samping tempat tidur.Di sana te

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status