Share

Ksatria Yang Gugur

Author: nababy
last update publish date: 2026-04-30 20:55:29

“Tahanan eksekusi mati memasuki tempat eksekusi!” Suara lantang seseorang memberi tanda jika eksekusi mati Enzo diselenggarakan hari ini.

Wajah Enzo masih terlihat tenang, dan langkah kakinya berhenti tepat di tengah lapangan batu yang dikelilingi para ksatria kerajaan. Udara siang hari ini terasa dingin. Langit masih pucat, seolah enggan menyaksikan apa yang akan terjadi hari ini.

Enzo berdiri tegak. Tangannya terikat di depan, wajahnya penuh lebam, namun sorot matanya sangat teduh. Ia menatap
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Retaknya Sebuah Kepercayaan

    “Lady Marielle datang untuk membicarakan sesuatu yang penting dengan Anda. Dia berada di aula depan sekarang.”Tanpa menunggu lebih lama, Aldric langsung melangkah cepat keluar dari ruang kerjanya.Bahkan Jackson sampai sedikit terkejut melihat tuannya bergerak secepat itu.Lorong kediaman Valtore terasa sunyi saat langkah Aldric menggema di lantai marmer.Dan sesampainya di aula depan ia langsung melihat sosok wanita berambut perak itu berdiri di dekat jendela besar. Disampingnya berdiri Claude dengan wajah waspada.Begitu melihat Aldric datang, Claude refleks menegang. Sedangkan Marielle perlahan membalikkan tubuhnya.“Ada apa sampai kau datang sendiri kemari?” tanya Aldric dingin.Marielle tidak langsung menjawab. Ia membungkuk sejenak untuk memberi hormat.“Maaf telah mengganggu hari Anda Grand Duke,” ucapnya pelan.Wanita itu kembali tegak. Tatapannya sempat melirik Jackson dan Claude bergantian sebelum akhirnya kembali pada Aldric.“Aku ingin bicara empat mata denganmu,” ujarnya

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Datang Berkunjung

    “Grand Duke, beberapa kepala keluarga yang mendukung kita terus mendesak agar kita segera melakukan kudeta,” ucap Jackson saat hari dimana Aldric terus memikirkan cara untuk menjaga koalisi mereka tetap utuh.Ini sudah hampir seminggu Raja dan Ratu tinggal di Valerante. Dan besok lusa mereka akan kembali menuju ibu kota.“Mereka terus memaksa kita untuk melakukan penyerangan saat Raja masih dalam wilayah kekuasaan Anda. Apa yang akan Anda lakukan, Grand Duke?”“Aku tahu.” Aldric menjawab pendek sambil tetap menatap tumpukan dokumen di meja kerjanya.Namun dari caranya mencengkram pena, terlihat jelas pikirannya sedang kacau. Di hadapannya, Jackson berdiri dengan wajah serius.“Tekanan mereka setiap hari semakin besar, Grand Duke. Apalagi ditambah saat kabar Raja akan segera kembali ke ibu kota.” Ucapan Jackson makin membuat kepala Aldric penuh.Dirinya saja belum bisa mengambil hati Elira. Jika dia melakukan penyerangan dalam waktu dekat pasti Marielle langsung mengetahui siapa dalang

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Leopold Archeon

    “Grand Duke sudah kehilangan akalnya karena seorang wanita.” Kalimat itu keluar pelan dari bibir Leopold Archeon saat kereta kudanya melewati gerbang perbatasan Kerajaan Minerva menuju Kekaisaran Eldora.Angin dingin malam menerpa jubah tebal pria tua itu. Wajahnya tampak muram sejak meninggalkan kediaman Aldric beberapa jam lalu. Di dalam pikirannya hanya ada satu hal yaitu rencana pemberontakan mereka yang mulai hancur.Dan penyebabnya adalah seorang wanita bernama Marielle. Perjalanan menuju Eldora memakan waktu hingga pagi datang.Sesampainya di ibu kota kekaisaran, Leopold langsung disambut hangat oleh kepala pelayan istana.“Selamat datang di Istana kebesaran Eldora.” Kepala pelayan itu menunduk hormat.Sedangkan Leopold berdiri tegak seolah menunjukkan kedudukan dan kewibawaannya.“Pangeran Heinry sudah menunggu Anda. Mari saya antar menuju tempatnya.” Kepala pelayan itu langsung membawa Leopold menuju ruang tamu istana Eldora tanpa banyak pemeriksaan. Karena namanya sudah dike

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Retaknya Kepercayaan

    “Apa urusannya denganku? Seharusnya kau bisa mendidik anakmu supaya selalu menuruti omonganmu!” Seorang kepala keluarga menolak mentah-mentah.Penolakan itu langsung diikuti beberapa lainnya hingga pertemuan malam hari itu sedikit rusuh dan berakhir buruk.Beberapa kepala keluarga keluar dari ruang kerja Grand Duke dengan wajah marah.“Aku tidak akan menunggu lebih lama lagi! Jika Grand Duke takut berperang, kami bisa bergerak sendiri!” Ucapan itu membuat para ksatria Valtore yang berada di ruangan itu langsung menegang.Satu persatu kepala keluarga keluar hingga menyisakan Gerald dan Leonard saja. Aldric menghela nafas panjang, dia langsung berjalan menuju jendela.Aldric hanya berdiri diam di depan jendela besar cukup lama. Pandangannya tertuju pada kereta kuda yang mulai berjalan pergi.Damien mendekat perlahan. Dia adalah panglima tertinggi dari pasukan yang Aldric miliki.“Mereka mulai tidak percaya pada Anda.”“Aku tahu.”Damien menghela nafas panjang.“Saya takut koalisi yang A

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Pertemuan Rahasia

    “Aku tidak menyangka jika rumah ini sudah dikelilingi banyak pasukan yang Raja sewa untuk melindungi Anda.” Beberapa kali Claude terus mengintip dari balik jendela.Malam itu rumah kecil Marielle terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Namun dibalik kesunyian itu tersimpan beberapa orang yang tengah mengawasi rumah itu dalam senyap.Marielle hanya diam saja. Wajahnya terlihat lebih lelah daripada saat mereka berhasil menangkap Cesare.“Aku ingin tidur. Aku sangat lelah hari ini,” ujarnya pelan sambil melangkah menuju anak tangga untuk ke atas.Diana langsung mengikuti. “Biarkan saya menemani Anda, Lady.” Gadis itu sedikit berlari untuk memperkecil jarak.Diana membantu Marielle berbaring di ranjang sementara Claude keluar dan berjaga di luar rumah bersama beberapa pria asing yang ternyata memang pasukan bayaran kiriman Raja Cassian.Namun disisi lain, tepatnya di kediaman Grand Duke Valtore justru dipenuhi ketegangan.Count Gerald datang malam-malam setelah siangnya mengirim surat pada

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Musuh Baru

    “Lalu untuk apa mereka menuju kemari?” Marielle mulai terlihat khawatir jika kedatangan belasan orang itu akan menggemparkan desa.“Saya juga tidak tahu Lady,” jawab Claude.Suasana di halaman rumah kecil itu langsung berubah tegang. Marielle menatap Claude lekat-lekat.“Tadi kamu bilang mereka tidak membawa panji kerajaan kan? Apakah mereka sedang menyamar?” tanyanya pelan.Claude mengangguk.“Saya tidak yakin.”Diana langsung terlihat pucat. “Jangan-jangan…”Diana ak perlu menyelesaikan kalimat itu.Karena mereka semua memikirkan orang yang sama. Aldric.“Tidak. Mereka adalah rekan saya. Tidak mungkin orang-orang itu suruhan Aldric. Lagipula bukankah Lady sudah melakukan perjanjian dengan Grand Duke?” Diana dan Marielle mengangguk. Dalam diam, disetiap isi kepala mereka hanya tersisa satu nama yaitu, Yang Mulia Raja Cassian.Claude menoleh ke arah hutan di kejauhan.“Saya melihat mereka masuk desa sejak satu jam lalu. Lalu mereka berpencar. Beberapa tinggal di penginapan. Beberapa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status