分享

Pertemuan Tak Terduga

作者: nababy
last update publish date: 2026-05-06 22:02:12

“Apa Anda sudah kehilangan akal sehat, Grand Duke?” Jackson langsung menatap Aldric dengan wajah tegang.

Suasana di lorong kediaman Grand Duke mendadak hening.

Aldric yang sedang berdiri santai perlahan mengangkat mata. Tatapannya dingin.

“Apa katamu?” perlahan tatapan dingin itu menjadi tajam.

Jackson menelan ludah. Namun ia tetap berdiri tegak.

“Maafkan jika saya lancang, tapi Anda baru saja kembali dari ibu kota. Jika sesuatu terjadi pada Lady Marielle sekarang, orang-orang istana pasti lang
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Surat Telah Sampai

    “Grand Duke, ada seorang ksatria yang mengamuk di depan!” Jackson tiba-tiba masuk ruangan dengan terburu-buru.Aldric dan Marielle terdiam. Mendadak Marielle berlari keluar, wajahnya terlihat panik.“Serahkan Lady Marielle sekarang juga!” Suara Claude menggema keras di halaman depan kediaman Aldric.Beberapa penjaga langsung mencabut pedang. Sedangkan Claude berdiri di depan gerbang besar dengan nafas memburu setelah menunggang kuda yang dipinjamnya dari rekannya.“Cepat turunkan senjatamu!” bentak salah satu penjaga gerbang kediaman Grand Duke.Claude justru maju satu langkah.“Aku tidak datang untuk bertarung.” Tatapannya tajam ke arah mansion besar di belakang mereka.“Aku hanya ingin memastikan Lady Marielle tetap aman,” lanjutnya.Para penjaga langsung saling pandang. Merasa ada salah paham diantara mereka.“Tapi Lady itu datang sendiri. Kami tidak menculik siapapun,” ujarnya tenang untuk menenangkan suasana.Claude mengepalkan tangan. “Tetap saja aku harus memastikan dia aman.”

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Penawaran Pada Musuh

    “Grand Duke sudah menunggu Anda di ruang tamu, mari saya antar.” Jackson mempersilahkan Marielle masuk terlebih dulu.Meski Jackson tampak biasa saja di luar, namun dalam hatinya sangat terkejut. Sudah lama sekali ia tidak melihat wanita itu datang ke tempat ini atas kemauannya sendiri.Marielle berjalan memasuki mansion besar itu tanpa rasa takut sedikitpun. Ingatannya samar-samar teringat bagaimana dia menjalani hari-hari berat saat Aldric mengajarinya untuk menggunakan tubuh dan paras cantiknya untuk menggoda Raja.Pelayan-pelayan yang melihatnya langsung berbisik pelan. Tak ada yang menyangka mantan selir Raja akan datang sendiri ke tempat ini.Jackson membawa Marielle menuju ruang tamu dimana Aldric sudah menunggu.Tok! Tok!“Grand Duke. Lady Marielle datang menemui Anda.”Di dalam ruangan, Aldric yang sedang membaca dokumen langsung mengangkat kepala cepat.“Persilahkan dia masuk!”Pintu sudah terbuka. Dan Marielle terlihat berdiri tegak dengan jubah hitam yang dipakainya. Empat

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Pertemuan Yang Tiba-tiba

    “Claude!” Diana melambaikan tangan yang tengah berdiri di depan bar.Claude menghentikan laju kudanya dan segera turun.“Ayo kita pulang, kita tidak bisa meninggalkan Lady Marielle sendirian.”Jantung Diana berdetak lebih kencang. Ia langsung berlari menuju Claude.“Apakah orang itu benar-benar datang?” tanyanya khawatir.“Kita bahas di rumah. Ayo!” Claude mengulurkan tangan yang kemudian diraih oleh Diana.Kedua orang itu segera menaiki kuda yang sama dan langsung kembali menuju rumah. Dalam perjalanan, laju kuda Claude lebih kencang dibanding saat berangkat tadi. Membuat Diana harus berpegangan pada pinggang Claude lebih kencang.Malam itu suasana di rumah Marielle sangat kacau. Apalagi saat Diana baru mulai masuk, dia langsung berteriak hingga Claude terpaksa menutup mulutnya cepat.“Diana tenanglah.” Marielle langsung bangkit dari duduknya dan menghampiri wanita itu.Diana masih terguncang. Dia hanya bisa mengangguk sambil melihat keadaan rumah yang sudah berantakan. Perlahan pand

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Antara Manusia-manusia Tersakiti

    “Kenapa kau tidak langsung membunuhku saja?” tanya Cesare di sela-sela mereka tengah diam tanpa suara.Marielle tak langsung menjawab, ia hanya meletakkan pedang Cesare di lantai lalu berjalan duduk di kursi dan mengambil segelas air lalu meminumnya.Cesare masih memperhatikan gerak-gerik Marielle dalam diam. Tatapannya tetap waspada dan berusaha mencari cara untuk kabur dengan memanfaatkan kondisi psikis wanita yang ada di depannya.“Aku tidak ingin menjadi seperti tuanmu,” ujarnya pelan.“Gara-gara dia aku kehilangan orang yang paling aku sayangi didunia ini. Seseorang yang rela melindungiku dengan nyawanya meski aku tak menginginkannya.”Marielle duduk meringkuk di hadapannya. Dan itu membuat Cesare makin tak mengerti dengan jalan pikiran Marielle.“Bukankah membunuh pihak lawan yang telah membunuh orang terkasihmu adalah suatu kebenaran?” Cesare masih mencoba memancing emosi milik Marielle.Marielle kembali menatap Cesare yang terikat kencang di salah satu tiang rumahnya. Perlahan

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Ksatria vs Pembunuh Bayaran

    “Claude!” Marielle membuka mata.Ia melihat sosok Claude berdiri tak jauh dari mereka dengan pedang sudah dihunuskan ke depan.Cesare mendecakkan lidah pelan. Ia tidak bisa menghujamkan belati itu sekarang jika tak ingin pedang ksatria itu menembus dari punggungnya menuju dadanya.Perlahan Cesare melepaskan Marielle lalu menarik pedang dari sarungnya. Cesare terlihat lebih waspada. Antara keduanya, gerakan mereka penuh perhitungan.Dengan gerakan cepat, Cesare maju lebih dulu berlari ke arah Claude.“Claude, awas!” Teriakan Marielle menggema keras.Mata Claude langsung membesar.Klang!Suara benturan logam memekakkan telinga.Tubuh Claude terdorong beberapa langkah ke belakang akibat tekanan kuat serangan itu.“Gerakannya sangat cepat. Untung Lady bisa bertahan sampai aku datang,” batin Claude kaget.Di hadapannya, Cesare langsung mundur untuk menjaga jarak. Tatapannya dingin, seolah sedang menganalisa kekuatan lawan.Sedangkan di sisi lawan, Claude masih bersiaga. Ia sudah siap menye

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Bertahan Hidup

    “Kau…”Marielle mundur setengah langkah pelan. Dia tahu siapa sosok yang berdiri di depannya sekarang. Dengan satu bekas luka di wajah pria itu, Marielle tidak salah menduga jika orang yang menyerangnya saat di istana dulu tengah berada di hadapannya sekarang.Cesare tersenyum tipis. Tatapannya justru bergerak menyapu isi rumah, seolah mencari sesuatu. Marielle sadar pria itu sedang memastikan apakah ada orang lain di sana.Ia langsung bicara cepat.“Kalau kau mau mencuri, aku tidak punya apa-apa.” Marielle masih terlihat siaga.Cesare kembali menatapnya. Marielle menegang. Ia menghunuskan belati itu ke depan berusaha menjadi tameng dirinya selama Claude belum datang.“Wanita seperti Anda…” Cesare melangkah satu langkah mendekat.“Terlihat sangat rapuh untuk membawa senjata seperti itu.”Marielle perlahan menggenggam belati lebih erat. Meski tangannya sedikit gemetar.“Apa Grand Duke mengirimmu?” tanyanya pe

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status