Share

Tabir Luka dan Rahasia

Author: nababy
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-01 23:50:45
“Kau tidak akan bisa pergi kemana-mana sayangku, kau akan tetap di sini sampai memuaskan Rajamu.” Suara Cassian seperti geraman rendah hewan buas yang siap menerkam mangsanya.

Bibir Cassian kembali menyerbu tubuh Marielle, membubuhkan ciuman-ciuman panas dan meninggalkan tanda kepemilikan setelahnya.

Marielle mencoba melawan, namun itu bukan tubuhnya. Meski jiwanya meronta, berusaha menggerakan setiap bagian, tapi tubuh itu menghianati kemauan hati. Tubuh baru yang ia tempati kini luluh seut
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ros
Knapa raja tdk mengangkat mierella jd Selir Agung yg setara dgn istri syah??? Malah lebih leluasa si mirella nya. Dan berikan istana kecil sendiri. Kgn campur satu tmp gt…..
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Siasat Perang

    “Raja ada disini?” Aldric mengerutkan dahi.“Tentu saja. Mana ada Raja yang diam saja saat mendengar kabar jika salah satu wilayahnya diduduki pihak asing?”Marielle menatap tajam Aldric. Meski dia tahu alasan utama Heinry menyerang Valerante, namun Marielle tetap bungkam sebelum menunjukkan bagaimana arah ke depan takdirnya nanti.Keduanya saling bertatapan. Aldric langsung berdiri dan berjalan mendekat.“Antarkan aku pada Raja sekarang,” ucapnya dingin.Marielle baru saja hendak menjawab ketikasuara pintu rumah terbuka perlahan dari luar.Semua orang langsung menoleh bersamaan.Dan di ambang pintu sudah berdiri seorang pria tinggi dengan jubah hitam kerajaan yang masih berdebu akibat perjalanan panjang. Dia adalah Raja Cassian Aragon, pemilik tahta tertinggi Minerva.Semua orang yang berada di ruangan itu langsung menunduk memberi hormat.“Yang Mulia Raja!” Marielle sendiri tampak sedikit terkejut.Wajah Cassian terlihat tegang. Tatapannya menyapu seluruh ruangan. Namun matanya lan

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Babak Baru

    Semuanya mengangguk hampir bersamaan. Membuat Marielle menggeleng tak percaya.“Bisa-bisanya kalian membuat rumah sederhana ini menjadi benteng pertahanan. Apa kalian sudah gila?!” teriaknya penuh amarah.Jackson yang sedari tadi terlihat tenang langsung berdiri dan mencoba menjelaskan bagaimana situasi yang tengah mereka hadapi sekarang.Jackson menghela nafas panjang sebelum akhirnya berjalan mendekat ke arah Marielle."Lady, kalau situasinya normal, saya juga tidak akan pernah berpikir menjadikan rumah ini sebagai benteng pertahanan.""Kalau begitu jelaskan padaku," balas Marielle sambil melipat tangan di dada.Suasana ruangan perlahan menjadi lebih tenang. Bahkan Aldric yang biasanya enggan menjelaskan apapun memilih diam dan membiarkan Jackson berbicara.Jackson menatap Marielle beberapa saat sebelum akhirnya mulai menjelaskan."Setelah Lady berhasil pergi menuju ibu kota bersama Cesare, keadaan langsung berubah sangat cepat."Marielle mengernyit. "Berubah bagaimana?"Jackson men

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Pertsmuan Kembali

    “Apakah semuanya sudah siap?!” tanya Cassian pada jenderal-jenderal.“Semuanya sudah siap, Yang Mulia,” jawab salah satu jenderal di sampingnya.“Ayo kita segera berangkat,” titah Raja telah berkumandang.Akhirnya Cassian bersama lainnya keluar menuju halaman dimana para prajurit sudah berbaris rapi.Setelah berpamitan dengan Elira, Cassian pergi berperang untuk menyelamatkan salah satu wilayah kekuasaannya.Ribuan pasukan mulai berkumpul. Panji-panji kerajaan berkibar diterpa angin pagi. Puluhan komandan memberi instruksi.Deretan kuda perang memenuhi lapangan.Suara terompet mulai terdengar. Mobilisasi besar-besaran telah dimulai.Cassian berjalan sambil mengenakan jubah kerajaan dan berkibar pelan."Aku tidak akan membiarkan Valerante jatuh."Tatapan menyala penuh tekad."Tidak selama aku masih menjadi raja.”Gerbang utama ibu kota terbuka lebar. Gemuruh langkah ribuan pasukan mengguncang tanah. Barisan ksatria kerajaan berlapis baja bergerak keluar seperti sungai besi yang tak ber

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Rapat darurat.

    “Aku sangat merindukanmu kekasihku,” ucapnya lirih penuh kerinduan.Marielle terdiam. Ia bisa merasakan nafas pria itu yang tidak stabil. Merasakan betapa paniknya Cassian selama ini.Marielle menyadari bahwa pria yang memimpin seluruh kerajaan itu juga hanyalah seseorang yang takut kehilangan orang yang berharga baginya.Di seluruh aula, tidak ada seorangpun yang berani bersuara. Karena semua orang dapat melihatnya dengan jelas. Raja merekabenar-benar sangat merindukan mantan selir agung, Marielle De Aubrey.“Yang Mulia, Valerante diambang perang besar. Tolong kirim bantuan kesana.” Tiba-tiba Marielle bersuara.Cassian langsung melepas pelukan hangat itu dan kembali teringat laporan dari salah satu bawahannya.Cassian langsung melepaskan pelukannya.Wajah yang beberapa saat lalu dipenuhi kelegaan kembali berubah serius. Tatapannya beralih kepada ksatria yang masih berlutut di tengah aula."Ulangi laporanmu."

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Wajah Dirindukan

    Claude tertawa kecil. Meski darah masih mengalir dari bahunya."Apa ini perintah?"Marielle mengangguk. "Ya. Aku tidak bisa kehilangan seseorang lagi. Cukup Enzo yang berkorban demi diriku."Claude mengangkat tangannya dan menyentuh kepala wanita itu pelan."Kalau begitu saya akan berusaha mematuhinya." Claude tersenyum manis.Tak jauh dari sana, suara ledakan mengguncang mansion. Ketiganya kaget. Suara riuh makin terdengar jelas.Cesare segera menaiki salah satu kuda."Lady! Ayo kita segera pergi dari sini."Marielle menatap Claude untuk terakhir kalinya. Meski berat, dia harus segera pergi untuk menyelamatkan Valerante dan juga orang-orang yang tinggal di sana.Marielle naik ke atas kuda. Di sampingnya sudah ada Cesare yang akan memimpin perjalanan dengan kuda satunya lagi.“Claude, ingat bertahanlah hidup sampai aku melihatmu lagi!” teriak Marielle sebelum pergi.Claude mengangguk dan mengangkat jempolnya. Sesaat kemudian dua ekor kuda melesat menembus gelapnya malam. Meninggalkan

  • Mengubah Takdir Selir Antagonis   Tetaplah Hidup

    "Jika wanita itu mati, apa kau akan tetap ingin menggulingkan Raja yang selama ini kau benci?"Keheningan sesaat memenuhi aula yang telah berubah menjadi medan perang.Tatapan Aldric perlahan menggelap."Aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu."Tubuhnya langsung melesat ke depan. Pedangnya membelah udara dengan kecepatan mengerikan.Klang!Heinry menahan serangan itu tepat waktu. Namun kekuatan tebasan Aldric membuat tubuhnya terdorong beberapa langkah ke belakang."Akhirnya kau menunjukkan sifat aslimu." Heinry tertawa."Kau terlalu banyak bicara." Aldric menyerang lagi.Kali ini lebih brutal, lebih liar, dan lebih mematikan.Suara pedang bertabrakan menggema di udara tanpa henti di seluruh aula. Marielle hanya bisa membeku menyaksikan pertarungan itu.Bagi Marielle, mereka bukan lagi manusia biasa. Mereka sudah seperti dua monster yang saling mencoba membunuh.Langkah kaki tergesa terdengar dari lorong di belakang Marielle."Lady!" Seseorang memanggil Marielle keras.Marielle menoleh

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status