Share

Mengulang Waktu Untuk Membalasmu
Mengulang Waktu Untuk Membalasmu
Penulis: Sijii

Malam Pertama

Penulis: Sijii
last update Tanggal publikasi: 2022-06-17 20:50:49

Senyuman lebar tampak diperlihatkan sepasang kekasih yang kini menjadi pusat perhatian, menafsirkan kebahagiaan kala akhirnya keduanya resmi menjadi pasangan sah di atas pelaminan. Pasangan itu tampak saling pandang, mesra, seolah-olah dapat membuktikan seberapa besar rasa cinta mereka hanya melalui tatapan. Sorakan dan sambutan terus terlontarkan untuk menyambut status baru kedua insan, juga mendoakan segala hal baik agar datang menghampiri pasangan baru itu.

Acaranya begitu meriah, hingga tak terasa sudah tiba di penghujung waktu. Kedua mempelai bernafas lega kala waktu istirahat yang mereka tunggu-tunggu telah tiba. Sungguh, meladeni ribuan tamu tidaklah mudah. Harus berdiri tiap kali ada orang yang hendak bersalaman, tak lupa juga bibir yang harus tetap melengkung ke atas. Lelah tapi juga mendebarkan.

“Ley, lebih baik kau membersihkan riasanmu terlebih dahulu, aku akan mandi, oke?” ucap Edric kepada Leyna kala mereka tengah berada di dalam salah satu kamar hotel.

Sungguh, Leyna saat ini benar-benar merasa gugup hanya berduaan dengan Edric, ia bingung membalasnya, dan hanya memberi anggukan sambil tersipu. Lantas, ia memilih untuk duduk di meja rias, bersiap menghapus riasan di wajah, seraya menatap punggung suaminya dari pantulan kaca yang mulai menjauh menuju ke kamar mandi. Pikirannya terus menanyakan satu hal yang sama, apakah mereka akan melakukan itu malam ini? Memikirkannya saja membuat pipinya memanas. Ya, ia harus siap. Lagipula mereka berdua sudah sah, bukan?

Setelah lima belas menit lamanya, akhirnya Edric keluar, disusul dengan Leyna yang tampak terburu-buru masuk ke dalam kamar mandi. Leyna hanya merasa malu karena sempat memikirkan hal-hal aneh tadinya.

“Hei, awas jatuh, Ley!” peringat Edric melihat tingkah Leyna. “Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu.” ucapnya di balik pintu kamar mandi, menunjukkan perhatian yang semakin membuat hati Leyna menghangat.

“Iy-iya, Thanks, Ed.” aduh, kenapa suaranya terbata-bata seperti itu? Rutuknya dalam hati.

Pakaian yang ia kenakan tidak terlalu ribet. Jadi, tidak akan ada adegan romantis yang akan muncul seperti novel yang ia baca sebelum-sebelumnya. Leyna sengaja menghabiskan waktu yang cukup lama di dalam sana, karena sejujurnya, ia takut dan belum siap bila Edric meminta haknya.

Melihat ke arah tubuhnya yang terendam di bath-up berisi air hangat yang Edric siapkan, ia tersenyum.

Masih tak menyangka jika akhirnya ia dan Edric benar-benar menikah. Dari dulu, selama tiga tahun lamanya ia tertarik dan menyukai Edric. Pertemuan pertamanya di kampus berhasil membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Edric terkenal karena punya aura berbeda. Dia definisi pewaris yang ramah, baik, dan tentunya luar biasa tampan. Seakan alam mendukung mereka, keluarganya secara tiba-tiba menjodohkannya dengan sang pujaan hati. Tentu senangnya bukan main. Pernikahan Edric Faramond, pemilik lusinan restoran terkenal dengan Leyna Manston, putri tertua keluarga Manston, pemilik puluhan hotbesbintang lima di negaranya langsung menjadi berita hangat di kalangan masyarakat.

Dengan piyama putih bermotif bunga lily yang ia kenakan, akhirnya ia keluar. Ya, setelah setengah jam berada di kamar mandi, akhirnya Leyna memberanikan diri untuk menghadap suaminya itu. Tak disangka, Edric yang awalnya duduk di pinggir ranjang, langsung berdiri kala melihat Leyna. Tapi....agaknya tidak seperti yang Leyna bayangkan.

“Ley, kau tidurlah dulu, maaf tetapi aku ada urusan. Apa kau tidak apa-apa bila aku tinggal?” tanya Edric sembari memegang kedua pundak Leyna dan menatap netra istrinya itu.

Tidak

Ingin Leyna mengatakan itu, tapi tidak bisa. Ia tak boleh egois. “Baiklah, hati-hati.” Hanya itu yang mampu terucap. Leyna pikir pasti itu adalah urusan kerja yang sangat mendadak mengingat Edric seorang workholic. Ia juga tak mau bertanya apapun, karena takut dianggap terlalu cerewet dan sejenisnya. Ini hari pertama mereka menjadi suami istri. Tapi, Leyna juga tak menampik, ada sedikit kecewa dalam hati.

“Jaga dirimu,” ucap Edric sambil mencium kening istrinya. Meninggalkan Leyna dengan wajah yang sudah merona bagai memakai perona. Lihatlah, hatinya begitu murahan. Hanya dengan kecupan singkat, rasa kecewa itu menjadi sirna. Benar-benar budak cinta.

***

Jam sudah menunjukkan angka 00:00, terhitung sudah dua jam lamanya sejak kepergian Edric dari kamar bernuansa honeymoon mereka. Jika dipikir-pikir, baru kali ini pengantin wanita ditingal sendirian seperti ini. Leyna mengambil handphone-nya, mencoba untuk mengecek riwayat chat yang ia kirim tadi,

belum dibaca.

Dimana Edric? Apakah dia baik-baik saja? Itulah yang terus ia pertanyakan sampai-sampai Leyna tidak bisa tidur. Tak punya pilihan lain, untuk mengatasi kebosanannya akhirnya Leyna memilih berkeililing hotel atau mungkin duduk di cafe? Ide yang tidak buruk, bukan?

Dengan setelan piyama yang berlapis hoodie hitam, ia melangkah keluar kamar. Sebenarnya banyak tempat yang ia ingin kunjungi di hotel luas ini, tetapi entah kenapa tubuhnya serasa ditarik ke taman pojok belakang hotel. Taman di sudut hotel itu cukup luas, mungkin seukuran dua lapangan bola basket. Hotel yang ia tempati ini memiliki taman di setiap sudutnya, dan taman belakang ini merupakan taman yang paling kecil. Di tepiannya dipasangkan banyak lampu bernuansa Inggris, tak lupa puluhan bunga tulip beragam warna di area taman yang menambah kesan indah dan menenangkan.

Leyna duduk di sebuah kursi yang langsung menghadap ke bagian belakang bangunan hotel. Tidak ada satupun orang selain dirinya, hanya orang berlalu-lalang di koridor hotel.

Saat tengah menikmati pemandangan, netranya tanpa sengaja menangkap siluet tak senonoh di salah satu kamar. Leyna membelalak, pipinya terasa panas dengan sendirinya. ia segera mengalihkan pandangannya dan tak lupa merutuki pasangan itu.

“Bisa-bisanya melakukan hal itu di depan jendela yang jelas-jelas tembus pandang.” cibir Leyna pelan sambil menggelengkan kepalanya.

Tunggu, seperti ada yang terlewat. Jarak antara taman dengan bangunan hotel hanya puluhan meter. Ia dapat melihat adegan tersebut dengan sempurna karena penglihatan yang ia miliki juga masih tajam.

Tak mungkin dia, bukan?

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Mengulang Waktu Untuk Membalasmu   Tulisan kecil

    Aku, Leyna Manston. Ralat, Leyna Miller. Percaya atau tidak, keajaiban itu ada. Seperti halnya dengan apa yang telah aku alami ini. Aku diberi kesempatan hidup kedua, setelah di kehidupan pertamaku meninggal dengan kisah yang memilukan.Sungguh, Tuhan memang sangat baik. Ah, dan ya. Di sini, aku dapat memperbaiki setiap kesalahan dan kesalahpahamanku di masa lalu. Orang yang awalnya kukira jahat, ternyata baik. Begitupun juga sebaliknya. Sungguh, jika kalian tak melihat sendiri sifat dan sikap seseorang, jangan pernah percaya dengan omongan orang lain! Karena jika kalian salah judge, penyesalan akan datang di akhir, dan itu menyakitkan. Ah, iya. Di sini, aku juga lebih dekat dengan ayahku. Aku jadi tahu bahwa ayah yang selama ini kukira tak menyayangiku ternyata sangat perhatian. Aku bersyukur dapat memiliki momen-momen indah bersamanya. Meskipun di sini juga sempat ada kesalahpahaman, tetapi itu semua sudah terselesaikan. Paman Reynand, Kak Roy, dan Bibi juga sangat membantuku di sini

  • Mengulang Waktu Untuk Membalasmu   The Truth

    Akhirnya, setelah melalui tiga jam berdiri di altar pernikahan, kini pasangan pengantin baru itu berada di kamar Xavier, yang sudah didesain sedemikian rupa untuk pengantin baru. Kamar bernuansa abu-abu itu hanya diterangi cahaya dari beberapa lilin aromaterapi dan lampu tidur saja. Tak lupa, kelopak mawar yang membentuk love turut dihadirkan pula di atas ranjang itu. Leyna yang baru selesai mandi terkekeh geli melihat dekorasinya. Mengingat, ia dan Xavier sudah melalui malam pengantin itu terlebih dahulu, bahkan, berhasil menghadirkan malaikat kecil di perutnya saat ini. Lantas, ia memilih duduk di pinggir ranjang, dengan piyama bercorak lily ungu yang menempel di tubuhnya. Dengan kondisi yang sama, namun orang yang berbeda, Leyna jadi teringat kisahnya di kehidupan pertama. Di mana ia harus menunggu Edric, yang ternyata malah selingkuh dengan Olivia. “Ley..” ucap Xavier yang baru saja keluar dari kamar mandi dan masih setia mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil. “Hm?” Me

  • Mengulang Waktu Untuk Membalasmu   Road To....?

    Terhitung sudah tiga hari sejak penyerangan itu berlalu. Hari ini pula acara besar dan bahagia terjadi di sebuah gedung mewah bernuansa yunani. Pernikahan antara Leyna Manston dan Xavier Miller pada akhirnya dimajukan karena beberapa hal. Banyak kejadian yang mewarnai selang tiga hari itu, termasuk Olivia yang berakhir bunuh diri di ruang apartemennya. Dari hasil rekaman cctv, ternyata wanita itu menyimpan satu botol kecil yang berisi cairan beracun, yang awalnya ia niatkan untuk diberikan pada Leyna. Namunsayang, itu malah menjadi boomerang-nya sendiri. Tentu, berita bunuh diri itu menyebar dan mengejutkan publik. Mengingat dalam kabar kematiannya diselingi berita terkait penyerangan dan percobaan pembunuhan yang ia lakukan pada Leyna di kediaman Manston.“Kau sangat cantik, Nak.” Puji Logan yang menatap putrinya dengan mata yang berlinang.“Dan orang di hadapanmu ini adalah putrimu, Ayah.” Jawab Leyna dengan terkekeh. Mencoba untuk mecairkan suasana agar ayahnya tidak terus berlinan

  • Mengulang Waktu Untuk Membalasmu   Chasing

    Olivia berhasil masuk ke dalam apartemen miliknya dengan selamat. Satu-satunya tempat yang membuat ia merasa nyaman dan aman untuk sekarang ini. Walapun memang, di sepanjang langkah yang ia ambil tadi mengundang lirikan atau bisik-bisik dari orang-orang.Dengan sedikit tergesa, Olivia menekan kata sandi pintu itu. Dan terbuka, dengan kegelapan yang menjadi sosok pertama yang menyambut dirinya. Seperti biasa, saat ia pergi, ia lebih suka mematikan saklar lampu miliknya. Dan perlu diketahui, ia memakai tombol manual, bukan otomatis ataupun menggunakan AI. Hal ini karena apartemen yang ia pijaki saat ini sebenarnya hanyalah apartmen pelarian semata selepas kedua orang terpenting dari hidupnya meninggalkannya dengan banyak beban.Pintu apartemen itu segera ia tutup dan kunci. Olivia meminimalisir resiko adanya penyusup nantinya. Lampu yang mati itu, ia nyalakan. Niatnya, ia ingin segera berkemas dan pergi ke bandara untuk kabur sejauh mungkin dari sana. Namun, pemandangan pertama kali yan

  • Mengulang Waktu Untuk Membalasmu   Almost Over

    “Kau luar biasa, Ley. Aku kagum dan bersyukur dirimu baik-baik saja,” gumam Xavier di tengah pelukannya dengan Leyna. Tangannya tak pernah absen untuk membelai surai Leyna dengan penuh kasih sayang.“Aku belajar banyak darimu, Xav. Thanks a lot.” ujarLeyna dengan senyum menawan.“Apa yang akan kaulakukan dengannya? Kurasa, sudah saatnya kau melakukan pembalasanmu terhadapnya.” tanya Xavier tanpa mengalihkan pandangannnya sedikitpun dari wajah wanitanya itu.Benar, pembalasan Leyna pada Olivia masih belum maksimal. Jujur saja, awalnya, Leyna berniat ingin menyudahi semua ini. Namun, melihat Olivia yang masih berbuat nekat, ia rasa kali ini harus tegas dalam bertindak.“Buat dia melakukan sesuatu yang pernah ia rencanakan untukku di hotel itu. Selanjutnya, biarkan publik yang bertindak.” ucap Leyna yang lansung dipahami oleh Xavier. Dengan derakan tangan saja, Xavier memerintahkan anak buahnya untuk membawa Olivia yang sedang tak sadarkan diri.“Setelah itu?”Leyna teringat kala ia yang

  • Mengulang Waktu Untuk Membalasmu   Alasan Olivia

    LEYNA POVSungguh, aku memang sangat terkejut dengan kehadiran Olivia yang tak terduga. Rasa heran merasuki pikiranku, mencoba mencari jawaban bagaimana wanita ini dapat masuk ke kamar milikku dengan begitu mudah? Ah, kurasa kericuhan di depan tadi merupakan pengecoh saja.Gelas di taganku sengaja kujatuhkan. Begitupun dengan poci yang berisi air itu. Aku pura-pura terhuyung agar dapat memecahkan semua wadah air minum di sini. Bagaimana bila Olivia dengan segala pikiran liciknya ternyata mencampur sesuatu di air minum iitu? Tentu, aku tak mau mengambil risiko, apalagi dengan diriku yang kini tengah bebradan dua.“Bagaimana caramu bisa masuk?” tanyaku dengan raut wajah heranOlivia tampak menatapku dengan remeh. Mungkin, dia menilai pertanyaan itu sebagai pertanyaan yang tak perlu. Tak mau tahu, aku hanya penasaran dan ingin mengulur waktu saja sampai Xavier atau seseorang sadar akan penyerangan ini.“Meskipun kau pemilik rumah ini, ingatlah, aku tinggal di sini setiap hari dan lebih l

  • Mengulang Waktu Untuk Membalasmu   menuju karma

    “Kenapa aku belum juga mendapat kabar dari mereka?” tanya Olivia seraya berjalan ke sana dan kemari dengan bingung. Ini sudah jam sembilan pagi, dan ia belum mendapat video ataupun kabar dari orang suruhannya. Ia kembali memencet deretan angka itu dan menunggu seseorang mengangkatnya, namun nihil.Sa

  • Mengulang Waktu Untuk Membalasmu   Mencari tahu

    Paginya, Leyna bersiap diri untuk segera pergi dari rumah Xavier. Kejadian kemarin malam berhasil membuatnya malu dan tak nyaman bila terus – terusan bersama pria itu dalam satu atap. Entah mengapa juga, padahal saat ia terjaga tubuhnya baik – baik saja. Namun, saat tidur tadi, tragedi di hotel itu

  • Mengulang Waktu Untuk Membalasmu   Bagaimana?

    Saat ini Xavier sudah sampai di basement, ia tak menghiraukan awak media itu dan berlari kecil menghampiri mobil pribadinya. Xavier kemudian mengecek jendela mobil. Setelah ia tahu Leyna ada di bangku belakang, ia segera masuk dan memerintahkan Liam untuk melajukan mobilnya.“Kau tak apa?” tanya Leyn

  • Mengulang Waktu Untuk Membalasmu   Selamat?

    Dalam kesadarannya yang sudah mulai kembali, Leyna dapat mendengar samar – samar percakapan dua orang pria tak jauh dari tempatnya berbaring. Namun, tentu saja Leyna masih menutup matanya, berpura – pura tak sadarkan diri guna melihat situasi. Ia juga menyempatkan untuk meraba tubuhnya pelan dan mer

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status