LOGINKembali dari dapur, langkahnya terhenti di depan kamar Owen. Sayup-sayup terdengar rintih kesakitan dari dalam kamar tersebut. Dia yang sudah merasa khawatir dari siang tadi, langsung berpikir jika hal buruk terjadi pada Owen. Dia kemudian mengetuk pintu kamar pria itu tanpa ragu lagi.
“Tuan, apakah Anda baik-baik saja?” tanya Leah lalu berdiam diri sejenak. Dia menunggu jawaban dari Owen tapi tidak ada respon dari dalam kamar, rintihan itu malah terdengar semakin jelas.Ariana yang tahu jika Leo sengaja melakukannya, berusaha untuk terus menghindar dari jangkauan pria itu. Namun Leo tak menghentikan usahanya dan malah semakin menggodanya.Dia menggeser tubuhnya menjauh dari tempatnya berdiri dan berniat pergi, tapi dengan cepat Leo membalikkan tubuhnya dan menariknya mendekat, membuat tubuhnya tidak seimbang sehingga oleng dan hampir terjatuh.Sebelum tubuhnya jatuh tersungkur dengan sangat memalukan, sepasang tangan menahan pinggangnya, membuatnya selamat dari insiden memalukan tersebut. Matanya membulat kaget ketika dirinya berada dalam dekapan Leo. Untuk sejenak mata mereka saling mengunci.Nafasnya tercekat ketika lagi-lagi Leo mendekatkan wajahnya, jantung berdetak tidak karuan. Sepertinya dia harus memeriksakan kesehatannya karena semenjak Leo sering menggodanya, tubuhnya sering menggigil, terasa panas dingin, tangannya berkeringat, nafasnya berat dan jantungnya berdetak tidak normal.Ariana menggigit bibir
“Perkataanmu terdengar seperti orang yang sedang cemburu,” sindir Leo.“Cemburu …? Untuk apa aku cemburu. Aku tahu diri dengan keadaanku, kakakku selalu memenangkan segalanya. Dia selalu bisa meraih apa yang dia impikan, sedangkan aku tidak pernah bisa mendapatkan apa yang aku inginkan karena apa yang aku miliki selalu diambil oleh Pelope,” ucap Ariana mengeluarkan kekesalan.“Paling tidak masih ada aku yang menemanimu di sini,” ujar Leo.“Tidak selamanya kamu akan berada di sini. Aku rasa sudah saatnya kamu mencari identitasmu,” balas Ariana lalu berjalan menjauh dari Leo dan pergi.Leo yang tidak mengerti suasana hati Ariana, terdiam membeku di tempatnya. Ketika Ariana menghilang, Dia baru sadar jika dia harus bicara dengan wanita itu. Dia kemudian mengejar kepergian Ariana dan menemukan wanita itu duduk di sebuah batu besar di pinggir kali.Leo ikut duduk di samping Ariana dan memasukkan kakinya ke dalam air sama seperti yang Ariana la
“Apakah ada yang bisa aku bantu?” tanya Ariana dengan nada datar.Sadar jika wanita itu tidak mengingat dirinya, pria itu tidak membahas peristiwa yang terjadi di antara mereka sebelumnya. Dia kemudian mengulurkan tangan dan berkata, “Perkenalkan namaku Jackie Collins, aku datang ke sini untuk berbicara mengenai proyek pembangkit listrik yang terkendala karena pembebasan lahan, hal itu terkait dengan tanahmu yang tidak ingin dijual.”Tubuh Ariana seketika menegang mengetahui jika pria itu adalah orang yang bertanggung jawab atas pembangunan pembangkit listrik yang sudah direncanakan beberapa bulan yang lalu. Dia mengira jika permasalahannya sudah selesai karena tidak ada lagi orang yang menemuinya dan membujuknya untuk menjual tanah tersebut, tapi ternyata hari ini datang orang baru dan mengungkit hal yang sudah dia jelaskan sebelumnya, jika apapun yang terjadi dia tidak ingin menjual tanah warisan orang tuanya tersebut.“Sudah aku bilang sejak awal jika a
“Ada apa?” seru Pelope tampak kesal.“Aku rasa, aku tidak menginginkan hal ini,” ucap Leo jujur.Di dalam hatinya, dia merasa bersalah pada Ariana padahal mereka tidak memiliki hubungan apa-apa dan tidak semestinya dirinya merasa bersalah pada wanita itu. Dia pria bebas dan bisa berhubungan dengan siapa pun.“Apakah kamu lebih menginginkan adikku daripada aku?” tuduh Pelope yang kenyataannya benar seperti itu.“Aku tidak bilang seperti itu?” Leo masih berusaha menyanggahnya.“Dengar! Selama ini aku tidak pernah kalah dari adikku soal pria. Aku tidak akan membiarkanmu jatuh hati pada adikku. Dia bahkan tidak bisa merawat dirinya dengan baik dan wajahnya jauh dari kata cantik, tidak seperti diriku yang bisa merawat diri dengan baik dan cantik. Kadang aku berpikir, mungkin aku anak orang kaya yang terhilang dan dirawat oleh keluarga petani yang miskin karena aku sama sekali tidak betah tinggal di tempat seperti ini,” kesal Pelope.L
Dorian menghela nafas panjang mendengar pertanyaan Jackie. Dia menatap langit yang berada di luar jendela rumahnya, berharap hal itu bisa memberinya sedikit kelegaan di hati.“Apa yang menimpa David membuat Athena sangat terpukul. Dia belum siap kehilangan putra kami dan belum bisa menerima kepergiannya. Meski pun begitu, bisnis David tetap harus berjalan karena di dalamnya banyak orang yang menggantungkan hidup di sana. Saat aku mengusulkan jika bisnis David yang terhenti bisa dialihkan padamu, dia kurang setuju, hal itu membuatnya merasa benar-benar kehilangan David,” terang Dorian.Mendengar penjelasan Dorian, Jackie merasa dirinya belum mendapat kepercayaan dari Athena. “Apakah karena Aunty Athena masih menganggapku belum berpengalaman sehingga menolak hal tersebut?”“Semua ini tidak ada hubungannya dengan kemampuan dirimu. Semua orang di keluarga kita sudah tahu kemampuanmu, apalagi dengan kecerdasan dan kepandaianmu dalam berbisnis yang tidak diraguk
“Aku dan Leo perlu ke kota terdekat untuk membeli sesuatu, jadi aku butuh mobilmu,” jawab Pelope.Rasa penasaran semakin menghentakkan dada Ariana, hingga pertanyaan bodoh terlontar begitu saja dari mulutnya. “Apa yang ingin kalian beli?”Dengan menyunggingkan senyuman tipis di ujung bibirnya karena Ariana terpancing dengan apa yang dia katakan, Pelope memainkan dramanya. “Tentu saja membeli sesuatu yang hanya orang dewasa yang dapat membelinya. Gadis polos sepertimu tidak perlu mengetahuinya.”Mengetahui hal itu, Ariana yang sudah dewasa tentu saja tahu apa yang Pelope maksud yaitu sesuatu yang bisa mereka gunakan untuk bercinta. Hal itu membuat hati Ariana semakin terasa sakit. “Apa yang kamu lakukan pagi ini di kamar Leo?” selidik Ariana.“Jangan bertanya sesuatu yang akan membuat hatimu terluka. Aku tidak ingin menjawabnya tapi pikirkanlah sendiri apa yang dilakukan dua orang dewasa di dalam satu kamar.”Wajah Aria
“Bukan bagitu caranya. Aku menginginkan bagianmu sekaligus bagian Ethan. Kamu sebagai wali dari Ethan harus memastikan jika harta Ethan menjadi milikku setelah itu aku akan melepaskanmu dan kamu bisa pergi jauh dari kehidupanku. Bahkan aku tidak ingin melihatmu dengan Ethan lagi,” papar Zack.Kelly
Apa yang dilakukan Zack membuat kaki Kelly semakin berdenyut menyakitkan, tapi Kelly menahan rasa sakit tersebut. Kelly tidak ingin Zack meninggalkannya jika dia menghambat langkah pria itu. Ini satu-satunya kesempatan dia bertemu dengan Ethan kembali.Zack membuka pintu mobil dan mendorong tubuh K
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me







