Teilen

130. Tidak Tenang

last update Veröffentlichungsdatum: 21.08.2026 08:03:51

Sejak kedatangan Derren tadi, Catriona hanya melamun di dalam ruang kerjanya. Ia tak lagi keluar, tetap berdiam diri di dalam. Dan tak melakukan apapun.

Pikirannya kacau. Ucapan Derren terus terngiang di benaknya. Ia tak lagi fokus bekerja. Perasaannya berkecamuk. Semua terasa begitu janggal. Tapi, ia tak tahu apa yang terjadi. Jutaan tanda tanya menghantui pikirannya.

"Derren, kau membuatku tak tenang." gumam Catriona. Ingin ia bertemu Derren dan membahas semuanya hingga tuntas. Ia akan mencar
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   132. Heavenly

    Tibalah mereka di pantai berpasir putih yang indah. Dengan air laut yang jernih mirip seperti pulau Milos. Pantai hidden paradise yang disebut Heavenly oleh Dominic.Dominic menghentikan laju kendaraannya, tepat di ujung jalan. Tak ada lagi akses menuju ke sana. Mereka harus melewati Padang Savana untuk sampai di tepi pantai. Meskipun dari tempat ia berpijak pantai tersebut sudah nampak jelas. Namun, mereka perlu sedikit berjalan kaki.Catriona turun dari motor. Dengan sigap Dominic membantu Catriona untuk melepaskan helmnya. Terlihat tatanan rambut Catriona yang berantakan karena helm dan terpaan angin sepanjang perjalanan.Dominic merapikan kembali rambut Catriona dengan jemari tangannya. Menyisir pelan, dan menatanya seperti semula."Cantik!" puji Dominic memandang hangat wajah Catriona.Pipi Catriona pun merona merah. Ia tersenyum sipu. Catriona bergantian membantu Dominic melepaskan helmnya. Padahal Dominic bisa melakukannya sendiri. Tapi, Catriona tak mau berhutang budi, ia ingi

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   131. Berlibur

    Mata yang tadinya terlihat tajam seketika meredup dan teduh. "Kemanapun." sambung Dominic singkat.Dominic langsung berbalik menuju motornya lagi. Ia mengambil helm dan jaket kulit yang sama dengannya untuk dipakai Catriona."Pakailah Honey!" ucap Dominic memakaikan helm di kepala Catriona.Setelah itu, ia menaiki motor Harley Davidson-nya. Catriona memegang pundak Dominic dan langsung naik di belakang. Ia melingkarkan tangannya erat ke perut Dominic yang rata dan keras. Keduanya memakai helm yang sama. Tentu Mark yang membeli dan menyiapkan semuanya.Melihat kemesraan mereka seketika membuat Jemmy menggigit bibir karena iri. Betapa serasinya mereka berdua. Mungkin dari sekian orang yang menentang. Hanya Jemmy lah yang mendukung hubungan mereka. Meskipun Dominic sering membuatnya takut, namun Jemmy tetap menjadi penggemar beratnya."Aku padamu Tuan!" gumam Jemmy begitu motor yang dikendarai Dominic meninggalkan tempat itu."Sangat luar biasa maskulin!" puji Jemmy penuh kekaguman. Kemu

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   130. Tidak Tenang

    Sejak kedatangan Derren tadi, Catriona hanya melamun di dalam ruang kerjanya. Ia tak lagi keluar, tetap berdiam diri di dalam. Dan tak melakukan apapun.Pikirannya kacau. Ucapan Derren terus terngiang di benaknya. Ia tak lagi fokus bekerja. Perasaannya berkecamuk. Semua terasa begitu janggal. Tapi, ia tak tahu apa yang terjadi. Jutaan tanda tanya menghantui pikirannya."Derren, kau membuatku tak tenang." gumam Catriona. Ingin ia bertemu Derren dan membahas semuanya hingga tuntas. Ia akan mencari waktu untuk bertemu Derren lagi sebelum ia pergi meninggalkan Barbara.DRRRRTTSuara ponsel Catriona bergetar di atas mejanya. Catriona melirik ke layar ponselnya. Nama yang tertera di layarnya seketika membuatnya kembali tersenyum.(HUSBAND)Itulah nama yang tertera. Tentu bukan dia yang memberi nama Dominic seperti itu di kontak ponselnya. Melainkan Dominic sendiri yang menyimpan kontak dan menamainya Husband dengan caps lock pula.(Lihat di jendela!) pesan Dominic.Catriona sontak berdiri d

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   129. Permintaan Maaf Derren

    Derren menatap Catriona dengan tatapan hangatnya seperti biasa. Senyuman tulus itu tak lepas dari bibirnya. Seperti sebelumnya, sikap Derren pada Catriona tak berubah."Kau sangat ceroboh Caty, bagaimana jika tadi lelaki lain yang masuk dan melihatmu?" tanya Derren tak habis pikir."Mengapa kau ke sini tanpa mengabariku terlebih dahulu?" timpal Catriona balik bertanya."Apa kau akan mengizinkanku ke sini jika mengabarimu terlebih dahulu?" Derren membalikkan pertanyaannya."Apa aku pernah menolakmu datang kemari?" timpal Catriona.Derren hanya diam. Pertanyaan itu tak membutuhkan jawaban. Nyatanya Catriona memang tak pernah menolak kedatangannya."Aku senang melihatmu kembali bekerja." ucap Derren."Dominic mengizinkanku." jawab Catriona.Derren tersenyum tipis. "Jadi, sekarang yang kau lakukan membutuhkan izin darinya?"Catriona mengangguk. "Karena Dominic adalah suamiku." ucapnya tegas.Mendengarnya tentu dada Derren terasa sesak. Kenyataan itu tak bisa dibantah, memang saat ini Catr

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   128. Pembalasan Dimulai

    Victor Valdes adalah penipu ulung yang sangat licik. Meskipun demikian, keahliannya memang tak perlu diragukan lagi. Dia adalah hacker paling mengerikan dan banyak dicari kalangan elite global. Identitasnya tak pernah diketahui oleh siapapun. Ia memiliki seribu wajah dan seribu nama.Namun siapa sangka jika selama ini diam-diam Victor Valdes adalah partner sekaligus musuh bagi Dominic. Satu-satunya yang tahu identitas Victor adalah Dominic. Dan dulu mereka pernah menjadi siswa yang dikucilkan di sekolah. Dan kini keduanya berteman dekat. Juga sama-sama memiliki identitas rahasia."Di saat sulit seperti ini. Mungkinkah kita mampu membayarnya?" tanya Mark ragu. Bukan tidak percaya dengan Dominic. Tapi Mark hanya berjaga-jaga. Karena kesehatan keuangan perusahaan sedang tidak baik."Justru dia yang harus membayarku untuk ini." seringai Dominic. Ia ingat jika Victor berhutang budi padanya. Awalnya Dominic memilih melupakan hutang budi itu. Namun sepertinya, sekarang tak ada salahnya untu

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   127. Dua Nama Dibalik Layar

    Di ruang kerjanya, Dominic termenung seorang diri.Setelah Far pergi meninggalkan ruangannya, ia kembali duduk di kursi kebesarannya. Tatapannya mengarah jauh ke depan melalui dinding kaca. Sorot matanya tajam, tetapi terlihat kosong, seolah pikirannya sedang bekerja jauh lebih keras daripada yang tampak dari luar.Dari tempatnya duduk, Dominic bisa melihat deretan gedung pencakar langit yang memenuhi pusat kota. Tak satu pun memiliki ketinggian yang mampu menandingi Crush Company. Gedung miliknya masih menjadi yang tertinggi di antara semuanya.Namun, ketinggian gedung itu tidak berarti apa-apa jika kekuasaan yang menopangnya mulai runtuh.Dominic terus berpikir.Ia tidak akan kalah hanya karena sebuah gertakan. Pasti ada celah yang bisa ia manfaatkan untuk menyelesaikan semua masalah ini dengan cepat. Setiap orang memiliki kelemahan. Setiap rencana pasti menyisakan satu titik yang tidak terlindungi.Dominic hanya perlu menemukan titik itu.Boleh saja semua orang menyerangnya sekaran

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   6. Jadilah Milikku, Layani Aku, Puaskan Aku!

    Setelah negosiasi panjang, akhirnya Catriona dan ayahnya-Wilson, melangkah ke lorong penghubung rahasia yang hanya diketahui oleh sebagian orang terpercaya. Dua pengawal mengiringi mereka dalam diam. Lorong itu panjang dan sunyi. Di ujungnya, sebuah lift menanti. Salah satu pengawal menempelkan kar

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   5. Terjerat Hutang

    Mobil yang dikendarai Jemmy melambat sebelum akhirnya berhenti tepat di pelataran sebuah gedung pencakar langit. Bangunan itu menjulang angkuh, dinding kacanya memantulkan cahaya matahari pagi dengan kilau dingin yang mengintimidasi. Dari luar saja, gedung tersebut sudah menunjukkan satu hal, kekua

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   4. Selamat Jadi Impoten!

    "Aaaaaarrgggghhh!" jerit Dominic, meringis kesakitan seketika. Lututnya lemas, tubuhnya berguncang hebat seperti diterjang aliran listrik mematikan.Catriona tak hanya menginjak kakinya, tapi menyikut keras bagian paling vital milik Dominic tanpa ampun, tanpa keraguan. Seketika pelukan erat pria it

  • Menjadi Budak Cinta Boss Mafia   3. Bayar Dengan Tubuhmu

    “Kau sangat keren!” puji Emely penuh kagum, matanya berbinar saat melihat Catriona melangkah keluar dari privat room dengan aura dingin namun memesona, bangga dan tanpa rasa bersalah. Catriona hanya menyunggingkan senyum tipis, senyum yang tak pernah benar-benar hangat, tapi justru memancarkan el

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status