공유

Bab 447

작가: Liazta
last update 최신 업데이트: 2025-06-02 00:30:38

Sherly berlari, menerjang kerumunan tanpa peduli pada sorot mata yang mengarah padanya. Seolah tak ingin melepaskan mangsanya, ia langsung menabrak tubuh tegap pria itu dari belakang. Membuat pria itu terhuyung sesaat, nyaris kehilangan keseimbangan.

Tanpa ragu, Sherly memeluk punggungnya dengan erat. Seakan waktu berhenti.

Tubuh pria itu menegang. Ia menoleh perlahan, dan sorot matanya dingin, tajam, seperti pisau yang sudah terlalu lama disimpan dalam darah.

“Albert,” bisik Sherly, suaranya lirih tapi penuh luka. Kerinduan dan benci dan dendam, tersimpan di dalam hatinya.

“Apa kau tahu, aku sangat merindukanmu.”

Albert mencoba menarik tangan wanita itu dari tubuhnya, namun Sherly tidak melepaskannya. Napasnya tercekat, namun ia tetap bersandar, meski tahu bahwa cinta itu telah menjadi sesuatu yang tidak pantas. Ia hanya berkedok mencintai, demi bisa mencapai tujuannya.

“Apa kau lupa ini tempat umum?” suara Albert rendah, namun bergetar seolah emosi yang terkekang. “Orang-orang menat
이 책을 계속 무료로 읽어보세요.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (29)
goodnovel comment avatar
Khairman Khairman
iya. aku juga. lelet amat up nya
goodnovel comment avatar
Leni Marlina
nunggu cerita ini tamat doang , abis ini mau di hapus aja aplikasi ini males nungguinberhari2
goodnovel comment avatar
Sri Widiyanti
asuuuui..........ga up up
댓글 모두 보기

최신 챕터

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 528

    Bukan hanya Eliza yang sempat meragukan Nathan, tapi juga Rizky dan bahkan Hermawan sendiri.“Nanti nama cucu perempuanku dan cucu laki-lakiku malah dikasih yang aneh-aneh,” keluh Hermawan serius, mengutarakan keraguan di hatinya.Nathan terdiam. Ia memang sudah lama mencari nama yang tepat untuk kedua buah hatinya. Namun entah mengapa, tak satu pun nama pilihannya terdengar enak di telinga. Bahkan, nama-nama yang sempat terpikirkan olehnya terdengar konyol saat diucapkan."Waktu kasih nama Noah, Nathan kasih nama yang aneh. Dan setiap nama yang dia kasih, itu terkesan lucu. Jadi kalau bisa jangan suruh Nathan yang cari nama untuk si kembar. " Mawar berkata dengan panik."Cucuku yang tampan dan cantik ini, harus memiliki nama yang keren, dan indah," kata Hermawan. “Papi, mereka berdua perempuan,” kata Eliza pelan, dengan senyum lelah.“Kalian pasti salah,” sela Mawar yakin. “Mereka ini sepasang. Nih lihat wajah yang ini, benar-benar sanger!”“Mami, sejak tadi sudah dikasih tahu. Masi

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 527

    Ruang perawatan Presidential Suite itu terasa damai. Eliza yang terbaring dengan senyum lelah, namun bahagia. Rambutnya masih agak basah, wajahnya sedikit pucat, tetapi sorot matanya jernih, hangat, memancarkan cinta yang tak terbendung.Di sisi lain ruangan, Hermawan dan Mawar tampak begitu antusias. Mereka berdiri berdampingan, masing-masing menggendong satu bayi mungil dalam pelukan.“Papi, lihat deh, ada nggak sih perbedaan dari kedua cucu kita ini?”Mawar bertanya dengan suara lembut, matanya terus menatap wajah cantik kedua cucunya secara bergantian. Hermawan mengamati dengan seksama, lalu tersenyum.“Wah, kulit mereka mirip banget ya… merah-merah, lembut, persis kulit mami. Tapi warnanya sih lebih ke Nathan waktu kecil. Rambutnya? Hitam legam, mirip papi. Hidung mancung, itu jelas turunan dari Nathan.”Eliza yang mendengar percakapan itu hanya bisa memutar bola mata pelan. Wajahnya merengut manja.Sembilan bulan dia mengandung, duduk di kursi roda berbulan-bulan, tidur tak per

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 526

    Nathan memandang istrinya dengan wajah yang tampak pucat. Keringat bercucuran di pelipis keningnya, meskipun suhu di dalam ruangan sangat dingin.Jantung Nathan semakin berdegup kencang ketika salah satu dokter anestesi mendekat. Di tangannya sudah ada suntikan yang akan disuntikkan ke tulang belakang Eliza. "Mbak Eliza, mohon tetap rileks, kami akan mulai menyuntikkan bius. Akan terasa sedikit nyeri, mohon ditahan ya," ucap dokter dengan tenang.Namun Nathan merasa jantungnya mencelos. “Di... tulang belakang?” tanyanya tanpa sadar.Dokter hanya mengangguk. Nathan menelan ludah. Ia tahu prosedurnya, tapi melihat langsung… itu hal yang sangat berbeda.Perawat membantu Eliza duduk dalam posisi membungkuk, memeluk bantal, punggungnya melengkung.Lalu…Cekkk!Jarum masuk perlahan. Tapi rasa sakitnya membuat tubuh Eliza tersentak.“AHH!” jeritnya. Suaranya melengking tertahan, namun cukup membuat Nathan kehilangan kendali. Tangannya refleks menggenggam bahu Eliza.“Sweet heart…” bisiknya

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 525

    Eliza terharu mendapatkan semua perhatian yang luar biasa dari suami, kedua mertua, serta orang-orang terdekatnya. Kali ini, segalanya terasa lebih manusiawi. Lebih layak.Dokter kandungan telah menetapkan jadwal operasi secara tenang. Semua sudah dipersiapkan sejak jauh hari. Bahkan, malam sebelumnya Eliza masih bisa tidur lelap dalam pelukan hangat Nathan, tanpa rasa takut, tanpa mimpi buruk."Mami, Papi... Liza gak takut," ucap Eliza dengan mata berbinar. "Liza malah senang banget. Rasanya udah gak sabar ngerasain perut ini kempes lagi. Gak perlu duduk di kursi roda kayak nenek-nenek."Eliza tersenyum. Ia datang ke rumah sakit bukan sebagai pasien yang putus asa, tapi sebagai ibu yang siap menyambut dua kehidupan baru. Dengan tubuh yang stabil, hati yang siap, dan keluarga yang mencintainya tanpa syarat.Tawa kecil pecah. Mawar langsung memeluk menantunya, menciumi pipi Eliza berkali-kali, penuh sayang."Kami semua doakan yang terbaik untukmu, Nak. Eliza harus sehat, dan cucu-cucu

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 524

    "Jika nanti mereka tidak bisa ikut serta di acara wisuda, kita bawa saja foto mereka. Kita tempel di topi toga kamu."Eliza ikut tertawa, tapi tawanya segera berubah jadi desahan lembut saat salah satu bayinya menendang. Tangannya langsung menggenggam tangan Nathan dan menempelkannya ke perutnya."Dia menendang!" seru Eliza. "Mereka selalu aktif kalau dengar suara Daddy nya."Nathan menunduk, menempelkan wajahnya ke perut Eliza. “Halo, anak-anak. Daddy di sini. Kalian sudah nggak sabar ya, mau peluk mommy langsung?”"Kadang Liza takut..." lirih Eliza, pandangannya menerawang ke langit-langit. "Takut kalau Liza nggak cukup kuat jadi ibu. Takut gagal bagi waktuku setelah jadi dokter."Nathan segera mengangkat wajahnya dan menggenggam pipi istrinya dengan kedua tangannya."Kamu kuat, Eliza. Kamu bukan hanya calon dokter yang hebat. Tapi juga seorang wanita yang mencintai dengan segenap hatinya. Kita akan saling bantu. Malam-malam tanpa tidur, gendong bayi gantian, Menganti popok dan memb

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 523

    Nathan membuka pintu kamar perlahan. Aroma khas sabun bayi yang baru dibeli menyeruak lembut ke hidungnya. Matanya langsung tertuju pada sosok sang mami yang sedang sibuk membungkuk, memasukkan satu set nursing bra dan minyak pijat ke dalam koper besar kedua.Di sisi lain tempat tidur, Eliza masih duduk tenang, sesekali mengelus perut besarnya yang bergerak tak menentu. Tanda bahwa si kembar sedang 'berdiskusi'.Nathan mengernyit. Tatapannya bergeser ke koper besar yang terbuka lebar, penuh sesak seolah mereka hendak pindah ke rumah sakit selama satu bulan."Mami..." panggil Nathan, berjalan mendekat. "Kenapa nggak minta Bibi aja yang kemas barang-barangnya?"Mawar menoleh sekilas, tapi tetap fokus pada lipatan handuk kecil di tangannya."Kalau dulu mami nggak pernah turun tangan langsung lho. Waktu aku mau dinas keluar kota atau ke luar negeri, mami selalu suruh Bibi beresin semua. Tapi sekarang, mami kemas sendiri?""Iya," jawab Mawar ringan, tanpa merasa perlu berhenti dari aktivit

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status