Mag-log inSenja mendadak harus berganti dosen pembimbing karena dosen semula pensiun. Dosen yang baru memang lebih muda dan masih single--lumayan untuk cuci mata. Namun, sikapnya super duper dingin! Seperti cobaan hidupnya untuk lulus belum cukup, Senja harus kehilangan uang dan bahkan berutang ratusan juta akibat ditipu oleh temannya! Dalam kemalangan Senja, ternyata bantuan datang dari orang yang tidak terduga. Dosen pembimbingnya, Adam, menawarinya untuk bekerja padanya sebagai kekasih bayaran demi dikenalkan pada orang tua lantaran Adam terancam dijodohkan--meskipun ia sendiri sebenarnya punya wanita yang ia cintai. Senja seperti mendapatkan rezeki nomplok! Langsung saja ia memanfaatkan kesempatan itu untuk mendapatkan uang dari ladang bisnis yang tak terpikirkan sebelumnya sekaligus mempermulus bidang akademisnya. Akan tetapi, Senja tidak bisa memprediksi bahwa keterlibatannya dengan si dosen dingin justru memunculkan rentetan kejadian dan hal-hal asing yang membuat Senja tidak bisa keluar dari kehidupan dosen pembimbingnya tersebut.
view moreSemua yang hadir di ruang keluarga menepuk dahi kecuali Adam dan Senja yang masih tak percaya."Kalian berdua memang sudah bikin heboh. Tunggu sanksi dari Abi dan Umi," ungkap Aryo."Hah?!" Senja tersipu malu. Ia tak enak hati pada keluarga Adam dan juga keluarganya."Pokoknya kita adakan resepsi secepatnya. Siap ya, Al, Syad," usul Opa Zein."Siap, Pa, Ma," balas Alea dan Irsyad bersamaan."Kan ada Rendra sama Galang yang jadi PJnya," sahut Alea yang disambut tawa kedua keluarga."Walah, kalau tahu begini, Umi sama Abi nggak susah-susah nyariin jodoh kamu biar nggak nyari-nyari Senja. Kamu nggak ingat dulu waktu kecil, kamu suka main sama Senja?" Nayla mencoba menceritakan masa kecil putranya saat diajak Aryo membahas bisnis kerja sama dengan perusahaan Zein."Yang mana ya, Ma?" tanya Adam mencoba mengingat-ingat."Itu lho yang dulu gadis berkuncir dua."Seolah ingatannya terbang ke masa lalu, Adam malah senyum-senyum sendiri. Tiba-tiba sebuah ide melintas dibenaknya."Senja." Adam me
"Aku menyayangimu, Ja. Percayalah, aku mulai menyukaimu sejak lama. Sejak kita bertemu pertama kali di kampus. Sejak kamu menjadi mahasiswa bimbinganku." Senja tidak bisa berkata-kata. Hanya bulir bening yang mewakili rasa harunya. Ternyata cintanya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan. Ia merasa kurang sabar memahami lelaki yang dikasihinya. "Mas Adam. Maafkan aku!" Adam meletakkan telunjuknya di bibir Senja. "Sttt, kamu tidak pantas meminta maaf. Seharusnya aku yang berjuang." Tangan kanan Adam mencoba merapikan rambut poni Senja. "Senja, maukah kita memulai semuanya dari awal? Aku mau kita menjalin hubungan serius sebagai pasangan halal bukan pasangan kontrak." Senja mengangguk tanpa kata. Adam pun membalas dengan senyuman. Tanpa aba-aba, Adam melabuhkan sebuah kecupan dikening Senja. Meleburkan rasa rindu yang menggebu. Kini kesalah pahaman itu telah berlalu menyisakan kerinduan yang ingin terbayarkan. "Aku mencintaimu Senja Kamila Rahmawan." "Aku juga, Mas Adam Syail
"Ough. Sakit, Ja! Kenapa kamu pukul suamimu?!" "Hah?! Pak Adam?" Senja syok mendapati Adam yang ada di kamarnya. Namun, kesadarannya langsung pulih dengan ekspresi marah dan berkacak pinggang. "Pak Adam sengaja menakuti saya?! Kenapa masuk ke kamar ini diam-diam?" Adam yang terjungkal ke lantai karena tak siap dilawan Senja hanya bisa mengaduh. Ia berdiri lalu mengusap bagian tubuhnya yang sakit. "Kamu gimana sih, Ja. Suami sendiri malah dih4jar gini? Untung kamu nggak nendang...." Belum selesai Adam mengucap, Senja sudah terkikik geli sambil memegang perutnya. Namun, beberapa detik kemudian wajahnya berubah datar lagi. "Mau apa kemari? Bukannya Pak Adam udah balikan sama mantan?!" ucapnya seraya mendecis. Ia pun mendaratkan pant*tnya ke r4njang. "Maksud kamu apa, Ja?" "Kenapa Pak Adam tanya sama saya? Tanya saja pada diri sendiri." Lagi, Senja masih berbicara dengan nada ketus. Hal itu membuat Adam semakin tak mengerti. "Sebentar, Ja! Jangan bilang kalau kamu selama ini salah
"Ya Rabb, kenapa harus ketemu dia di rumah ini?" "Sudah pulang, Pa." Suara Sekar terdengar di telinga Senja yang masih mematung. "Senja, ini Mas Ardian suamiku. Yang ini Adam Syailendra adikku." "Hah, Adik?" Senja membatin sambil mengerutkan dahi. Ia juga mengerjapkan mata berulang, berharap itu hanya mimpi." "Kenapa jadi Pak Adam adik Mbak Sekar? Lalu Andika? Gawat, nih." "Yuk, masuk, Dam. Mbak kenalin kolega dari Yogya. Ada Senja sama Andika." "Ma, diajak duduk dulu lah. Adam dari tadi suntuk tuh. Kelaparan kayaknya. Papa ajak makan nggak mau," celetuk Ardi. Senja hanya bisa menelan ludahnya kala tatapan tajam Adam mengarah padanya. Sedetik kemudian ia justru tidak menggubris ucapan Sekar. Memilih duduk di Sofa, Adam bersikap tak acuh pada Senja maupun Andika. "Lho ternyata Pak Adam adiknya Mbak Sekar, ya? Dunia ini sempit sekali," ucap Andika santai. Namun tidak dengan Senja yang ketar-ketir sedari tadi. Ia berharap Andika tidak membuat rencana kerja samanya dengan Sekar gat
Seminggu berlalu, hubungan Senja dan Adam semakin menunjukkan kedekatan. Mereka berdua mulai tidur di kamar yang sama. Meski belum terjadi hal yang umum dilakukan suami istri, Adam tetap sabar menanti. Sebab kesibukan Senja membuat perempuan itu butuh istirahat saat sampai rumah."Minumlah secangkir
Mentari menelisik melalui tirai jendela. Senja merasakan tidurnya amat sangat nyaman. Saat mata mulai mengerjap, ia merasakan sebuah beban berat men*ndih perutnya. Sebuah lengan kekar terlihat memel*knya."Aargh!" Reflek Senja menutup mulutnya. Ia menoleh ke belakang lalu membalik tubuhnya menjadi be
"Baunya harum begini. Masak apa, ya?"Begitu sosok yang datang masuk rumah sampai dapur, netranya tak berhenti memandang dari ujung rambut hingga ujung kaki. Kedua tangan pun berkacak pinggang mengamati Senja yang memasak sambil berdendang dan sesekali menggoyangkan kepalanya. Begitu Senja berbalik b
"Astaghfirullah! Pak Adam, kenapa sih? Bikin jantungan tahu, nggak?""Ingat Senja, kamu istri saya." Ucapan tegas Adam membuat tubuh Senja merem4ng. Ditambah lagi sapuan napas beraroma mint menyapu wajah membuat Senja menahan napas."Saya tidak suka ada lelaki lain yang menyentuh milik saya," bisik Ad






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu