Share

Pembunuhan

Penulis: Miss Wang
last update Tanggal publikasi: 2026-04-18 15:06:31

Lampu ruang tamu yang redup berpendar lemah, menciptakan bayangan panjang yang merayap di lantai seperti sesuatu yang hidup.

Dan di ambang pintu—berdiri seseorang. Diam dan tak bergerak. Tubuhnya dibalut pakaian serba hitam, menyatu dengan gelap malam. Topi menutupi sebagian wajahnya, sementara masker gelap menyembunyikan sisanya. Tidak ada yang bisa dikenali… kecuali sepasang mata.

Mata itu—dingin. Tajam. Kosong.

Sebuah benda kecil terlepas dari tangannya dan jatuh ke lantai.

Tok.

Bunyi i
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
aiiuuu
kok aku curiga sama thomas ya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Wanita di Balik Pintu Saint Rose

    Hujan turun semakin deras.Raymond berdiri di samping mobil sambil menggenggam kertas yang diberikan Rafael.Satu alamat.Satu tulisan tangan.Dan satu nama yang selama bertahun-tahun hanya hidup sebagai kenangan.Maria.Ibunya."Saint Rose..." gumam John.Raymond mengangguk."Siapkan mobil."Clara berdiri beberapa langkah di belakangnya.Wajahnya masih pucat setelah penculikan.Namun kali ini ia tidak terlihat ketakutan.Ia justru menatap Raymond dengan tatapan serius."Kita pergi sekarang?"Raymond menoleh."Ya.""Aku ikut."Raymond langsung menggeleng."Tidak."Clara mengerutkan kening."Kenapa?""Karena aku tidak tahu apa yang menunggu di sana.""Aku juga tidak tahu."Clara melangkah mendekat."Tapi kalau yang kita cari adalah ibumu, aku tidak mau kau pergi

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Jebakan

    Raymond tidak langsung bergerak.Rafael berdiri beberapa meter di depannya.Wajah pria itu terlihat lebih pucat dibandingkan saat terakhir mereka berbicara melalui telepon. Ada luka kecil di pelipisnya dan darah mengering di kerah bajunya.Raymond mengangkat senjata."Kau."Rafael mengangkat kedua tangannya."Aku tahu kau ingin menembak.""Aku juga tahu kau berada di balik semua ini.""Kalau aku berada di balik semua ini, Clara sudah mati."Raymond tidak menurunkan senjatanya."Di mana dia?""Masih hidup.""Di mana?"Rafael menunjuk ke dalam gudang."Tapi kita harus bergerak sekarang."John muncul di belakang Raymond."Tuan, jangan percaya dia."Rafael menoleh."Kalau kalian tetap berdiri di sini, orang-orang di dalam akan memindahkan Clara melalui terowongan bawah tanah."Raymond langsung menatapnya."Ter

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Clara Menjadi Target

    Mobil hitam itu melaju meninggalkan mansion.Clara duduk di kursi belakang dengan kedua tangan terikat.Napasnya masih teratur, meskipun jantungnya berdegup keras.Pria yang duduk di sebelahnya adalah Marcus.Orang yang selama bertahun-tahun dipercaya Raymond untuk menjaga keluarganya.Clara menatapnya dari sudut mata."Jadi selama ini kau bekerja untuk mereka?"Marcus tidak menjawab.Matanya tetap tertuju ke depan.Clara mencoba menarik tali di pergelangan tangannya.Tidak berhasil.Namun ia tidak berhenti berpikir.Raymond pasti sedang mencarinya.Dan jika Marcus memang orang dalam, berarti semua jalur keamanan mansion mungkin sudah diketahui."Kalian mau membawaku ke mana?"Marcus akhirnya menjawab."Ke tempat yang aman."Clara hampir tertawa."Aman?"Ia menatap pria itu."Kau menculikku.""Aku

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pengkhianat di Dalam Rumah

    Suara mesin kendaraan memenuhi halaman mansion.Satu.Dua.Tiga.Empat mobil hitam berhenti tepat di depan gerbang.Raymond berdiri di tengah ruang utama dengan senjata masih berada di tangannya.Clara berada di belakangnya.John segera berbicara melalui alat komunikasi."Semua unit, posisi bertahan. Jangan menembak sebelum ada perintah."Para pengawal menyebar.Beberapa menuju lantai dua.Sebagian lainnya mengamankan Charles.Raymond menatap layar kamera keamanan.Anehnya, orang-orang di dalam mobil tidak langsung turun.Mereka hanya diam.Menunggu.Raymond menyipitkan mata."Mereka tidak datang untuk menyerang."John menoleh."Lalu?""Mereka ingin kita panik."Tepat setelah Raymond selesai berbicara, lampu seluruh halaman kembali menyala.Empat mobil itu langsung bergerak mundur.

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Darah di Mansion

    Tubuh Charles jatuh tepat ke dalam pelukan Raymond."Ayah!"Raymond menekan luka di dada Charles dengan telapak tangannya. Darah mulai merembes melalui sela-sela jarinya."Dokter!"Suara Raymond mengguncang seluruh mansion.John langsung berlari mendekat."Pengawal, tutup seluruh akses!"Beberapa pria berlari ke arah pintu utama dan jendela."Jangan biarkan siapa pun keluar!"Raymond menatap wajah Charles yang semakin pucat."Jangan tutup mata."Charles membuka matanya sedikit."Raymond...""Diam. Dokter akan segera datang.""Tidak..."Charles menggenggam pergelangan tangan Raymond."Folder..."Raymond mengerutkan kening."Folder apa?""Maria..."Napas Charles terdengar berat."Jangan biarkan mereka mendapatkannya."Raymond langsung menoleh ke arah ruang kerjanya.Folder hitam.Aset rahasia Maria.Folder yang bahkan Charles sendiri dilarang menyentuhnya."John.""Ya, Tuan.""Amankan ruang kerja."John baru hendak bergerak ketika suara ledakan terdengar dari lantai dua.BOOM!Kaca jend

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Orang yang Membunuh Maria Bag 2

    Raymond masih menatap layar ponselnya.Panggilan telah berakhir.Namun suara Maria masih terngiang jelas di kepalanya.Maafkan Mama.Bertahun-tahun ia mengira tidak akan pernah mendengar kalimat itu lagi.Sekarang, ketika kesempatan tersebut benar-benar datang, justru Maria kembali menghilang."Nomornya bisa dilacak?" tanya Raymond.John segera mendekat dengan perangkat di tangannya."Sedang dicoba."Raymond menatap Charles."Kenapa Mama takut kembali?"Charles tidak menjawab."Dan jangan katakan kau tidak tahu."Charles menghela napas."Karena orang yang mengejarnya belum berhenti.""Elena?"Charles menggeleng."Elena hanya menjalankan perintah."Raymond membeku."Perintah siapa?"Charles menatap putranya."Aku tidak tahu."Raymond tertawa dingin."Kau selalu tidak tahu."

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Hening dan Tegang

    Tak lama kemudian, mereka sampai kembali di Mansion Raymond. Pintu mobil terbuka. Ken, asisten Raymond dan para anak buah serempak menunduk. Raymond turun lebih dulu. Clara melangkah mengikutinya, sedikit tertinggal di belakang.Salah satu anak buah melirik Clara terlalu lama.“Jaga pandanganmu,”

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pura-pura menjadi Kekasih Tuan Mafia

    Clara membeku mendengar itu. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Langkahnya gontai mengikuti Raymond dan anak buahnya menuju mobil. Di dalam mobil, Clara hanya bisa membisu. Di saat yang bersamaan, air mata Clara kembali menggenang. Perasaannya kembali bercampur. Putus asa dan pengharapan, semuan

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Clara, Tawanan Tuan Mafia

    Sementara di tempat gelap itu, harapan Clara nyaris padam. Langkahnya terseret, kakinya terasa berat seperti diikat beban. Clara menghela napas panjang. Ia merasa seperti orang yang sudah tak punya pilihan. Bunyi pintu besi ditutup terdengar lebih keras dari sebelumnya. Clara berdiri beberap

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dijodohkan

    Clara menghantam pintu itu dengan kedua tangannya. “Buka! Tolong buka! Aku mohon!” Tak ada jawaban. Clara merosot ke lantai. Tangannya gemetar, nafasnya terputus-putus. Ia memeluk lututnya, tubuhnya meringkuk sekecil mungkin, seolah ingin menghilang ke dalam bayangan. Air mata jatuh tanpa bisa d

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status