Startseite / Romansa / Menjadi Tawanan Tuan Muda / Bab 14 | Umpan Yang Berhasil

Teilen

Bab 14 | Umpan Yang Berhasil

last update Zuletzt aktualisiert: 02.01.2026 23:43:06
Bab 14

Lila mematung di dapur, tangannya gemetar saat menyeduh teh chamomile pesanan Jonathan. Aroma bunga yang menenangkan itu sama sekali tidak membantu meredakan badai di dadanya. Kalimat Jonathan—“Tidak perlu menggantinya, santai saja denganku”—terus terngiang. Umpan yang ia lakukan telah berhasil, namun rasa mual justru mengaduk perutnya.

Ia tahu, di suatu tempat di rumah ini, Oliver sedang menonton. Pria itu pasti sedang menatap layar monitor, memantaunya.

Lila menaiki tangga dengan nampan
MAMAZAN

Lahhh... Kok panas pak?? >,<

| 11
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (2)
goodnovel comment avatar
MAMAZAN
duhhh bahayaaa klo ini ya
goodnovel comment avatar
Razee
Kak gas updatenya… jgn sampai jonathan tidur sama lila..
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 53 | Hubungan Susan Laven

    Bab 53"Kamu sangat seksi, love," bisik Austin dengan suara parau tepat di depan bibir Bella.Austin tidak menunggu lama. Begitu mereka berada di area private pool, ia menarik pinggang Bella hingga tubuh mungil istrinya menabrak dada bidangnya yang keras. Tanpa kata, ia membungkam bibir Bella dengan ciuman yang intens dan menuntut—ciuman yang selalu berhasil membuat Bella kehilangan kekuatannya.Tangan besar Austin mulai bergerak terampil, melucuti kancing-kancing dress sutra yang dikenakan Bella. Kain mahal itu meluncur jatuh ke lantai marmer dalam sekejap. Dengan gerakan mantap, Austin mengangkat tubuh Bella dalam gendongan bridal style. Ia membawa istrinya menuruni tangga kolam renang yang airnya sudah diatur dengan suhu hangat yang menenangkan.Begitu kulit mereka bersentuhan dengan air, Austin merapatkan tubuh mereka kembali. "Tubuhmu masih sangat indah, love," puji Austin tulus. Matanya menatap kagum pada setiap lekuk tubuh istrinya yang dirawat dengan sangat telaten. Baginya, B

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 52 | Luka Hati

    Bab 52Kata-kata Oliver barusan seolah menjadi petir di siang bolong bagi Giselle. Ia terperangah, matanya membelalak tak percaya menatap Oliver.“Menikah?” suara Giselle bergetar, hampir tidak terdengar. “Sharon... menikah dengan Jonathan? Tidak mungkin. Ibumu sangat mencintai Gustav. Bagaimana bisa dia memberikan hatinya pada pria yang selama ini hanya menjadi bayang-bayang suaminya?”Oliver menyeringai pahit, sebuah ekspresi yang penuh dengan luka lama. “Hati? Tidak, Bibi. Ibu tidak pernah memberikan hatinya. Jonathan menggunakan keadaan. Saat Ayah tiada, Ibu berada di titik terendahnya. Jonathan datang sebagai pahlawan palsu, menjanjikan perlindungan padaku dan perusahaan. Tapi itu semua hanya jebakan.”Giselle menutup mulutnya dengan telapak tangan, air matanya kini mengalir deras tanpa terbendung. “Jadi itu alasannya... dia mengusirku. Dia tahu aku adalah satu-satunya orang yang bisa memperingatkan Sharon tentang niat busuknya.”“Dia menghancurkan mental Ibu perlahan-lahan,” lanj

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 51 | Semakin Terungkap

    Bab 51Begitu masuk di VVIP room khusus Harold Family, Austinmembawa istrinya duduk di atas sofa kulit yang empuk.“Kamu penasaran sayang?” tanya Bella pada Austin begitu iaduduk menghadap suaminya.Austin tersenyum tipis, “Not really, love.” Ucapnya sambilmencubit kecil hidung Bella.Membuat Bella mengerucutkan bibirnya. "Tapi aku tetap mau cerita, hubby.""Iya sayangku. Jadi bagaimana bisa kenal dengan Oliver?"Bella pun dengan antusias menceritakan ulang apa yang ia dengar dari Giselle.Austin mendengarkan sang istri dengan baik, meski jujur ia tidak terlalu peduli akan hal itu. Bukan karena nir empati. Tapi begitulah dia.Tapi demi Bella, ia akan dengan senang hati mendengar story telling sang istri."Begitu sayang..." tutup Bella mengakhiri ceritanya.Austin mengangguk paham, "Hmm, sebenarnya aku bisa membantu Oliver untuk mencari rekam jejak kematian kedua orang tuanya, tapi dia menolaknya.""Pasti berat untuk Oliver saat itu, hubby," gumam Bella bersandar manja pada sang su

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 50 | Masa Lalu

    Bab 50"Menarik. Aku memang tidak salah menilaimu," ujar Austin sembari mengangguk puas. Namun, ia tidak langsung menutup pembicaraan. Matanya kembali menatap Oliver dengan sorot yang lebih dalam. "Lalu bagaimana dengan Monfalco Corp?"Austin ingat betul alasan di balik ambisi besar Oliver. Ia tahu betapa kerasnya Oliver berusaha merayap dari bawah demi mengambil alih takhta yang seharusnya menjadi haknya. Sebenarnya, bagi Austin Harold, menghancurkan perusahaan sekelas Monfalco Corp atau membelinya secara paksa adalah hal yang mudah. Ia bahkan sempat menawarkan bantuan untuk memberikan perusahaan itu langsung ke tangan Oliver saat pertama kali mendengar kisah pengkhianatan Jonathan.Namun, Oliver menolak dengan halus. Ia ingin tangannya sendirilah yang menyeret Jonathan turun dari singgasananya hingga hancur berkeping-keping."Dia memiliki banyak anjing yang setia," jawab Oliver dengan rahang mengeras dan wajah penuh kekesalan. Ia merujuk pada jajaran direksi dan pemegang saham yang m

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 49 | Austin Harold

    Bab 49Beberapa bulan lalu, selama ia berada di Jerman, Oliver telah mengerahkan seluruh tenaga dan pikirannya untuk membangun kerajaan bisnisnya sendiri secara mandiri. Ia ingin membuktikan bahwa namanya bisa berdiri tegak tanpa bayang-bayang besar keluarga Monfalco di Swedia. Setelah bertahun-tahun merintis dengan penuh peluh, akhirnya hari ini ia bisa duduk berhadapan dengan sosok legendaris yang selama ini hanya bisa ia amati dari jauh—Austin Harold.Dari Austin-lah, Oliver berhasil menembus dinding tebal lingkaran pebisnis raksasa di Jerman. Benar saja, kepiawaian Austin bukan sekadar isapan jempol belaka. Oliver, sebagai sesama pria, merasa sangat kagum dengan kharisma dan ketajaman berpikir pria itu. Bahkan, melalui koneksi ini, ia sempat dikenalkan dengan putra Austin yang memiliki usia sebaya dengannya, Arion Harold, yang kini memegang kendali operasional di pusat."Maaf saya mengganggu waktu liburan Anda, Tuan Austin," ujar Oliver dengan nada tulus. Ia tahu betapa mahalnya wa

  • Menjadi Tawanan Tuan Muda   Bab 48 | Bertemu Sosok Legendaris

    Bab 48"Kami akrab, Ibu. Dokter Nathaniel sangat membantuku selama perawatan Ibu di sini, dia benar-benar dokter yang luar biasa," potong Lila cepat sebelum Nathaniel menyelesaikan kalimatnya. Ia memberikan senyum lebar yang sedikit dipaksakan, berusaha menetralkan suasana agar Susan tidak memiliki ekspektasi atau kesalahpahaman yang lebih jauh.Susan mengangguk pelan, tampak lega meski sorot matanya masih menyimpan sedikit rasa ingin tahu. "Begitu ya... syukurlah kalau Lila ada yang membantu."Dokter Nathaniel memilih diam. Ia tidak membantah ataupun membenarkan. Pria itu tetap memasang wajah ramah yang menenangkan pada Susan, meskipun dalam hati ia mencatat bagaimana Lila seolah membangun benteng pertahanan setiap kali ia mencoba melangkah lebih dekat."Kalau begitu, saya permisi dulu, Bu Susan. Masih ada pasien lain yang harus saya kunjungi. Lila, jika ada apa-apa, hubungi saya segera," ujar Nathaniel lembut. Ia memberikan satu anggukan sopan pada Susan sebelum melangkah keluar ruan

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status