Share

Bab 5

Penulis: Atonim
Abian harus pergi ke luar kota karena pekerjaan, memberi Natasha kesempatan sempurna untuk menyelesaikan segala urusannya.

Dia duduk di loteng, dengan beberapa kardus besar di depannya.

Mengemas barang-barang lainnya hanya memakan waktu beberapa jam. Tapi, ini kardus-kardus ini membuatnya ragu selama dua hari.

Semua ini adalah hadiah dari Abian.

Dari masa kuliah hingga sekarang, tanpa henti.

Natasha sangat suka membuat kerajinan tangan, jadi Abian akan menemaninya. Mereka berdua bisa menghabiskan sepanjang hari dengan tenang membuat kerajinan tangan. Abian selalu memuji bakatnya.

"Semua hasil karya Sasha harus dibingkai."

Itulah kata-kata Abian saat itu, dan dia masih mengingatnya.

Dan Abian benar-benar melakukannya selama bertahun-tahun. Boneka, lonceng angin, surat tulisan tangan, origami burung bangau dan bintang-bintang yang mereka lipat bersama.

Tentu saja, ada banyak barang berharga, tapi dia sudah menjual semuanya.

Natasha duduk di tengah barang-barang itu, membiarkan air matanya mengalir.

Kenapa pemuda yang pernah berjanji akan mencintainya selamanya tiba-tiba berubah begitu drastis?

Semua ini adalah bukti cinta pria itu padanya. Dia mengambil sebuah surat cinta, kata-katanya naif dan menggemaskan. Seorang pemuda yang baru saja melewati masa remaja menulis ulang surat itu berkali-kali untuk menaklukkan hati seorang gadis.

Dia menarik napas dalam-dalam, menghapus air matanya, dan akhirnya mengembalikan semuanya kembali ke dalam kardus. Kemudian, dia menyuruh kardus-kardus itu dibawa ke sebidang tanah kosong di halaman belakang.

Dia menemukan drum minyak kosong, membakar kenangan masa mudanya, dan melemparkannya ke dalam drum itu.

Natasha berpikir, dia pernah mencintai Abian saat berusia 20 tahun, pemuda yang polos dan penuh keceriaan itu. Semua ini adalah hadiah dari pemuda itu. Karena pemuda itu sudah tidak ada lagi, tidak ada gunanya menyimpan barang-barangnya lagi.

Abian pulang mendadak, seolah bisa merasakan kehilangan sesuatu yang berharga. Dia mencari-cari Natasha dan menemukannya di halaman belakang.

"Sasha, kenapa kamu jual 'Cinta Sejati' yang baru kubelikan kemarin?" Dia terpaku di tempat saat melihat drum minyak yang terbakar.

"Kamu sedang apa?"

Natasha sedikit terkejut, tidak menyangka Abian akan mengetahuinya secepat itu. Tapi dia tidak merasa canggung karena ketahuan. "Barang-barang nggak berguna, jadi kubakar. Kalung itu juga, aku nggak suka lagi."

Mata Abian tiba-tiba memerah. Dia menghampiri Natasha dan memeluknya. "Kalau nggak suka, beri tahu aku. Jangan tiba-tiba dijual. Bikin aku takut kamu nggak suka aku lagi."

Natasha bisa mencium aroma parfum yang sangat kuat pada pria itu, tapi Abian tidak pernah memakai parfum, jadi jelas sekali parfum itu milik siapa.

Dia merasa jijik dan ingin mendorongnya.

Tapi, sebelum dia sempat bertindak, Abian memeluknya lebih erat.

"Sasha, kalau aku ada salah, tolong beri tahu aku. Jangan tinggalkan aku."

"Kalau kamu nggak suka kalung yang itu, kita bisa tukar. Kalau kamu nggak suka sesuatu, buang saja. Jangan tinggalkan aku. Aku dan Chika sama-sama butuh kamu. Aku takut kamu pergi meninggalkanku ...."

Mungkin, kejadian ini benar-benar membuat Abian takut, karena Natasha bisa merasakan tubuh yang memeluknya gemetaran.

Natasha tidak percaya kata-katanya lagi.

Ibunya yang bodoh terus percaya bahwa ayahnya akan berubah, menyeretnya kembali berulang kali ke rumah mengerikan itu. Tapi pada akhirnya, ayahnya mengacungkan pisau, ingin membunuh mereka berdua.

Dia tidak paham kenapa ada orang yang berusaha membangun kepercayaan, menghancurkannya, lalu memintanya untuk percaya lagi.

Sungguh ironis.

Natasha dengan tenang dan tanpa perasaan menyaksikan api di dalam drum minyak di depannya perlahan padam, sama seperti cahaya di matanya yang perlahan memudar.

"Ada apa? Kenapa kamu takut? Aku cuma nggak suka benda-benda itu. Kenapa tingkahmu seolah-olah baru melakukan sesuatu yang salah?"

Abian tampak terkejut, lalu memeluknya lebih erat.

"Aku nggak akan pernah melakukan apa pun yang menyakitimu."

"Kalau kamu melakukannya?" Ekspresi sinis melintas di mata Natasha.

"Aku akan menghukum diriku sendiri dengan nggak pernah bertemu denganmu lagi di kehidupan ini atau kehidupan selanjutnya!"

Natasha tidak berkata apa-apa, hanya tersenyum pelan.

Sebentar lagi.

Dia akan menghilang bersama putrinya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Mustahil untuk Kembali Bersatu   Bab 25

    Natasha membalas senyumnya, matanya pun berkerut.Dibandingkan dengan orang yang bertele-tele, dia lebih suka ketegasan seperti ini."Ya sudah, kalau begitu, mari kita jadi rekan kerja yang baik.""Tapi, aku memang mengagumimu. Kalau ada kesempatan, tolong berikan aku kesempatan itu."Dion berbicara dengan sangat terus terang.Natasha membalas candaan itu. "Kalau ada kesempatan."Setelah makan bersama, Dion mengantar Natasha pulang.Beberapa waktu berikutnya, Natasha belum bisa pergi ke laboratorium.Memang merepotkan, karena dia juga harus mengurus anak. Tidak mungkin dia meninggalkan Chika sendirian di rumah.Dion menyarankan padanya agar mencari pengasuh, dan Natasha juga mempertimbangkannya.Tapi setelah bertemu beberapa calon, tidak ada yang memenuhi standarnya.Belum ada penyelesaian.Kebetulan, Abian tiba-tiba datang.Natasha awalnya sedikit khawatir, tapi Abian menepati janji dan jarang mengganggunya.Abian datang ke sini untuk membahas kerja sama. Kebetulan, dia bisa sekalian

  • Mustahil untuk Kembali Bersatu   Bab 24

    Kali ini, Abian benar-benar tidak melakukan tipuan apa-apa.Setelah menyelesaikan proses perceraian, Natasha bebas pergi.Memegang akta cerai, dia bersiap untuk memanggil taksi."Ayo kuantar. Walaupun kita sudah bercerai, kita sudah bersama sekian lama. Nggak mungkin langsung tiba-tiba jadi orang asing, 'kan?""Aku tahu kamu mau pergi besok. Di sana ... jaga dirimu baik-baik. Jangan lupa makan waktu sibuk kerja."Abian menasihatinya dengan lembut.Natasha mendengarkan dengan penuh perhatian. Perasaan campur aduk perlahan menyebar di hatinya.Dia benar-benar mencintai Abian. Cinta mereka nyata.Tapi, kesalahan ini benar-benar tidak bisa dia maafkan."Kalau kamu nggak bisa ngurus Chika di sana, beri tahu aku. Aku pasti akan datang menjaganya.""Sasha, ini bukan berarti aku melepaskanmu. Dan bukan berarti aku nggak mencintaimu. Aku cuma nggak mau kamu membenciku."Natasha bersandar pada jendela mobil, menatap kendaraan yang berlalu-lalang. Lampu jalan menerangi wajahnya yang dihiasi setet

  • Mustahil untuk Kembali Bersatu   Bab 23

    "Giska, kalau kamu wanita lain, mungkin aku nggak akan membencimu."Natasha menatapnya dengan tenang, masih tanpa sedikit pun rasa simpati."Tapi karena itu kamu, aku pernah membantumu, dan kamu bilang aku memberimu harapan untuk terus berjuang.""Kamu memanfaatkan kebaikanku untuk menyakitiku. Aku menerima permintaan maafmu, tapi aku nggak akan memaafkanmu."Giska bersandar di kepala tempat tidur, memaksakan senyuman pahit. "Aku tahu kamu nggak akan memaafkanku.""Aku cuma ... ya sudahlah, tolong terima ini."Dia mengambil kartu dari bawah bantalnya dan memberikannya kepada Natasha."Utangku padamu dulu. Sudah kutambah bunga juga. Jangan ditolak. Ini bukan uang dari Abian. Ini uang yang aku dapatkan sendiri.""Kamu dulu menolongku, tapi aku malah nggak tahu terima kasih. Aku memang nggak pantas mendapatkan kebaikanmu. Mungkin dengan mengembalikan semuanya padamu, beban di hatiku bisa berkurang."Natasha menerima kartu itu. "Kamu tahu aku akan datang?"Giska menggeleng pelan. "Aku cuma

  • Mustahil untuk Kembali Bersatu   Bab 22

    Natasha menutup telepon.Dia tidak ingin bermain-main dengan Abian lagi. Waktunya terlalu berharga untuk itu.Setelah ditipu berulang kali, siapa pun akan merasa tidak tahan.Natasha merasa dirinya sudah sangat sabar.Jadwal pesawat tercepat baru besok pagi.Natasha tidak ingin bertemu Abian, apalagi terlibat dengannya lagi, jadi dia memesan kamar hotel.Dia membawa barang-barangnya langsung ke hotel.Keluarga Yanuar memiliki banyak properti. Dia butuh waktu cukup lama untuk mencari satu hotel yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan mereka.Proses check-in berjalan lancar. Satu-satunya kekurangan adalah Chika mengalami demam ringan.Perjalanan bolak-balik yang terus-menerus jelas telah menguras tenaga kecilnya.Natasha merasa sangat bersalah dan membawa anaknya ke rumah sakit terlebih dahulu.Chika masih muda, dan Natasha menyadarinya tepat waktu, jadi yang perlu dia lakukan hanyalah minum obat dan air yang cukup.Natasha duduk menggendong Chika di kursi koridor. Sesosok wanita t

  • Mustahil untuk Kembali Bersatu   Bab 21

    Abian keluar langsung dari kantor untuk menemui Natasha.Natasha baru saja selesai makan.Saat membuka pintu dan bergegas masuk, Abian mengambil tangan Natasha dan memeriksanya dengan saksama."Mama nggak menyentuhmu, 'kan?"Natasha menarik tangannya dan berbalik menuju sofa. "Nggak.""Sasha, aku minta maaf. Aku sudah bicara dengannya. Dia nggak akan mengganggumu lagi.""Abian, kamu pasti tahu kenapa dia datang mencariku. Kalau kamu benar-benar peduli padaku, cepat selesaikan perceraiannya."Dalam sekejap.Apartemen menjadi sunyi.Abian menatap Natasha dengan mata merah. Dia sudah tidak asing lagi dengan sikap dinginnya.Tapi sudah lebih dari sebulan. Natasha tidak menunjukkan sedikit pun perasaan padanya.Seolah-olah segala sesuatu yang pernah ada di antara mereka di masa lalu benar-benar lenyap tanpa jejak."Cukup sudah. Bukannya semuanya sudah jelas? Apa lagi yang masih perlu dijelaskan?""Kamu sendiri yang bilang, kita bisa meresmikan proses cerai setelah aku pulang. Aku tahu sekar

  • Mustahil untuk Kembali Bersatu   Bab 20

    Natasha sudah mengerti.Dia bersandar ke dinding, merasa ingin tertawa.Meskipun dia tidak melakukan apa-apa, semua orang tetap menyalahkannya.Pernikahan ini memang sangat tragis."Makanya, kamu hubungi saja Abian.""Anakku nggak mau menemuiku lagi! Semua ini karena kamu! Kamu harusnya merasa bersalah!"Ratna awalnya bermaksud meminta maaf, tapi dia merasa tidak senang melihat Natasha tinggal di apartemen putranya dengan nyaman.Suaranya semakin tajam."Pahami baik- baik. Yang membekukan kartu dan uangmu itu Abian, bukan aku."Natasha menatap wajahnya, tatapannya berubah semakin dingin. "Jangan salahkan semuanya padaku. Aku nggak pernah melakukan kesalahan apa pun kepada Keluarga Yanuar.""Sedangkan anakmu, jelas-jelas selingkuh. Kenapa nggak kamu pikir pakai logika?"Mendengar itu, Ratna merasa sedikit bersalah.Tapi dia tidak boleh kehilangan wibawanya. Dia adalah nyonya Keluarga Yanuar."Laki-laki mana yang nggak suka bersenang-senang? Pernikahan itu tentang kompromi satu sama lain

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status