Share

26. Tidur di pundak

Author: Zizizaq
last update publish date: 2022-09-01 21:08:23
Acara karaoke pun selesai, hampir seluruh peserta terbuai mimpi, termasuk Emili. Ia tidur sangat nyenyak sampai terdengar dengkuran halus dari mulutnya. Sedang Danil sibuk menatap layar ponsel sambil tersenyum, ia sedang berbalas pesan dengan kekasihnya Alea.

Saat bus berguncang, Emili terkulai ke pundaknya. Ia pun berhenti menatap ponsel dan beralih memperhatikan Emili. Ia hendak mendorong kepala Emili agar berpindah, tapi ia urungkan dan malah memperbaiki posisi duduknya agar Emili merasa ny
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ima Kristani
ceritax seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   96. Selesai Dengan Bahagia

    Matahari telah berada di puncak peraduannya ketika sebuah mobil mewah yang membawa keluarga kecil melesat memasuki rumah bak istana. Iya, itu mereka: Danil, Emili, dan putri kecilnya Dania. Ada juga Bu Eni yang telah resmi dijadikan oleh Danil sebagai pengasuh tetap untuk putri kecilnya, Dania. Akhirnya Emili kembali lagi ke rumah itu. Rumah yang dulu pernah menjadi saksi perjalanan singkat tentang hubungannya. Hubungan yang tercipta dari sebuah ide gila Danil untuk melakukan sebuah pernikahan kontrak yang memakan korban, yaitu Emili. Yang kemudian menumbuhkan rasa cinta di antara mereka. Yang satu karena ambisi, yang satu karena keterpaksaan yang disebabkan faktor ekonomi. Kini keduanya bersatu kembali dengan hubungan yang sehat dan terikat tanpa syarat sepanjang hidup mereka. Emili mau ikut Danil setelah meyakinkan segala urusannya yang harus diselesaikan telah beres. Danil dapat melakukan itu dalam waktu singkat. Demi agar lebih cepat berkumpul dengan keluarga kecilnya, ia b

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   95. Telepon Dari Nenek

    Danil tiba di rumahnya. Ia tahu bertemu dan memohon pada Nenek Marita tidak akan memberi solusi. Ia ke ruang kerjanya menghubungi Alex untuk mengumumkan tentang hubungannya dengan Emili dan kehadiran Dania sebagai putrinya di semua aplikasi media sosial. Tak lupa memintanya menghubungi stasiun TV juga supaya mertuanya yang agak gaptek soal media sosial tidak ketinggalan berita. "Saya ingin membaca berita ini dalam waktu tidak lebih dari tiga puluh menit. Jangan lupa kau juga harus memberinya judul sedramatis mungkin. Oke," jelas Danil antusias. "Iya, Pak Danil. Tapi tolong, bisakah kamu membiarkan saya berbulan madu dengan santai?" Alex berbicara sebagai sahabat. "Sorry, tapi kali ini kau harus membantuku karena ini penting," Danil agak sedikit bersalah dengan sahabatnya. "Oke, aku akan membantumu," ucap Alex. "Thanks, bro. Selamat bersenang-senang," Danil mengakhiri panggilannya lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil memejamkan mata. Ia sepertinya tidak sabar menung

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   94. Cucu Fernando

    "Kesayangan Ayah sudah wangi," Danil berdiri menyambut putrinya. "Apa katamu?" Nenek Marita kaget mendengar Danil. "Ini putri Danil, Nek. Saat Nenek mengusir Emili, dia sedang mengandung anakku. Ah, Nenekku sungguh keterlaluan! Mengusir cucu menantu yang sedang hamil tapi menampung wanita hamil lainnya," ucap Danil membuat nyali Neneknya menciut dan tampak bersalah. Sebenarnya ia sudah menunggu momen ini dari tadi. "Apa benar dia putrimu?" Ekspresi Nenek Marita berubah sembilan puluh derajat. Yang tadinya dingin menjadi hangat. Ia bertanya demi memastikan pendengarannya. Matanya terpaku pada Dania. "Iya, Nek. Apa Nenek meragukannya? Padahal dia begitu mirip denganmu, Nek," ucap Danil. Fakta itu juga yang membuatnya tidak bertanya saat pertama kali melihat putrinya. Dania begitu mirip Neneknya yang juga mirip dengan dirinya sendiri. "Betul kamu hamil saat pergi dari rumah?" Nenek beralih pada Emili. Kebenciannya pada menantunya itu agaknya berangsur hilang. "Iya, Nek. Tapi E

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   93. Penipu Tingkat Dewa

    Danil benar-benar menginap di rumah keluarga Emili. Ia tidak memberitahu hal itu pada siapa pun. Karena itu ponselnya berdering beberapa kali. Entah itu panggilan dari asistennya, Alex, klien, bahkan ada panggilan juga dari Neneknya. Ia terbangun dan mengucek matanya. Ia sadar sedang berada di kamar orang lain. Namun sedetik kemudian ia tersenyum karena menyadari ia sedang menginap di rumah orang tua istrinya. Ia pun meraih ponsel dan memeriksanya. [Apakah kamu bersama sahabat istriku? Aku bingung harus menyebutnya apa. Nenek Marita mencarimu dan kuberi tahu kamu bersamanya. Mungkin Nenek sedang ke sana sekarang. Jadi siapkan alat untuk bertempur. Dia terdengar tidak senang karena panggilannya diabaikan cucu kesayangannya. Oh iya, aku rela mengorbankan masa cuti bulan maduku untuk menggantikanmu mengurus klien. Jadi fokus saja bertempur dengan Nenek Marita] tulis Alex panjang lebar. Danil hanya membacanya dan tidak bermaksud membalas. "Aku akan menyambutnya," ucap Danil tersenyum

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   92. Makan Malam Canggung

    "Kenapa Emili lama sekali? Ke mana pula perginya Nak Danil?" ucap Bu Tiara merasa tidak senang. Ia sudah bersusah payah masak untuk mereka tapi justru mereka yang tidak hadir di meja makan. "Tidak apa, Bu. Biarkan saja," Pak Feri masih setia menghibur sang istri. "Mungkin lagi melepas rindu, Bu," celetuk Bu Eni asal. Sebenarnya ia hanya bercanda karena dirinya sendiri tidak tahu ke mana kedua orang itu berada. Pak Feri yang memahami langsung tersedak. "Ayah, hati-hati dong makannya," kata Mila yang dari tadi menyuapi Dania yang tampak asyik dengan mainannya. "Iya. Ayah akan hati-hati," ucap Pak Feri gelagapan. "Itu sama sekali tidak boleh dibiarkan. Mereka baru saja bertemu setelah berpisah selama tiga tahun," seru Bu Tiara menanggapi candaan Bu Eni. Ia segera bangkit dari duduknya. Ia hendak melabrak Emili. "Ibu mau apa?" pekik Pak Feri. Ia juga berdiri untuk mencegah sang istri. Bersamaan dengan itu Danil keluar dari kamar Emili dengan penampilan yang lebih cerah dari s

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   91. Kau Masih Istriku

    Setelah selesai merapikan mainan Dania, seluruh orang berkumpul di ruang keluarga. Karena memang tidak ada lagi ruangan yang lebih luas dari tempat itu. Kecuali Bu Eni dan Bu Tiara yang sedang sibuk di dapur, demi menyambut menantunya yang tiba-tiba datang dan tampaknya tidak berniat untuk pergi. Dan juga Emili yang sedang membersihkan tubuhnya di kamar mandi. "Apa rencana kalian ke depannya?" Pak Feri memulai obrolan. Ia bertanya pada Danil sebagai kepala keluarga dari pernikahan kontrak putrinya. "Saya ingin tetap melanjutkan pernikahan kami, Yah. Tidak ada lagi kontrak atau apa pun itu. Tolong restui hubungan kami," Danil berbicara sungguh-sungguh. Ia menatap kedua mata mertuanya. "Bagaimana dengan keluargamu? Mereka tidak menerima Emili lagi. Nyonya Marita bahkan mengusirnya dari rumahmu." "Nenek melakukan itu karena terpengaruh omongan setan. Informasi yang dia dapatkan tidak sesuai dengan kenyataan," Danil membahas soal Alea. Tampak kebencian dari raut wajahnya. "Apa ya

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   Tujuh Puluh Tiga

    Hari demi hari berlalu begitu saja, Kehamilan Emili sudah berusia tiga bulan, ia sudah melalui masa-masa yang paling tidak nyaman semasa kehamilan, mulai dari nafsu makan menurun, badan yang selalu lemas, perasaan yang selalu berubah-ubah sangat cepat, penciuman yang sangat sensitif, dan banyak lagi

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   3. Keluarga dan keuangan

    “Arghh... Bagaimana ini? Aku pasti membuatnya marah. Sepertinya aku bakal dipecat. Oh, Tuhan! Sekaratlah dompetku," gumam Emili sambil memukul-mukul kepalanya pelan saat mengingat kejadian di kantor. Sebenarnya ia tidak setegar kelihatannya saat berargumen dengan bosnya tadi. Begitu keluar dari ru

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   2. Menolak CEO

    Danil tidak ingin membuang-buang waktu lebih lama lagi. Ia ingin segera mengeksekusi rencananya. Hal pertama yang ia lakukan adalah menghubungi sekretaris sekaligus sahabatnya yang bernama Alex. Ia meminta Alex untuk mencari seorang gadis biasa yang bekerja sebagai karyawan di perusahaannya. Posis

  • Nikah Kontrak Berbuah Cinta   1. Ide gila

    Di dalam sebuah kantor besar nan mewah, seorang laki-laki tampan, tinggi, dan berkharisma terlihat sangat gelisah. Entah apa penyebabnya. Sepertinya ia merencanakan sesuatu, tetapi ragu. Kegelisahan itu semakin terlihat dari gerak-geriknya saat kekasih yang membuatnya tidak karuan itu muncul di de

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status