LOGINBianchi sama sekali tidak merasa tersindir oleh kalimat sarkasme tersebut, karena memang bukan dirinya yang turun langsung memotret kejadian. Ia mendengus, lalu memberikan kode kedua kepada asistennya untuk membagikan salinan berkas rahasia dari koper kecil ke atas meja para pejabat tinggi."Jika foto itu belum cukup, maka lihatlah dokumen-dokumen ini!" seru Bianchi, mulai menyodorkan tumpukan berkas bukti-bukti data keuangan palsu dan laporan transaksi senjata ilegal yang sudah ia manipulasi sejak lama bersama kelompok Black Serpent demi menjebak posisi Giovanni. "Seluruh berkas perkara, jalur dana, dan kesaksian tertulis ini mengarah pada keterlibatan kelompok Red Line di kota kita. Dan Anda, Walikota DeLuca, dengan sengaja memberikan konsesi dermaga pariwisata kepada mereka sebagai imbalan kolusi!""Semua lembar kertas yang Anda bagikan itu adalah kebohongan yang tidak berdasar!" bantah Giovanni dengan suara lantang, langsung mementahkan dokumen tersebut.Atmosfer di dalam ruang pe
Pintu ruang pertemuan itu terbuka lebar. Bianchi Vittorio melangkah masuk dengan gaya angkuh yang tertutup rapat oleh topeng ketenangan khas bangsawan tua. Di belakangnya, sang asisten pribadi berjalan cepat sembari membawa sebuah koper kecil berisi berkas-berkas penting rahasia.Seluruh atensi pejabat tinggi langsung tertuju pada Bianchi saat pria tua itu mengambil posisi di ujung meja panjang, tepat berhadapan dengan Giovanni DeLuca yang duduk di kursi pemimpin tertinggi. Suasana ruangan yang tadinya dipenuhi bisik-bisik bingung seketika hening total.Bianchi membuka suara, nadanya terdengar sangat prihatin dan sarat akan wibawa yang dibuat-buat. "Selamat siang, para pejabat yang saya hormati, dan Tuan Walikota DeLuca. Kedatangan saya yang terkesan mendadak ini murni didasari oleh rasa kepedulian yang teramat besar terhadap stabilitas dan keamanan Kota Whitesand. Sebagai Ketua Dewan Kota, saya mengemban sumpah untuk menjaga kota ini dari segala ancaman, termasuk ancaman yang datang
Dugaan Bianchi tepat. Tidak lama kemudian, ponselnya kembali bergetar, membawa laporan darurat dari pengawas perusahaan makanan instan miliknya. Isi laporan yang disampaikan pun sama persis dengan kejadian di pabrik elektronik, hanya saja ada satu detail tambahan yang menarik perhatiannya: operasi penggeledahan di pabrik makanan instan tersebut dipimpin langsung oleh Chiara Lombardi, seorang jaksa muda yang tidak lain merupakan putri kandung dari Komandan Richard Lombardi.Bianchi terkekeh rendah, suara tawanya terdengar hambar dan dingin meremehkan. Pria tua itu merasa lucu melihat bagaimana ayah dan anak dari keluarga Lombardi itu begitu bersemangat mengerahkan seluruh kekuatan demi membongkar titik kesalahannya. Namun, mereka semua dipastikan tidak akan pernah menyangka, bahwa atasan tertinggi mereka hari ini, Walikota Giovanni DeLuca. Kemungkinan sudah tidak akan bisa bertahan lama lagi di atas kursi kepemimpinan kota Whitesand.Tidak sampai di situ, laporan lain kembali menghampi
Bianchi melangkah masuk ke dalam mobil mewahnya yang nyaman sembari mendengarkan suara asisten pribadinya yang sedang memaparkan rangkaian jadwal kerjanya hari ini. Jadwalnya hari ini sebenarnya tidak terlalu banyak, hanya melakukan kunjungan formal ke panti asuhan miliknya dan pergi ke kantor pemerintahan kota untuk urusan birokrasi biasa."Apakah Dr. Lance sudah dihubungi?" tanya Bianchi memastikan.Asistennya segera mengangguk patuh. "Dr. Lance beserta tim perawatnya akan langsung menyusul menuju ke panti asuhan, Tuan."Bianchi hanya mengangguk perlahan sebagai jawaban, lalu menyandarkan punggungnya pada kursi kulit mobil. Namun, ketika kendaraan mewah itu baru menempuh setengah perjalanan membelah jalanan kota, ponsel Bianchi mendadak berdering. Layar ponsel menampilkan nama pengawas utama dari pabrik perusahaan elektroniknya. Bianchi menggeser layar dan menempelkan benda pipih itu ke telinganya."Ya, ada apa?" tanya Bianchi, nadanya terdengar datar."Tuan Bianchi, ada masalah bes
Rico menjawab dengan tetap santai, meskipun guratan matanya memancarkan keseriusan, "Mereka sangat berbahaya, Nona Bella. Saya mengenali beberapa wajah di antara mereka yang merupakan anggota inti Black Serpent dengan kemampuan bertarung yang sangat baik. Jika harus membuat perbandingan, jika dua orang dari mereka maju bersamaan, mereka sanggup membuat saya kewalahan dan harus bertarung habis-habisan."Bella menelan ludahnya dengan pelan, merasakan atmosfer bahaya yang kian pekat mengepung rumahnya. "Kau tahu pasti ada berapa banyak jumlah orang di luar saat ini?""Tepatnya enam orang, Nona," jawab Rico tegas.Mendengar angka itu, Bella mendadak dilingkupi perasaan gusar. Apa sebenarnya yang akan dilakukan oleh orang-orang di luar sana selain memantau rumah atau mengincar keluarganya?Bella kemudian tersadar akan satu hal. Rico adalah bagian dari kelompok Red Line. Ia yakin kedua kelompok mafia penguasa ini pasti sudah saling 'mengenal' satu sama lain di dunia bawah, terutama mengenai
Malam sebelum misi besar, suasana di dalam kamar Bella terasa begitu sunyi dan tegang. Di bawah temaram lampu meja, Bella yang berekspresi dingin sedang duduk menganalisis kembali rincian rencana yang akan mereka lakukan besok. Tiba-tiba, ponselnya bergetar nyaring. Sebuah panggilan masuk dari Chiara.Saat ini, Chiara masih berada di markas pasukan keamanan kota. Ia bersama tim sedang memeriksa ulang segala persiapan dan memeriksa hasil pantauan hari ini dari para informan yang tersebar di beberapa tempat target yang akan mereka kunjungi besok. Bella segera menggeser layar dan mengangkat panggilan tersebut."Ada apa, Chiara?" tanya Bella, nadanya terdengar tenang namun tegas."Bella... kau harus segera melihat surel yang baru saja kukirimkan ke laptopmu. Kau akan terkejut melihat isinya," suara Chiara di seberang telepon terdengar bergetar cemas, sekaligus menahan emosi.Mendengar perubahan nada suara sahabatnya, Bella tidak membuang waktu. Ia segera membuka folder masuk surelnya dan
Ayah Bella, Giovanni DeLuca, adalah seorang walikota yang dikenal sebagai pemimpin tegas dan adil. Ia dipilih warga karena integritasnya dalam bekerja, juga karena reputasi baik keluarga DeLuca yang merupakan keluarga tertua di Whitesand. Di bawah kepemimpinannya, kota berkembang pesat, dengan pemb
Ucapan Adrian berhenti dengan sebuah pertanyaan. Matanya melirik ke rumah Bella, ragu-ragu ia berkata."Aku merasa dia memiliki sesuatu yang berbahaya dalam dirinya ... entah kenapa saat merawat lukanya, aku merasa ada sesuatu yang membuatku tidak nyaman, padahal pria itu sedang tidak sadarkan diri
Alarm jam 04.30 pagi di handphone Adrian berbunyi, getaran di atas meja membuat suaranya lebih nyaring. Adrian membuka matanya dan meregangkan tubuhnya yang kaku. Tangannya meraih handphone untuk mematikan alarm, dahinya sedikit mengernyit, langsung teringat dengan pasien di kamar Bella.'Semalaman
Kakek Ruggero dari tempat duduknya pun melihatnya tadi. Ini pertama kalinya sejak ia membawa Shin waktu kecil, senyum yang terlihat manusiawi itu muncul. Meski sekilas tapi nyata. Sebuah kilatan singkat, bukan kejam, bukan sinis, melainkan hangat.'Apa itu benar? Atau aku hanya mulai terlalu tua hi







