LOGINGiovanni membuka map tebal yang berada di tangannya. Ia membaca halaman demi halaman dengan cepat, tetapi semakin jauh matanya menyusuri laporan tersebut, semakin dalam tatapannya.Tidak ada perubahan berarti pada ekspresinya. Wajahnya tetap tenang, bahkan nyaris tanpa emosi. Namun, Richard yang berdiri tidak jauh darinya dapat melihat bahwa Giovanni sedang memproses informasi yang sangat serius.Beberapa saat kemudian, Giovanni menutup map itu. Ia mengangkat pandangan kepada Ruggero.“Sekarang saya ingin tahu,” katanya tenang, “mengapa mantan pemimpin Red Line datang langsung ke kediaman saya dan membawa sesuatu yang begitu penting untuk diserahkan kepada saya? Kenapa tidak diserahkan ke kejaksaan Agung?”Ruggero tersenyum tipis. “Karena ada beberapa hal yang lebih baik diserahkan secara langsung kepada anda daripada dikirim melalui orang lain.”Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan. “Bisakah Shin dibebaskan sekarang juga?”Tatapan Ruggero turun sekilas ke map yang berada di tangan
Dua hari setelah Bella mengunjungi Shin, suasana pagi di kediaman utama keluarga DeLuca berjalan seperti biasa.Sekitar pukul delapan pagi, seorang pria tua yang usianya kira-kira sebaya dengan kakek Bella datang berkunjung. Wajahnya asing bagi Bella. Ia ditemani seorang pria yang mengenakan setelan jas rapi serta kacamata hitam.Bella baru saja turun dari lantai dua ketika melihat Madam Louis berjalan bersama kedua pria tersebut menuju ruang kerja ayahnya.Langkah Bella melambat. Pria tua itu sempat menoleh ke arahnya.Sebagai bentuk sopan santun, Bella memberikan anggukan singkat disertai senyum tipis. Pria itu membalas anggukan tersebut, tetapi tidak memberikan senyum. Hanya sebuah tatapan singkat.Bella kembali berjalan menuju ruang makan. Namun, setelah beberapa langkah, pikirannya masih tertinggal pada pria tua tadi. Ada sesuatu dalam tatapannya yang terasa familiar.Bukan karena Bella mengenalnya, melainkan karena sorot mata pria itu mengingatkannya pada seseorang.Shin.Tatapa
Di malam hari yang dingin dan sunyi, meskipun tidak benar-benar sunyi di beberapa tempat, Bella melangkah menyusuri lorong menuju ruang tahanan khusus Shin. Rico berjalan di sampingnya.Seperti biasa, kedatangannya telah dipersiapkan secara khusus oleh Chiara. Meskipun saat ini perhatian semua orang sedang tertuju pada kasus Bianchi, Bella tetap berhati-hati setiap kali mengunjungi Shin. Ia bahkan meminta agar penjaga yang bertugas saat kedatangannya adalah orang-orang yang dapat dipercaya.Rico berhenti di depan pintu dan berjaga di sana, sedangkan Bella masuk seorang diri.Begitu melangkah ke dalam, tatapannya langsung bertubrukan dengan sepasang mata abu-abu yang tajam.Shin duduk dengan tenang di balik meja. Ekspresinya semula datar, tetapi begitu melihat Bella, sudut bibirnya perlahan terangkat membentuk senyum menawan.Bella sempat tertegun. Wajah pria itu sudah lama tidak dilihatnya. Padahal baru beberapa hari mereka tidak bertemu, tetapi entah mengapa rasanya seperti sudah jau
Aksi untuk membongkar kejahatan Bianchi dan mendapatkan bukti atas tindakannya dapat dikatakan berakhir dengan sukses, meskipun ada beberapa korban dalam misi tersebut, termasuk Chiara. Namun, tidak ada yang terlalu larut dalam kesedihan karena Chiara sendiri mengatakan bahwa apa yang terjadi kepadanya hanyalah sedikit pengorbanan demi mencapai tujuan yang lebih besar.Setelah Bianchi ditangkap, pemerintahan Kota Whitesand langsung dibuat sibuk. Kasus Bianchi segera diusut secara menyeluruh dan menjadi salah satu kasus utama yang harus diselesaikan.Di bawah kepemimpinan Wali Kota Giovanni DeLuca, pemerintahan Kota Whitesand segera meluncurkan reformasi birokrasi berskala besar untuk membersihkan sisa-sisa faksi korup yang masih bercokol di dalam pemerintahan. Giovanni membentuk gugus tugas khusus bersama Kejaksaan Agung untuk menyisir seluruh dokumen pemerintahan, membekukan aset ilegal milik keluarga Vittorio, serta melacak aliran dana hasil pencucian uang yang melibatkan panti asuh
Sedangkan Marco di seberang sana diam-diam mendengus. Jangan kira ia tidak tahu pemikiran Bianchi. Pria tua ini pasti akan mengorbankan dirinya dan kelompok Black Serpent ketika situasi sudah di ujung tanduk. Sudah kehilangan jabatan dan kekayaan masih saja sombong, apakah dia pikir dirinya adalah penjahat yang tanpa otak? Situasi sudah seperti ini, dirinya juga sudah pasti menjadi target buronan kelompok Red Line.'Ck! Mengingat penjahat kecil itu, apakah mungkin rencana ini juga ada campur tangan darinya? Tidak heran pasukan keamanan Kota Whitesand tahu bisnis rahasia miliknya yang tersembunyi...' Marco terus bergulat dengan pikirannya, mencurigai adanya keterlibatan Shin Vitali."Marco, sekarang aku sedang dalam perjalanan keluar kota. Kita bertemu di Kota Blackstone," suara Bianchi kembali menarik kesadaran Marco.Saat ini yang paling penting bagi Marco adalah menyingkirkan Bianchi. Ia harus segera memotong dahan yang sudah terkena api agar pohon besar miliknya tidak ikut terbakar
Siang itu di Kota Whitesand, sebuah ledakan berita terkait salah satu pejabat tinggi pemerintahan membuat seluruh kota geger seketika. Salah seorang reporter dari sebuah media terkenal bersama kameramennya meliput iring-iringan besar mobil pasukan keamanan kota yang ternyata menggeledah sebuah tempat panti asuhan milik Bianchi Vittorio. Dalam laporannya yang sangat bersemangat, ia menceritakan awal ia mengikuti iring-iringan itu dan hampir saja terseret dalam baku tembak antara personel pasukan keamanan kota dengan para penjaga di panti asuhan Vittorio Foundation.Untungnya, pasukan keamanan kota menyadari ada warga sipil dan terutama karena profesinya sebagai reporter, dia langsung dilindungi dan bahkan membantunya mencari posisi yang tepat dan aman untuk mengambil rekaman."Para penonton pasti bertanya-tanya, kenapa para penjaga panti asuhan ini melawan pasukan keamanan kota? Pertama-tama, saya ingin menyampaikan kekecewaan saya terhadap Ketua Dewan Kota terhormat Bianchi Vittorio,
Ketika Bella membuka matanya, bau debu dan rokok yang pekat membuatnya terbatuk. Ia terbaring di lantai, disekitarnya terdapat kotak-kotak besi besar dengan beberapa sudah berkarat. Ingatan sebelum dirinya pingsan membuatnya sadar dari linglung, ia ingin bangun. Tapi kemudian menyadari kalau kedua
Lima hari berlalu... Tiga puluh enam anggota polisi yang diperintahkan untuk memeriksa daerah San Felice secara menyeluruh tidak menemukan apapun yang mencurigakan. Pencarian hingga luar daerah pun dilakukan, tidak ada tanda-tanda adanya kejahatan yang pernah terjadi dan semuanya aman-aman saja.Se
Dua hari sudah Bella tinggal di rumah, kegiatannya itu-itu saja dan hanya sekali dia pergi ke luar untuk membeli sesuatu. Dengan pengawalan lengkap, meski tidak terlalu mencolok, tetap saja membuat Bella tidak bisa berbaur seperti warga biasa lainnya. Ia pun lebih memilih menghabiskan waktu di ruma
Salah satu pria yang sedang bermain melihat ke tempat Bella dan anak-anak dikurung. "Lihat, gadis itu sudah sadar."Tiga pria lainnya menoleh, tatapan berbinar mereka menandakan kekaguman pada kecantikan gadis yang tidak sengaja mereka culik."Kita sungguh beruntung, harganya pasti tinggi.""Tidak







