แชร์

Bab 103

ผู้เขียน: Trya Dhafi
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-10 22:14:39

Reno menahan napas dalam-dalam. Sebelum menjawab tantangan dan godaan Viona yang semakin berani, pria itu perlahan menangkap pergelangan tangan Viona yang masih berada di atas celananya. Tatapan matanya berganti menjadi sangat serius, mengabaikan letupan gairah yang mulai menyiksa tubuhnya demi sebuah jawaban yang terus mengusik harga diri dan rasa penasarannya.

"Sebelum aku jawab... ada satu hal yang harus aku pastikan dulu, Vi," ujar Reno dengan suara berat, menatap lurus ke dalam manik mata
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 184

    Mendengar ratapan dan permohonan memelas dari Axel, Darmawan sama sekali tidak menunjukkan rasa iba. Pria paruh baya itu malah mendengus pelan, menatap Axel dengan tatapan jijik dan penuh penghinaan.Darmawan menurunkan tangannya yang bersidekap, lalu melangkah maju mendekati Axel hingga jarak di antara mereka begitu dekat."Jangan terlalu percaya diri, Axel, dan jangan pernah berharap sedikit pun saya akan memberikan bantuan kepadamu," ucap Darmawan dengan nada suara yang tenang dan dingin tapi telak. "Setelah apa yang kamu lemparkan begitu saja ke muka saya dan keluarga saya di hari pernikahan Viona kemarin,kamu masih punya urat malu untuk datang berdiri di hadapan saya dan meminta belas kasihan?"Axel tertegun, napasnya seketika tercekat. Bayangan hari pernikahan yang hancur berantakan akibat ulahnya sendiri mendadak berkelebat di kepalanya."Kamu pikir saya ini malaikat yang bisa melupakan penghinaan sebesar itu begitu saja?" lanjut Darmawan, matanya menatap tajam tanpa ampun. "K

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 183

    Reno menghentikan kakinya yang hampir naik ke dalam kabin mobil. Alih-alih terpancing emosi atau tersinggung oleh kata-kata Axel yang kasar, Reno malah berbalik perlahan dengan ekspresi wajah yang begitu tenang, terkesan dingin tanpa celah."Mau menolong kamu atau tidak?" ulang Reno dengan senyum tipis sarkasme, sambil menatap lurus mata Axel yang memerah karena amarah. "Jawabannya singkat, Axel. Tidak untuk sekarang ini."Reno kembali melangkah mendekat satu langkah, menjaga jarak di antara mereka berdua."Hubungan kita tidak pernah sebaik itu, bahkan sikap kamu masih buruk padaku dan tidak mau mengakuiku setelah kita dinyatakan saudara kandung. Nah sekarang itu saja sudah lebih dari cukup untuk membuatku tidak mau menolongmu," lanjut Reno dengan tenang tapi begitu telak. " Dan juga aku masih ingat dengan sangat jelas bagaimana perlakuan dan pengkhianatanmu pada Viona. Aku ingat persis bagaimana hancurnya mentalnya di hari pernikahan dan di malam pertama pernikahan kami karena ulah

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 182

    Tanpa pikir panjang, Axel langsung meminta sang sopir taksi mengubah arah tujuannya. Bukan ke apartemen atau rumah kerabat yang sudah kompak menolaknya, melainkan menuju gedung perkantoran milik keluarga Darmawan. Di tengah keputusasaan dan rasa malunya yang sudah menggunung, Reynald menjadi satu-satunya benteng terakhir yang ia harapkan bisa memberinya sedikit pertolongan. Toh katanya mereka saudara kembar, sepertinya Reynald orangnya baik dan mungkin akan menolongnya.Setibanya di depan gedung megah tersebut, taksi yang ditumpangi Axel berhenti di area drop-off lobby. Waktu kedatangannya bertepatan persis saat Reno baru saja melangkah keluar dari pintu utama lobi gedung, sudah ditunggu seorang sopir yang membukakan pintu mobil mewah di depan lobby.Melihat sosok suami Viona itu, langkah Axel sempat terhenti. Namun, saat ia melihat bahwa Reno berjalan sendirian tanpa bersama Darmawan ataupun keluarga yang lainnya.Dengan napas memburu dan sisa-sisa harga diri yang ia injak-injak sen

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 181

    Sementara itu, di lantai atas rumahnya, Lani yang berdiri di balik tirai kamar lantai dua sempat melihat kedatangan Axel dan menyaksikan saat-saat pria itu diusir secara kasar oleh sang ayah dari halaman rumah. Hatinya sempat mencelus nyeri, menyadari bahwa pria yang pernah ia cintai dan menjadi ayah dari anak di kandungannya itu ternyata benar-benar tidak mampu berbuat apa-apa untuk melindunginya.Namun, alih-alih merasa sedih atau ingin mengejar Axel, Lani justru merasakan kehampaan. Kejadian barusan semakin membuka matanya lebar-lebar bahwa keputusan ayahnya untuk menjauhkannya dari Axel adalah jalan yang paling benar.Lani menarik napas panjang, menghapus sisa-sisa air mata di pipinya dengan punggung tangannya, lalu membalikkan badan menghadap koper besar yang terbuka di atas tempat tidurnya. Tidak ada lagi keraguan di hatinya. Ia sudah sepenuhnya pasrah dan memilih untuk menuruti segala arahan serta keputusan orang tuanya demi masa depan anak yang dikandungnya dan pemulihan nama

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 180

    Beberapa menit setelah perbincangan singkat namun melegakan dengan Danu, ketenangan Viona kembali terusik oleh suara dering ponsel dari atas nakas. Tanpa melirik layarnya, Viona mendengus sebal sambil menarik selimut menutupi sebagian bahunya. "Dih, dibilangin nggak penting, malah nelpon lagi. Palingan bapaknya Lani mau minta tolong apa lagi," gerutu Viona malas, membiarkan panggilan itu berdering tanpa niat sedikit pun untuk mengangkatnya. Beberapa saat kemudian, ponselnya kembali bergetar dan berdering nyaring untuk kedua kalinya. Karena merasa terganggu dengan dering yang tak kunjung berhenti, Viona akhirnya membuka mata dengan malas, meraih ponsel tersebut untuk mematikan dayanya. Seketika itu juga, rasa jengkel di wajahnya menguap, digantikan oleh senyum simpul yang langsung terukir di sudut bibirnya. Nama yang tertera di layar bukanlah Papa Lani, melainkan suaminya tercinta. Dengan gerakan cepat dan binar mata yang mendadak bersemangat, Viona langsung menggeser tombol hij

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 179

    Setelah beberapa saat terdiam dengan napas memburu dan pikiran yang kalut, Papa Lani akhirnya mencoba memaksakan diri untuk menenangkan diri. Ia sadar, panik dan memarahi Lani tidak akan menyelesaikan masalah yang sudah telanjur terjadi ini. Jalan satu-satunya yang harus mereka tempuh adalah mencari tahu pada Viona sekarang. Apakah sepupu jauhnya itu sudah berniat meledakkan bom waktu ini, atau masih ada celah untuk diajak bicara baik-baik.Dengan tangan yang masih sedikit gemetar, Papa Lani meraih ponselnya di atas meja, lalu mencari kontak Viona di grup keluarga dan menekan tombol panggil.Sementara itu, di kediaman Darmawan, Viona sedang merebahkan diri dengan santai di atas ranjang kamar mewahnya. Tak lama berselang setelah kepergian Reno ke kantor, ketukan pelan terdengar di pintu kamar. Begitu dibuka, seorang ART masuk dengan membawa sebuah kantong kecil tertutup rapat dari apotek, berisi titipan test pack yang dipesan Reno tadi."Ini pesanan Den Reno, Non," ujar sang ART sopan

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 6

    Viona yang masih menarik pergelangan tangan Reno menuju dalam rumah, mendadak langkahnya berhenti saat mendengar pertanyaan itu. "Bagaimana dengan Axel? Apa kamu sudah dapat kabarnya lebih lanjut?" Tubuh Viona langsung menegang. Beberapa detik yang lalu dia masih sibuk mengomel soal acara keluar

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 5

    Keesokan paginya, Reno terbangun lebih dulu dibanding penghuni rumah lainnya, atau lebih tepatnya dibanding Viona yang masih berada di dalam kamar utama. Meski semalaman tidur di sofa ruang keluarga, tidurnya justru cukup nyenyak. Sofa itu bahkan jauh lebih empuk daripada kasur tipis yang selama

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 4

    Brakk! Suara itu begitu keras hingga membuat mata Reno langsung terbuka sempurna. Beberapa detik kemudian suara benda pecah lainnya kembali terdengar, disusul tangisan yang terdengar putus asa dan nyaris histeris. Prang! Reno segera bangkit dari sofa. Jantungnya berdegup lebih cepat ketika m

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 3

    Hari yang terasa seperti mimpi buruk itu akhirnya selesai juga. Pernikahan terlaksana. Resepsi berjalan tanpa hambatan berarti. Para tamu penting yang hadir sama sekali tidak mengetahui kekacauan besar yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Di mata mereka, semuanya terlihat sempurna. Pengantin wa

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status