Share

Bab 140

Author: Trya Dhafi
last update publish date: 2026-08-28 23:53:18

Tak berapa lama, pintu penumpang mobil mewah itu dibukakan oleh sang sopir dari luar. Sosok pria paruh baya berkharisma dengan setelah kemeja rapi melangkah turun dari sana.

Viona, Reno, Rima, dan Axel sempat mengerutkan dahi karena sama sekali tidak mengenali kendaraan itu, mobil baru keluaran terbaru yang memang belum pernah terparkir di halaman rumah tersebut. Namun, begitu pria itu melangkah makin dekat ke teras, mata mereka seketika membelak.

Ternyata, itu Darmawan.

Darmawan melangkah mas
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 210

    Begitu tiba di rumah, Harjo Santoso dan Ambar melangkah cepat, langsung masuk ke dalam ruang kerja Harjo, menutup pintu dengan rapat, dan menguncinya dari dalam. Suasana ruangan yang tenang itu mendadak terasa makin mencekam.Sambil bergandengan tangan erat, mereka berdua duduk berdampingan di sofa kulit yang berada di pinggir ruangan. Ambar mencengkeram lengan baju suaminya, dadanya naik turun menahan debar jantung yang seakan ingin melompat keluar.Dengan jari yang sedikit gemetaran, Harjo perlahan membukabsegel amplop cokelat tebal itu. Di dalamnya terdapat dua set dokumen hasil pengujian laboratorium tes DNA komprehensif.Harjo membetulkan posisi kacamata bacanya, lalu membuka dokumen pertama, yaitu hasil tes perbandingan antara sampel Harjo Santoso dan Ambar dengan Revan.Harjo dan Ambar membaca satu persatu dengan teliti deretan angka dan huruf itu, dari urutan nama, data parameter alel, hingga kesimpulan akhir di paling bawah.Ambar bertanya dengan penasaran, memastikan yang d

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 209

    Suasana di meja makan kediaman keluarga Malik begitu hening saat mereka makan malam, tidak hangat dengan obrolan dan canda tawa seperti biasanya.Lampu gantung berdesain modern memancarkan cahaya hangat di atas meja makan kayu jati yang megah. Berbagai hidangan lezat tersaji rapi, siap untuk disantap. Tapi suasana di meja makan tidak sehangat lampu gantungnya dan menu makanannya yang baru matang.Harjo dan Ambar duduk berdampingan, sementara Revan berada di hadapan mereka.Ambar hanya mengaduk nasi di piringnya dan menyuapkan sedikit ke dalam mulutnya. Wajahnya agak pucat, tapi males makan seperti orang sakit atau banyak pikiran.Di sebelahnya, Harjo juga sama saja. Pria paruh baya itu memang memegang pisau dan garpu untuk memotong daging steak di piringnya, tapi gerakannya lambat dan malas juga. Pandangan matanya kosong menatap lurus ke depan, seperti pikirannya tidak fokus pada steak di piringnya.Melihat tingkah kedua orang tuanya yang janggal sejak makan malam dimulai, Revan akhir

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 208

    Waktu bergulir cepat hingga sore hari menjelang pukul lima. Sesuai janjinya, Reno sudah kembali ke kamar hotel. Setelah membersihkan diri dan menyegarkan badannya dengan mandi air hangat, Reno kini. santai mengenakan kaus polos dan celana kasual.Sambil menunggu jam makan malam, mereka berdua duduk berdekatan di sofa empuk ruang tengah kamar suite tersebut. Viona menyandarkan kepalanya manja pada bahu kokoh sang suami, menikmati momen santai setelah seharian beraktivitas masing-masing.Di tengah obrolan hangat mereka, Viona teringat kejadian kocak sekaligus menggelikan tadi siang. Ia langsung menegakkan tubuhnya, menatap Reno dengan binar mata antusias yang berapi-api."Oh iya, Mas. Mas tahu nggak? Tadi siang tiba-tiba aja ada nomor baru yang ngirim pesan. Nanyain Kamu udah nyari orang tua kandungmu nggak? Terus karena nggak aku tanggapin, dia nelfon aku berkali-kali," cerita Viona penuh ekspresi.Reno mengerutkan keningnya, menatap istrinya heran. "Nomor baru? Siapa? Orang iseng?""A

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   207

    Axel yang sempat terpaku mendengarkan semburan amarah Viona langsung tersadar seketika. Mumpung Viona belum mematikan sambungan telepon secara sepihak, dia cepat-cepat memotong selagi masih ada kesempatan bicara."T-tunggu, Viona! Jangan dimatikan dulu," seru Axel panik. "Aku Axel! Sorry, aku lupa memperkenalkan diri tadi dan terpaksa pakai nomor baru karena kamu sudah memblokir nomorku yang dulu."Napas Viona tercekat sejenak di balik telepon, raut wajahnya seketika berubah makin masam saat menyadari siapa pemilik suara di seberang sana.Tanpa membiarkan Viona menyela, Axel dengan cepat melanjutkan maksudnya. "Aku bertanya karena penasaran juga. Maksudku... apakah suamimu itu mencari orang tua kandungnya? Kalau iya, itu otomatis adalah orang tua kandungku juga, kan? Dan bagaimanapun juga, kamu itu iparku.""Cih!" Viona berdecih keras. "Ipar? Nggak sudi banget aku punya ipar modelan kayak kamu. Nggak usah kepedeaan deh.""Dan nggak usah sok ikut campur urusan suamiku. Mau Mas Reno men

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 206

    Viona mengernyitkan alisnya saat membaca cuplikan pesan yang muncul di layar kunci ponselnya. Nomor pengirimnya adalah nomor baru dan tidak terdaftar di daftar kontaknya. "Siapa sih ini? Nomor nggak dikenal tiba-tiba nanya hal privasi begini," gumam Viona dengan nada jengkel. Viona tidak membuka apalagi membalas pesan dari nomor baru itu, karena tiba-tiba bertanya tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu, sehingga sangat tidak penting untuk dilayani. Mengingat status latar belakang keluarga adalah hal yang sensitif, Viona memilih untuk mengabaikan dan tidak membalas pesan itu sama sekali. Tanpa perlu menggeser layar untuk membuka pesan, Viona langsung menaruh ponselnya begitu saja di atas nakas. Ia mengaitkan jubah mandi di tubuhnya lalu mengambil telepon kamar untuk memesan makanan ke room service. Perutnya yang makin keroncongan jauh lebih penting untuk diurus daripada melayani orang iseng yang tak jelas asal-usulnya. * Sementara itu, di tempat lain, Axel menatap layar pon

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 205

    Ambar menelan ludahnya yang terasa pahit. Bulu kuduknya merinding mendengar analisis suaminya. "Tapi... siapa, Pa? Siapa yang tega melakukan hal sebiadab itu pada kita? Apa salah kita sampai ada orang yang sengaja memisahkan kita dari anak kandung kita sendiri?"Harjo mengepalkan tangannya kuat-kuat. Otak bisnis dan daya ingatnya yang tajam kini memutar kembali ingatan masa lalu, mengingat siapa saja musuh bisnisnya saat itu, siapa dokter yang menangani persalinan Ambar, hingga siapa saja pihak rumah sakit yang terlibat."Siapa pun orangnya, dia sangat mengenal kita, tahu posisi keuangan kita saat itu, dan punya akses penuh di rumah sakit tersebut. Jika dugaan ini benar, Papa tidak akan tinggal diam. Papa akan lacak kembali semua rekam medis dua puluh enam tahun lalu, cari tahu siapa dokter dan perawat yang bertugas malam itu. Siapa pun yang bertanggung jawab atas penderitaan dan kebohongan ini... mereka harus bayar mahal."Ambar mencengkeram lengan suaminya, hatinya makin bergetar he

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 6

    Viona yang masih menarik pergelangan tangan Reno menuju dalam rumah, mendadak langkahnya berhenti saat mendengar pertanyaan itu. "Bagaimana dengan Axel? Apa kamu sudah dapat kabarnya lebih lanjut?" Tubuh Viona langsung menegang. Beberapa detik yang lalu dia masih sibuk mengomel soal acara keluar

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 5

    Keesokan paginya, Reno terbangun lebih dulu dibanding penghuni rumah lainnya, atau lebih tepatnya dibanding Viona yang masih berada di dalam kamar utama. Meski semalaman tidur di sofa ruang keluarga, tidurnya justru cukup nyenyak. Sofa itu bahkan jauh lebih empuk daripada kasur tipis yang selama

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 2

    Brakk! Pintu ruang rias VIP itu terbuka begitu keras hingga semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita muda, cantik berdiri di ambang pintu dengan napas sedikit memburu. Gaun pengantin putih yang dikenakannya tampak sempurna. Riasan wajahnya juga je

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 1

    "Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu dan utang-utang keluargamu dua ratus juta, lunas kubayar." Reno alias Reynald Notoharjo merasa seperti baru saja disambar petir di siang bolong. Pria berusia dua puluh lima tahun itu berdiri kaku di tengah ruangan mewah yang bahkan la

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status