Share

Bab 24

Author: Trya Dhafi
last update publish date: 2026-07-02 02:08:11
Lampu merah yang tadi hanya memunculkan rasa penasaran kini berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar.

Setelah lampu berganti warna hijau, tanpa pikir panjang dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, Reno langsung membuntuti mobil itu. Menunda dulu tujuannya ke bengkel.

Reno terus menjaga jarak di belakang mobil mewah itu. Untungnya jam berangkat kantor membuat jalanan kota padat. Deretan mobil dan motor lain yang sama-sama melaju menjadi penyamaran alami yang membuat keberadaannya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 191

    Axel menelan ludah kelat, tenggorokannya terasa tercekat. Nasi sudah menjadi bubur, dan dirinya sudah terlanjur basah melangkah ke dalam jurang ini. Tidak ada lagi jalan untuk memutar waktu. Dengan sisa-sisa kepasrahan yang menyesakkan dada, ia mengangguk pelan mengiyakan tawaran mutlak dari wanita di hadapannya itu.Namun, di tengah keheningan malam yang menyesakkan di dalam kamar mewah tersebut, pikiran Axel justru melayang liar. Ia kembali merutuki kebodohannya sendiri dengan penuh kepahitan. Bagaimana bisa ia sampai berada di titik terendah ini?Saat ia menatap wajah Amelia yang kini tersenyum penuh kemenangan di dekatnya, bayangan wajah seseorang justru tiba-tiba melintas terang di kepalanya, bukan Lani, tapi Viona. Axel merasakan dadanya sesak dan sakit. Ia sangat menyesal. Kenapa dulu ia begitu bodoh menyia-nyiakan Viona demi ambisi dan kesombongannya. Dan kini, sebagai hukuman atas kebodohannya, ia malah terjebak melayani seorang wanita paruh baya seperti Amelia. Ironis sekal

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 190

    Viona mengerjap beberapa kali, namun alih-alih merasa salah tingkah lebih lama, bibirnya justru menyunggingkan senyuman penuh godaan. Sorot matanya berubah menjadi nakal, menantang suaminya yang tengah menatapnya lekat-lekat."Jadi gimana kelanjutannya? Kita sama-sama sudah melanggarnya," lanjut Reno, setengah bercanda, menunggu reaksi sang istri.Alih-alih panik, Viona justru mendengkus pelan lalu melingkarkan kedua tangannya di leher Reno, menarik wajah suaminya itu mendekat."Tentu saja batal sudah, Sayang," bisik Viona tepat di dekat telinga Reno dengan nada menggoda. "Karena benar kata kamu, kita kan sudah sama-sama melanggarnya. Lagian... aku sekarang malah menyesal banget sudah bikin perjanjian konyol itu dulu."Reno mengangkat sebelah alisnya. "Menyesal kenapa?"Viona terkekeh kecil, sementara tangannya perlahan turun meraba dan menggenggam erat pusaka sang suami dengan penuh percaya diri. "Iya, aku malah kena karma instan, niatnya mau cari aman, eh sekarang aku malah ketagiha

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 189

    Axel menunduk, menghindari tatapan menyelidik dari wanita hampir paruh baya di sampingnya, merasakan gengsinya menciut drastis di dalam kabin mobil yang dingin itu."Aku lagi butuh bantuan banget, Tante." suara Axel terdengar parau, jauh dari kesan arogan yang biasa ditunjukkan dulu. "Hidupku lagi di ambang kehancuran. Aku diusir dari rumah, nggak punya pegangan apa-apa lagi sekarang."Amelia melirik sekilas ke arah Axel, lalu kembali fokus menyetir dengan senyuman tipis yang masih menghiasi bibir merahnya. Ia sengaja membiarkan keheningan sejenak, menikmati momen di mana pemuda sombong itu kini terdengar begitu memelas di hadapannya."Diusir dari rumah? Wah, hebat banget omongan kamu, Xel," sahut Amelia dengan nada santai, setengah meremehkan. Ia lalu menepuk pelan paha Axel dengan sebelah tangannya, membuat pemuda itu sontak menegang. "Santai aja kali. Kamu kan tahu, Tante paling nggak tega kalau lihat cowok ganteng kayak kamu kesusahan. Tapi, bantuan Tante itu nggak gratis, tahu ka

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 188

    "Gimana, Kak? Hasilnya?" tanya Vera tanpa basa-basi.Viona yang duduk di sebelah suaminya mengangkat sebelah alisnya, tampak bingung dengan arah pertanyaan adiknya. "Hasil apa maksudmu, Ver?""Ya hasil PO keponakan aku lah," jawab Vera blak-blakan tanpa filter.Viona langsung mengerjap kaget, pipinya merona merah seketika mendengar ucapan blak-blakan adiknya itu. Tanpa beban, ia lantas menjawab, "Belum berhasil, tahu ih. Masih butuh usaha lagi, lagian kita santai aja. Malah kesempatan masih punya banyak waktu."Mendengar jawaban Viona, Rima yang sudah tahu dari tadi sore, ikut nyeletuk dengan nada menyindir. "Wah, kalau gitu berarti Reno-nya yang nggak tokcer dong?"Mendengar suaminya disentil seperti itu, Viona tidak tinggal diam. Ia langsung pasang badan membela sang suami tanpa rasa canggung di depan keluarga besar. "Eh, bukan nggak tokcer, Ma. Kita tuh masih menikmati masa-masa jadi pengantin baru. Lagi pula, dapet kegiatan olahraga ranjang baru yang seru, masalah hamil mah urusan

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 187

    Axel menarik napas dalam-dalam, menatap layar ponselnya di ruangan remang-remang itu. Dengan jari-jari yang sedikit ragu, ia mulai mengetik sebuah pesan pendek kepada wanita paruh baya tersebut.[Halo, Tante Amel. Selamat malam. Apa kabar?]Begitu tombol kirim ditekan, Axel memejamkan mata sejenak, bersiap menunggu balasan yang mungkin akan lama atau bahkan diabaikan seperti orang-orang sebelumnya.Namun dugaannya meleset jauh. Hanya berselang beberapa detik saja, status di bawah nama kontak berubah menjadi online, dan tanda dua centang langsung berubah warna. Tidak butuh waktu satu menit bagi ponsel di genggaman Axel untuk bergetar saat balasan masuk dengan sangat antusias.[Malam juga, ganteng. Wah, nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba banget Axel nge-chat Tante. Kangen ya sama Tante? Ada apa nih tumben banget menyapa dan tanya kabar?]Melihat balasan yang begitu cepat dan penuh semangat itu, Axel menelan ludah kasarnya. Ia tahu betul apa arti antusiasme di balik pesan terseb

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 186

    Di bawah langit senja kota yang mulai menggelap, langkah kaki Axel terasa begitu berat dan gontai. Sisa-sisa amarah dan rasa malunya di gedung Darmawan telah menguap, menyisakan kehampaan di hatinya. Tanpa arah tujuan yang pasti, ia akhirnya memutuskan untuk mencari tempat tinggal sementara yang paling realistis dengan kondisi keuangannya saat ini, untung saja dia bisa cepat mendapatkan sebuah kamar kos-kosan yang jauh dari kemewahan biasa ia nikmati, bukan apartemen ataupun kos mewah.Berbekal sebuah kartu ATM pemberian diam-diam dari Mila, yang masih merasa iba di saat pengusiran, isinya lumayan untuk bisa bertahan hidup.Axel merebahkan tubuhnya yang lelah di atas kasur busa tipis yang bahkan seumur hidupnya belum pernah tidur di kasur busa seperti itu.Di dalam ruangan sempit berukuran tiga kali empat meter yang pengap dan hanya diterangi lampu neon, penyesalan besar akhirnya menghantam dada Axel tanpa ampun. Ia memegang erat kartu ATM itu sambil menggertakkan giginya, merutuki k

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 4

    Brakk! Suara itu begitu keras hingga membuat mata Reno langsung terbuka sempurna. Beberapa detik kemudian suara benda pecah lainnya kembali terdengar, disusul tangisan yang terdengar putus asa dan nyaris histeris. Prang! Reno segera bangkit dari sofa. Jantungnya berdegup lebih cepat ketika m

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 2

    Brakk! Pintu ruang rias VIP itu terbuka begitu keras hingga semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita muda, cantik berdiri di ambang pintu dengan napas sedikit memburu. Gaun pengantin putih yang dikenakannya tampak sempurna. Riasan wajahnya juga je

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 1

    "Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu dan utang-utang keluargamu dua ratus juta, lunas kubayar." Reno alias Reynald Notoharjo merasa seperti baru saja disambar petir di siang bolong. Pria berusia dua puluh lima tahun itu berdiri kaku di tengah ruangan mewah yang bahkan la

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 3

    Hari yang terasa seperti mimpi buruk itu akhirnya selesai juga. Pernikahan terlaksana. Resepsi berjalan tanpa hambatan berarti. Para tamu penting yang hadir sama sekali tidak mengetahui kekacauan besar yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Di mata mereka, semuanya terlihat sempurna. Pengantin wa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status